
Singkat cerita, Alora sudah selesai mandi. Ia selesai mandi berganti baju dan langsung menuju ke dapur untuk mengambil makanan di kulkas.
Alora makan terlebih dahulu, karena ia tidak berpuasa. Dan Jean setelah membuatkan minuman hangat untuk Alora, ia langsung mandi.
Setelah Jean selesai mandi, ia bergegas untuk sholat ashar, dan setelah itu ia pergi keluar membeli takjil.
...----------------...
Singkatnya, Alora sudah selesai makan, ia langsung meminum minuman hangat yang di buatkan sang kakak sembari menonton televisi.
Saat Alora sedang menonton televisi, tiba-tiba ada tamu yang datang. Langsung saja Alora membukakan pintu tersebut.
*Tok tok tok
"Iya?" Ucap Alora sembari membukakan pintu.
"Assalamu'alaikum" Salam Erlang dengan nada dingin.
Alora menjawab salamnya "Waalaikumsalam."
Ternyata tamu tersebut adalah Erlang yang memberikan makanan untuk berbuka puasa kepada Alora.
"Oh... Erlang, ada apa ke sini?" Tanya Alora.
Erlang menjawab dengan nada bicara yang lembut dan jaga pandangan "Aku ke sini mau antar makanan untuk berbuka puasa, tadi aku coba masak makanan ringan, ternyata kebanyakan, terus sama Liam, aku di suruh bagi ke kamu, Rio, sama Kenzo."
"Oh gitu... Makasih, repot-repot sekali" Ucap Alora berterimakasih sembari menerima makanan tersebut.
"Iya sama-sama, nggak merasa repot kok" Jawab Erlang.
Karena Erlang sudah menghantar makanan, ia langsung saja berpamitan.
"Aku udah antar makanannya, kamu makan saat berbuka ya, kalau gitu aku pulang dulu, assalamu'alaikum" Ucap Erlang.
"Iya, hati-hati, waalaikumsalam" Jawab Alora.
Setelah Erlang pulang, Alora menaruh makanan tersebut di meja makan, untuk di makan bersama-sama dengan Jean saat berbuka puasa.
...----------------...
Singkatnya, Jean sudah pulang dari keluarnya membeli takjil. Ia pulang langsung menaruh takjil tersebut di meja makan, dan Alora membantu sang kakak menyiapkan makanan berbuka puasa, karena sebentar lagi sudah waktunya berbuka puasa.
Beberapa menit kemudian...
Adzan sudah berkumandang, Jean langsung berbuka puasa minum air putih dan makan kurma. Setelah itu ia ambil wudhu dan sholat di masjid dekat rumah.
...----------------...
Singkatnya, Jean sudah selesai sholat maghrib. Pulangnya Jean dari masjid, ia langsung makan makanan berat (seperti nasi dan lauk), dan tidak lupa untuk cuci tangan terlebih dahulu agar terhindar dari kuman.
Di saat Jean makan, tiba-tiba Alora datang dan membuka bungkusan makanan yang di berikan Erlang.
"Apa itu dek?" Tanya Jean dengan penasaran.
Alora menjawabnya "Ini makanan dari Erlang. Pas kakak keluar membeli takjil, dia ke sini mengantar makanan ringan. Katanya kebanyakan, jadi di bagiin ke aku, Rio, sama Kak Kenzo."
"Oh gitu... Eh- tapi kok dia tau ini rumah kita?" Ucap dan tanya Jean.
"Saat kita berdua ada tugas kelompok, dia mengantar aku pulang setelah kelompok selesai" Jawab Alora.
"Oh gitu ceritanya.... Yaudah langsung aja coba masakan mereka berdua (Erlang dan Liam)" Ucap Jean.
Respon Alora "Iya kak."
...----------------...
Singkat cerita, waktu sudah sangat malam, sekitar pukul 22.30. Pada saat pukul tersebut, Raven bertamu di rumah Jean, untuk mengajaknya nongkrong seperti kemarin.
*Tok tok tok
"Assalamu'alaikum" Salam Raven bertamu di rumah Jean.
Lalu pintu di bukakan oleh Alora yang pada saat itu ia begadang mengerjakan tugas kelompok (Kelompok dengan Erlang).
"Iya, waalaikumsalam" Alora menjawab salam dari Raven.
"Oh Kak Raven. Nyari Kak Jean ya?" Ucap Alora.
Raven menjawab "Iya, aku cari kakakmu, ada nggak orangnya?"
"Kak Jean lagi di kantor kak, setelah sholat tarawih dia ada panggilan di kantor mendadak, sampai sekarang belum pulang" Jawab Alora.
"Oh yaudah kalo gitu, aku ke kantor kakakmu, makasih ya Ra" Ucap Raven.
Alora merespon "Iya kak."
"Assalamu'alaikum" Salam Raven kepada Alora.
Alora menjawab salam dari Raven "Waalaikumsalam."
Setelah Raven bertamu di rumah Jean, ia langsung bergegas menuju kantor Jean.
Di sisi lain...
"Gua mau beli pop mie, ada yang mau nitip gak?" Ucap tawaran Kenzo.
"Gua. Gua mau pop mie rasa bakso dua, sama es teh dua. Nih uangnya 20.000, kalo ada kembalian, itu buat lu aja" Ucap Erlang minta titipan makanan kepada Kenzo.
"Oke, thanks bro kembaliannya, baik banget, semoga rezeki lancar, Ammiinnn..." Ucap Kenzo.
"Iya, Ammiinnn..." Jawab Erlang.
"Gak, gua beli sekalian aja, kasihan elu nya ntar bawa berat-berat di tambah makanannya banyak juga" Jawab Rio.
Respon Kenzo "Oke, yaudah gas, ayok!"
Kenzo dan Rio pun langsung pergi membeli makanan. Dan Erlang sama Liam menjaga tempat.
Sembari menunggu Kenzo dan Rio kembali, Erlang dan Liam berbincang-bincang tentang tugas kelompok.
"Tugas kelompok lu udah Lang?" Tanya Liam kepada Erlang.
Erlang menjawab "Masih setengah. Setengahnya lagi di kerjain Alora."
"Oh... Oke. Tapi lu gak ada niatan buat bantuin Alora gitu? Kasihan ngerjain sendiri setengahnya" Ucap Liam.
Erlang pun menjelaskan kepada Liam "Sebenarnya tadi pas pulang gua sempet bahas sama dia bentar, katanya dia aja yang ngerjain, terus gua agak ngotot tuh karena kok dia doang yang ngerjain. Terus dia bilang nggak apa-apa, soalnya ada kakaknya yang bisa bantuin dia. Yaudah gua oke aja, gua kan juga gak maksa, tapi ntar kalo semisal ada yang dia gak ngerti, itu biar bagian gua aja. Gitu Am."
"Ohh gitu... Oke juga kelompok lu" Ujar Liam.
Respon Erlang "Hehe."
......................
Singkatnya, saat Kenzo dan Rio kembali setelah membeli makanan, kebetulan Raven dan Jean baru saja sampai ke tempat mereka berempat.
"Wah pas banget nih, habis beli makanan, para kakak-kakak ganteng udah datang ke sini" Ucap sambutan Kenzo.
"Iya ya bisa ngepas, haha" Respon Raven.
"Tumben bang telat, baru jam segini dateng, biasanya jam 20.30 udah sampai" Ucap Rio kepada Raven.
Raven menjawab "Tadi Jean ada panggilan ke kantor setelah sholat tarawih, baru kelar urusan kantornya setelah gua jemput ajak ke sini."
"Oh gitu, udah ketebak sih" Ucap Liam.
Setelah berbincang sebentar, langsung saja Raven dan Jean duduk. Dan mereka berempat menikmati makanan yang mereka pesan sembari berbincang-bincang.
Di tengah perbincangan, tiba-tiba Jean mendapat telepon dari adiknya.
"Eh gua ke sana dulu, mau angkat telpon" Ucap Jean.
"Gak ada, gak ada, di sini aja, toh cuman kita yang tau, dan tempatnya gak begitu rame gak kayak kemarin juga rame nya" Ujar Raven.
Respon Jean "Iya deh..."
*Jean bertelepon
"Assalamu'alaikum" Salam Alora.
Jean menjawab salam dari Alora "Waalaikumsalam, ada apa dek?"
"Kak, kata ayah jam 23.45 udah harus sampai rumah. Katanya ayah pengen bicara sama kakak di ruang ayah" Ucap Alora memberitahu Jean.
Jean menjawab "Oh oke, kakak usahain jam segitu udah sampai rumah."
Respon Alora "Iya kak."
"Btw kamu pengen di beliin makanan nggak? Mumpung kakak di tempat tongkrongan. Sekalian tawarin ayah, bunda, sama Kak Zeera" Ucap Jean menawarkan makanan kepada Alora.
"Boleh kak, aku mau martabak telur. Ayah, bunda katanya gak mau, kalo Kak Zeera dia pengen di beliin bakso" Jawab Alora.
Respon Jean "Oke kalo gitu."
"Iya kak, yaudah aku tutup teleponnya, takut ganggu kakak ngobrol sama temen kakak. Aku tutup ya kak, Assalamu'alaikum" Ucap Alora mengakhiri bertelepon.
Jean menjawabnya "Iya, waalaikumsalam."
Setelah Jean bertelepon, ia melanjutkan berbincang dengan mereka berlima (Erlang, Rio, Liam, Kenzo, dan Raven).
...----------------...
Singkat cerita, Jean sudah pulang. Langsung saja ia ke ruang kantor ayahnya untuk membicarakan sesuatu.
"Assalamu'alaikum, ada apa yah?" Salam dan tanya Jean.
"Waalaikumsalam. Langsung saja ayah bicara ya. Jadi begini Jean, kamu tau nggak perusahaan almarhum Pak Aghastya?" Ucap ayah Jean.
Jean menjawab "Iya, tau yah. Itu ayahnya Kaivan dan Erlang. Memang ada apa yah?"
"Ayah sekarang dalam proses ingin bekerja sama dengan perusahaan itu. Selama bekerja sama, ayah minta kamu menjadi sekretaris ayah. Mau nak?" Jawab ayah Jean.
"Aku mau saja yah, tapi kenapa harus aku? Kan ayah punya sekretaris ayah sendiri" Ujar Jean.
Ayah Jean menjawab, "Karena kamu dekat sekali dengan Kaivan dan Erlang. Perusahaan itu sekarang ada di tangan om Kaivan dan Erlang, adik Pak Aghastya. Saat Erlang sudah lulus kuliah, perusahaan itu akan di tangani Erlang sendiri, karena Kaivan sudah memiliki perusahaan dan cabang sendiri saat ia masih SMA, dan ia tidak ingin di perusahaan ayahnya, jadi perusahaan itu di wariskan kepada Erlang. Jadi ayah mohon, kamu ikuti saja apa kata ayah. Soal sekretaris ayah, dia akan berpura-pura menjadi karyawan, dia tetap sekretaris ayah, dan ini cuman sementara... Paham?"
"Baik yah, aku paham. Tapi, bukannya perusahaan itu sudah bekerja sama dengan perusahaan ayahnya Liam?" Jawab Jean.
"Iya, perusahaan itu bekerja sama dengan Pak Rafandra, ayahnya Liam. Dan ayah sudah membicarakan dengan beliau, katanya beliau setuju, dan lagian Pak Rafandra juga sahabat ayah, so, it's okay."
"Ohh... Baik kalau begitu yah, aku bisa bicarakan dengan Kaivan dulu tentang ini, biar ada komunikasinya"
"Iya nak, cukup di sini saja pembicaraan kita, kalau begitu kamu bisa istirahat di kamar. Kalau kakak sama adik ada nitip makanan segera di kasih" Ucap ayah Jean.
Respon Jean "Baik, yah."
Setelah berbincang-bincang dengan ayahnya, Jean langsung saja memberi titipan makanan kakaknya dan adiknya. Setelah itu, ia ke kamar mandi untuk membersihkan badan, lalu istirahat di kamarnya.
To be continued...