
Beberapa hari kemudian...
"Lang" Panggil Liam.
"Apa?" Jawab Erlang sembari bermain hp.
Liam berucap "Besok kan udah puasa terakhir, nah malamnya kan pasti takbiran, lu mau nggak takbiran sama anak-anak yang lain?"
Erlang menjawabnya "Oke, gua mau mau aja. Di sini juga ada takbiran, gua di ajak Pak RT buat gabung. Tapi kayaknya gua ikut anak-anak aja, lebih rame. Ntar gua bilang sama Pak RT kalau gua nggak jadi gabung, biar bunda aja yang gabung."
"Oke kalau begitu, gua kabarin anak-anak dulu" Ucap Liam.
Respon Erlang "Oke."
Setelah berbincang-bincang, mereka berdua pergi ke tongkrongan seperti biasa.
Singkat cerita, sesampainya mereka berdua di tongkrongan...
"Assalamu'alaikum" Salam Erlang dan Liam.
Rio menjawab salam mereka berdua "Wa'alaikumussalam."
"Loh mana Kenzo? Tumben belum dateng" Ucap dan tanya Erlang sembari duduk.
"Katanya, cafenya lagi rame, jadi dia ke sini telat" Jawab Rio.
Respon Erlang "Oh, oke."
Beberapa menit kemudian...
"Assalamu'alaikum" Salam Raven, Jean, dan Kenzo.
Mereka bertiga (Rio, Liam, Erlang) menjawab "Wa'alaikumussalam."
"Bisa bareng gitu ya datengnya" Ucap Liam.
"Bisalah terjadi kok" Jawab Kenzo.
Mereka berenam berbincang-bincang dan menikmati makanan yang mereka pesan.
"Oh ya, besok keliling pakai motor" Ucap Raven memberitahu.
"Oke, auto besok cuci motor gua" Ucap Rio dengan semangat.
Lalu Jean mengucapkan "Kalau dealnya pakai motor, segera di infokan di group. Ntar gua bawa dua kendaraan, yaitu motor sama mobil. Yang motor gua bawa sendiri, kalo mobil di bawa para asisten gua."
"Oke, gua infokan sekarang" Jawab Raven.
"Tapi, apa nggak ngerepotin kak? Kakak bawa kendaraan dua soalnya" Ucap Liam.
Jean menjawab "Nggak, yang mobil buat jaga di belakang, jadi biar aman kalo belakang di jaga. Kalo depan biar anak-anak yang mimpin."
Respon Liam "Oke kalo begitu."
...---------------------------------...
Singkat cerita, keesokan hari saat sahur...
"Erlang, Liam, ayo bangun, sahur!" Teriak ucap Kaivan (Kakak Erlang) membangunkan mereka berdua.
Erlang menjawab sembari bangun dengan kebingungan "Hah?"
Lalu Erlang membuka mata dengan jelas dan melihat siapa yang membangunkannya.
"Kayak kenal, siapa ya?" Tanya Erlang kepada Kaivan.
Kaivan menjawab "Kayak kenal? Gua kakak lu dek!"
"Hah? Udah pulang bang, kapan?" Tanya Erlang.
"Tadi jam 01.00 udah nyampe di bandara, sampai rumah jam 02.05" Jawab Kaivan.
Respon Erlang "Ohh... Gitu, yaudah si."
Lalu Liam menyapa Kaivan sembari duduk mengumpulkan nyawa, "Selamat pagi Kak Van."
Kaivan menjawab "Oh iya, pagi juga Liam. Sehat-sehat kan kalian berdua? Gak nyusahin bunda kan?"
"Ya enggak lah kak, kita kan anak baik, yakan Am?" Jawab Erlang.
Liam merespon "Iya."
"Oke kalau begitu. Yaudah ayo sahur, bantu bunda siapin makanan" Ucap Kaivan.
Mereka berdua merespon "Iya kak."
Setelah mereka bertiga berbincang di kamar Liam, mereka menuju ke ruang makan untuk sahur.
...------------------------------------------------...
Singkat cerita, hari sudah siang. Orang tua Liam yang baru saja pulang dari kerjanya di luar negeri, mereka pergi ke rumah Erlang untuk menjemput Liam.
Singkat cerita, orang tua Liam sudah sampai di rumah Erlang. Begitu sampai di rumah Erlang, orang tua Liam langsung di persilahkan masuk dan berbincang-bincang atas perkembangan anaknya setelah mereka tinggal bekerja selama berbulan-bulan.
Di sisi lain, Liam sudah menyiapkan barang-barangnya, dan segera keluar dari kamar dan menemui orang tuanya.
"Ayah, ibu" Panggil Liam sembari bersalaman dan berpelukan dengan orang tuanya.
Ibu Liam berkata, "MasyaAllah, gimana nak di sini? Kamu akur kan sama Erlang?"
"Alhamdulillah, akur kok bu" Ucap jawab Liam.
Respon ibu Liam "Baik kalau begitu."
Ibu Liam dan ibu Erlang berbincang-bincang, sedangkan Liam dan sang ayah menata barang-barang Liam di bagasi mobil.
Singkat cerita...
Orang tua Liam sudah dalam perjalanan pulang, sedangkan Liam menyusul, karena ia pergi keluar dengan Erlang membeli barang perabotan kamar untuk merenovasi kamarnya.
...--------------------------------...
Hari sudah menjelang maghrib, Erlang dan Liam berbuka puasa dengan keluarganya masing-masing.
Singkatnya, saat ingin pergi takbiran bersama teman-temannya, Erlang sempat mampir di rumah Pak RT untuk memberitahu bahwa ia tidak jadi ikut takbiran di sekitar, yang ikut hanya bundanya saja.
Setelah ia bertamu di rumah Pak RT, ia langsung pergi berkumpul dengan teman-temannya di tempat yang sudah mereka tentukan.
Sesampainya Erlang di tempat tersebut...
"Assalamu'alaikum" Salam Erlang
"Wa'alaikumussalam" Jawab mereka (teman-temannya).
"Udah semua kan ini?" Tanya Raven.
Lalu Kaivan (Kakak Erlang) datang dan mengucap "Sudah."
"Oh... Oke kalau begitu, langsung kita jalan" Ucap Raven.
Segerombolan motor dan mobil memenuhi jalan dan serempak mengucapkan takbir "Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar. Allaahu akbar wa lillaahilhamd"
Mereka berkeliling diberbagai daerah sampai pagi menjelang subuh. Saat menjelang subuh, mereka berhenti di masjid besar yang tempatnya dekat dengan rumah Kenzo. Lalu mereka berwudhu, setelah itu memasuki masjid dan mengambil shaf paling depan. Sembari menunggu waktu subuh tiba, mereka berdzikir dan mengucapkan sholawat Nabi.
Saat waktu subuh telah tiba, Erlang mengumandangkan adzan, membaca sholawat (semacam puji-pujian Allah setelah adzan), dan iqomah.
Singkat cerita...
Setelah sholat ied, Erlang dan keluarga makan bersama. Setelah makan bersama mereka bermaaf-maafan, lalu pergi ke pemakaman sang ayah, untuk bersilaturahmi, meminta maaf, dan mendoakan beliau.
Di sisi lain, Liam juga pergi ke pemakaman sang nenek. Setelah selesai mendoakan, Keduanya (Erlang dan Liam) bertemu di gerbang pemakaman.
Erlang menyapa Liam "Oi, Am"
"Oi, Lang" Jawab sapa Liam kepada Erlang sembari berpelukan dan bermaaf-maafan.
"Maaf ya Lang, kalo selama ini gua ada salah, dan ada perkataan gua yang nyakitin elu, maaf yaa..."
"Iya, gua juga gitu, maaf lahir batin ya Am. Salah gua sama elu banyak banget, gua selalu nyusahin elu, maaf ya Am..."
"Iya, udah gua maafin kok, tetap jadi sahabat gua ya Lang. Cuman elu yang selalu ngerti kondisi gua."
"Iya, gua juga gitu, elu jangan cari pasangan dulu, ntar gua kesepian..."
"Hahaha... Iya iya"
Saat mereka berdua bermaaf-maafan, di sisi lain keluarga Liam dan keluarga Erlang juga bermaaf-maafan. Dan di susul Liam bermaaf-maafan dengan keluarga Erlang, dan Erlang bermaaf-maafan dengan keluarga Liam.
Singkatnya, mereka berdua pulang ke rumah masing-masing. Sesampainya Erlang di rumah, ia di kejutkan dengan keluarga Alora yang datang ke rumah.
"Assalamu'alaikum, Zahira" Sapa ibu Alora terhadap bunda Erlang.
"Eh... MasyaAllah, wa'alaikumussalam Fariza" Jawab sapa bunda Erlang terhadap ibu Alora dengan senang hati. Mereka berdua menyapa sembari berpelukan dan bersalaman.
"MasyaAllah, kesini nggak ngabarin dulu" Ucap Zahira (bunda Erlang).
"Iya, maaf ya ngejutin kamu sama anak-anak" Ucap Fariza (ibu Alora).
Respon Zahira (bunda Erlang) "Yasudah, nggak apa-apa, ayuk silahkan masuk."
Semua pun masuk...
Setelah masuk, Zahira (bunda Erlang) langsung bersalaman dan bermaaf-maafan dengan Rakyan (Ayah Alora).
"Mas, maaf lahir batin, maaf kalau saya ada salah" Ucap Zahira (bunda Erlang) sembari bersalaman dengan Rakyan (Ayah Alora).
"Iya, aku juga maaf lahir batin" Ucap Rakyan Ayah Alora).
Singkat cerita, mereka semua sudah bermaaf-maafan dan bersalaman. Setelah bermaaf-maafan dan bersalaman, Erlang pergi ke kamarnya, dan Kaivan duduk bersama dan berbincang-bincang dengan keluarga Alora.
To be continued...