
Cerita ini adalah cerita original Fiksi belaka,jika ada kesamaan nama karakter atau tempat mungkin itu hanyalah kebetulan semata,mohon dukungan dan partisipasinya :).
______________________________________________
"Bagaimana ini,aku harus membantu Kakegiri..." pikir tergesa-gesa Suzune.
Suzune berlari dengan nafas terpatah-patah. "Disekolah...semoga saja orang di sekolah..." ucap Suzune.
Di sisi lain,"Tendangan naga hitam!!"
Tendangan tersebut berbentuk seperti bulan sabit dengan warna hitam yang pekat serta hawa membunuh yang kejam. Aku tidak tau apakah dia bisa menangkis serangan itu,namun pikiranku mulai keman-mana.
Aku memikirkan keadaan Suzune yang sedang bersembunyi. Jam sudah menunjukan sembilan lewat tiga puluh malam. Cuaca pada malam itu terlihat cerah,bintang-bintang gemerlap kilaunya.
"Ketua!!" panggil Suzune.
"Wah ada apa Kirin Suzune? Apakah kamu belum pulang?" tanya ketua OSIS.
"Kake...giri...huh...huh," ucap Suzune terpatah-patah.
"Ada orang misterius yang menyerang Kakegiri..." jelaskan Suzune.
"Benerkah!? Baiklah,ayo kita membantunya..."
Setelah itu,ketua OSIS dan Suzune langsung berlari menuju tempat pertanrungan. Di satu sisi,tendangan naga hitam ku tidak mempan terhadapnya. Dengan mudahnya ia menangkis serangan tersebut dengan Double protection,Sihir tingkat ke-3 yang cukup kuat.
Tidak ada pilihan lain,aku harus mencari celah. Serangan musuh terlalu kuat,aku hampir tidak bisa menahan serangan itu. Tubuhku pun mulai melemah,Aku harus cepat-cepat mencari titik lemahnya.
"Tinjuan Beruang Hitam!!" ujarku.
Tinjuan beruang hitam memang sangat mematikan. Namun sebaliknya,efek yang diterima oleh pemilik pukulan tersebut cukup menguras mana.
Serangan tinjuan Beruang Hitam bertubi-tubi kulakukan untuk membuatnya lelah. Namun...
"Ah gawat!! Tubuhku tidak bisa bergerak lagi!!" ucapku dalam hati.
"Hoho...sudah kehabisan mana?" tanya orang tersebut.
"Kalo begitu,Matilah!!"
"Hentikan pertarungan ini jika tidak ingin menambah masalah lain." Ujar seseorang yang tak lain adalah Ketua OSIS.
"Kakegiri...apa kau baik-baik saja?" tanya Ketua OSIS.
"Ya...aku baik-baik saja..." balas ku.
" Tapi kenapa sang ketua OSIS tahu pertarungan ini?" tanya balik ku.
"itu karena Suzune berlari ke sekolah untuk meminta bantuan." jawab Ketua OSIS.
Orang yang berjubah itu hilang tanpa sepengetahuan kami,tidak ada tanda-tanda dia akan menyerang lagi.
"Terima....kasih Suzune..."
Aku pun kehilangan kesadaran ku.
Keesokan harinya,aku terbangun di sebuah kamar dengan infus yang menjalur panjang ke tanganku.
Suzune tertidur pulas memegang tanganku dengan posisi duduk. Aku merasa tak enak dengan Suzune.
Tak lama kemudian,Suzune terbangun dari tidurnya. Suzune pun tersenyum menatapku.
"Selamat pagi Kakegiri..." ucap Suzune seraih mengusap kedua belah matanya.
"Selamat pagi Suzune..." jawabku seraih tersenyum balik.
"Kita ada dimana?" tanyaku.
"Kita sekarang sedang berada di rumah sakit,kamu terjatuh pingsan setelah Ketua OSIS dan aku datang..." jelaskan Suzune.
"Terima kasih ya Suzune..." puji ku seraih tersenyum lagi.
Di kala pagi itu,suasana terasa damai. Aku tidak begitu ingat kejadian malam tadi,yang aku ingat hanya Ketua OSIS datang menolongku.
Pelaku ******* tersebut masih di cari keberadaannya. Gosip pun tersebar ke seluruh penjuru kelas,saling curiga pun terjadi. Orang yang awalnya dekat kini mulai mewaspadai satu sama lain.
Keesokan harinya,aku diperbolehkan untuk bersekolah kembali. Karna,luka yang aku terima tidak berakibat fatal.
"Kakegiri!! Selamat pagi!!" sapa Suzune dari belakang seraih menepuk bahu ku.
"Oh Suzune,selamat pagi juga..." balasku.
"Hari ini cuacanya cukup cerah ya..." ujar Suzune.
"Ya begitulah..." balasku lagi.
Kami berdua pun langsung menuju ke dalam kelas,namun pada saat di perempatan,banyak orang berkumpul di depan mading. Aku pun dibuat penasaran akan hal itu.
"Ada apa itu?" pikir ku dalam hati.
Awalnya aku tidak memperdulikan itu,karna sejak awal aku hanyar ingin memperkuat ilmu bela diri ku untuk menemukan pembunuh ibu ku.
"Kakegiri,apa kamu akan ikut turnamen itu?" tanya Suzune.
"Aku tidak begitu tertarik untuk memperlihatkan ilmu bela diriku." jawabku.
Pada saat istirahat pertama sehabis pelajaran kedua selesai. Aku dipanggil ke ruangan OSIS oleh sekretarisnya yang bernama Mayumi Takanashi.
"Anu...senior Takanashi,kenapa aku dipanggil ke ruangan OSIS?" tanya ku.
"Sudah,kau ikut saja jangan banyak omong." jawabnya.
Ternyata senior Takanashi orangnya cukup galak,walaupun wajahnya cantik. Setelah berada di depan pintu ruangan OSIS,sekretaris tersebut mengetuk pintunya terlebih dahulu.
"Silahkan masuk," ucap orang yang di dalam yang terdengar seperti suara Ketua OSIS.
"Ketua OSIS,saya sudah membawakan orang yang anda minta." ucap sekretaris tersebut lalu beranjak keluar dari ruangan.
"Mayumi!! Terima kasih..." ujar Ketus OSIS seraih tersenyum.
"Ahh...Ketua...bukan apa-apa." jawabnya dengan nada suara yang cukup aneh.
Aku bingung ingin menjelaskannya bagaimana lagi. Yang jelas dia terlihat seperti masokis yang mesum.
"Baiklah kalau begitu,Kakegiri..." ujar Ketua.
"Iya Ketua!!" jawabku dengan sangat lantang.
Ketua langsung tertawa terbahak-bahak mendengar ucapanku tadi. Lantas wajahku mulai memerah dan bingung ingin merespon seperti apa.
"Jangan terlalu tegang,Kakegiri..." pintanya.
"Baik,Ketua..." jawabku.
"Apa kamu tau alasan kamu dipanggil ke ruangan OSIS?" tanya Ketua OSIS.
"Saya tidak tau Ketua." jawabku.
"Aku memanggilmu ke sini untuk mengikut sertakanmu dalam turnamen sekolah," jelaskan Ketua OSIS.
"Apakah kamu mau ikut dalam turnamen tersebut?" tanya lagi Ketua.
Aku bingung harus menjawab apa,Aku bahkan belum sekuat yang Ketua OSIS bilang untuk ikut ajang tersebut.
"Kau tidak perlu kuat untuk ikut turnamen ini." ucap Ketua.
Wah aku sangat terkejut mendengar hal itu,iya seperti bisa membaca pikiranku saja.
"Bolehkah saya bertanya,Ketua OSIS?" ujarku.
"Silahkan..." sahut Ketua OSIS.
"Apa yang diterima oleh sang pemenang jika menjuarai turnamen sekolah ini?" tanyaku.
"Uang berserta fasilitas vip lainn–,"
"Baiklah izinkan saya mendaftar!!" ucapku dengan semangat.
Setelah membicarakan hal itu,aku pun dipersikahkan untuk keluar dari ruangan tersebut.
"Ahh...lumayan juga hadiahnya,aku tidak merepotkan master lebih banyak lagi..." pikir ku dengan perasaan senang.
"Kakegiri..." sapa Suzune.
"Oh...Suzune,ada apa?" tanyaku.
"Kamu habis ngapain berada di ruangan OSIS?" tanya Suzune.
"Oh...aku ikut mendaftar turnamen sekolah ini." jawabku.
"Benarkah!? Kalau begitu aku juga akan ikut serta!!" ujar Suzune.
Suzune dengan semangat membuka pintu ruangan OSIS,dan berteriak.
"Ketua OSIS,aku juga meminta izin ikut serta dalam turnamen itu!!"
Ketua OSIS kaget karna Suzune mendadak membuka pintu dengan sangat kencang.
"A-ahh...baiklah Suzune..." jawab Ketua OSIS.
Bersambung....
______________________________________
*Hallo!! ini adalah novel pertamaku,dengan judul high school fantasy. Aku harap bisa menghibur para pembaca sekalian!! mohon dukungannya!!
Nantikan update selanjutnya,dan jangan lupa klik tombol favoritnya agar tidak ketinggal update. Byeee... :)