
Cerita ini adalah cerita original Fiksi belaka,jika ada kesamaan nama karakter atau tempat mungkin itu hanyalah kebetulan semata,mohon dukungan dan partisipasinya :).
______________________________________________
"Kemana kau perginya anak baru..."
"Ayo kita bermain lebih lama lagi..." ujar si pelaku.
"Yuudokuna kokuen!!" rafalku mantra sihir berupa asap.
Dengan asap beracun yang berwarna hitam itu,semoga saja bisa membutakan musuh.
Lebih dari lima belas menit kami bersembunyi di reruntuhan kedai jualan yang berada di dekat wahana.
"Mau sampai kapan kau bersembunyi saja!!" ujarnya.
"Suzune...apakah kau bisa lari dari sini?" tanya ku.
"Aku akan menghadapinya..." ucap ku lagi.
"Mustahil!!" bentak Suzune.
"Apakah kau tidak melihat serangan mematikan yang dilancarkannya tadi?" tanya Suzune.
"Serangan itu cukup untuk melukai para pengunjung disini." beritahu lagi Suzune.
"Ah...ketemu..." ujar pelaku.
"Jiboku arashi!!" rafal mantra sihir pelaku.
Jiboku arashi berubah mantra angin dengan sekala yang besar. Mantra ini berada di tingkat 2. Mungkin bagi yang tidak bisa mengontrol mantra ini akan terkena Over Limit.
"Aaaa....." teriak Suzune seraih terpental ke atas akibat serangan tadi.
Keadaannya semakin kacau,banyak kedai-kedai yang hancur terbawa angin yang dahsyat tadi. Sementara itu Suzune langsung terjatuh pingsan dengan luka di sekujur tubuhnya.
"Suzune!! Suzune!!" teriak ku seraih membangunkan Suzune.
Namun Suzune tak kunjung sadar. Entah kenapa,aliran darah ku semakin cepat dan memanas. Kesadaran ku mulai menghilang.
"Jangan...jangan...jangan..." gumam ku.
"Pergilah...Hayato!!"
"Jangan...harta berharga ku lagi!!" teriak ku seraih melepas mana yang banyak.
"Akhirnya kau mau melawan ku." ucap si pelaku.
Semakin lama,kesadaran ku mulai pudar. Tiba-tiba,aku berada disebuah ruangan putih yang kosong. Di depan ku terlihat sosok putih dengan nada suara serta wajah yang sama persis seperti wajah ku.
"Siapa kau?" tanya ku.
"Aku? Aku adalah dirimu..." jawabnya.
"Hah!!...." ujar ku.
"Aku adalah amarah yang berada di dalam diri mu,dan selamat datang di dunia ku." jelaskannya.
"Apa maksudnya ini?" tanya ku lagi.
"Kau sedang berada di dalam mode kemarahan,tubuh mu akan ku kendalikan." jelaskan olehnya.
"Yang benar saja!! Kembalikan tubuh ku!!" teriak ku.
Di sisi lain,amarah ku mengendalikan semuanya,bertarung melawan orang yang mengakibatkan kekacauan. Penampilan ku berubah derastis,mata sebalah kanan ku berwarna hitam pekat.
Jari-jari ku menumbuhkan kuku-kuku yang tajam,ketika itu muncul sebuah katana dari atas seakan terpanggilkan oleh ku.
Aku tiba bisa apa-apa,aku hanya bisa melihat semua kejadian itu melalui ruangan putih kosong dengan tampilan seperti sebuah layar televisi yang menayangkan semua apa yang telah aku lakukan.
"Hentikan...hentikan semua ini!!" teriak ku.
"Untuk menghentikan semua ini butuh kekuatan sihir yang banyak,atau lebih disebut kau terkena Over Limit." jelaskannya.
"Tidak mungkin!!" ujar ku
"Tidak ada yang tidak mungkin." ungkapnya.
Pertarungan semakin sengit,kami beradu serangan yang mematikan. Percikannya tersebar di seluruh taman itu,pada saat itu Suzune tersadar dari pingsannya.
"Kake...giri..." ucap Suzune melihatku bertarung dengan penglihatan samar-samarnya.
Dengan sangat terkejut,Suzune langsung berdiri melihat penampilan ku yang sangat menyeramkan.
"Kakegiri!!!..." panggil Suzune dengan berteriak.
Seketika itu entah kenapa air mata ku menetes ketika bertarung. Namun amarah ku semakin liar tak terkendali.
Seluruh toko dan kedai di sekitar hampir rata dengan tanah. Wahana-wahana terdekat hancur dan roboh.
"Hentikan itu Kakegiri!!" ujar Suzune.
Tidak tega melihat hal itu,Suzune berlari menuju pertarungan kami dan memeluk ku dari belakang. Seketika itu juga kesadaran ku mulai pulih.
"Suzune..." ucap ku.
"Awas!! Ujarku.
Dashhh!!
Dengan cepat ku melindungi Suzune,dengan sihir pelindung tingkat pertama yaitu Tate no Ningen.
Pergelangan tangan ku mulai merah seperti ingin hangus terbakar. Rasa sakit yang tak tertahankan pun lenyap akibat serangan itu.
"Ahh!!..." teriak ku.
Setelah serangan itu habis,kedua tangan ku berasap. Langsung ku gendong Suzune seperti putri kerajaan. Ku bawa kabur dengan Speed Run.
"Kau baik-baik saja Suzune?" tanya ku.
"Ahh yahh...begitulah..." jawab Suzune.
Semoga saja jejak kami terhilangkan. Itu sesaat yang ku pikirkan. Namun,tidak lama kemudian pria itu datang di depan ku. Kami berlindung di sebuah wahana yang hampir roboh.
"Kau tidak bisa kabur begitu saja,kita baru saja bermain." ujar pria itu.
"Suzune,bisa kau berlindung di belakang wahana itu?" pinta ku.
"B-baiklah...jangan dipaksakan ya Kakegiri..." peringkatkan Suzune.
Suzune langsung bersembunyi. Aku pun menggiring pria itu menjauh dari Suzune.
"Bolehkah aku bertanya sesuatu?" ujar ku.
"Apa itu?" tanya pria itu.
"Apakah aku sudah melakukan kesalahan terhadap mu?" tanya balik ku.
"Tidak...aku hanya ingin membetulkan sikap mu saja yang menjengkelkan." jelaskannya.
"Maaf saja jika sikap ku membuatmu jengkel..."
"Tapi kali ini aku akan serius menghadapi mu" balasku.
Dengan Yuudokuna kokuen yaitu asap hitam yang beracun,ku butakan musuh.
"Teknik mu tak akan mempan untuk kedua kalinya." ucap pria itu seraih berlari menuju ku.
Dasshh!!!
"Apa!!" ucapnya terkejut setelah memukul ku.
Sesudah ku lancarkan serangan asap itu,aku langsung membuat sebuah bayangan yang serupa. Itu pun membuatnya terkecoh,ku lancarkan serangan pukulan beruntun dari belakang.
Dash!! Dash!! Dashhh!!
Namun aku terkejut,karna serangan beruntun ku tidak mempan dan tidak melukainya sama sekali. Aku pun dengan cepat menjauh darinya.
"Apa yang membuatnya kebal? Apakah itu skill uniknya?" pikir ku dalam hati.
Namun jika itu benar skill uniknya,tapi aku tidak pernah menemui orang seperti itu sebelumnya. Apakah aku harus memakai teknik yang di ajarkan master kepada ku.
Di sisi lain,Suzune berpikir keras untuk membantu ku mengalahkan pria itu. Suzune sangat kebingungan ketika berada di dalam pertempuran ini.
Pertarungan pun terus berlanjut,saling beradu sihir,pukul mukul dengan teknik masing-masing. Hingga kami berdua terluka cukup parah.
Namun,tiba-tiba datang seseorang dari kejauhan dan berkata; "Hentikan pertarungan ini jika tidak ingin menambah masalah lain."
Kami berdua pun terdiam mendengar kata-kata itu,karna suara yang keluar dari mulut orang itu tidak asing lagi terdengar di telinga.
Ya benar saja orang itu ternyata Isabell van cangeas,yaitu ketua OSIS. Tapi bagaimana dia mengetahui ada sebuh pertarungan di sini.
"Kakegiri...apa kau baik-baik saja?" tanya ketua OSIS.
"Ya...aku baik-baik saja..." balas ku.
" Tapi kenapa sang ketua OSIS tahu pertarungan ini?" tanya balik ku.
"itu karena..."
Bersambung....
______________________________________
*Hallo!! ini adalah novel pertamaku,dengan judul high school fantasy. Aku harap bisa menghibur para pembaca sekalian!! mohon dukungannya!! :)
Nantikan update selanjutnya,dan jangan lupa klik tombol favoritnya agar tidak ketinggal update.
Byeee... :)