
Cerita ini adalah cerita original Fiksi belaka,jika ada kesamaan nama karakter atau tempat mungkin itu hanyalah kebetulan semata,mohon dukungan dan partisipasinya :).
______________________________________________
Bab Sebelumnya
Pertandingan pun berakhir dengan dimenangkan oleh Suzune. Aku sangat bangga mempunyai teman yang kuat.
Pertandingan selanjutnya adalah Kakegiri Hayato kelas-1 A,aliran ilmu bela diri Naga Hitam melawan Byukazu Kiseki kelas-3 A,aliran Beruang Es,dan sebagai "10 Orang Terkuat" yang berada di sekolah.
______________________________________________
"Kakegiri!! Semangat!!" teriak Suzune dari atas.
Aku pun langsung mengambil posisi. Aku sempat bingung dengan sistem pertandingan ini. Pasalnya,kenapa harus orang yang diakui keberadaannya menjadi lawan tandingku.
"Apakah ini sudah direncakan?" pikirku dalam hati.
"Pertandingan dimulai!!" ujar wasit.
Hasilnya pun sudah terlihat di awal peetandingan ini. Ukuran tubuh lawan jauh 2 kali lipat besarnya dari tubuhku sendiri. Namun,ukuran tak memandang apakah orang itu kuat atau bisa saja lemah.
Sebagai permulaan,aku menyerangnya dengan Tendangan Naga Hitam. Tidak begitu mempan terhadap tubuhnya yang besar,namun aku tetap harus melawannya supaya keinginanku untuk bertarung melawan Suzune tercapaikan.
Dengan tatapan dingin seperti es,Byukazu mengganti posisi kuda-kudanya. Yang awalnya berdiri tegak kini badannya sedikit agak membungkuk.
Byukazu menyerangku berupa tinjuan biasa namun dengan aura yang sangat kejam. Seperti beruang yang ingin mencari ikan di laut es yang dingin.
Aku mencoba memakai sihir protetion tingkat satu,namun sayangnya perisai itu pecah akibat sebuah tamparan biasa tadi.
Dengan cepat,aku mundur seraih berlari mengelilingi Byukazu sambil mengambil ulang strategi. Aku memakai Skill Unik ku untuk menyerang Byukazu berupa tembakan puluru hitam yang cepat.
Aku terkejut,karna Byukazu tiba-tib saja berada dibelakangku ketika aku berlari.
"Woi woi,yang benar saja!!" gumamku dalam hati.
Kuleburkan asap hitam beracun ke seluruh arena. Pelindung arena pun langsung berfungsi untuk melindungi para penonton dari serangan itu.
Mengatur ulang strategi membutuhkan waktu yang cukup lama,namun tingkat keberhasilannya pun cukup tinggi.
"Sekhmet..." rafalku Mantra Skill Unik.
Sekhmet,adalah Skill Unik ku yang cukup bermanfaat untuk mengelabui musuh. Dalam kepulan asap itu,Sekhmet berfungsi sebagai pemecah semua indra musuh.
Mulai dari mata,telinga,hidung berserta mulut akan terkunci rapat tak berkutik. Namun anehnya dibelakangku Byukazu seperti terus mengikuti. Aku melacak Byukazu dengan sinyal dari angin di sekitar.
Ya,benar saja. Byukazu terus mengikutiku sejak pertama tadi. Sangat menyeramkan sekali melawan monster ini. Aku dengan diam-diam menyiapkan jarum hitam yang terbentuk dari asap lalu menyerangnya dengan cepat.
Setelah ku serang,hawa keberadaannya pun menghilang. Aku pun langsung menonaktifkan Skill Unik tadi.
Tak ku sangka,serangan tadi hanya memberi luka seperti di suntik di bagian dadanya yang lebar itu.
"Apakah kau sudah puas bermain-mainnya?" ujar Byukazu.
Dengan Cepat,Byukazu melompat menghampiriku dan menendang sekuat tenaganya. Aku terpental jauh dan langsung jatuh pingsan.
Setelah terbangun dari pingsan,aku melihat Ketua OSIS sangat mengkhawatirkan ku. Dia terlihat sangat marah entah apa sebabnya itu.
"Kau menang Kakegiri..." ucap Ketua OSIS.
Aku sangat terkejut mendengar kata-kata itu,ingin sekali meminta Ketua OSIS mengatakannya sekali lagi.
"Tapi kenapa?" tanyaku.
Ketua OSIS menjelaskan,bahwa Senior Byukazu tidak tercatat didalam daftar murid yang mengikuti turnamen ini. Lalu Ketua OSIS juga mengatakan akan menindak lanjuti terkait kasus ini.
Pasalnya,ketika aku mendaftar untuk ikut dalam turnamen tersebut. Aku melihat ada sembilan orang berkumpul dengan nomor urut masing-masing yang berada dibelakang kursinya.
Dan Senior Byukazu tidak hadir dalam perkumpulan itu. Ketua OSIS juga memberitahuku tentang Skill Unik senior Byukazu yang bisa menipulasi orang dengan mudah.
Mungkin saja karna Skill itu,Senior Byukazu bisa ikut dalam turnamen sekolah ini.
"Namun kenapa diantara sembilan orang itu tidak ada yang sadar akan hal ini Ketua?" tanyaku.
"I-iya...sangat jelas sekali..." jawabku dengan wajah yang datar.
Ketua OSIS menjelaskan bahwa pada saat itu,ada ******* yang ingin merencakan untuk menyerang pada saat turnamen sekolah berlangsung.
Lalu Sepuluh orang terkuat di perintahkan oleh Kepala Sekolah untuk berkumpul.
"Oh pantas saja..." Ungkapku dalam hati.
"Lalu bagaimana dengan turnamen sekoalah ini?" tanyaku lagi.
Ketua OSIS pun menjelaskan lagi,walaupun aku sudah sedikit bosan tapi ada rasa penasaran dengan ******* yang di bicarakan oleh Ketua OSIS.
Bisa saja ******* tersebut ada sangkut pautnya dengan penyerangan pada saat aku di pameran bersama Suzune.
Ketua OSIS menjelaskan,keadaan turnamen pada saat ini sudah stabil. Para wasit dan moderator pun di sugesti oleh para Sepuluh Orang Terkuat.
Lalu setelah di sugesti beberapa petunjuk pun terlihat. Mulai dari sang Moderator perempuan yang tiba-tiba berteriak ketika sudah di sugesti dan sampai ada yang ketakutan setengah mati seperti melihat monster yang ganas.
"Apakah ada hal lain yang ingin kau tanyakan kepada ku,Kakegiri?" tanya Ketua OSIS.
"Tidak ada,namun jika ada berita terbaru terkait ******* itu aku mungkin akan menghampiri ruangan OSIS." jawabku.
"Yah membonsakan sekali,padahal aku menyukaimu Kakegiri."
Aku terkejut dengan ungkapan itu. Dari kejauhan aku melihat Suzune membuka pintu untuk menjungukku terdiam.
"Ah...Suzune...ini salah paham,aku tidak..." ucapku.
"Maaf menganggu...silahkan bersenang-senang..." jawab Suzune dengan tingkah lakunya yang aneh lalu langsung menutup pintu itu kembali.
"Hmm...menarik..." gumam Ketua.
"Menarik Dengkulmu..." sahutku dengan wajah Datar.
"Kalau begitu,aku akan kembali Ke Ruangan OSIS dulu Ka...ke...gi..ri..." ujar Ketua OSIS.
"Yah aku harap kita tidak bertemu lagi..." jawabku.
"Hmm...jangan jahat begitu kepadaku sayang..." sahut Ketua OSIS dengan nada yang membuatku jengkel.
"Ahh!! Ketua OSIS disini sedang merayu adik kelas!!" teriakku supaya terdengar oleh orang di sekitar.
"A-ahh...bercanda Kakegiri...walupun 50% sebuah kebohongan namun aku jujur menyukaimu."
"Kalau begitu sudah dulu." ujar ketua OSIS seraih keluar dan menutup pintu.
"Orang yang aneh,tapi menarik..." Ujarku.
Aku sangat penasaran apa yang terjadi selanjutnya dengan kasus ******* tersebut. Lalu aku pun beranjak dari kasur ini. Pada saat aku pingsan tadi mungkin mereka langasung membawaku ke unit pengobatan sihir yang di singkat menjadi UPS.
Aku kembali melihat pertandingan turnamen itu. Aku melihat saat ini,mungkin sekitar 5 menit yang lalu Suzune sedang bertarung melawan Kyoushi Nagasaki kelas 3-D,aliran ilmu bela diri Cahaya Bulan.
Senang rasanya melihat Suzune berjuang mati-matian demi memenangkan pertarungan ini. Dan ngomong-ngomong aku bukan psikopat yang suka melihat orang menderita. Aku lebih tepatnya kagum melihatnya.
Namun tiba-tiba ada suara ledakan yang cukup besar terdengar dari luar arena.
"Suara apa itu!?" ujarku.
"Hahaha...ayo!! Hancurkan seluruh arena pertandingan itu!!"
Tembakan Sihir peledak dilepaskan...
Bersambung...
______________________________________________
*Hallo!! ini adalah novel pertamaku,dengan judul high school fantasy. Aku harap bisa menghibur para pembaca sekalian!! mohon dukungannya!!
Nantikan update selanjutnya,dan jangan lupa klik tombol favoritnya agar tidak ketinggal update.
Byeee... :)