High School Fantasy

High School Fantasy
Bab 0.12 (Kisah yang terlupakan)



Cerita ini adalah cerita original Fiksi belaka,jika ada kesamaan nama karakter atau tempat mungkin itu hanyalah kebetulan semata,mohon dukungan dan partisipasinya :).


______________________________________________


"Berani-berani kau melukai Adik kelasku,aku sudah dimintai oleh seseorang untuk menjaganya." Ujar Senior Sawatani.


"Baiklah...aku kunimkmati hiburan ini..." ujar boss ******* itu dengan sangat sombongnya.


"Bersiaplah untuk mati..." ucap Senior Sawatani.


"Kenapa auranya semakin pekat!?" pikir boss ******* dengan setitik keringat jatuh.


Senior Sawatani berlari dengat sangat cepat,setiap kedipan mata,posisi senior Sawatani selalu berubah. Sangat cepat sekali. Senior Sawatani ternyata merupakan seorang Assassin ranking-1.


Menurut rumor,tak ada assassin manapun yang mampu mengelahkannya bertarung. Senior menyerang musuh dengan Tendangan lingkaran melayang.


Musuh yang memasang protection tingkat-3 langsung pecah,posisi kuda-kuda musuh menjadi berantakan. Mataku tidak bisa mengikuti pergerakan mereka.


"Cepat sekali!" gumamku dalam hati.


"Sudah lama sekali aku tidak mengeluarkan darah..." gumam boss ******* itu.


"Baiklah,akan kukeluarkan semua darah dari tubuhmu..." sahut senior Sawatani.


Senior Sawatani terus melakukan serangan cepatnya. Musuh pun terus mengeluarkan darah yang cukup banyak. Namun musuh tak kunjung kalah.


"Terima kasih makanannya..." ujar boss ******* itu.


Penampilannya berubah derastis,giginya mengeluarkan taring yang panjang. Begitu pula dengan telingannya berubah bentuk. Kulitnya jadi semakin pucat.


Skill Uniknya ternyata keluar. Dia berubah menjadi Vampir. Musuh tersebut mengisap darahnya sendiri untuk beregenerasi dari lukanya.


"Tendangan Macan Putih!!" seru senior Sawatani.


Tendangan Macan Putih,berupa serangan kaki yang memfokuskan tenaganya di satu titik. Namun,semua itu tidak ada artinya jika musuh terus beregenerasi.


Tapi,lama-kelamaan musuh kewalahan dengan serangan beruntun dari senior Sawatani. Skill Unik pun tentu memiliki batasnya,karna memakan cukup banyak mana ketika memakainya.


Musuh sadar akan hal itu langsung membuat sebuah pedang dari darah yang keluar mengalir dari sebuah lukanya. Musuh pun mulai membalikkan serangan.


Keduanya saling beradu kekuatan dan ketangkasan. Senior Sawatani mendapat luka goresan dibagian lengannya. Sedangkan musuh kehilangan cukup banyak darah.


Senior Sawatani lalu mengeluarkan senjatanya yang berbentuk pisau kecil. Dua pisau itu siap bertempur dengan sisi ketajamannya.


Gerakan senior Sawatani semakin gesit,dengan teknik bela dirinya,musuh pun terpojok. Namun,tiba-tiba saja cuaca mulai gemuruh.


Sebuah badai yang cukup kencang menghampiri senior Sawatani. Senior Sawatani lalu memasang protection tingkat-3,bersamaan dengan dipasangkannya perisai itu kepadaku.


Penglihatan tidak kamu tidak jelas pada saat itu,karna badai itu membawa sejumlah besar debu dan pasir disekitarnya.


Setelah badai itu mereda,boss ******* itu langsung menghilang dari hadapan senior Sawatani. Badai pun mereda,meskipun bangunan disekitar tidak terkena efeknya,namun pelaku kabur dengan informasi yang masih sedikit kami dapatkan.


Arena pertandingan 20% mengalami kerusakan dibagian sampingnya. Senior Sawatani mendapat sedikit luka ditubuhnya.


"Kakegiri,kamu baik-baik saja?" tanya senior Sawatani.


"Iya,aku baik-baik saja senior," jawabku.


"Syukurlah,ayo kita obati luka mu itu lalu kita menghadap ke Ketua OSIS." pinta senior Sawatani.


"Bisa gawat kalau nenek lampir itu melihat Kakegiri terluka..." gumam senior Sawatani dalam hatinya.


Setelah mengobati luka-luka kami. Senior Sawatani lalu mengajakku ke ruangan OSIS untuk menyampaikan laporan mengenai serangan ******* itu.


"Jadi...kenapa Kakegiri sampai terluka?" tanya Ketua OSIS kepada senior Sawatani.


"Itu...karena...anu..." gumam senior Sawatani.


"Hmmm?" sahut Ketua OSIS.


"Anu...,ini karena kecerobohanku sendiri Ketua OSIS," ujarku.


"Hmmm Kakegiri,sudah kubilang jangan bersikap gegabah." beri nasihat Ketua OSIS.


"Hehe...maaf Ketua OSIS." jawabku.


"Cih...!!" seru pelan senior Sawatani.


"Pertemanan yang buruk..." pikirku dalam hati.


"Jadi bagaimana dengan para *******?" tanya Ketua OSIS.


"Para ******* itu berjumlah kurang lebih 15 orang,yang dipimpin oleh 1 ketua."


"Namun,Ketua itu melarikan diri dengan menggunakan sebuah badai..."


"Para anak buahnya sedang di introgasi diruang tahanan bawah tanah,dengan demekian penjelasan dari ku." ujar Senior Sawatani.


"Wow!! Benar-benar profesional..." pikirku.


Apakah ini yang dinamakan dengan 10 Orang Terkuat itu? Mereka sangat cekatan dalam hal pekerjaan. Kekuatan mereka pun tidak bisa dipandang sebelah mata.


"Baiklah Sawatani,kau boleh keluar..." ujar Ketua OSIS.


Senior Sawatani lalu keluar dari dalam ruangan ini. Hanya tersisa aku dan ketua OSIS. Sikap Ketua OSIS tetap masih dalam kondisi serius.


"Kakegiri...apakah ada persamaan ketika kamu melawan para ******* itu?" tanya Ketua OSIS.


"Iya,pemimpin mereka memiliki kekuatan yang sama yaitu pengendali sebuah badai,seperti yang senior Sawatani tadi bilang." ujarku.


"Pemimpin tersebut memiliki bekas luka di bagian pipi,seperti tersayat oleh pisau yang cukup besar." jelaskanku lagi.


"Oh begitu ya..."


"Terima kasih atas informasinya Kakegiri..." ujar Ketua OSIS.


"Kurang lebihnya,biar aku yang akan menggali informasi musuh." Ucap lagi Ketua OSIS.


"Sekarang kau boleh keluar dari sini,dan aku ingin memberi himbauan kepadamu agar melindungi teman terdekatmu itu." ujar ketua OSIS lagi.


"Kalau itu sudah pasti!!" jawabku dengan semangat.


Aku lalu keluar meninggalkan ruang OSIS dan langsung mencari Suzune. Aku terkejut karna Suzune sudah menungguku dibalik pintu ruangan OSIS.


"Ah...Suzune,apa kamu baik-baik saja?" tanyaku.


"Harusnya aku yang bilang begitu...kamu terluka cukup parahkan?" tanya balik Suzune.


"Oh ini bukan apa-apa,lagi pula aku sudah diberi pengobatan oleh Senior." jelaskan ku.


"Apa kamu menemukan kesamaan dalam serangan tadi?" tanya Suzune.


Aku pun lalu menjelaskan sama seperti ketika ditanya oleh Ketua OSIS. Tubuh Suzune pun merespon ketakutan. Seluruh tubuhnya gemetar untuk sesaat.


"Ada apa Suzune?" tanya ku.


"Kakegiri,bisa ikut aku sebentar?" ujar Suzune seraih menggenggam tanganku.


Suzune membawaku ke sebuah asramanya.


"Apa ini tidak melanggar aturan Suzune?" tanya ku.


"Tidak kok." jawabnya.


"Kakegiri,apakah kamu tau tentang Tujuh Luka sayatan?" tanya Suzune.


"Aku tidak tau...,kenapa?" tanya balikku.


Suzune lalu menjelaskannya. Tujuh Luka Sayatan dikenal sebagai penjahat bayaran yang sangat berbahaya. Tujuh Luka Sayatan memiliki jumlah 7 orang seperti namanya.


Luka tersebut mereka dapatkan ketika 17 tahun yang lalu ketika melawan sang pahlawan. Pahlawan tersebut dikenal oleh banyak orang,namun dikarenakan majunya teknologi dalam beberapa tahun ini. Pahlawan tersebut dilupakan oleh masyarakat.


Hanya sedikit orang yang tahu kisah 17 tahun yang lalu ini. Setiap Luka Sayatan memiliki arti tersendiri yang diberikan oleh sang Pahlawan tersebut.


Setelah menjelaskan hal itu,sesampainya dirumah,aku langsung menggali kisah yang terlupakan itu. Semoga saja ada sangkut pautnya dengan pembunuhan terhadap ibuku dulu.


Bersambung...


______________________________________________


*Hallo!! ini adalah novel pertamaku,dengan judul high school fantasy. Aku harap bisa menghibur para pembaca sekalian!! mohon dukungannya!!


Nantikan update selanjutnya,dan jangan lupa klik tombol favoritnya agar tidak ketinggal update.