High School Fantasy

High School Fantasy
Bab 1.02 (Penawaran jabatan?)



Cerita ini adalah cerita original Fiksi belaka,jika ada kesamaan nama karakter atau tempat mungkin itu hanyalah kebetulan semata,mohon dukungan dan partisipasinya :).


______________________________________________


Bab Sebelumnya...


"Tunggu,apa yang terjadi!?"


"Kenapa mereka berdua berhenti mengeluarkan serangan?"


Desas desus para penonton kebingungan dengan alur pertandingan ini. Gyiu dan Kobayashi sudah kehabisan teknik untuk menyerang. Jika ada yang menyerang duluan maka tertebaklah serangan tersebut dengan mudah dan langsung diserang balik oleh pihak lawan.


______________________________________________


Bab 1.02


Pertandingan sengit masih terus berlanjut,Gyiu dan Kobayashi masih berdiam dalam posisi kuda-kuda mereka. Terus memperhatikan gerak pikir lawan.


Tiba-tiba,Kobayashi melompat seraih menggunakan tendangannya kepada Gyiu. Namun Gyiu ternyata terkecoh akibat tendangan tersebut. Padahal,serangan yang asli berupa tinjuan yang berada silang ketika Kobayashi menendang.


Pedang Gyiu yang cukup kecil itu pun patah karna tidak mampu menahan tinjuan dadakan yang menghampirinya. Gyiu terjatuh pingsan dan pertandingan dinyatakan selesai.


"Pemenangnya...Kobayashi Urune!!"


Para penonton bersorak ria,mereka sangat kagum dengan pertandingan tadi.


Pertandingan selanjutnya,Satou Yamataki kelas-2 A,aliran tombak Yukimura melawan Watamura Sin kelas-2 Induk,aliran Pedang Ganda Merah.


"Wah,aku tidak pernah mendengar aliran Pedang Ganda Merah..." ujarku dalam hati.


Tiba-tiba ada yang menepuk bahu kiri ku yang ternyata hanya Suzune dengan tersenyum ketika menyapa ku.


"Sedang apa kamu Suzune?" tanya ku.


"Ah tidak,aku hanya ingin menyapa musuh nanti final saja hehe..." balas Suzune.


"Jangan terlalu berlebihan seperti itu kepada ku. Bagaimana jika aku kalah sebelum bertanding dengamu?" jelaskan ku.


"Dan pada saat itu juga aku akan berhenti menjadi tema mu..." sahut Suzune.


"Berarti tidak ada pilihan lain," Ujar ku.


"Tentu saja hehe..." jawab Suzune dengan tertawa kecil lagi.


"Apa kamu sudah tau lawan yang akan berhadapan dengan mu Kakegiri?" tanya balik Suzune.


"Tidak,aku tidak tau. Aku tidak ingin mencari informasinya,karna aku ingin bermain bersih di setiap pertandingan yang menantik ku." jelaskan ku kepada Suzune.


"Berarti aku juga akan melakukan hal yang sama supaya aku bisa menjadi orang yang kuat!!" balas Suzune dengan sangat bersemangat.


Pertandingan di arena pun dimulai. Aku penasaran dengan Watamura Sin kelas-2 Induk,aliran Pedang Ganda Merah. Karna aku sama sekali tidak pernah mendengar aliran tersebut.


"Apakah itu aliran baru yang diciptakan?" pikirku dalam hati.


Satou memutar tombaknya dihadapan Watamura Sin untuk memprovokasinya. Namun Watamura Sin kebal akan hal itu. Watamura langsung menyerang Satou dengan pedang gandanya.


Setiap sayatan Watamura terlihat seperti tulisan yang bersambung. Satou berusaha melawan balik Watamura dengan membalikkan tombaknya secara vertikal dan menyerang titik vital Watamura.


Watamura yang melihat serangan itu langsung menangkis dengan satu pedangnya. Sedangkan pedang yang satunya menyerang balik dengan cepat.


Akibatnya,terdapat luka 1 sayatan tipis dibagian samping tubuh Satou.


Memang,keadaan saat ini tidak menguntungkan Satou karna Watamura memiliki 2 senjata sekaligus dan Satou hanya memiliki 1. Namun,tidak menutup kemungkinan Sstou akan kalah dengan orang yang hanya mengandalkan banyak senjata dari pada teknik.


Karna setiap orang memiliki Skill Unik dan Sihir andalannya. Tiba-tiba,tombak Satou memunculkan api merah membara. Baju seragamnya berubah menjadi baju seperti Yukimura dari jaman Songoku.


"Apakah dia salah satu keturunan Yukimura Songoku?" ucap ku berbicara sendiri di dalam hati.


Api yang membara telah menyelimuti tubuh Satou dan tombaknya. Watamura yang melihat hal itu juga langsung mengeluarkan Skill Uniknya yang berupa Jirah Angin.


Ya seperti namanya,Jirah Angin adalah sebuah baju yang diselimuti angin yang deras seperti badai. Jika ada jari yang melewati Jirah tersebut,maka akan terpotong tak beraturan atau bisa disebut dengan tercincang.


Keduanya lantas beradu kekuatan dari masing-masing Skill Unik mereka. Luka demi luka didapatkan dari masing-masing serangan yang mereka buat. Satou mencoba menyerang dengan tombaknya dengan teknik berputar lalu melompat ke arah Watamura.


Watamura menangkis serangan itu dengan menyilangkan kedua pedangnya untuk dijadikan sebuah perlindungan. Namun sebuah tendangan melaju dengan kencang kearah wajah Watamura. Tendangan itu membuat Watamura terpental cukup jauh diujung arena.


Wajah Watamura mulai memar merah. Namun dengan tekadnya,ia berdiri kembali untuk melanjutkan pertandingan ini. Watamura menyerang dengan menggunakan kedua pedangnya. Satou terkejut dengan teknik menyerang yang Watamura tunjukkan. Pasalnya teknik itu sama sekali tidak beraturan.


Seluruhnya handak bermodalkan kecepatan dan kekuatan. Tidak perduli itu ditangkis musuh atau tidak. Satou kebingungan dan kewalahan menghadapi serangan beruntun itu. Pergerakannya Satou menjadi sangat tipis. Namun dengan kecepatan Satou,semua serangan itu hampir terpatahkan. Walau beberapa serangan masuk dan menyayat tubuhnya.


"Sial!!" gumam Satou.


Posisi Satou pada saat ini tidak diuntungkan. Dia hampir terpojokkan diujung arena karena menangkis serangan tak beraturan dari Watamura. Namun,Satou mengeluarkan Api yang cukup besar untuk membuat Watamura menjauh dari hadapannya.


Setelah Watamura menjauh dari hadapan Satou,Satou pun perlahan memperbaiki pakaiannya yang berantakan. Namun Watamura tidak menunggu lama. Dia langsung menyerang lagi dengan sangat cepatnya. Tetapi,seluruh aura yang terpancar disekitar Satou sangatlah panas,sampai-sampai pelindung arena mendeteksi adanya bahaya dan langsung aktif secara otomatis.


Tiba-tiba,Suzune berbicara kepadaku, "Kakegiri,kau dipanggil oleh Ketua OSIS" ujarnya.


"Baiklah kalau begitu,aku akan segera ke Kantor ketua OSIS." jawab ku.


"Padahal pertandingan di arena sedang sengit,kenapa Ketua OSIS memanggilku ya?" pikirku seraih berjalan menuju kantor Ketua OSIS.


"Permisi!!" ujarku mengetuk pintu.


"Silahkan masuk," jawab Ketua OSIS dari dalam ruangannya.


"Ada apa Ketua OSIS? Kenapa memanggilku secara tiba-tiba?" tanya ku kepada Ketua OSIS.


"Aku memanggilmu ke sini karna ingin menawarkanmu untuk masuk ke dalam 10 Orang Terkuat dalam posisi ke-10 menggantikkan Byukazu." jelaskan Ketua OSIS.


"Namun dengan Syarat,kamu harus memenangkan pertandingan sekolah ini dan ke tahap nasional antar sekolah.l jelaskan lagi Ketua OSIS.


"Tujuanku memang ingin memenangkan pertandingan sekolah ini dan melanjutkannya ditahap nasional karna ingin membanggakan master diperguruanku." jelaskan balik ku.


"Tapi jika Ketua OSIS ingin menawarkanku jabatan itu mungkin aku akan ku pikirkan lagi." jawabku lagi.


"Sudah kuduga kamu akan menjawab seperti itu." ujar Ketua OSIS.


"Karna orang yang kuat tidak butuh jabatan yang tidak penting,karna itu bisa menghambat seseorang untuk menjadi lebih kuat lagi." ucapku.


"Benar sekali,Kakegiri. Namun jika kamu masuk dalam 10 Orang Terkuat. Kamu bisa belajar dari orang yang kuat." balas Ketua OSIS.


"Yah...mungkin akan ku pikirkan lain kali setelah turnamen ini selesai," jawabku.


Bersambung...


______________________________________


*Hallo!! ini adalah novel pertamaku,dengan judul high school fantasy. Aku harap bisa menghibur para pembaca sekalian!! mohon dukungannya!!


Nantikan update selanjutnya,dan jangan lupa klik tombol favoritnya agar tidak ketinggal update.