
Cerita ini adalah cerita original Fiksi belaka,jika ada kesamaan nama karakter atau tempat mungkin itu hanyalah kebetulan semata,mohon dukungan dan partisipasinya :).
______________________________________________
Bab Sebelumnya
"Wow!! Sungguh respect untuk Kakegiri!! Dia menolong Jimonji yang pingsan ketika berdiri!!" ujar komentator.
Pertandingan dinyatakan berakhir dengan kemenangan ditangan ku.
Para medis dan ahli sihir menuju ke dalam arena untuk memperbaiki arena pertandingan serta mengangkat Jimonji ke dalam unit kesehatan.
"Selamat Kakegiri!!" teriak Suzune dari kejauhan di atas tribun.
______________________________________________
Bab 1.05
"Pertandingan kali ini Kobayashi Urune kelas-3 Induk,Aliran Tarung Jalanan melawan Suzune Kirin kelas-1 A,aliran ilmu bela diri Baja!!" beritahu moderator pertandingan.
"Pertandingan...,dimulai!!" beri aba-aba wasit.
Suzune berlari menuju Kobayashi dan menyerang dengan jurus Tangan Bajanya. Sebuah protection dari Kobayashi telah aktif untuk berlindung. Suzune bersikeras meninju protection itu dengan tinjuannya. Namun setiap kali perisai itu pecah,Kobayashi mengaktifkan kembali secara cepat.
Kobayashi mencoba untuk menyerang balik Suzune dengan tendangan lutut ke bagian tubuh samping Suzune. Namun,siku Suzune dengan cepat menangkis serangan itu. Selagi ada kesempatan,Kobayashi mundur terlebih dahulu.
"Aku harus mengatur ulang strategiku." gumam Kobayashi.
Suzune lalu berlari lalu menyerang Kobayashi dengan berputar sekali lalu diiringi dengan tinjuan bajanya. Kobayashi terkejut sehingga protection mengalami masalah dalam mengatur mana. Kobayashi terpental hingga ke tembok arena pertandingan.
"Sial...aku terkecoh dengan tendangannya." gumam Kobayashi.
Tiba-tiba,Kobayashi menghilang dari hadapan Suzune. Namun sesekali ada terlihat bayangan dari Kobayashi. Suzune merasa ada yang menyerangnya namun tak terlihat si penyerang itu.
Suzune menduga bahwa itu adalah Skill Unik yang dimiliki oleh Kobayashi. Suzune pun mengeluarkan Skill Uniknya berupa tubuh Baja. Serangan yang dilancarkan Kobayashi tidak begitu mempan. Namun ada kala Suzune dibuat terkecoh dengan pola serangan Kobayashi yang susah untuk ditebak.
Di sisi lain,Suzune terus menghafal setiap pola serangan dari Kobayashi. Suzune tiba-tiba memukul Kobayashi yang seakan-akan terlihat seperti angin. Kobayashi terpental ke ujung arena akibat pukulan Baja dari Suzune.
Suzune berlari menuju Kobayashi yang mencoba untuk bangkit. Lalu Suzune menyerangnya dengan tinjuan berkali-kali. Kobayashi babak belur karna pukulan tersebut. Sebagai serangan terakhir,Suzune menendangnya dengan teknik Tendangan Obsidian.
Tendangan Obsidian adalah teknik memperkuat tubuh secara drastis. Teknik ini memakai banyak mana dalam penggunaannya. Suzune harus memikirkan matang-matang dalam menggunakan teknik tersebut. Karna Mana yang diserap itu seperti roh yang hilang secara tiba-tiba lalu tanpa sadar rohnya padahal masih ada di dalam tubuh.
Kobayashi dinyatakan kalah dalam kondisi KO tak sadarkan diri. Suzune ditunjuk sebagai pemenang dalam peetandingan ini tersenyum menyapa para penonton. Suzune menoleh ke arah ku seraih tersenyum,aku pun membalas senyuman itu.
30 menit setelah pertandingan...
Aku menghampiri Suzune untuk menanyakan kondisinya. Dan ternyata dia tidak mengalami luka serius. Dan hanya luka memar yang memudar ketika di obati dengan sihir.
Lalu aku kembali untuk menyaksikan pertandingan selanjutnya. Aku berpikir akan ini tidak seperti yang aku katakan kepada Suzune untuk bermain bersih. Aku merasa bimbang akibat pertanyaan yang ada pikiranku.
Setelah semua persiapan telah selesai seperti pengecekan tubuh dan lainnya. Wasit pun memulai pertandingan tersebut. Sankyuu Tazayaki mengeluarkan dua bilah pedang yang ukurannya sangat kecil yang disimpannya dikedua saku celananya.
Watamura merasa terprovokasi dengan senjata Sankyuu Tazayaki yang aneh tersebut. Merasa direndahkan,Watamura pun lari menuju Sankyuu Tazayaki dan menebas Sankyuu dengan serangan andalannya yaitu serangan tak beraturan.
Terlihat,Sankyuu seolah-olah menangkis serangan itu dengan tangan kosongnya. Padahal,Sankyuu dengan hebatnya menangkis serangan itu dengan kedua pedang kecilnya. Setelah menyerang Sankyuu dengan amukannya,Watamura mundur untuk mengatur ulang strategi yang dia punya. Namun tiba-tiba seluruh tangan Watamura dipenuhi luka sayatan kecil namun terlihat sangat banyak seakan-akan tampaknya seperti luka bakar.
Dengan santainya Sankyuu Tazayaki membersihkan kedua pedangnya dengan sebuah sapu tangan. Darah Watamura sedikit demi sedikit bercucuran ke lantai arena pertandingan. Dan tanpa basa basi,Sankyuu Tazayaki menyerang balik dengan berlari dan melompat.
Sankyuu Tazayaki menendang Watamura dengan tendangan tumit kakinya. Watamura menangkis serangan itu dengan menyilangkan kedua pedangnya sebagai sebuah perisai. Namun,tiba-tiba Sankyuu Tazayaki berputar secara horizontal seakan waktu berhenti dan menyerang Watamura dengan kedua pedang kecilnya dibagian dada Watamura.
Baju yang dipakai Watamura robek akibat serangan itu dan terdapat sebuah goresan yang berbentuk silang dengan ukuran yang cukup besar. Watamura lalu mengeluarkan Skill Uniknya yang berupa Jirah Angin. Watamura lalu menyerang balik dengan serangan tak beraturannya.
Dengan mudahnya Sankyuu menghindari semua serangan itu. sankyuu tidak menyerang Watamura karna sudah tahu apa kelebihan dari Jirah Angin tersebut. Waktu seakan-akan melambat dimata Sankyuu Tazayaki. Karna itu adalah Skill Unik yang dimilikinya. Secara cepat Sankyuu Tazayaki berada dibelakang Watamura ketika menyerang.
Watamura lalu berbalik dan menyerang Sankyuu Tazayaki dengan pola serangan yang sama. Namun lagi-lagi,Sankyuu dengan mudahnya menghindari serangannya itu. Sankyu Tazayaki bertanya ketika sedang diserang oleh Watamura. "Boleh aku tebak? Kamu hanya bisa menggunakan satu teknik serangan ini saja?" ujar Sankyuu.
"Cih..." balas Watamura.
"Berarti benar dugaanku." ucap Sankyuu.
"Aku tahu cara mengalahkan mu. Dengan cara mengulur waktu untuk menghabiskan seluruh Mana mu. Karna seluruh Skill Unik menggunakan Mana sebagai alat alternatif untuk mengaktifkannya."
"Jika kamu kehabisan Mana,maka Jirah Angin mu akan menghilang." terangkan Sankyuu kepada Watamura.
"Namun aku bukan orang pengecut yang sengaja mengulur waktu supaya bisa mengalahkan lawan yang ku hadapi." jelaskan Sankyuu.
"Baiklah...mungkin sudah saatnya aku mulai serius untuk bertarung." ujar Sankyuu.
Sankyuu memasang kuda-kuda dengan mengarahkan kedua pedangnya ke arah Watamura. Watamura pun sebaliknya. Tiba-tiba,Sankyuu sudah berada di depan Watamura dan menyerang dengan kedua pedangnya. Watamura dengan refleks yang cukup cepat lalu menangkis serangan itu.
Namun lagi-lagi,tiba-tiba saja Sankyuu dengan sekejap berada dibelakang Watamura dan menyerangnya. Kedua pedang kecil Sankyuu terpantul akibat Jirah Angin yang dipakai Watamura. Setelah pedang itu terjatuh dalam 0,5 detik,pedang itu menghilang dan serangan pun dilancarkan lagi oleh Sankyuu.
"Kiri...depan...kanan...belakang..." gumam Watamura.
"Atas!!"
Watamura menyerang ke arah atas. Dan ternyata benar saja,Watamura sudah hafal dengan serangan itu. Sankyuu melompat mundur setelah menangkis serangan tersebut.
"Boleh juga kamu...tapi bagaimana dengan ini!!"
Bersambung...
______________________________________________
*Hallo!! ini adalah novel pertamaku,dengan judul high school fantasy. Aku harap bisa menghibur para pembaca sekalian!! mohon dukungannya!!
Nantikan update selanjutnya,dan jangan lupa klik tombol favoritnya agar tidak ketinggal update.