High School Fantasy

High School Fantasy
Bab 0.11 (Sawatani Suiryuu)



Cerita ini adalah cerita original Fiksi belaka,jika ada kesamaan nama karakter atau tempat mungkin itu hanyalah kebetulan semata,mohon dukungan dan partisipasinya :).


______________________________________________


Bab sebelumnya...


Namun tiba-tiba ada suara ledakan yang cukup besar terdengar dari luar arena.


"Suara apa itu!?" ujarku.


"Hahaha...ayo!! Hancurkan seluruh arena pertandingan itu!!"


______________________________________________


"Dimohon para siswa untuk tidak membuat keributan lagi...dimohon tenang." ucap para petugas keamanan.


Ledakan terus-menerus menghantam bangunan arena. Petugas keamanan langsung bersiapa siaga jikalau hal buruk menimpa para siswa.


"Aku harus melihat secara langsung!!" pikirku.


Aku lari menuju pintu keluar,namun para petugas memberhentikkanku karena itu terlalu bahaya.


"Tenang saja,aku akan menyelidiki serangan itu." ucapku kepada para petugas keamanan.


"Kakegiri kemana ya??" ujar Suzune seraih menengok kiri dan kanannya.


Aku bersembunyi dibalik tebok sebuah gedung kelas. Banyak sekali para ******* itu,namun mereka tidak memakai jubah hitam yang dipakai pria misterius itu.


"Apakah bukan mereka yang melancarkan serangan itu,atau inikah seragam asli mereka ketika meneror??" pikirku dengan tenang.


"Apa kau lakukan disini anak muda?"


"Ah...dia salah satu 10 orang terkuat disekolah."


Sawatani Suiryuu,orang ke-4 terkuat disekolah. Tubuhnya sama seperti manusia normalnya,tidak begitu beotot sepertu Byukazu Kiseki. Aku tidak tahu keahliannya seperti apa.


"Sawatani,bagaimana keadaan disana?" suara melalui alat komunikasi canggih dimasa sekarang yaitu,Xphone.


Dengan menggunakan sebuah Mana sebagai dayanya,alat ini berfungsi sangat bagus untuk menghubungi seseorang.


"Disini terlalu banyak ******* dan juga seorang adik kelas..." jawab Senior Sawatani.


"Adik kelas?"


"Oi bocah,sebutkan namamu..." tanya Senior Sawatani kepadaku.


"K-Kakegiri Hayato..." jawabku dengan sangap gugup.


"Kakegiri!?"


Suara itu sepertinya tidak asing bagiku,dan benar saja itu ternyata suara Ketua OSIS.


"Kamu sedang apa disana Kakegiri?" tanya Ketua OSIS.


"A-anuu...itu,sedang menyelidiki mereka..."


"Ada-ada saj kamu ini...awas saja sampai kau terluka,akan ku cium kamu nanti..." ujar Ketua OSIS.


"Yahh!! Ini dia!! Jurus Ketua OSIS." pikirku dalam hati seraih memasang wajah yang datar.


"Pokoknya,ikuti intruksi dari Sawatani yah Kakegiri?" pinta Ketua OSIS.


"B-baiklah..." jawabku.


"Kalo bagitu,tolong jaga Kakegiri,Sawatani..." pinta Ketua OSIS kepada senior Sawatani.


"Iya-iya dasar nenek lampir..." ujar Senior Sawatani dengan nada yang rendah.


"Kamu bilang apa tadi?" ucap Ketua OSIS.


"Aahh...tidak,anda sangat perhatian hari ini..." Jawab Senior Sawatani dengan lemah lembut.


Senior Sawatani pun menutup Xphone lalu bergumam kesal lagi. "Dasar nenek tua beyot..."


Aku merasa tak enak dengan Senior Sawatani.


"Yosh!! Oi bocah...,sekarang aku akan mengajarkanmu tentang bertarung sungguhan dengan teknik bela diri serta ilmu sihir." Ujar Senior Sawatani.


"I-iya baiklah senior,Mohon bimbingannya..." jawabku dengan lemah lembut.


"Wah kamu ternyata sopan juga." puji Senior Sawatani.


"itu sebuah pujian?" ingiku bertanya seperti itu,namun aku harus menghormati orang yang lebih tua dariku.


Aku diberi arahan untuk menyerang sisi kiri dengan Skill Unik asap hitamku. Sementara Senior Sawatani Akan mengurus sisi kanan dan sisanya.


"Baiklah..." jawabku.


Aku mengubah posisi serangku ke gedung disebelah kiri. Setelah itu aku harus menunggu Intruksi lebih lanjut dari senior Sawatani.


Seriah menunggu intruksi Senior Sawatani,Aku mengatur strategiku sendiri untuk menyerang para ******* itu.


Selang beberapa lama,muncul tanda dari muncul aba-aba dari Senior Sawatani.


Kami pun menyerang mereka secara bersamaan.


"A-asap hitam apa ini?" ucap salah satu ******* tersebut.


"Ada yang menyerang kita boss!!"


Aku memanfaatkan usapku dengan mencium keberadaan lawan. Saat ini aku mungkin sangat diuntungkan karena Skill Unikku,tapi bagaimana dengan Senior Sawatani?


Sebuah teriakan terus menerus keluar dari para ******* tersebut. "Ah...sepertinya tidak usah aku khawatirkan." ujarku dengan wajah datar.


"Kena kau bocah...!!"


Aku terkejut karena tiba-tiba seorang ******* itu datang menghampiriku. Aku langsung menyerang ******* itu dengan teknik tendangan Naga Hitam.


Namun ******* itu menangkisnya dengan Sihir protetion tingkat-3. Memang benar,aura darinya berbeda dengan ******* lainnya.


"Berarti kau bossnya..." ucapku.


"Hah? Mereka mengirim bocah ke medan pertempuran?" ujarnya.


Aku sempat terprovokasi akibat ucapannya tadi. Namun aku tidak mau membuat Ketua OSIS dan Suzune khawatir.


Jarum Hitam kulancarkan kepadanya. Berbagai ilmu bela diriku tidak mempan terhadap protectionnya.


"Ahh...aku ingat..."


Aku mengingat pertandingan Sugiwara melawan Kobayashi. Kobayashi terus menyerang dititik yang sama.


Aku pun mengikuti teknik tersebut. Dan benar saja,protectionnya hancur Seketika. Untung saja aku mengamati setiap pertandingan secara serius.


"Oh...boleh juga untuk seorang bocah..." ujarnya dengan nada yang sombong.


"Tapi bagaimana dengan ini!!"


"A-apa...tubuhku...tidak bisa digerakan..."


Mungkin itu adalah Skill Uniknya. Dengan jentikkan jarinya,semua asap hitamku hilang seketika.


"Sungguh kekuatan yang luar biasa..." pikirku.


"Kakegiri!! Aku perlu aku bantu!!?" tanya Senior Sawatani.


"Kakegiri...?"


Aku tidak bisa berteriak minta tolong. Mulutku sudah tidak bisa ku gerakan. Semua anggota tubuhku pun begitu.


"Lagi-lagi...aku menjadi penghalang bagi mereka yang kuat..." gumamku.


"JANGAN MENYERAH KAKEGIRI!!" teriak keras Senior Sawatani.


"Jika kau menyerah,orang yang kau sayangi akan mati begitu saja!!"


Aku mendengar kata-kata itu pun mulai semangat kembali. Aku mulai melawan Skill Unik musuh dengan memperkuat tekadku untuk menjadi kuat.


Aku tidak ingin kehilangan orang yang kusayangi selama ini.


"Hiya!!!" teriakku.


Aku pernah diajarkan teknik oleh master saat kita terkena racun pelumpuh atau teknik yang sama seperti ini.


Dengan mengeluarkan semua mana yang ku punya,tubuhku menjadi rapuh seperti kayu dimakan serangga rayap.


Aku berpindah tempat dengan wujudku sebuah asap hitam tebal lalu berpindah tempat dengan cepat.


"A-apa!!" Ucap boss ******* itu dengan sangat terkejut.


Lalu membuat asap hitam lagi diselilingannya dengan dipenuhi racun mematikan.


"Percuma saja,teknikmu tidak akan mempan lagi kepadaku.


Aku ingat kata-kata itu. Itu yang diucapkan oleh orang misterius yang menyerangku pada malam itu. Benar saja,berarti penyerangan ini pelakunya adalah dia.


"Cakar Naga Hitam!!"


Satu titik ku tuju untuk membuat sihir protectionnya pecah lagi. Ketika hampir pecah,dia menyerangku dengan sebuah angin Topan yang sama seperti malam itu.


"Jiboku Arashii!!"


Aku terpental cukup jauh akibat sihinya tadi. Aku memuntahkan darah.


"Kau tidak apa-apa Kakegiri?" tanya Senior Sawatani


"Senior Sawatani..."


"Aku baik-baik saja..." jawabku.


"Ah...sudahlah,biar aku yang akan mengalahkannya.


Senior Sawatani pun langsung kembali berdiri dan berjalan menuju boss ******* itu. Dengan aura sadis mengelilingi sekitar Senior Sawatani.


"Berani-berani kau melukai Adik kelasku,aku sudah dimintai oleh seseorang untuk menjaganya." Ujar Senior Sawatani.


Bersambung...


______________________________________


*Hallo!! ini adalah novel pertamaku,dengan judul high school fantasy. Aku harap bisa menghibur para pembaca sekalian!! mohon dukungannya!!


Nantikan update selanjutnya,dan jangan lupa klik tombol favoritnya agar tidak ketinggal update.


Byeee... :)