
Cerita ini adalah cerita original Fiksi belaka,jika ada kesamaan nama karakter atau tempat mungkin itu hanyalah kebetulan semata,mohon dukungan dan partisipasinya :).
______________________________________________
Tiga puluh menit setelah ber-olah raga...
"Ahh...segar sekali sehabis mandi."
"Semoga saja tidak ada rumor buruk tentangku ketika sampai ke sekolah." pikir ku ketika bercermin dan melihat seragam sekolah baru ku.
"Hayato!! Cepat lari dari sini!!"
Sarkkk!!
Darah ku seakan mulai panas ketika melihat ibu ku sendiri ditusuk penjahat itu.
Cring!! Cring!!
"Ahh gawat!! Aku terlambat akibat tadi!!"
Dengan sigap,aku mengenakan seragam sekolah lalu mengambil tas ku setelah itu memakai sepatu.
"Speed...Runnn!!"
Ting nong!!
Dengan cepat aku berlari dari duduk ku tetapi...
"Aaa..."
"A-aduh..."
"ha? Suzune kamu terlambat juga?" tanya ku.
"Kakegiri? Ah bukan itu maksudku,asrama mu disini?" tanya Suzune.
Lantas kami langsung berdiri dari jatuh tadi.
"A-ah...iya,lebih tepatnya sebuah kontrakan." jawabku.
"Oh...eh!! gawat!! Kita benar-benar terlambat. Beritahu Suzune.
"Ayo kita bergegas!!" ucapku seraih merafalkan sihir dasar yaitu Speed Run.
Speed Run sebuah Sihir tingkat paling mendasar bagi kehidupan,semua orang pun bisa memakaingnya,namun Speed Run itu sendiri memakan cukup banyak energi. Energi adalah sebuah kekuatan yang diberi tuhan waktu kita masih bayi,dengan meningkatkannya setiap hari seperti beraktifitas dan sebagainyai.
Namun seiring berkembangnnya zaman, energi itu sendiri berubah nama menjadi "MANA".
"Ayo lebih cepat lagi Kakegiri!!"
"Tak ku sangka Suzune mempunyai kecepatan seperti itu." pikir ku.
Seperti yang aku bilang tadi,Mana akan bertambah penyimpanannya seiring dengan aktifitas berat yang kita jalani. Disamping itu,efek dari bertambahnya mana,kita diberi skill unik khusus.
Setiap orang memiliki skill unik yang berbeda-beda. Jadi,mustahil jika di dunia ini ada orang yang memiliki kesamaan dalam skill unik.
"Huhh...untungnya kita tepat waktu," ujar Suzune.
"Haahh...huhh...i-iya..." balas ku dengan terengah-engah.
"Lain kali jangan sampai seperti tadi,karna itu bisa mencoret nama baik sekolah kita." beritahu bapak penjaga sekolah itu seraih kembali ke post penjagaannya.
"B-baik pak..." balas ku
"Ayo bergegas sebelum di hukum guru." beritahu Suzune.
"Hee...itu ya murid pindahan yang mendapat nilai tertinggi,sama sekali tidak mencerminkan sikap yang baik,"
"Terlambat di hari pertama masuk itu sudah mencerminkan sikap yang tidak sopan." sindir seseorang yang tidak aku tahu namanya dengan sikap sombongnya.
Suzune menundukkan kepalanya,aku tahu Suzune mendapat peringkat 1 dalam test ujian masuk kemarin,tetapi ia tak sombong dan lebih memilih untuk merendah.
"Tidak apa-apa kan? Lagi pula dia anak baru,jadi dia tersesat ketika ingin pergi ke sekolah." balas ku.
"Apa kau minta di perbaiki sikap mu? Dengan senang hati aku akan membimbingmu murid baru." tawar orang itu dengan wajah licik.
"Tidak terim kasih,ayo kita ke kelas Suzune," ucap ku.
"Cih...jangan kau pikir,kau akan bebas di sekolah ini." oceh orang tadi dengan nada kesal.
Tapp!!
Semua murid di kelas menatap kami dengan bingung karna datang terlambat. Sialnya lagi,ibu yang mengajar kami datang lebih awal untuk memulai perkenalan.
"Mohon maaf bu kami terlambat..."
"Saya sempat tersesat tadi ketika ingin menuju sekolah," beri ku alasan yang logis untuk meyakinkan ibu itu.
"Dan nurid yang disebelahnya?" tanya ibu guru itu.
Dengan cepat ku jawab,"A-ah...dia teman se-asrama bu."
"Teman se-asrama??"
"Berarti sekamar dong??" Ucap seluruh murid yang di kelas dengan bingung.
"A-ah bukan itu!! Maksud ku kami tidak sekamar tapi asrama kami sama." jelaskan ku kepada semuanya
"Oh begitu..." balas ibu guru dengan lega.
Kelihatannya ibu ini tidak pemarah,sifatnya lebih ke ibu-ibuan yang lembut kepada anak sendiri. Meskipun bukan anak kandung,tapi beliau tadi kelihatan khawatir ketika ku berucap se-asrama dengan Suzune.
"Baiklah,kalian berdua silahkan cari tempat duduk masing-masing." perintah ibu guru.
Entah ini takdir atau hanya kebetulan,ku lihat,ada tempat duduk yang kosong berdampingan. Pikirku pasti ini rencana para murid.
"Ssttss...sttss....istirahat nanti ke kantin yuk?" bisik Suzune berada disamping kiri ku.
"I-iya...baiklah..." jawab ku dengan pelan.
Ting!! Nong!!
"Kakegiri!! Yuk ke kantin cari makan!!" ujar Suzune
"Sebentar,aku hendak membereskan perlengkapan belajar." balas ku.
Lima belas menit setelahnya...
"Yah...tak ku sangka ada udang ke sukaanku di kantin ini," beritahu ku ke Suzune dengan girang.
Seett...!! BRAKK!!!
"Wah...maaf saja kalau itu membuatmu kesal," ucap seseorang dengan nada sombong
Ternyata dia adalah orang yang kami temui pagi tadi. Memang membuatku sedikit kesal karna udang kesukaan ku terjatuh.
"Hmm...belum lima menit." ujar ku.
Tapp!!
Dia menginjak tangan ku,menggesek-gesekkannya di lantai. Kesabaranku mulai lenyap,aliran darahku mulai memanas seperti mesin yang kehabisan bahan bakar.
"Kakegiri..." ujar Suzune.
"Ah...tidak apa-apa Suzune,nanti akan ku beli lagi saja."
Meskipun begitu,aku mulai menahan diri ku agar tidak terlibat lebih dalam lagi dari permasalahan ini. Setelah itu,aku mulai beranjak dari duduk ku,membersihkan makanan yang tadi terjatuh.
"Sampah seperti mu harus tetap di bawah melihat orang hebat yang di atas," ucap orang itu.
Setelah mendengar itu,aku dan Suzune melanjutkan untuk sarapan pagi dan membeli udang yang baru.
"Kakegiri!! Kenapa kau tidak melawannya?" tanya Suzune.
Sambil menunggu pesanan ku datang,"percuma saja di ajak bicara,mereka juga tak akan paham." jawab ku.
"Tapi...dilihat dari mana pun itu tetap berlebihan.
"Terima kasih telah menunggu!! Ini pesanan anda."
"Sudah lah Suzune,ayo mari kita makan...sebentar lagi jam istirahat akan habis." ujar ku seraih membawa makanan.
"I-iya...oke..." balas Suzune.
Aku dan Suzune pun melanjutkan makan siang kami dengan suasana yang senyap tak bersuara.
"Enak sekali hidup mu Kakegiri..." ujar Suzune.
"Hmmn...?" balas ku dengan reaksi kebingungan.
"Apakah kamu pernah berpikir untuk mengakhiri hidup mu sendiri?" tanya Suzune.
"Aku? Meskipun kau tanya seperti itu,jujur aku pernah sekali berpikir untuk bunuh diri..." jawab ku.
Dan Suzune pun diam seraih melahap makanannya.
"Kenapa memangnya Suzune?" tanya balik ku ke Suzune.
"A-ah...tidak apa-apa." ujar Suzune.
"Wah lihat!! itu perilaku yang sangat tidak terpuji,seorang siswa dengan santainya bermesraan di sekolah." sindir seseorang.
Bersambung...
______________________________________
*Hallo!! ini adalah novel pertamaku,dengan judul high school fantasy. Aku harap bisa menghibur para pembaca sekalian!! mohon dukungannya!! :)
Nantikan update selanjutnya,dan jangan lupa klik tombol favoritnya agar tidak ketinggal update.
Byeee... :)