High School Fantasy

High School Fantasy
Bab 1.04 (Unknown)



Cerita ini adalah cerita original Fiksi belaka,jika ada kesamaan nama karakter atau tempat mungkin itu hanyalah kebetulan semata,mohon dukungan dan partisipasinya :).


______________________________________________


Bab Sebelumnya


Berarti benar saja tebakkan ku. Jirah itu menyerap mana secara berkelanjutan. Apabila mana seorang pemakai tidak mencukupi maka Jirah tersebut akan menghilang dari pemakainya. Dengan pemikiran Jimonji yang sangat bagus,dia melepaskan Jirah itu sebelum terkena Over Limit.


Jadi pantas saja Jimonji hanya mengeluarkan serangan biasa karna ingin menghemat mananya hingga akhir pertandingan. Namun,untung saja aku menyadarinya lebih awal. Aku pun menyerang Jimonji dengan Cakar Naga Hitam. Serangan itu menbuat Jimonji mengalami cukup banyak luka dibagian tubuhnya.


______________________________________________


Bab 1.04


"Berjuanglah Kakegeri..." ujar Suzune diatas arena ketika melihatku terlempar cukup jauh.


Aku berdiri dengan tubuh yang gemetar,sementara itu Jimonji yang berdiri bercucuran darah. Jimonji menarik nafas yang dalam lalu mengeluarkannya secara perlahan. Aba-abanya untuk menyerang mungkin sudah siap.


"Aku harus memperbaiki posisi kuda-kuda ku sekarang..." pikirku.


Jimoji berlari menuju posisi ku berada. Aku pun berlari mengelilingi lapangan untuk mengatur kembali strategi. Sesekali ku serang Jimonji dengan jurus Jarum Hitam untuk menghambat larinya.


Jimonji berhenti sesaat dan meninju lantai pertandingan. Seluruh lapangan yang tadinya sudah diperbaiki dengan sihir kini retak dan hancur kembali. Aku melonpat untuk menghindari pecahan lantai yang berterbangan tersebut.


Aku mencoba menyerang Jimonji dengan menendang batu yang melayang itu berkali-kali. Jimonji dengan tangkasnya memukul balik pecahan lantai tersebut hingga hancur berkeping-keping.


Jimonji menyerang balik dengan melempar pecahan tersebut ke arahku. Aku menghindarinya dengan memanfaatkan pecahan yang lain menjadi perisai. Aku rasa sudah saatnya Mana Jimonji sudah melemah. Tapi setelah kulihat,Jimonji masih terlihat sangat kuat setelah kehilangan darah.


Aku menggunakan teknik menyelinap dengan jurus asap. Ku arahkan itu di sisi lain untuk mengecohnya. Dan ternyata itu berhasil,berkali-kali aku berpindah tempat dengan bantuan asap dan pecahan tersebut untuk mendekati Jimonji.


"Cakar Naga Hitam!!"


Secara refleks,Jimonji menahan serangan itu menggunakan kedua tangannya sebagi perisai. Luka dari tubuh Jimonji bertambah parah. Tentu saja itu menguras Mananya cukup banyak. Setelah menyerang dengan Cakar Naga Hitam,aku mundur dan memakai strategi yang tadi. Secara berulang-ulang.


Jimonji bertekuk dengan satu lutut kehilangan keseimbangan dengan posisi telapak tangan yang menggengam.


"Akhirnya..." ucap Jimonji.


Aku sempat bingung dengan pernyataannya itu,sesaat setelah itu Jimonji berdirj kembali.


"Baru pertama kalinya aku dibuat terpojok oleh seorang juniorku sendiri." ujar Jimonji.


"Benarkah? Aku merasa tersanjung!!" balasku dengan semangat.


"Hooh...ternyata kau pemuda yang bersemangat." ucapnya.


Aku menjadi malu dikatakan seperti itu di depan umum. Aku pun berlari dan melompat seraih menyerang dengan tendangan Sabit Vertikal Naga.


Tendangan Sabit Vertikel Naga yaitu serangan dengan memakai Skill Unik secara bersamaan. Serangan ini menguatkan serangan dengan aura Skill Unik ku yaitu Hitam.


Para penonton tercengang melihatnya. Debu berterbangan mengelilingi arena ketika aku menendang. Jimonji hanya menangkis dengan kedua tangannya dalam posisi silang.


"Ternyata Jimonji pingsan dalam keadaan berdiri!!!" ujar komentator.


Aku terkejut mendengar ucapan itu karna terlalu fokus terhadap serangan ini. Dan juga,wajah Jimonji tak terlihat akibat terhalangkan oleh kaki ku sendiri.


Aku pun melepaskan kaki ku di tangan Jimonji dan langsung merebahkan tubuh Jimonji ke tanah.


"Wow!! Sungguh respect untuk Kakegiri!! Dia menolong Jimonji yang pingsan ketika berdiri!!" ujar komentator.


Pertandingan dinyatakan berakhir dengan kemenangan ditangan ku.


Para medis dan ahli sihir menuju ke dalam arena untuk memperbaiki arena pertandingan serta mengangkat Jimonji ke dalam unit kesehatan.


"Selamat Kakegiri!!" teriak Suzune dari kejauhan di atas tribun.


Aku melambaikan tangan seraih senyum kepadanya.


Para penonton satu persatu meninggalkan studion pertandingan. Aku langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan sisa-sisa bekas pertandingan tadi.


"Ah...lega sekali..." ucapku seraih menundukkan kepala dibawah selang air.


Setelah membersihkan sebagian luka dan kotoran debu,aku pun kembali untuk menghampiri Suzune.


"Suzune..." panggilku.


"Selamat ya Kakegiri!!" ucap Suzune dengan nada kegirangan seraih senyum.


"Terima kasih Suzune,kamu selalu mendukung ku..." balasku.


"Ahh...bukan apa-apa,kita sebagai teman harus saling menyemangati." jawab Suzune.


"Oke baiklah..." ujarku.


"Kakegiri,nanti pulang bareng yuk?" ajak Suzune.


"Baiklah,aku kebetulan sekali ingin mencari udara segar."


Setelah bell sekolah berbunyi,aku dan Suzune pun jalan-jalan terlebih dahulu sebelum pulang ke asrama masing-masing. Kami berdua duduk dipinggiran bendungan :)


"Kakegiri...,apakah kamu masih ingat dengan cerita Tujuh Sayatan yang pernah aku ceritakan sebelumnya?" tanya Suzune.


Kalo tidak salah,Tujuh Luka Sayatan dikenal sebagai penjahat bayaran yang sangat berbahaya. Tujuh Luka Sayatan memiliki jumlah 7 orang seperti namanya.


Luka tersebut mereka dapatkan ketika 17 tahun yang lalu ketika melawan sang pahlawan. Pahlawan tersebut dikenal oleh banyak orang,namun dikarenakan majunya teknologi dalam beberapa tahun ini. Pahlawan tersebut dilupakan oleh masyarakat.


Hanya sedikit orang yang tahu kisah 17 tahun yang lalu ini. Setiap Luka Sayatan memiliki arti tersendiri yang diberikan oleh sang Pahlawan tersebut.


"Aku sudah membaca cerita itu sedikit dari internet." beritahu ku.


"Jadi apa tujuanmu untuk nantinya?" tanya Suzune.


"Hmmn...untuk nantinya,mungkin akan ku lihat dulu perkembangan ilmu bela diri serta ahli sihirku." jelaskan ku.


"Jangan bersikap gegabah ya Kakegiri,jangan bahayakan nyawa mu sendiri." beritahu Suzune.


"Iya baiklah..." jawabku.


Aku ragu menceritakan tawaran ketua OSIS kepada Suzune. Sebaiknya biar dia sendiri yang tahu.


Keesokan harinya...


"Dan kembali!! Tiba saatnya kita kembali untuk menyaksikan turnamen bela diri yang akan memperebutkan 3 gelar untuk maju ketahap nasional antar sekolah!!" ujar moderator dengan penuh semangatnya.


Pertandingan kali ini membuatku cukup penasaran. Pasalnya yang bertandinga adalah Suzune melawan Kobayashi yang sama-sama berbekalkan kekuatan tubuh dan sama sekali tidak memakai senjata apapun. Sepertinya mereka akan beradu teknik bela diri mereka.


"Pertandingan kali ini Kobayashi Urune kelas-3 Induk,Aliran Tarung Jalanan melawan Suzune Kirin kelas-1 A,aliran ilmu bela diri Baja!!" beritahu moderator pertandingan.


Para penonton bersorak meriah menyambut pertandingan yang mencengankan ini. Para medis dan ahli sihir sudah siap diposisi,Suzune beserta lawanya yaitu Kobayashi Urune memasuki arena pertandingan untuk diperiksa tubuhnya.


Setelah itu mereka berada di posisi fase kuda-kuda. Keduanya terlihat amat sangat garang jika dipandang dari posisi kuda-kuda kedua belah pihak. Aku tidak bisa menebak siapa yang akan memimpin pertandingan kali ini.


"Pertandingan dimulai!!"


Bersambung...


______________________________________________


*Hallo!! ini adalah novel pertamaku,dengan judul high school fantasy. Aku harap bisa menghibur para pembaca sekalian!! mohon dukungannya!!


Nantikan update selanjutnya,dan jangan lupa klik tombol favoritnya agar tidak ketinggal update.