
Cerita ini adalah cerita original Fiksi belaka,jika ada kesamaan nama karakter atau tempat mungkin itu hanyalah kebetulan semata,mohon dukungan dan partisipasinya :).
______________________________________________
Aku bingung kenapa murid ini selalu ikut campur dengan urusan pribadi orang lain. Ikut campur itu harus ada batasannya,kalau seperti ini namanya ingin mengatur hidup seseorang.
"Ayo Suzune,aku sudah kenyang..." ujar ku.
"Ehh...? Kenapa tidak di habiskan?" tanya Suzune kebingungan.
"Entah kenapa aku tiba-tiba tidak nafsu," jawab ku.
"Oh baiklah,tunggu sebentar..." balas Suzune seraih menyuap makanannya dengan cepat.
"Cihh...!!" ucap orang yang menyindir ku tadi.
"Oke,ayo Kakegiri kita kembali ke dalam kelas." ujar Suzune seraih beranjak dari tempat duduk kami.
Dalam perjalanan ke dalam kelas,sepertinya orang itu mengikuti ku namun tidak sampai di depan kelas,tapi di persimpangan tangga naik.
"Ku harap tidak terjadi masalah akan hal tadi." pikir ku.
Saat itu guru yang mengajar datang,suasana yang tadi ramai seketika senyap.
"Baiklah,semuannya hari ini kita akan mempelajari ilmu sihir yaitu over limit," beritahu bapak guru yang mengajar.
Tiga puluh menit pelajaran sedang berlanjut...
"Baiklah Kakegiri Hayato,silahkan jelaskan kembali apa itu Over Limit," ujar bapak guru.
"Over Limit adalah peristiwa dimana seseorang ketika dalam menggunakan sihir berlebihan,"
"Ketika sudah mengalami hal itu,bisa di pastikan sihir itu sendiri akan mengamuk dan menghancurkan tubuh penggunanya sedikit demi sedikit." jelaskan ku.
"Benar sekali Kakegiri hayato." balas bapak guru.
Dan untuk meredakan peristiwa Over Limit ini,para ahli pengobatan sihir berkumpul dan mereka menggunakan sihir pelumpuh sebagai pertolongan pertama.
Sebab Over Limit takan bisa mengamuk ketika wadah yang ditumpanginya sedang lumpuh. Meskipun begitu,para ahli pengobatan sihir harus siap siaga apa bila sihir pelumpuh itu tidak seratus persen aktif.
"Yah...tapi,sembilan puluh persen kasus terjadinnya Over Limit sangat jarang." pikir ku.
Ting!! Nong!!
"Baiklah anak-anak,pelajaran kita cukupkan sampai di sini." beritahu bapak guru yang mengajar.
"Ahh...!! Akhirnya pelajaran berakhir..." guman ku seraih menguap.
"Kakegiri!! Mau jalan-jalan dulu sebelum pulang?" ajak Suzune seraih tersenyum.
"Ah...boleh juga,kebetulan aku juga sedang bosan." jawab ku.
Dengan sangat berat hati,aku beranjak dari tempat duduk ku. Yah...sebenarnya aku sedang ingin bersantai dengan tenang sehabis pulang sekolah. Namun tubuh ku berkata lain,memang susah jika kita mengendalikan diri.
Kadang tidak sesuai apa yang kita kehendaki,tapi di situlah diri kita di latih untuk memilih yang mana tubuh kita kehendaki dan merasa nyaman.
"Jadi...kita mau jalan-jalan kemana?" tanya ku.
Terlihat sekilas wajah Suzune murung entah mengapa. Yang jelas,semoga saja dia senang berteman dengan ku.
"Kalo gitu,kita ke pameran aja yuk? Kebetulan hari ini ada pameran di taman hiburan," beritahu Suzune.
"Hoho...boleh juga." balas ku.
Aku dan Suzune pergi ke taman hiburan,jarak taman tersebut cukup dekat dengan sekolah kami. Terletak di pemukiman yang sedikit,serta letak strategis yang bagus untuk berbisnis seperti berdagang,dan tempat acara lainnya termasuk pameran ini.
"Kakegiri...ayo kita masuk ke wahana berhantu!! Pasti sangat menyenangkan bukan?" ucap Suzune dengan semangat.
"Wow...aku kira semua perempuan itu penakut."
Ingin ku berkata seperti itu,tapi bukan waktu yang tepat. Yah aku sedikit kagum dengan Suzune,dia tidak perduli dengan perkataan yang menyakiti hatinnya.
Dia lebih memilih diam untuk tidak memperkeruh keadaan. Berbanding terbalik dengan sifatku,yang selalu panas dengan omongan maupun sindiran orang,walaupun kadang aku bersifat tenang.
Berbagai wahana kami naiki satu persatu,dari yang biasa sampai yang mengerikan seperti Roller Coster. Suara para penumpang berteriak ketika Roller Coster turun dari ketinggian.
"Aaa...!!!"
"Aku mau pulang!!"
Berbagai teriakan mereka mengisi kekosongan di tahan yang sepi ini. Ku harap pula itu bisa membuat Suzune senang.
Dan wahana penutup di malam hari ini adalah kincir ria. Begitu ramai orang-orang mengantri,sekitar dua puluh meter panjang antriannya.
Akhirnya giliran kami tiba untuk naik wahan kincir ria.
"Tolong perlihatkan tiket masuknya..." ujar penjaga tersebut.
Setelah ku perlihatkan,akhirnya kami diperbolehkan untuk menaiki wahana tersebut.
Setelah sesampainya diatas,"Wah...!! Indah sekali pemandangan bintang dilangit..." sorak Suzune dengan rianya.
"Syukurlah kalau Suzune merasa senang..." pikir ku.
"Begini Kakegiri..." ujar Suzune.
"Iya kenapa Suzune?" tanya ku.
"Sebernarnya aku tidak tau lagi berjuang hidup untuk siapa,ayah dan ibu ku meninggal akibat kecelakaan."
"Dari umur sembilan tahun,aku dibesarkan di asrama anak yatim piatu."
"Aku benar-benar bingung berjuang hidup untuk siapa..." jelaskan Suzune dengan wajahnya yang murung.
"Ternyata,bukan cuma diriku yang bernasib sial..." pikir ku.
"Semua orang mencari harta berharganya,baik berupa benda mati ataupun hidup..."
"Coba kau pikir lagi untuk mencari harta berharga mu di suatu tempat..." ucap ku.
"Aku pun tidak tahu yang mana harta berharga itu." balas Suzune.
"Tidak tahu sama sekali? Mungkin saja harta mu adalah kehidupan mu itu sendiri..." jawab ku.
"Kehidupan ku sendiri?" pikir Suzune.
Tiba-tiba,terdengar suara teriakan berserta suara dentuman yang cukup besar terdengar dibawah wahana.
"Apa yang terjadi!!?" tanya ku kebingungan seraih melihat ke arah dentuman tersebut.
Ku lihat sesosok pria berjubah hitam yang sedang merafalkan mantra tingkat menengah. Suara teriakan semua orang pun terdengar jelas,mereka sibuk dengan bersembunyi dan berlari menyelamatkan diri.
Sontak listrik berserta wahana pun terhenti,aku dan Suzune tepat berada di paling atas.
"Apakah itu *******? Bandit?" pikir ku.
"Wahai api yang suci,bakarlah semua pendosa di muka bumi ini, Fire Ball" rafalkan seorang yang berjubah hitam itu tepat ke wahana yang kami tumpangi.
Sontak,wahana itu terombang ambing hendak rubuh. "Sial!!!" seru ku dengan cukup keras.
"Suzune...bisa kah kau menutup mata mu sebentar?" pinta ku.
"B-baiklah..." jawab Suzune.
"Dimension World..." ucap ku tanpa merafalkan dengan panjang.
Dengan Dimension World,kami berdua berteleportasi dari atas wahana tersebut menuju ke bawah dan mencari tempat yang aman. Setelahnnya,aku mencari informasi tentang penjahat itu.
"Hahaha...!!! Jangan sembunyi saja kau murid baru,tunjukkan kehebatan mu disini!!"
"Murid baru?? Jangan bilang—"
Dashhh!!!
Sebuah serangan yang cukup dahsyatnya menuju ke arah kami. Dengan cepat,aku membuat pelindung sihir.
"Suzune...!! Apa kau baik-baik saja?"
Bersambung...
______________________________________
*Hallo!! ini adalah novel pertamaku,dengan judul high school fantasy. Aku harap bisa menghibur para pembaca sekalian!! mohon dukungannya!! :)
Nantikan update selanjutnya,dan jangan lupa klik tombol favoritnya agar tidak ketinggal update.
Byeee... :)