Final Impact

Final Impact
Chapter 9 : Awal Dari Petualangan Ilyu



4 tahun kemudian.


Setelah menjalani latihan beratnya bersama Asta, Ilyu pun menjadi pemuda yang tangguh dan gagah. Ilyu menjadi kuat karena telah dilatih Asta selama empat tahun ini. Banyak latihan yang diberikan oleh Asta, contohnya latihan fisik, membantu warga mengambil air dan membuat sumur, berburu hewan dan lain sebagainya, latihan itu membuat Ilyu cukup kuat untuk bertarung.


Banyak juga jurus jurus Asta yang diajarkannnya kepada Ilyu. Tetapi, Ilyu lebih banyak menciptakan jurusnya sendiri dan jurus yang diciptakan Ilyu itu lumayan hebat sehingga membuat Asta terkejut.


Ilyu juga sudah bisa mengendalikan energi spiritual dengan sempurna dan bela diri tangan kosongnya juga sudah sempurna, Teknik berpedang juga sudah dipelajari Ilyu dengan baik.


Pagi hari, dihari dimana Asta menyuruh Ilyu untuk menemuinya dirumahnya karena ada suatu urusan. Terlihat Ilyu yang berdiri di depan toko pandai besi milik Asta.


"Kau sudah siap untuk melakukan perjalananmu mencari Lylia." ucap Asta memegang dagunya sambil melihat Ilyu.


"Baik, guru. Saya akan mencari kak Lylia dimanapun dia berada." Ilyu berkata dengan nada yang sopan.


Selain melatih kemampuan bertarung Ilyu, Asta juga Ilyu tentang tata krama sehingga membuat diri Ilyu bisa menjadi sopan dan berwibawa.


"Pedang Greeneye, kekuatannya belum 100% kau gunakan, bahkan 5% pun belum nyampai. Saat di perjalanan nanti mungkin kau akan bisa memahami pedang itu sedikit demi sedikit supaya bisa menggunakan kekuatan penuhnya." Asta berkata sambil melihat Pedang Greeneye yang ada di sabuk Ilyu.


"Baik, Guru." ucap Ilyu dengan sopan sambil menundukkan kepalanya.


Asta pun mengeluarkan sebuah barang dati sakunya.


"Ini adalah teknik menyembunyikan aura dan hawa keberadaan. Ini akan berguna untuk menyembunyikan aura misterius yang kadang kadang keluar dari tubuhmu itu." ucap Asta kepada Ilyu sambil memberikan buku teknik itu kepada Ilyu.


Ilyu menerima buku itu dengan senang hati. Setelah itu, Ilyu berpamitan kepada Asta untuk pulang kerumahnya untuk bersiap siap melakukan perjalananya untuk mencari Lylia.


Ilyu pun pulang kerumahnya dan mengganti bajunya. Ilyu memakai baju berwarna biru dan jubah berwarna hitam, Ilyu juga menata rambutnya supaya bisa kelihatan rapi.


Setelah selesai berkemas, Ilyu pun kembali ke rumah Asta untuk berpamitan.


"Guru, saya akan pergi." ucap Ilyu setelah sampai di rumah atah juga toko pandai besi milik Asta.


"Baiklah, guru akan selalu mendoakanmu. Jadi berhati hati lah." Asta berkata dan berpamitan kepada Ilyu.


Setelah berpamitan Ilyu pun hendak pergi melakukan petualangannya tetapi kerumunan penduduk desa menghadangnya dan memberikan salam perpisahan hangat kepada Ilyu. Ilyu terharu dengan keadaan ith dan sempat ingin meneteskan ait mata.


Setelah melewati kerumunan yang heboh itu, Ilyu pun melanjutkan perjalanannya. Ilyu memulai perjalanannya sesuai peta yang diberikan oleh gurunya yaitu Asta.


Asta berkata bahwa Lylia mungkin ditahan di markas besar Klan Kallavan. Klan Kallavan dan Klan Gatetohven adalah klan yang memiliki hubungan yang buruk, sejak ribuan tahun yang lalu, mereka selaku berperang tanpa henti hingga suatu insiden terjadi yang membuat kedua klan itu berhenti berperang untuk sementara hingga saat ini, itu yang diceritakan Asta kepada Ilyu dulu.


Ilyu memulai perjalanannya melewati jalan yang disisi kiri dan kanannya terdapat hutan. Jalan ini jugalah yang dipakai oleh penduduk desa untuk pergi ke luar wilayah atau luar kota.


Para penduduk desa jarang menggunakan jalan ini dan entah kenapa mereka lebig memilih jalan di dalam hutan daripada jalan ini.


Saat diperjalanan Ilyu terus memikirkan tentang keberadaan Lylia dan dia terus memandangi peta itu. Ini adalah perjalanan Ilyu pertama kalinya ke dunia luar. Karena saat pertama kali Lylia menemukannya, Ilyu tidak pernah pergi ke wilayah lain atau kota lain selain menetap di desa itu, bahkan Ilyu sendiri tidak tahu nama desa yang ditempatinya selama enam tahun ini.


"Apa itu?" batin Ilyu berkata saat ia mendengar suara semak di tepi jalan yang di tempuhnya itu berbunyi dan bergerak.


Tak lama kemudian, dua puluh orang dewasa keluar dari semak itu sambil masing masing membawa sebilah pedang.


"Serahkan semua hartamu!" berkata salah satu dari dua puluh orang tersebut yang berada diposisi depan sambil mengacungkan pedangnya kepada Ilyu.


"Apa maumu." ucap Ilyu dengan singkat dan tenang dengan wajah yang menghadap ke bawah.


"Serahkan hartamu atau kami akan membunuhmu!" teriak orang yang berada di posisi depan itu sambil menggertakkan pedangnya.


"Kau bicara seakan akan kau bisa membunuhku." Ilyu berkata lagi membalas perkataan orang itu dengan tenangnya.


Mendengar ucapan Ilyu itu yang seperti meremehkan mereka yang jumlahnya banyak, membuat orang orang yang menghadang Ilyu itu tertawa terbahak bahak.


Ilyu pun menarik Pedang Greeneye dari sakunya dan bersiap untuk bertarung.


Asta mengajarkan Ilyu supaya tetap bersikap tenang saat bertarung. Asta menghadapkan seekor ular sawah yang besar kepada Ilyu setiap hari dan menyuruh Ilyu untuk menghadapinya dengan tenang tanpa panik sekalipun. Asta membawa ular sawah yang besar itu setiap hari kepada Ilyu agar Ilyu bisa tenang menghadapi setiap musuh yang akan dihadapinya dimasa mendatang, contohnya dengan apa yang terjadi kepada Ilyu saat ini.


Dua puluh orang yang menghadang jalan Ilyu adalah bandit atau perampok. Biasanya para bandit akan merampok dan mengancam orang yang tidak memberikan hartanya kepada mereka. Mungkin para bandit inilah yang ditakuti penduduk desa dan yang membuat penduduk desa melewati jalan yang susah untuk menghindari para bandit ini. Tapi kali ini, mereka salah merampok orang.


Kedua puluh orang itu pun maju bersamaan menyerang Ilyu. Tanpa bergerak sedikitpun, Ilyu menunggu mereka semua mendekat dan menunggu kesempatan yang pas untuk melancarkan serangannya.


"Darkness Slash!" Ilyu mengalirkan elemen kegelapannya kepada Pedang Greeneye nya dan seketika Pedang Greeneye pun berubah menjadi warna hitam pekat yang menghantam kedua puluh orang tersebut.


Serangan energi itu pun tepat mengenai bagian perut kedua puluh bandit itu. Mereka semua lun jatuh ke sakitan dan sedikit dari mereka yang berdiri lagi dan lanjut menyerang Ilyu dengan keadaan perut yang tergores.


Ilyu pun kembali mengeluarkan serangan pedangnya dan menghantam bandit yang masih menyerang itu. Serangan itu pun berhasil lagi mengenai tepat di tempat serangan yang dilancarkan Ilyu sebelumnya.


Darah pun semakin banyak berkeluaran dari bagian perut bandit itu yang digores dengan Pedang Greeneye milik Ilyu.


Bandit yang masih bisa berdiri lun kabur dan berlari menghindari Ilyu. Tetapi Ilyu membiarkan bandit itu kabur, karena bandit yang masih bisa berdiri kembali menyerang dirinya. Ilyu ingin cepat cepat mengakhiri pertarungan itu.


"Darkness Flow!" Ilyu mengulurkan tangannya ke depan dan mengalirkan energi spiritualnya ke ujung jari telunjuknya dan menembakan energi spiritual itu lalu energi itu pun melesat dan mengenai para bandit yang mencoba menyerang Ilyu..


Akhirnya, Ilyu berhasil mengakhiri pertarungan itu tanpa bajunya kotot atau berlumuran darah sedikit pun.


Melihat para bandit itu tergeletak tidak berdaya dan darah yang mengalir keluar dari tubuh mereka membuat Ilyu kasihan, tetapi itu adalah bayaran yang cocok untuk mereka karena merampok orang.


Ilyu pun meninggalkan mereka semua yang berbaring lemas di tanah karena tidak tahu harus berbuat apa. Seperti tidak ada yang terjadi, Ilyu dengan santainya berjalan ke depan mengikuti peta yang diberikan Asta dengan tenangnya.