Final Impact

Final Impact
Chapter 11 : Fraquin



Tak lama kemudian, Ilyu pun mengakhiri latihannya karena ia merasa kekuatannya sudah sedikit bertambah, jika ingin bertambah kuat lagi, Ilyu harus melanjutkan latihan lagi yang memakan waktu yang lama sedangkan Ilyu harus melanjutkan lagi perjalanannya mencari Lylia.


"Kurasa kekuatan segini saja sudah cukup." ucap Ilyu saat turun dari kasurnya yang tadinya ia sedang latihan dengan cara bermeditasi.


"Aku merasakan hawa kekuatan yang kuat dari pria berambut coklat itu tadi." kata Ilyu di dalam hati sambil berdiri mengemaskan barang bawaannya yaitu Pedang Greeneye miliknya.


Ilyu pun keluar dari kamarnya dan berjalan menuju ke tangga. Saat ia baru saja keluar dari pintu kamarnya, pria berambut tadi berjalan melewatinya dan menuju ke kamar yang ada disebelah kamarnya. Mereka berdua saling bertatapan, pria berambut coklat itu memandang Ilyu dengan pandangan yang tajam dan dingin sembari berjalan melewatinya.


Ilyu hanya bisa diam karena ia tidak ingin mencari masalah. Setelah itu Ilyu pun turun dari tangga dan menuju ke tempat pembayaran.


Ilyu pun mengeluarkan uangnya dan membayarkan uang sewanya kepada wanita yang umurnya hampir sama seperti Lylia tadi. Ilyu pun berpamitan dengan sopan kepada wanita dan kedua gadis itu dan beranjak keluar dari Penginapan Blue Ocean itu.


Ilyu pun berjalan keluar dari penginapan itu dan saat ia sedang beranjak keluar, pria berambut coklat tadi tiba tiba muncul di depan Ilyu. Pria itu bergerak sangat cepat bahkan Ilyu tidak menyadari bahwa ia berada di depan dirinya.


Ilyu terkejut dan tiba tiba berhenti mendadak.


"Apa maumu?" ucap Ilyu tiba tiba berhenti karena terkejut dengan kehadiran pria berambut coklat tadi tepat di depannya.


Wanita dan gadis gadis muda yang tadi sempat melihat Ilyu berjalan keluar pun terkejut karena melihat pria berambut coklat itu tiba tiba menghadang jalan Ilyu.


"Apa yang terjadi?" batin wanita yang seumuran dengan Lylia itu sembari mendekati Ilyu dan pria berambut coklat itu yang masih berada di pintu masuk Penginapan Blue Ocean miliknya.


"Siapa namamu?" ucap pria berambut coklat itu kepada Ilyu sambil menatap matanya dengan tajam sementara wanita yang seumuran dengan Lylia itu masih berjalan mendekati mereka.


"Nama? Namaku Ilyu." balas Ilyu dengan nada yang dingin. Ilyu bingung kenapa pria itu menghadang jalannya padahal dirinya tidak melakukan apapun kepada pria berambut coklat itu.


"Maaf tuan Quin. Apa yang sedang terjadi disini?" tanya wanita yang seumuran dengan Lylia setelah ia sampai pada Ilyu dan pria berambut coklat itu yang sedang berdiri saling berhadapan di depan pintu masuk penginapannya.


"Tidak apa apa. Aku hanya ingin berkenalan dengan pemuda ini." ucap pria berambut coklat itu membalas pertanyaan wanita pemilik penginapan ini.


"Perkenalkan namaku adalah Fraquin, nama belakangku mungkin jangan disebutkan. Apa aku boleh meminta waktumu sebentar?" ucap Fraquin setelah memperkenalkan dirinya kepada Ilyu dengan nada yang sopan.


Mendengar itu, wanita yang seumuran Lylia dan juga pemiliki dari penginapan ini pun merasa lega. Ia tidak mau terjadi pertumpahan darah di penginapan miliknya. Tadi dia sempat berpikir bahwa Ilyu telah mencari gara gara kepada Fraquin sehingga membuat Fraquin marah dan hendak mengajak Ilyu bertarung.


Wanita pemilik penginapan ini bernama Diane, penginapan ini milik keluarganya yang diberikan kepadanya untuk di kelolanya. Melihat Ilyu dan Fraquin tadi, Dianr khawatir


kalau mereka berdua akan bertarung di penginapannya sehingga membuat penginapan miliknya itu mendapatkan nama buruk dari para penduduk kota.


Mendengar permintaan dari Fraquin kepadanya, Ilyu pun menerima permintaan Fraquin karena jika dia menolaknya itu tidak sopan. Ilyu diajarkan sopan santun oleh Asta agar Ilyu tidak dipandang buruk bagi orang orang yang berbicara atau pun berinteraksi dengannya.


Fraquin pun mengajak Ilyu ke suatu tempat dan tempat itu adalah sebuah restoran. Fraquin mencari tempat duduk untuk mereka berdua sementara Ilyu sedang terpana melihat kemegahan restoran itu. Jika Ilyu makan disana dengan menggunakan uangnya, Ilyu lebih baik membeli roti dengan pedagang pedagang yang ada di kota ini karena uang yang dibawa Ilyu tidak banyak sehingga membuat dirinya berhemat untuk biaya makanan kedepannya.


Untung saja Fraquin bilang dia akan membayar tagihan makan di restoran itu kalau tidak maka Ilyu akan menolak ajak Fraquin tadi. Setelah menemukan tempat duduk atau meja, mereka berdua pun duduk.


"Tolong air birnya satu, kamu mau pesan apa, Ilyu?" ucap Fraquin memanggil pelayan restoran. Sifat Fraquin berubah 90 derajat. Tidak seperti tadi, pandangan yang diberikan Fraquon tadi sangat tajam sehingga membuat Ilyu tidak berani memandang matanya lama dalam waktu yang lama, tapi kini, pandangan yang diberikan Fraquin kepada Ilyu sangat hangat tidak lagi seperti orang yang akan memakan Ilyu. Ilyu bilang kepada Fraquin bahwa ia memesan air putih saja dan Fraquin pun langsung memesankannya tanpa mempertanyakan apapun.


"Nama mu Ilyu kan, aku merasakan hawa kekuatan yang kuat dari dirimu. Apa kau berasal dari serikat ataupun kelompok tertentu?" tanya Fraquin kepada Ilyu.


"Serikat? Kelompok? Apakah itu seperti klan?" Ilyu bertanya balik kepada Fraquin karena ia tidak tahu apa itu serikat atau pun kelompok.


"Klan? Apa kau juga berasal dari sebuah klan?" ujar Fraquin dengan nada yang sedikit lebih keras sambil memegangi pedang yang ada di pundaknya.


"Tidak. Saya tidak berasal dari sebuah klan." ucap Ilyu dengan singkat. Ilyu terkejut mendengar Fraquin berkata dengan nada yang seperti itu dan terlihat seperti ingin menarik pedang yang ada di punggunya tadi.


Mendengar ucapan Ilyu Fraquin pun kembali tenang seperti biasa. Pandangan Fraquin teralihkan kepada pedang yang dibawa Ilyu yaitu Pedang Greeneye.


"Pedang itu..terlihat kuat." kata Fraquin di dalam hatinya setelah melihat pedang yang dibawa Ilyu. Fraquin tidak mempertanyakan tentang pedang yang dibawa Ilyu kepadanya, Fraquin hanya mengabaikannya dan membicarakan tentang hal lain.


"Apakah kamu berasal dari Klan Zillian? Aku merasakan energi yang sama seperti anggota Klan Zillian yang lainnya pada dirimu." tanya Fraquin kepada Ilyu dengan nada yang serius.


"Tidak, bukan. Saya bukan dari klan apapun." balas Ilyu atas pertanyaan yang diberikan oleh Fraquin padanya sambil meminum air putih yang dipesannya tadi.


Ilyu tidak tahu bahwa Zillian adalah nama belakang gurunya yaitu Asta, Ilyu pun bertingkah seperti tidak tahu apa apa.


"Oh kalau begitu maaf, aku sudah membuang buang waktumu. Hahaha ternyata aku salah orang" tawa Fraquin sambil berdiri dari tempat duduknya.


Ilyu pun ikut berdiri dan Fraquin berniat untuk undur diri setelah membayar minuman yang mereka pesan. Ilyu pun berjalan bersama Fraquin menuju pintu keluar dari restoran ini.


Setelah keluar dari restoran ini, Ilyu dan Fraquin yang masih belum berpisah di depan pintu masuk restoran itu di hadapkan dengan suatu kejadian aneh di hadapan mereka berdua.


Hal aneh telah terjadi, Beast yang biasanya hanya keluar pada malam hari kini terlihat sedang mengamuk di kota Arizona ini, teriakan penduduk terdengar keras ditelinga Ilyu dan banyak warga warga yang berlarian keluar dari rumah dan menjauh dari lokasi yang ada Beast itu dan menuju ke tempat yang aman.


Beast yang muncul kali ini terlihat sangat mengerikan. Kepalanya berbentuk seperti kepala harimau dan badannya terlihat seperti gorila raksasa dan badannya sangat tinggi, 10 kali lipat dari tinggi badan manusia. Tapi kejadian ini tidak membuat Ilyu panik sedikit pun. Ilyu melihat wajah Fraquin yang tersenyum tipis seperti seolah olah dia bisa mengalahkan Beast itu dengan mudah.