
Keesokan harinya, dipagi hari, saat mereka semua bangun dari tidurnya mereka pun mengemaskan tenda mereka. Karena hari cerah, mereka pun berniat untuk mencari makanan dan melanjutkan perburuan.
Disaat mereka semua hampir selesai mengemaskan tendanya masing masing, Bao melihat tenda Ilyu masih berdiri. Bao berpikir bahwa Ilyu masih tertidur dan Bao pun berniat untuk membangunkannya, sesampainya di tenda Ilyu, Bao pun memasuki tenda Ilyu dan berniat untuk membangunkan Ilyu dari tidurnya.
Setelah memasuki tenda milik Ilyu, Bao tidak melihat apa apa, tidak ada keberadaan Ilyu disana. Bao merasa panik dan memerintahkan para pemburu lain untuk mencari Ilyu.
"Semuanya!, Ilyu tidak ada didalam tendanya, cepat cari! Dimana pun dia berada kita harus menemukannya, kalau tidak Lylia akan marah besar! Bisa bisa desa kita akan hancur karena kemarahannya!" Bao berteriak setelah keluar dari tenda Ilyu.
Pemburu lain pun panik dan bergegas untuk mencari Ilyu. Mereka semua berpencar, puluhan anggota yang ikut berburu berpencar keseluruh arah untuk mencari Ilyu.
Tak lama kemudian, seorang pemburu yang ikut mencari Ilyu berteriak.
"A...apa ini!!" teriak seorang pemburu karena melihat sesuatu yang sangat menyeramkan.
"Suara itu!" batin Bao setelah mendengar teriakkan pemburu itu.
Setelah mendengar teriakan itu, para pemburu lain yang sedang mencari Ilyu berkumpul ke arah sumber suara itu. Setelah mereka semua berkumpul, mereka melihat sesuatu yang tidak wajar.
Disana terlihat mayat dua ekor beruang besar yang terbaring ditanah dengan lumuran darahnya yang membasahinya. Dan hal yang lebih tidak wajar adalah keberadaan Ilyu.
Ilyu berdiri diantara mayat dua ekor beruang besar tersebut dengan lumuran lumuran darah yang ada di badannya. Saat itu mata Ilyu bersinar terang, sinar itu jelas sekali berwarna merah. Semua pemburu yang hadir melihat kejadian itu terdiam, mereka merasa ketakutan dan merasa susah bernafas.
"I...ini...apa?" Bao kebingungan dan terpana melihat keadaan yang sedang dilihatnya.
"A..apakah...di..dia yang me..lakukannya?" seorang pemburu lain yang tidak sanggup berkata dengan benar karena benar benar takut melihat kejadian ini.
Ilyu tidak sadar akan kehadiran para pemburu yang pergi berburu kali ini di dekatnya. Ilyu terus berdiri memandang kebawah dan tidak bergerak sedikitpun. Akhirnya mata Ilyu yang bersinar merah terang tadi pun menghilang dan entah kenapa tubuh para pemburu lain merasa bisa bergerak dengan bebas dan mereka bernafas pun sudah bisa lumayan lancar.
Setelah itu, Bao pun menghampiri Ilyu sambil berkeringat dingin. Pemburu yang lain tidak berani mendekati Ilyu karena mereka merasa ada hawa yang sangat sangat jahat dan sangat sangat kuat yang keluar saat mata Ilyu bersinar merah terang tadi.
Setelah mata Ilyu berubah seperti biasanya, hawa itu pun menghilang. Tetapi ingatan tentang rasa dari hawa yang dikeluarkan Ilyu tadi tidak bisa dilupakan oleh para pemburu lainnya karena hawa itu benar benar hawa yang sangat jahat.
"Il...yu, apa kamu baik baik saja?" tanya Bao perlahan mendekati Ilyu yang sedang berdiam diri.
Ilyu tidak bicara sepatah kata pun, dia hanya diam berdiri dan tidak bicara satu kata pun. Tak lama kemudian Ilyu tiba tiba jatuh dan tidak sadarkan diri.
Melihat Ilyu tidak sadarkan diri, pemburu yang lain pun mendekati Ilyu dan Bao dan membawanya pulang ke desa untuk di obati.
Mereka pulang dengan keadaan perut yang kelaparan. Mereka tidak takut untuk pulang ke desa disiang hari karena, saat siang hari tidak mudah tersesat, Bao pun sudah mulai ingat jalan untuk pulang ke desanya. Bao baru beberapa kali pergi berburu, dia biasanya di ajak oleh pemburu profesional yang lain untuk berburu di hutan.
Bao tidak terbiasa memimpin sebuah rombongan di saat berburu, maka dari itu acara perburuan kali ini kacau total.
Setelah jauhnya berjalan dari dalam hutan, akhirnya mereka sampai di desa. Melihat rombongan mereka yang terlihat pucat pasi nembuat para penduduk yang ada disana khawatir, apalagi melihat Ilyu yang tidak sadarkan diri.
Semua penduduk desa rata rata mengenal Ilyu karena Ilyu sangat dekat dengan Lylia.
Lylia bisa dibilang salah satu orang yang terpandang yang ada didesa jadi bukanlah hal yang tidak wajar kalau penduduk desa mengenal Ilyu.
Melihat keadaan Ilyu, salah satu dari penduduk desa itu berlari menuju kerumah Lylia untuk memberi tahunya keadaan Ilyu. Tak lama kemudian Lylia pun datang dengan panik.
Lylia pun bertanya tentang apa yang terjadi kepada Ilyu. Bao oun menceritakan seluruh tragedi itu kepada Lylia, Lylia terkejut mendengar cerita itu. Lylia tidak percaya dengan cerita Bao. Lylia tidak percaya kalau Ilyu telah membunuh dua ekor beruang dewasa seorang diri apalagi di umurnya yang baru 12 tahun ini.
Lylia pun mengantarkan Ilyu ke dokter desa untuk mengobatinya. Saat Ilyu sadar, Lylia berencana untuk menanyakan apa yang terjadi padanya saat berburu dan apa yang membuatnya tidak sadarkan diri seperti sekarang ini.
Lylia pun bergegas ke kediaman dokter desa dan langsung meminta dokter itu untuk mengobati Ilyu.
Dokter itu pun mengobati Ilyu. Dan pemburu pemburu yang ikut berburu pun pulang kerumah mereka masing masing untuk menyantap makanan. Mereka pasti sangat kelaparan karena dari sore semalam belum ada makan sedikitpun, karena perbekalan makanan yang mereka bawa basah karena hujan.
Sore hari kemudian, Ilyu belum juga sadar, itu membuat Lylia sangat khawatir. 2 tahun belakangan ini, hubungan Lylia dengan Ilyu sangat dekat, mereka sudah seperti kakak dan adik kandung. Jadi sekarang, ke khawatiran Lylia sudah seperti ke khawatiran kakak kandung kepada adik kandung yang sedang tidak sadarkan diri.
Segala cara yang ia punya telah dicobanya hanya untuk mengobati Ilyu, tetapi itu tidak berguna, Ilyu belum juga kunjung bangun. Dokter pun menggunakan teknik menyembuhkan menggunakan energi spiritual untuk menyembuhkan Ilyu, tetapi itu pun tidak berhasil juga.
Energi spiritual adalah energi yang sudah ada di dunia ini, energi itu dapat dimasukkan ke dalam tubuh dengan menggunakan teknik teknik yang ada. Energi spiritual berguna untuk memperkuat tubuh dan menyembuhkan. Energi spiritual berguna juga di dalam pertarungan, energi spiritual bisa digunakan untuk menyrang musuh atau pun bertahan dari serangan musuh.
Tapi, untuk mengendalikan energi spiritual, butuh latihan yang cukup agar bisa dengan mudah mengendalikannya.
Malam hari kemudian, Ilyu belum juga bangun, dokter berkata kepada Lylia bahwa Ilyu hanya terkena syok, biasanya orang syok tidak akan pingsan selama ini dan inilah yang membuat dokter kebingungan, dokter pun hanya menyuruh Lylia untuk menunggu sampai Ilyu bangun. Akhirnya mereka pun terpaksa untuk menginap di rumah dokter desa itu.