
Setelah sekian banyaknya waktu yang dihabiskan Ilyu di Kota Arizona ini, Ilyu pun bergegas untuk melanjutkan perjalanannya hingga tiba di kota ataupun desa selanjutnya sebelum malam hari tiba. Jika Ilyu bermalam hari di jalan yang ditempuhnya, mungkin para Beast akan bermunculan dan jumlahnya mungkin tidak hanya satu. Jika seperti itu, Ilyu tidak tahu apakah ia masih bisa mengalahkannya atau tidak.
Ilyu pun terus berjalan ke arah selatan dari Kota Arizona ini seperti yang tunjukkan oleh peta yang diberikan oleh gurunya yaitu Asta. Akhirnya Ilyu pun meninggalkan Kota Arizona ini setelah ia menorehkan prestasi di kota ini sehingga membuat dirinya terkenal.
Jalan yang ditempuh Ilyu kali ini tidak jauh berbeda dengan jalan yang ditempuhnya kemarin. Hutan atau semak belukar yang ada di kiri kanan jalan yang ditempuh Ilyu itu tidak lumayan lebat.
Ilyu berjalan dengan santainya dijalan itu, disaat ada pedagang yang membawa gerobak ataupun orang yang lewat, Ilyu tidak ragu untuk menyapa mereka. Tujuan Ilyu kali ini adalah Kota Anming, kota ini dijuluki sebagai kota kriminal karena banyak tindak kriminal yang terjadi di kota ini.
Hari pun sudah mulai gelap tetapi Kota Anming belum juga terlihat, itu menandakan letak Kota Anming masih jauh. Ilyu pun mempercepat langkah kakiknya, tetapi jarak Kota Arizona ke Kota Anming memang lah sangat jauh. Biasanya butuh dua hari dengan berjalan kaki untuk sampai ke kota sana.
Ilyu yang berlari pun tidak kuasa lagi dan memilih untuk mencari tempat untuk bersembunyi ataupun tempat untuk beristirahat. Ilyu melakukan itu karena ia tidak mau berurusan dengan para Beast. Asta pernah berkata kepadanya bahwa lebih baik menghindar dari pertarungan dengan Beast karena itu tidak ada keuntungannya, nyawamu bisa terancam karena hal itu.
Ilyu pun pergi ke sisi kiri jalan yang ditempuhnya itu yang tempat itu pun adalah semak belukar yang lebat.
Hari pun semakin gelap, itu menandakan bahwa hari sudah malam. Ilyu masih tidak menemukan tempatnya untuk bersembunyi dari para Beast.
"Ini gawat, aku harus cepat mencari tempat untuk bersembunyi!" batin Ilyu sambil berlari menoleh kesana kesini karena mencari tempat untuk bersembunyi.
Saat itu sedang berlari, di depannya terlihat sosok Beast yang sangat menyeramkan muncul. Beast itu terlihat memiliki gigi yang panjang dan tajam dan berjalan membungkuk, wajahnya tidak kelihatan karena gelap. Tetapi yang membuat Ilyu khawatir adalah, Beast itu tidak sendirian, tepatnya jumlah Beast yang dilihat Ilyu saat ini berjumlah 5 ekor.
Rupanya sama semua, mereka semua memiliki taring dan badan yang membungkuk yang sama. Mereka menyadari hawa keberadaan Ilyu dan seketika pandangan mereka semua teralihkan kepada Ilyu.
Para Beast bisa melihat dengan jelas di kegelapan di malam hari sehingga mudah bagi mereka melihat daerah sekitar, berbeda dengan Ilyu yang kurang jelas melihat di malam hari, untuk melihat wajah wajah Beast yang didepannya saja Ilyu nampak kesulitan.
Kelima Beast itu pun berlari ke arah Ilyu dan berniat untuk memangsa Ilyu. Beast itu berlari dengan sangat kencang sehingga tidak butuh waktu yang lama bagi mereka semua untuk mendekati Ilyu yang pada saat itu pun Ilyu tidak jauh berada di depan Beast Beast itu.
Gertakkan dari para Beast itu pun terdengar sampai ke telinga Ilyu dan membuat Ilyu bersiap diri untuk bertarung. Ilyu langsung menarik Pedang Greeneye miliknya dari sabuk yang ada di pinggangnya itu.
"Rrrgggghhh!" gertak Beast sambil melancarkan pukulan kepada Ilyu.
Ilyu masih bisa menghindari pukulan dari Beast yang menyerang Ilyu, padahal Ilyu tidak bisa melihat dengan jelas karena gelap, Ilyu mengandalkan instingnya untuk menghindari pukulan dari Beast itu.
Terlepas dari pukulan yang tadi, dua Beast yang lainnya melompat ke arah Ilyu berniat untuk menerkamnnya. Beast itu terlihat seperti sedang berkerja sama dan tidak terlihat sedikit pun adanya permusuhan di antara mereka.
Pada awalnya Ilyu bingung dari mana datangnya Beast Beast ini.
"Aku harus terpaksa melawan mereka!" teriak Ilyu di dalam hatinya karena merasa tertekan oleh para Beast Beast itu.
"Dark Ring Circle!" teriak Ilyu dengan lantang setelah mengangkat kedua lengannya ke atas.
Terlihat sebuah lingkaran cincin berwarna hitam pekat mengitari tubuh Ilyu dari kaki sama ke kepala.
Kedua Beast yang tadinya menerkam sehingga membuat Ilyu tidak bisa bergerak itupun terkena lingkaran cincin hitam itu dan berteriak kesakitan karena tangannya terpotong oleh lingkaran cincin hitam itu.
"Rrraaaaooooggghhh!" teriak kedua Beast itu yang menerkam Ilyu secara bersamaan.
Kekangan yang tadinya mengekang Ilyu pun hilang dan Ilyu akhirnya bisa bergerak dengan bebas. Ilyu pun menjauh dan membuat jarak dari tiga Beast yang masih berdiri tidak jauh disana.
Dua Beast yang tadinya sempat terjatuh itu pun berdiri kembali dengan tangannya yang tadinya terpotong kini utuh kembali.
"Apakah ini yang namanya regenarasi seperti yang guruku ajarkan?" ucap Ilyu didalam hati mengingat pelajaran yang diingatnya sewaktu berlatih bersama gurunya Asta setelah melihat tangan Beast yang terpotong itu utuh atau bersambung kembali.
Regenerasi adalah kekuatan penyembuhan yang kemampuannya tidak diragukan lagi dalam hal penyembuhan. Beast ini menunjukkan bahwa dirinya memiliki kemampuan regenerasi.
Setelah itu, kelima Beast itu pun berlari ke arah Ilyu dengan kecepatan yang sulit di lihat Ilyu apalagi pemandangan saat ini gelap gulita. Kelima Beast iti pun melompat secara bersamaan ke arah Ilyu pada saat jarak mereka dengan Ilyu sudah tidak terlalu jauh. Ilyu yang sulit menghindari serangan itu pun akhirnya terkena serangan itu.
"Apakah aku...akan mati disini..." batin Ilyu setelah terkena serangan dari kelima Beast yang menyerangnya.
Dan terlihat Ilyu sudah tidak sadarkan diri setelah tertimpa oleh badan dari kelima Beast itu yang lumayan besar. Kelima Beast itu pun berniat untuk menyantap Ilyu bersama.
Saat tangan mereka yang memilik kuku yang tajam ingin merobek tubuh Ilyu, tiba tiba saja Ilyu sadarkan diri dan langsung menepis tangan dari salah satu Beast itu.
Ilyu pun bergegas berdiri dan kelima Beast yang mengerumuninya itu pun sedikit tertepis menjauh. Mata Ilyu terlihat berubah warna menjadi warna merah terang dan matanya itu menyinari hutan tempat mereka bertarung pada saat ini. Ilyu berdiam diri dan tidak bicara sepatah kata pun dan menunjukkan ekspresi seperti bintang buas yang siap merobek daging apapun seperti itu bukan dirinya sendiri.
Dengan langkahnya yang cepat, Ilyu pun berlari ke arah kelima Beast itu. Dengan sekali kedipan mata, bagian perut dari kelima Beast itu pun tergores karena serangan pedang yang dilancarkan Ilyu. Suara teriakan Beast yang kesakitan itu pun terdengar kuat, untung saja tempat mereka bertarung ini sangat jauh dari permukiman warga sehingga tidak seorang pun yang mendengar suara teriakan itu.
Tidak cukup dengan goresan pedang yang diberikannya, Ilyu pun dengan ganasnya menggorok leher Beast itu satu persatu dengan kecepatan yang sulit di bayangkan dengan pikiran. Tidak sampai satu detik, para Beast itu pun terjatuh dengan keadaan leher mereka yang telah berlubang karena digorok Ilyu sambil mengeluarkan darah yang banyak.
Para Beast itu pun jatuh tidak sadarkan diri lagi dan tidak lagi beregenerasi. Ilyu yang masih berdiri tegak setelah melancarkan serangan yang tidak masuk di akal itu pun terjatuh tidak sadarkan diri juga. Dan mata yang berwarna merah terang itu pun hilang. Entah kenapa, saat Ilyu mengeluarkan mata merah nya tadi kelima Beast itu terlihat ketakutan dan diam tidak menggerakkan tubuh mereka.
Ilyu pun terjatuh ke tanah dan tidak sadarkan diri, sementara kelima Beast itu mati tanpa kepala yang melekat ditubuh mereka.