Final Impact

Final Impact
Chapter 10 : Kota Arizona



Setelah melakukan perjalanan yang panjang menyusuri jalan itu, akhirnya sebuah perkotaan yang dipadatkan akan penduduk dan banyak gedung gedung yang tinggi pun terlihat. Ilyu pun berjalan menuju ke kota yang pada akan penduduk itu dengan perasaan yang terpana.


Saat Ilyu sudah memasuki kota itu, banyak sekali orang orang yang melakukan jual beli barang di samping jalan yang sedang dituju Ilyu itu. Sungguh kota yang sangat ramai dan terdapat banyak bangunan yang megah, pemandangan ini sungguh sangat langka bagi Ilyu karena 6 tahun terakhir ini setelah Lylia menemukannya Ilyu hanya menetap di desanya.


Ilyu pun berencana untuk menginap di sebuah penginapan karena perjalanannya tadi memakan waktu yang lumayan lama. Dengan berbekal uang yang diberikan oleh gurunya yaitu Asta, Ilyu mungkin akan bertahan selama beberapa hari dengan uang itu. Setelah uang itu habis Ilyu akan mencari uang dengan cara berkerja paruh waktu di suatu kota yang akan di datanginya pada saat uangnya telah habis.


Ilyu pun berjalan menyusuri setiap sudut kota itu demi mencari sebuah penginapan karena hari sudah mulai malam. Setelah sekian lamanya mencari sebuah penginapan, akhrinya Ilyu menemukan suatu penginapan yang menurutnya cocok untuk dirinya.


Penginapan itu lumayan besar, dinding nya terbuat dari kayu kayu yang berkualitas tinggi sehingga membuatnya semakin kuat dan nyaman dilihat. Penginapan itu berada di sudut sudut kota yang jarang dilewati orang. Ilyu memilih penginapan itu dari sekian banyak yang ada di kota itu karena tempat itu yerlihat sepi akan pengunjung.


Ilyu pun memasuki penginapan itu dan terlihat dua orang gadis muda yang berpakaian rapih menyambut kedatangan Ilyu dengan hangat.


Dua orang gadis muda yang menyambut Ilyu pun bertanya kepada Ilyu.


"Apa ada yang bisa kami bantu tuan?" ucap dua orang gadis itu secara bersamaan dengan memasang ekspresi yang imut.


Ilyu pun berkata bahwa ia akan menginap sdi penginapan ini. Setelah itu, dua orang gadis itu pun mengantar Ilyu ke kamar yang kosong yang berada di lantai atas. Ilyu pun memasuki kamar yang telah ditunjukkan oleh dua orang gadis muda itu dan segera membaringkan dirinya ke kasur.


Setelah perjalanan jauh yang dialaminya, Ilyu merasa lelah dan lapar.


"Tubuhku bau...aku harus mandi" kataIlyu dalam hatinya saat dia mencium bau badannya sendiri.


Ilyu pun berdiri dari kasurnya dan ingin mandi di kolam air panas yang berada di lantai bawah tadi. Setelah turun ke bawah, Ilyu menuju tempat dimana dua orang gadis itu berada yaitu di ruangan mereka.


"Permisi, dimana tempat mandinya?" ucap Ilyu diluar pintu dari ruangan dua orang gadis muda itu. Ilyu melihat mereka berdua keluar dari ruangan itu saat mereka hendak menyambut kedatangan Ilyu tadi dan hal itulah yang membuat Ilyu mengetahui bahwa ruangan itu adalah ruangan mereka berdua.


Salah satu dari gadis muda yang menyambut Ilyu tadi pun keluar dari ruangan itu dan hendak memberi tahu lokasi kolam air panas itu kepada Ilyu.


Gadis itu pun menunjuk ke arah ruangan yang berada di depan ruangannya.


"Disitu ruangan kolam air panasnya, tuan" ucap gadis itu setelah menunjuk ke arah ruangan yang berada di depan ruangannya itu.


Ilyu pun berterima kasih kepada gadis itu dan beranjak pergi ke ruangan kolam air panas itu.


"Ah..ternyata hanya disitu.." ujar Ilyu di dalam hati saat berbalik badan menjauhi ruangan gadis gadis itu.


Ilyu pun memasuki kolam air panas itu dengan senangnya dan dia melihat tidak ada satupun orang yang berada disana. Ilyu tidak memperdulikan hal itu dan mulai membuka baju dan celananya untuk memasuki kolam air panas itu. Ilyu pun mandi di kolam itu dengan santainya melepaskan kelelahan yang di alaminya hari ini.


Ia pun selesai mandi dan keluar dari kolam air panas itu, dengan memakai handuk, Ilyu mengeringkan badannya. Ilyu pun keluar dari ruangan kolam air panas itu dan beranjak ke kamarnya untuk beristirahat.


Saat ia ingin menuju ke kamarnya dengan menaiki tangga, dua orang gadis tadi pun datang menghampiri Ilyu.


"Apakah tuan ingin ditemani oleh kami berdua malam ini?" ucap salah satu gadis itu memegangi tangan Ilyu yang sedang menuju ke arah tangga.


Ilyu kebingungan dengan ucapan kedua gadis itu, Ilyu tidak mengerti sedikit pun dengan perkataan yang keluar dari dua orang gadis muda yang umurnya tidak jauh dari Ilyu itu.


Ilyu berpikir bahwa dua orang gadis itu akan menemainya malam ini karena takut akan ada orang yang menggangunya di penginapan ini, dengan santainya Ilyu pun mengiyakan ajakan dari kedua gadis itu.


Wajah kedua gadis itu pun langsung memerah dan mereka berdua pun mengikuti Ilyu yang mulai berjalan menaiki anak tangga untuk menuju kekamarnya.


Setelah sampai ke kamarnya, Ilyu pun langsung berbaring di kasurnya karena lelah, tanpa makan sedikitpun Ilyu ingin untuk langsung tidur tanpa menyantap makanan sedikitpun karena uang yang dimilikinya itu terbatas.


Ilyu masih berpikir pikir kenapa kedua wanita itu mau menemaninya padahal diri dia sendiri pun sudah cukup kuat untuk melindungi dirinya sendiri. Dua gadis itu berdiri disamping ranjang Ilyu sambil melepaskan pakaiannya yang rapih itu sehingga tersisa baju tidur yang dikenakannya.


"Kenapa kalian membuka baju kalian?" ucap Ilyi dengan wajah yang kebingungan.


Kedua gadis itu pun terkejut atas perkataan Ilyu, mereka berpikir bahwa Ilyu berpura pura tidak tahu apa apa dan berpura pura bersikap polos. Tapi melihat wajah Ilyu yang bertanya tanya seakan ia benar benar tidak tahu apa apa itu, membuat kedua gadis itu yakin bahwa Ilyu itu memang benar benar pemuda yang polos.


Ilyu tidak di ajarkan cara menghadapi hal hal yang seperti ini oleh Asta, jadi Ilyu benar benar tidak tahu cara menghadapi hal seperti ini. Ilyu pun berbaring ke samping dan berniat untuk tertidur dengan keadaan yang lapar.


Setelah itu, kedua gadis itu pun kembali mengenakan pakaian mereka yang tadi sempat mereka lepaskan.


Kedua gadis itu lun berniar untuk pamit kepada Ilyu karena Ilyu pun tidak tahu apa apa tentang hal yang akan mereka lakukan itu. Mereka pun berpamitan kepada Ilyu yang ternyata Ilyu telah tertidur nyenyak, tanpa pikir panjang kedua gadis itu pun keluar dari ruangan Ilyu dan membiarkan Ilyu tidur nyenyak pada malam hari ini.


"Tampan, kekar, dan polos...sayang sekali pemuda seperti itu terlahir di dunia yang seperti ini" ujar seorang gadis tadi setelah menutup pintu kamar Ilyu dan bergegas kembali ke ruangannya.


Keesokan paginya, Ilyu pun bangun dari tidurnya.


"Kemana dua gadis itu pergi? Katanya mereka ingin menemaniku" ujar Ilyu saat bangun dsri tidurnya dengan keadaan rambutnya yang berantakan.


Perutnya yang merasa lapar, tidak bisa di tahan lagi, Ilyu pun berniat untuk pergi membeli makanan.


Setelah menuruni tangga, terlihat dua orang gadis muda itu dan seorang wanita yang umurnya seperti Lylia sedang berdiri menyambut seseorang yang memiliki rambut berwarna coklat gelap dan membawa pedang di punggungnya.


Ilyu pun turun dan bergegas keluar dari penginapan itu untuk pergi mencari makanan.


"Tuan..anda mau kemana?" ucap salah seorang gadis muda itu mendekati Ilyu dan meninggalkan rekannya yang lain saat menyambut tamu yang berambut coklat itu.


"Aku ingin membeli makanan." ucap Ilyu berbalik badan saat gadis itu memanggil dan menghampirinya.


"Tuan kan sudah menginap disini jadi makanan akan ditanggung oleh pihak penginapan dan sebentar lagi waktunya sarapan." ucap gadis muda itu sambil tersenyum tipis.


Mendengar perkataan gadis itu, Ilyu pun tidak lagi berniat mencari makanan dia luar. Ilyu sama sekali tidak tahu bahwa pihak penginapan ini akan menyediakan makanan, karena ini adalah pertama kalinya bagi Ilyu menginap di sebuah penginapan.


Dan waktu sarapan pun tiba, Ilyu pun menyantap makanan yang di hidangkan oleh pihak penginapan dengan lahapnya. Setelah selesai sarapan, Ilyu kembali ke kamarnya. Ilyu berniat untuk berlatih meningkatkan kekuatannnya sebelum melanjutkan perjalanan.


Di atas kasurnya, Ilyu duduk bersila dan berdiam diri berkonsentrasi untuk bermeditasi demi meningkatkan kekuatannya. Sekarang, setelah melalui latihan yang berat bersama Asta, tubuh Ilyu bisa menampung energi spiritual dengan banyak.


"Saat aku memasuki kota ini, kalau tidak salah nama kota ini adalah Kota Arizona dan nama penginapan ini adalah penginapan Blue Ocean, jadi tempat seperti ini juga memiliki nama, apakah mereka juga punya orang tua yang memberikan mereka nama?" batin Ilyu kebingungan saat memikirkan hal itu ketika ia sedang fokus fokusnya berlatih.


Ilyu mendengar bahwa nama kota ini adalah Kota Arizona dari salah satu seorang pedagang yang ditemuinya sebelum menemukan penginapan ini. Dan Ilyu mengetahui nama penginapan ini dari tulisan yang ada di atas pintu masuk penginapan.


"Aku tidak tahu nama desa ku...mungkin desaku tidak memiliki orang tua." kata Ilyu di dalam hati kebingungan saat melakukan latihannya.


Di dalam diri Ilyu, masih tersisa sedikit kepolosan yang ada pada dirinya. Saat pertama kali Lylia menemukannya, Ilyu seperti orang yang tidak tahu apa apa tentang dunia ini bahkan dia tidak tahu bahwa dirinya sendiri itu manusia.