
Keesokan paginya, Ilyu masih tidak sadarkan diri. Sekarang, ia masih berbaring tidak sadarkan diri dan dikelilingi oleh mayat mayat dari Beast yang dibunuhnya malam tadi.
Seorang gadis muda yang memiliki wajah yang cantik, memiliki bulu mata yang halus, rambut berwarna kuning cerah dan matanya yang berwarna biru laut itu bersinar karena terkena sinar matahari. Gadis itu terlihat menghampiri Ilyu yang sedang berbaring tidak sadarkan diri ditanah itu yang disekelilingnya banyak darah yang mengalir dari tubuh para Beadt yang dibunuh Ilyu pada malam hari tadi.
Gadis itu terkejut melihat Ilyu yang sedang tidak sadarkan diri dan sedang dikelilingi oleh mayat mayat Beast yang kepalanya sudah terlepas dari badannya pada saat itu. Gadis cantik itu pun membawa Ilyu beserta pedang berwarna hijau yang ada disamping Ilyu dan pergi dari sana menuju ke sebuah kolam yang airnya sangat jernih seperti kristal yang berada di dalam hutan sana.
"Apa yang terjadi pada pria ini" Gadis muda yang umurnya tidak jauh dari Ilyu dan memiliki paras yang cantik itu berkata sambil menggendong Ilyu dipundaknya dan berlari menuju kolam tersebut.
Setelah sampai, gadis cantik itu pun meletakkan Ilyu di tepi kolam itu dan seraya mengucapkan sebuah mantra.
"Heavenly Absorb!" mantra yang dibacakan gadis itu sambil menjulurkan tangannya kepada Ilyu.
Cahaya berwarna hijau pun keluar dari tangan gadis itu dan cahaya itu terlihat seperti sedang memasuki tubuh Ilyu. Ilyu pun bereaksi setelah sinar hijau itu memasuki tubuhnya, mulai dari tangannya yang sedikit bergerak hingga aliran nafasnya mulai berjalan dengan lancar.
Akhirnya, Ilyu pun sadar berkat sinar hijau yang dikeluarkan oleh gadis itu kepadanya. Setelah mengeluarkan jurus yang bisa menyembuhkan itu, gadis yang menggunakannya tadi pun mulai merasa lelah.
Ilyu telah mendapatkan kesadarannya kembali setelah dia di obati dengan jurus yang dikeluarkan oleh gadis itu. Perlahan lahan, kesadarannya pun pulih total. Gadis itu pun terkejut melihat wajah Ilyu ketika ia tersadar.
Wajah Ilyu terkena pantulan cahaya matahari dari air kolam yang ada disampingnya, dan itu membuat wajah Ilyu terlihat sangat indah dan sangat tampan. Wajah gadis itu pun sedikit memerah karena dia melihat pesona yang dikeluarkan Ilyu.
Di sisi lain, Ilyu sedang kebingungan. Dia berpikir bahwa dia telah mati karena diserang oleh kelima Beast itu malam tadi. Dia tidak mengingat bahwa dia sendiri lah yang membunuh kelima Beast itu saat dia mengeluarkan mata merahnya malam tadi.
"Apa aku masih hidup?" tanya Ilyu pada dirinya sendiri sambil memegangi badannya yang bajunya itu dipenuhi oleh darah.
Ilyu masih belum menyadari kehadiran gadis muda itu disampingnya. Dia pun membuka seluruh pakainnya karena pakaiannya itu berlunuran darah dan berbau amis di depan gadis itu dan berniat untuk mandi di kolam yang ada di sampingnya itu.
"Sejak kapan ya disini ada kolam?" batin Ilyu kebingungan setelah selesai melepas seluruh pakainnya.
Gadis itu pun seketika berteriak karena melihat Ilyu yang melepas pakaiannya tepat di depan matanya. Ilyu sama terkejut mendengar teriakan gadis itu dengan keadaan yang telanjang bulat dan tidak mengenakan pakaian apapun.
"Mesum!" teriak gadis itu kepada Ilyu yang tidak memakai pakaian dengan wajahnya yang memerah.
Tubuh Ilyu yang kekar karena telah dilatih oleh gurunya yaitu Asta dan wajah tampannya itu membuat semua orang yang melihatnya terpesona, mungkin saat ini gadis yang sedang melihat Ilyu pun merasakan hal yang sama.
Gadis itu pun pergi berlari meninggalkan Ilyu dengan perasaan yang kesal. Tanpa memberitahukan namanya, gadis itu pun langsung pergi. Ilyu tidak mengetahui bahwa orang yang menyelamatkan dirinya adalah gadis itu, Ilyu masih berpikir pikir kenapa ia bisa selamat dari terkaman kelima Beast yang menerkam nya malam tadi.
Terlebih lagi saat ini, Ilyu merasa terkejut karena kehadiran gadis itu di dekatnya dan tiba tiba saja gadis itu berteriak kepadanya, itu membuat Ilyu semakin penasaran. Ilyu mencium aroma yang dikeluarkan oleh tubuhnya lagi dan aroma itu sangat amis karena darah yang ada di bajunya.
Ilyu pun menceburkan diri ke kolam yang airnya sangat jernih itu dan membersihkan dirinya.
Setelah mandi, Ilyu mencuci pakaiannya di kolam itu karena adanya darah yang menempel pada pakaiannya. Jubah, baju kaos, sabuk, dan celananya di cuci di air itu bahkan Ilyu juga mencuci pedangnya yang juga terkena darah. Setelah mencuci pakainnya samlai bersih, Ilyu langsung menjemur pakaiannya di pohon yang ada di sekitar kolam itu.
Sambil menunggu pakainnya kering, Ikyu berniat untuk mencari buah buahan di hutan untuk makanannya. Ilyu pun berkeliling menyusuri hutan itu dan ia melihat sebuah semak yang bergerak dan terdengar sedikit suara yang berasal dari sana.
Ilyu penasaran dengan hal itu lalu Ilyu pun menghampiri semak itu. Di dalam semak itu, terlihat seorang gadis yang dilihatnya tadi terjerat oleh tali yang mengikat seluruh tubuhnya dan menutupi mulutnya.
"Gadis yang tadi?" ucap Ilyu sembari melepaskan ikatan atau jeratan yang mengikat tubuh gadis itu. Ilyu pun melepaskan tali yang terikat dimulutnya dan setelah semuanya lepas gadis itu pun berteriak dan menghindari Ilyu.
"Mesum! Pergi sana!" teriak gadis itu dan menghindari Ilyu setelah Ilyu melepaskan jeratan yang ada ditubuhnya.
"Mesum?" Ilyu berkata pada gadis itu dengan wajah yang kebingungan.
"Iya kau mesum! Menjauh dariku!" gadis itu berkata lagi kepada Ilyu dengan nada yang kuat.
"Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan" Ilyu menggaruk rambutnya.
Gadis itu pun heran dengan sikap yang diberikan Ilyu. Dia mengira bahwa Ilyu adalah orang yang mesum karena tadi Ilyu membuka baju di hadapannya. Tapi melihat sikap Ilyu yang sekarang, membuat dirinya berpikir bahwa Ilyu tidak mengetahui apa apa.
Ilyu pun bertanya kepada gadis itu tentang apa yang terjadi pada dirinya karena Ilyu berpikir bahwa keberadaan dirinya yang tiba tiba berada di tepi kolam pada saat itu ada hubungannya dengan gadis ini.
Gadis itu pun menceritakan semuanya kepada Ilyu tentang dirinya yang menemukan Ilyu tergeletak ditanah tidak sadarkan diri dan dikelilingi oleh mayat mayat para Beast.
"Terima kasih" ucap Ilyu dengan hangat karena dia tahu bahwa gadis itu telah menyelamatkan nyawanya.
"Sama sama" balas gadis itu sambil tersenyum.
"Oh iya apa yang membuatku terikat disini?" tanya Ilyu.
"Tadi aku berlari darimu dan tiba tiba aku menginjak sebuah tali dan tiba tiba saja aku langsung terikat, mungkin itu jebakan yang dibuat oleh para pemburu" gadis itu menjelaskan dengan nada yang sedikit kesal.
Mendengar itu, Ilyu tertawa kecil karena kecerobohan yang telah dibuat gadis itu. Ilyu tidak lagi banyak mempertanyakan hal hal yang tidak berguna bagi dirinya kepada gadis itu. Ilyu hanya berpikir bahwa dia memiliki hutang budi pada gadis ini. Gurunya Asta mengajarkan bahwa "jika memiliki hutang budi maka dirimu harus membalasnya".
"Kalau boleh bertanya, siapakah namamu?" Ilyu bertanya dengan hangat kepada gadis itu.
"Namaku Seina, dan siapa namamu?" gadis itu bertanya pada Ilyu setelah memperkenalkan dirinya sendiri.
"Nama yang bagus, namaku adalah Ilyu" ucap Ilyu kepada pertanyaan yang diberikan oleh Seina dengan senyum lebar yang tampak diwajahnya.
Mereka berdua pun berkenalan dan mereka pun menjadi teman. Ilyu yang memiliki hutang budi kepada Seina akan selalu mengingat namanya dan wajahnya. Karena ada suatu urusan, Seina pun berpamitan kepada Ilyu dan pergi berlari meninggalkan Ilyu. Setelah itu, Ilyu pun kembali mencari makanan di hutan itu dak akhirnya dia menemukan sebuah pohon buah apel dan Ilyu pun memetik buah apel itu secukupnya.
Ilyu pun kembali ke kolam tadi dan berniat untuk pergi melanjutkan perjalanannya setelah ia selesai menyantap buah apel yang dipetiknya.