
Berhari hari Ilyu mengurung diri dikamarnya tanpa keluar dan makan sedikitpun. Kesedihan nya sudah seperti kehilangan saudari sendiri, Lylia adalah orang yang menemukannya pertama kali dan orang yang membawanya ke tempat ini, jika tidak ada Lylia mungkin Ilyu akan mati karena ketakutan disana.
Tempat pertama kali Ilyu dan Lylia pada saat itu adalah goa yang ada di dalam hutan yang jaraknya tidak jauh dari desa ini. Tempat itu sangat suram, gelap, dingin dan menakutkan. Sampai sekarang pun Ilyu masih mengingat rasa dari tempat itu. Untung saja ada Lylia pada saat itu yang menemukan Ilyu, tidak diketahui apa yang dilakukan Lylia saat di goa sana sebelum bertemu dengan Ilyu.
Dihari berikutnya saat Ilyu mengurung diri dikamarnya, Ilyu pun tertidur. Berhari hari dia tidak tidur karena tidak bisa menahan rasa sedih atas kehilangan Lylia. Ilyu yang pada saat pertama kali bertemu dengan Lylia tidak memiliki emosi karena dibimbing Lylia, Ilyu pun akhirnya bisa memiliki emosi.
"Kak...aku merindukanmu" batin Ilyu saat mencoba untuk tidur.
Ilyu pun tertidur.
Saat sudah mencapai keadaan yang nyenyak, Ilyu bermimpi.
"Yu.." ucap seorang gadis muda yang terlihat seperti Lylia di dalam mimpi Ilyu yang sedang duduk di sebuah tempat yang sangat indah.
"Kakak..." ucap Ilyu dengan nada sedih.
"Kenapa menangis? Sudah sudah. Aku belum mati. Dan ini diriku yang nyata, aku sedang masuk ke dalam mimpimu, waktuku tidak banyak dan ada satu hal yang ingin kukatakan." Lylia berkata tetapi wujud dirinya yang ada di mimpi Ilyu perlahan memudar.
"Aku...Masih...hidup..dan kau juga harus tetap hidup.." ucap Lylia dan menghilang.
Lylia pun menghilang setelah mengucapkan kata kata itu. Ilyu pun berteriak kesedihan.
"Kakak!!" teriak Ilyu setelah Lylia menghilang.
Setelah mimpi itu berlalu, Ilyu pun bangun dari tidurnya dengan terkejut dan langsung terduduk di atas kasurnya.
Hari sudah pagi dan sulit bagi Ilyu untuk mempercayai mimpinya tadi tetapi Ilyu tetap ingin mencari Lylia walaupun Lylia tidak datang ke mimpinya pada waktu itu. Ilyu berencana untuk pergi ke toko Asta untuk memintanya melatihnya.
Ilyu pun langsung berkemas dan pergi ke toko pandai besi milik Asta tanpa makan sedikitoun setelah berhari hari lamanya tidak makan.
Ilyu berjalan kaki untuk pergi ke toko Asta karena jaraknya tidak terlalu jauh dari rumahnya. Dengan perasaan yang masih sedih Ilyu berjalan ke tempat Asta berada supaya dirinya bisa menjadi kuat. Para penduduk desa sudah tahu akan kejadian hilangnya Lylia tetapi mereka tidak bisa berbuat apa apa karena tidak memiliki kekuatan yang cukup
Lylia bisa dibilang adalah salah satu orang yang berkontribusi untuk memajukan desa ini. Desa ini tidak memiliki pemimpin, Lylia sudah di anggap para penduduk di desa ini sebagai pemimpin karena sifat suka tolong menolongnya dan keramahannya.
Ilyu pun sampai ke tempat Asta berada yaitu toko pandai besinya. Asta terkejut melihat Ilyu yang makin kurus dan matanya yang hitam seperti panda.
"Kau bukan lelaki sejati. Kau hanya bisa menangis atas kejadian yang menimpamu." ucap Asta sambil berdiri dari tempat duduknya yang pada saat itu pula dia sedang beristirahat dari kerjaannya.
Ilyu cuma diam dan tidak membalas perkataan Asta kepadanya. Ternyata Ilyu tidak sanggup bicara karena perutnya mulai merasa lapar, wajah Ilyu pun menjadi pucat pasi. Melihat wajah Ilyu yang pucat, Asta pun memberikan sebuah roti kepada Ilyu supaya Ilyu bisa memakannya.
Dengan senang hati Ilyu pun menerima roti yang diberi Asta kepadanya. Ilyu tidak makan berhari hari bukan karena ia tidak memiliki nafsu makan, melainkan karena dirumahnya tidak memiliki makanan karena telah habis sebelum Lylia menghilang.
Setelah memakan habis roti yang diberikan Asta kepadanya, Ilyu pun mengganti topik mengenai Asta yang berkata ingin mengajari dirinya tempo hari lalu.
Ilyu berkata bahwa dia ingin di latih oleh Asta supaya dia bisa mencari dan membawa Lylia kembali ke sisinya. Mendengar perkataan Ilyu yang menerima ajakannya kemarin, Asta merasa senang karena Ilyu tidak menyerah akan tragedi yang menimpanya.
"Apa yang membuatmu berubah pikiran, nak?" ucap Asta kepada Ilyu sambil tersenyum tipis.
"Aku merasa, kak Lylia belum mati. Jadi aku akan menemukannya dan membawanya ke sisiku seperti dulu lagi." balas Ilyu atas perkataan Asta tadi dengan nada pelan.
Asta semakin senang mendengar perkataan Ilyu dan Asta pun berkata bahwa ia akan mengajari Ilyu sore hari di bukit yang berada di sebelah utara desa ini.
Ilyu pun mengiyakan perkataan Asta dan bergegas ingin pulang kerumahnya.
"Apa Pedang Greeneye sudah diberikan Lylia padamu?" tanya Asta sebelum Ilyu berbalik badan dan ingin pulang.
"Iya sudah. Saat aku terbangun dari tidurku aku melihat pedang itu berada di meja dan aku sangat senang." ucap Ilyu dengan nada yang terharu sembari berjalan menjauh dari toko pandai besi milik Asta.
Ilyu pun pulang dan membaca buku buku yang ada dirumahnya.
Sore hari kemudian. Ilyu pun berkemas dan ingin pergi ke bukit untuk berlatih dengan Asta.
Ilyu pun berlari dari rumahnya menuju ke bukit dengan penuh semangat. Sesampainya di bukit itu, terlihat Asta yang sedang duduk disebuah batu besar sambil melamun menunggu kedatangan Ilyu.
Ilyu pun berteriak memanggil Asta dan Asta pun berhenti dari lamunannya dan turun dari batu besar itu untuk menyapa Ilyu.
"Iya" ucap Ilyu sambil melakukan peregangan seperti yang diajarkan Lylia kepadanya.
Asta pun mengajarkan Ilyu teknik teknik bela diri yang dimiliknya. Asta memperagakan gerakannya kepada Ilyu sementara Ilyu mengikuti gerakan gerakan yang diperagakan Asta kepadanya.
Mereka lun berlatih terus menerus hingga malam hari tiba.
Keesokan sorenya, Ilyu pun kembali dilatih oleh Asta. Kali ini Asta akan mengajar tentang energi spiritual.
Asta pun mulai menunjukkan energi spiritualnya kepada Ilyu. Terlihat sekali warna dari energi spiritual yang dikeluarkan oleh Asta berwarna merah terang, Asta pun memperlihatkan satu jurusnya kepada Ilyu.
Asta mengangkat tangannya ke atas kepalanya dan energi spiritual berwarna emasnya pun keluat dari tangannya itu dan memancar lurus ke atas.
Jurus itu terlihat sampai ke desa dan hal itu membuat para penduduk keheranan dan sedikit ketakutan.
Ilyu yang melihat jurus itu justru terpana, karena dia yang ada disekitar itu saat Asta mengeluarkan jurusnya. Pada saat itu Ilyu merasa tertekan dan sulit bernafas karena tekanan yang keluar dari energi spiritual milik Asta sangat kuat sehingga membuat orang yang levelnya seperti Ilyu kesusahan.
"Nama jurus itu adalah Spiritual Flow, jika kau terkena jurus ini mungkin perutmu akan berlubang." ucap Asta sambil menurunkan tangannya setelah mengeluarkan jurus miliknya itu.
"Cara menggunakan jurus inu adalah, kau hanya perlu mengalirkan energi spiritualmu ke tanganmu ini dan melepaskannya, dan itu akan membuat sebuah tembakan yang sangat kuat." Asta menjelaskan kepada Ilyu tentang jurus yang akan di ajarinya kepada Ilyu.
Mendengar penjelasan Asta, Ilyu teringat akan satu hal. Sebelum Lylia menghilang, Ilyu berlatih mengendalikan energi spiritual sendiri, Ilyu mengalirkan sebagian besar energi spiritualnya ke ujung jari telunjuknya dan menembakannya ke pohon yang berdiri tegak yang ada di tempat latihannya pada saat itu hingga pohon itu patah dan tumbang.
Ilyu pun menceritakan kejadian itu kepada Asta, dan alhasil Asta terkejut mendengar itu. Ilyu bercerita bahwa itu adalah kesalahan yang tidak disengaja yang membuat dirinya cedera.
Tetapi Asta tidak menganggap bahwa itu adalah sebuah kecelakaan. Pada saat itu mungkin Lylia juga berpikir bahwa itu bukanlah sepenuhnya kesalahan. Secara tidak sengaja, Ilyu telah menciptakan jurus baru miliknya sendiri dengan cara mengalirkan sebagian besar energi spiritualnya ke ujung jari telunjuknya dan menembakannya.
Mendengar ucapan Asta kepada Ilyu membuat Ilyu sedikit senang, karena dirinta telah menciptakan jurus miliknya sendiri.
"Baiklah, jurus itu akan kuberi nama Darkness Flow." ucap Asta memberi nama kepada jurus yang diciptakan Ilyu dengan nada senang.
Disisi lain, Asta sama terkejutnya seperti Lylia saat ia mengetahui bahwa energi spiritual yang dimiliki oleh Ilyu itu berwarna hitam. Asta berpikir bahwa Ilyu memiliki potensi untuk menjadi sangat kuat atau malah sebaliknya.
Kemudian Asta pun mengajarkan Ilyu tentang elemen atau unsut unsur energi spiritual.
Elemen atau unsur unsur energi spiritual akan muncul jika seseorang itu memahami suatu karakteristik dari sebuah unsur unsur atau elemen tersebut. Asta memiliki elemen baja, Asta memanipulasi energi spiritualnya menjadi sebuah baja, Asta bisa merubah lengannya menjadi sekuat baja ataupun membuat dinding baja, itu karena Asta bisa memahami unsur baja karena sejak kecil Asta selalu menempa senjata.
Untuk memahami unsur unsur itu butuh waktu setidaknya 5 tahun dan yang paling singkat adalah 2 tahun. Asta pun mulai mengajarkan Ilyu tentang elemen dari energi spiritual itu.
Asta lun menyuruh Ilyu untuk memahami satu elemen yang ada di dunia ini agar bisa memanipulasi energi spiritualnya menjadi elemen tersebut.
Ilyu pun berkonsentrasi dan yang terbayangkan olehnya adalah kegelapan di temlat pertama kali ia sadar sebelum Lylia menemukannya pada waktu itu.
Ilyu masih merasakan bahwa di tempat itu sangat dingin, suram, menakutkan, dan menekan. Setelah Ilyu memikirkan hal itu, energi spiritualnya menjadi semakin hitam pekat.
Asta yang saat itu melihat Ilyu sangat terkejut, ia merasa energi yang dikeluarkan Ilyu pada saat itu seperti menekan dirinya untuk terjatuh. Karena Asta memiliki kemampuan yang kuat, Asta tidak sedikitpun terjatuh melainkan hanya merasa mual sedikit.
Tak lama kemudian, Ilyu pun sadar. Ilyu merasa dia sudah memahami sebuah elemen tetapi ia tidak tahu apa elemen itu.
Asta yang sedang melihat itu pun ikut kebingungan.
"Jangan jangan...itu elemen...kegelapan?" ucap Asta dengan nada terkejut.
"Elemen kegelapan" Ilyu bertanya tanya.
Elemen kegelapan adalah elemen yang plaing sulit di pahami. Mungkin hanya Ilyu didunia ini yang bisa memahami elemen itu. Banyak orang yang mencoba untuk memahami energi kegelapan tetapi mereka tetap tidak bisa memahaminya. Energi kegelapan merupakan energi yang membuat orang penasaran bahkan orang orang sangat ingin menguji kekuatan dari elemen kegelapan itu, sayangnya tidak ada yang bisa.
Asta sangat sangat terkejut melihat Ilyu memahami elemen kegelapan. Asta tidak menyangka bahwa Ilyu akan memiliki elemen kegelapan, bahkan sedikitpun tidak terbayangkan bagi Asta bahwa Ilyu akan memahami elemen kegelapan.
"Anak ini memang penuh kejutan...dari mana Lylia menemukan anak ini? " batin Asta kebingungan.
Di kemudian harinya, Asta pun terus terusan melatih Ilyu supaya Ilyu bisa menjadi kuat dan agar ia bisa menyelamatkan Lylia dari orang yang bernama Gill Kallavan itu.
Ilyu sangat membenci Gill Kallavan karena telah menyakiti Lylia, dan karen itulah Ilyu semakin semangat menjalani latihannya supaya dia bisa menyelamatkan Lylia dari tangan Gill dengan kemamluannya sendiri.