
Setelah sampai di tepi kolam itu, Ilyu pun menyantap beberapa buah apel merah yang segar yang dipetiknya tadi. Ilyu memakannya dengan lahap sembari duduk ditepi kolam itu dengan santainya sambil menunggu pakaiannya kering.
Tak ingin membuang waktu secara percuma, setelah selesai memakan buah apel itu, Ilyu pun duduk bersila dengan keadaan badan yang tegak berniat untuk berlatih meningkatkan kekuatannya.
Saat bertarung melawan Beast malam tadi, energi spiritual milik Ilyu banyak terpakai sehingga energi spiritual yang tersisa di tubuh Ilyu sekarang tersisa sedikit.
Ilyu duduk bersila bermeditasi di tepi kolam yang airnya jernih sejernih kristal itu. Keadaan disana cocok untuk melakukan meditasi, pepohonan yang rindang, cahaya matahari pagi yang bersinar, dan kicauan burung yang terdengar merdu, itu membuat ke konsentraai Ilyu bertambah.
"Kenapa aku bisa selamat dan membunuh Beast itu malam tadi? Apakah ada orang yang membunuhnya selain aku? Apakah gadis itu, Seina yang melakukannya?" batin Ilyu bertanya tanya kembali tentang kejadian yabg menimpanya malam tadi sambil duduk bermeditasi.
Ilyu masih tidak tahu bahwa yang membunuh Beast itu adalah dirinya sendiri. Ilyu seperti bukan dirinya sendiri saat mata merah nya muncul, Ilyu seperti binatang buas, ia membunuh kelima Beast itu dalam sekejap dengan ganasnya. Ilyu tidak mengingat bahwa mata nya berubah menjadi merah pada malam hari itu dan malam hari 4 tahun yang lalu saat ia melakukan perburuannya di hutan untuk pertama kalinya.
Ilyu bahkan tidak tahu bahwa dia memiliki mata merah seperti itu, gurunya, Lylia juga tidak mengetahui tentang hal itu.
Dengan bantuan Teknik Gatetouniv yang dipelajarinya dari buku yang diberikan oleh Lylia, tidak butuh waktu yang lama bagi Ilyu untuk menyerap energi spiritual yang ada. Setelah energi spiritual terserap penuh ke tubuhnya, Ilyu pun berhenti latihan dan berniat melanjutkan perjalanannya. Ilyu mengambil bajunya yang sedang berjemur di batang pohon yang pohonya tidak jauh di tempat Ilyu bersemedi tadi.
Pakaiannya belum kering sepenuhnya tetapi Ilyu tidak punya waktu untuk menunggu, Ilyu pun memakai pakaiannya itu. Jubah berwarna hitam yang dipakai Ilyu robek karena bertarung melawan Beast malam tadi, Ilyu pun hanya memakai bajunya yang berwarna biru, celana berwarna hitam dan sabuk yang berwarna coklat yang ada pedang yang ditaruh disana.
Memang benar, sekarang Ilyu sudah tumbuh menjadi pemuda yang tampan. Rambutnya berwarna hitam, suaranya semakin kuat dan matanya yang berwarna coklat kehitaman.
Setelah itu, Ilyu pun pergi melanjutkan perjalanannya melewati hutan hutan itu dan kembali menuju ke jalan yang biasanya ditempuh oleh orang orang. Malam tadi Ilyu pergi ke hutan yang ada disamping jalan itu mencari tempat bersembunyi dari Beast, Ilyu melesat kebagian dalam hutan dan akhirnya bertemu dengan Beast.
Ilyu berlari karena tidak ingin membuang banyak waktu di dalam hutan ini, keadaan Ilyu saat ini sudah pulih sepenuhnya berkat teknik penyembuhan milik Seina yang ampuh.
"Aku harus sampai ke Kota Anming sebelum malam hari!" ucap Ilyu di dalam hatinya sambil berlari kencang menyusuri hutan itu pada pagi hari yang cerah ini.
Ilyu terus berlari tanpa ada gangguan sedikit pun dan akhirnya Ilyu sampai di jalan yang ditempuhnya sebelumnya dan mungkin jarak ini sudah jauh dibanding jarak yang ditempuhnya menggunakan jalan ini kemarin.
Di dalam perjalannya setelah melewati hutan itu, Ilyu sempat berpikir bahwa ia ingin membeli sebuah jubah karena memakai jubah itu lebih nyaman dan lebih menghangatkan saat dipakai. Ilyu terus melanjutkan perjalannya dengan berlari kencang yang mungkin membuat dirinya sampai ke Kota Anming tidak sampai malam hari. Tanpa ada gangguan sedikit pun atau pun ada orang atau pedagang keliling yang melihatnya berlari kencang itu, Ilyu terus berlari tanpa henti menuju ke Kota Anming.
Sebelum mencapai ke Kota Anming, terlihat sebuah desa kecil yang tidak jauh dari sana terdapat sebuah menara yang sangat tinggi yang dikelilingi oleh tembok tembok besar dan gerbang besar yang megah, seperti sedang menutupi atau memagari menara itu dan menandakan menara itu bukan tempat untuk khalayak umum. Desa itu dipenuhi kerumunan orang yang ramai padahal desa itu kecil dan tidak banyak rumah rumah penduduk yang terdapat disana.
Pakaian orang orang yang berkerumun disana itu tidak seperti pakaian rakyat jelata. Pakaian yang mereka rapi bagaikan kaum kaum bangsawan ataupun berasal dari keluarga atau klan yang terpandang.
Ilyu pun bertanya dengan salah satu orang yang berada di dekat desa tersebut setelah dirinya berhenti berlari.
"Menara Violen akan terbuka, jadi para murid murid dari akademi akademi besar akan hadir untuk berpartisipasi dalam perburuan harta karun yang ada di dalam Menara Violen ini" berkata pria itu menjelaskan tentang menara yang besar dan tinggi itu kepada Ilyu yang bertanya dengan nada yang sopan.
"Akademi akademi besar?" tanya Ilyu sambil melihat ke arah kerumunan itu dan yang dilihatnya adalah orang orang yang memakai baju yang memiliki corak yang sama.
"Kau tidak tahu?" tanya pria itu kepada Ilyu dengan memasang wajah yang terkejut.
Pria itu terkejut karena Ilyu tidak mengetahui akademi akademi besar yang dimaksudnya. Akademi akademi besar itu adalah sekolah yang mendidik bakat bakat bertarung, banyak pemuda pemuda yang berbakat setelah lulus dari akademi akademi besar itu. Ilyu pernah diceritakan Asta tentang akademi akademi besar ini sewaktu dirinya melatih Ilyu.
Ilyu masih sedikit memahami tentang akademi ini, ia hanya tahu bahwa akademi adalah tempat untuk belajar dan menimbah ilmu.
"Kelima akademi akademi besar mengirim perwakilan akademi mereka untuk berburu harta karun di menara ini, menara ini memang besar tetapi ruangan yang ada didalammnya jauh lebih besar dan luas karena menara ini dibuat dengan menggunakan teknik ruang." pria itu menjelaskan kepada Ilyu sambil melihat keatas menara itu.
Ilyu akhirnya sedikit memahami penjelasan pria itu, Ilyu mengetahui tentang teknik ruang dari gurunya. Teknik ruang ini fungsinya untuk memperluas ruangan yang kecil menjadi ruangan yang besar tetapi bentuk luarnya tidak berubah hanya dalamnya saja yang berubah.
Teknik Ruang jarang digunakan oleh orang orang karena untuk mempelajari teknik ini sangat sulit, bahkan sekarang tidak banyak orang yang bisa melakukan teknik ruang.
"Harta karun disana ada berbagai macam, contohnya senjata suci, pil pil yang bisa meningkatkan kekuatan, dan emas emas yang sangat banyak." pria itu kembali menjelaskan kepada Ilyu tentang Menara Violen ini dengan sukarela.
"Wah! Siapa orang yang hebat yang bisa membuat menara ini?" tanya Ilyu dengan raut wajah yang terkejut karena mengetahui bahwa harta harta yang ada di dalam menara itu sangat banyak.
"Hal ini kau juga tidak mengetahuinya?" tanya pria itu kepada Ilyu dengan nada yang terkejut.
Tentu saja Ilyu tidak tahu tentang menara ini karena ini pertama kalinya dia pergi keluar daerah selain desa nya, Lylia maupun gurunya tidak pernah bercerita tentang menara ini.
"Menara ini diciptakan oleh pendiri dari Klan Violen berpuluh puluh ribu tahun yang lalu. Konon kekuatan pendiri Klan Violen sangatlah kuat, kalau tidak salah namanya adalah Arlen Violen, beliau adalah orang terkuat di dunia yang menduduki posisi kedua waktu dulu, tapu sekarang tidak lagi karena Arlen Violen sudah wafat." pria itu menjelaskan.
"Dia menciptakan ini untuk para generasi generasi baru supaya bisa berkembang dengan cepat. Harta harta yang berada didalam menara ini adalah harta yang dikumpulkannya sewaktu dia masih muda, tapi yang harus diketahui adalah, harta dimenara ini sangat banyak." pria itu menjelaskan lagi kepada Ilyu.
Ilyu terkejut mendengar penjelasan pria itu dan Ilyu berniat untuk memasuki menara itu juga untuk mengambil harta karun. Ilyu berniat untuk menunda waktu perjalananya mencari Lylia, yang membuatnya tidak terlalu khawatir adalah Lylia tidak akan dibunuh oleh orang orang dari Klan Kallavan seperti yang diceritakan oleh gurunya yaitu Asta.
Kerumunan itu sangat ramai, banyak orang orang yang memakai baju yang sama, kelima akademi itu memiliki seragam yang berbeda beda. Dan saat ini banyak murid murid dari akademi besar itu memakai baju seragam ciri khas akademi mereka bertujuan untuk menunjukkan identitas mereka sebagai murid dari akademi besar itu sendiri.