Final Impact

Final Impact
Chapter 5 : Bayangan Hitam



Lylia mengambil buku yang bertuliskan Gatetouniv di dalam lemarinya. Ia membawa buku itu dan memperlihatkannya kepada Ilyu, Ilyu tercengang melihat isi dari buku itu karena tidak satu pun yang dipahami Ilyu tentang buku itu.


"Sungguh sebuah berkah jika Ilyu bisa menguasai teknik ini" batin Lylia saat memperlihatkan isi buku yang bertulisan Gatetouniv itu kepada Ilyu.


Lylia menyuruh Ilyu duduk sementara dirinya akan menjelaskan bagaimana cara memahami isi buku tersebut. Lylia pun menjelaskaskan tentang isi buku itu kepada Ilyu dan cara menguasai teknik Gatetouniv.


Ilyu berdiam diri tanpa mengucap sepatah katapun sementara Lylia sedang menjelaskan.


"Berkonsentrasilah. Seperti yang sudah ku jelaskan, tubuhmu itu seperti wadah yang menampung air, air akan terisi kedalam wadah jika ada yang mengisinya"


"Dan begitu lah energi spiritual, kau harus mengambilnya sebanyak mungkin hingga mencapai batas tubuhmu." Lylia menjelaskan sementara Ilyu sedang duduk diam dan berkonsentrasi.


Siapa sangka, tidak perlu penjelasan berulang kali, Ilyu berhasil memahami sedikit tentang teknik Gatetouniv, memahami sedikit saja dari teknik Gatetouniv sudah merupakan hal yang sulit bagi Lylia. Bisa dibilang teknik Gatetouniv ini adalah teknik yang sangat sulit dikuasai mungkin tidak banyak orang di dunia ini yang bisa menguasai teknik yang sangat langka dan sulit dipelajari seperti ini.


"Mustahil!" batin Lylia terkagum kagum.


Ilyu sangat berkonsentrasi. Ia duduk bersila dan fokus bermeditasi untuk menyerap energi spiritual. Cahaya berwarna hitam pekat keluar dari tubuh Ilyu, cahaya itu membuat Lylia merasa tidak nyaman.


Dari keenam warna energi spiritual yang telah diketahui, energi spiritual berwarna hitam ini tidak termasuk dari keenam warna itu. Melihat hal ini membuat Lylia merasa sangat sangat terkejut.


Lylia kagum kepada Ilyu, Ilyu bisa menguasai setengah dari teknik Gatetouniv dan juga memiliki warna energi spiritual yang tidak diketahui orang.


"Anak ini tidak berhenti berhentinya membuatku terkejut." batin Lylia.


Di alam bawah sadar Ilyu. Ilyu seperti terbang tanpa menggunakan sayap, Ilyu melihat sebuah bayangan hitam pekat yang menghampiri dirinya.


"Nak, apa kau ingin kekuatan besar?" ucap bayangan hitam itu kepada Ilyu didalam alam bawah sadar Ilyu.


"Apa? Siapa kau?" tanya Ilyu karena pensaran dengan si bayangan hitam ini.


"Aku diluar sana dikenal sebagai Darhole. Sepertinya kau adalah salah satu dari 5 orang yang terpilih untuk memiliki kekuatan ini." ucap bayangan hitam tersebut.


"Kekuatan apa yang kau maksud?" Ilyu bertanya.


"Kekuatan dewa. Dewa telah memilih kelima orang ini untuk memiliki kekuatannya untuk menyelamatkan dunia." ucap Bayangan hitam tersebut sembari mengelilingi Ilyu yang sedang terapung apung di dalam alam bawah sadar Ilyu.


"Menyelamatkan dunia? Dari apa?" tanya Ilyu sekali lagi.


"Kehancuran. Suatu saat nanti akan ada seseorang yang entah datang darimana dan memporak porandakan semesta ini. Dewa telah memilih kelima orang ini untuk menyelamatkan dunia. Jadi, apakah kau akan menerima kekuatan ini?" ucap Bayangan hitam itu sambil lebih mendekati Ilyu.


"Aku tidak..." ucapan Ilyu tiba tiba terhenti.


"Kau adalah orang yang terpilih!, sebenarnya dari awal kau tidak ada pilihan selain menerima kekuatan ini!" teriak Bayangan hitam itu dan Ilyu pun tiba tiba tersadar dari meditasinya.


Ilyu sadar dan dia melihat Lylia yang sedang berbaring tidak sadarkan diri di hadapannya.


"Hah? Kak Lylia!" teriak Ilyu setelah tersadar.


Ilyu pun menggendong Lylia dan kembali kerumahnya yang tidak jauh dari tempat mereka berlatih. Setelah menaruh Lylia ke tempat tidurnya, Ilyu pun langsung menuju ke tempat dokter desa dengan kecepatan penuh.


Setelah mencapai rumah dokter desa, Ilyu pun meminta tolong supaya dokter desa bisa datang kerumahnya dan melihat keadaan Lylia yang sedang tidak sadarkan diri. Mendengar perkataan Ilyu, dokter desa pun langsung bergegas kerumah Lylia.


"Dimana dia?" ucap dokter desa saat sampai ke rumah Lylia.


"Dia pingsan dan dia ada di kamar" jawab Ilyu membuka kan pintu supaya dokter bisa masuk ke rumahnya untuk mengobati Lylia.


Dokter desa pun bergegas memasuki kamar Lylia untuk mengobatinya. Setelah diperiksa, ternyata tidak ada luka yang serius yang ada pada diri Lylia.


Tak lama kemudian, Lylia pun sadarkan diri.


"Akh!" teriak spontan Lylia ketika sadar.


"Kak!" teriak Ilyu.


"Aku baik baik saja." jawab Lylia.


"Karena aku sudah sadarkan diri bolehkah anda pergi?" tanya Lylia kepada dokter desa sambil tersenyum tipis.


Dokter desa pun pergi meninggalkan Ilyu dan Lylia.


"Yu, apa yang kamu lakukan saat meditasi tadi?" tanya Lylia setelah dokter desa meninggalkan mereka.


"Aku tidak tahu, aku tidak terlalu ingat. Yang ku ingat adalah ada bayangan hitam yang berbicara padaku." jawab Ilyu.


"Bayangan hitam?" tanya Lylia, penuh kebingungan.


"Iya. Dia berkata bahwa dia akan memberiku kekuatan, sudah itu saja yang ku ingat." ucap Ilyu.


"Bayangan hitam..." batin Lylia penuh kebingungan.


"Oh iya, kenapa kakak pingsan tadi?" tanya Ilyu kepada Lylia.


"Aku merasa aura yang dikeluarkan tubuhmu itu sangat sangat menakutkan sehingga membuat diriku yang sangat kuat ini pingsan. Hawa menakutkan itu seperti jutaan kecoa yang kelaparan dan sedang menghampiriku." jawab Lylia.


"Aura yang ku keluarkan?" tanya Ilyu.


Lylia pun menjelaskan tentang kejadian yang membuat dirinya tak sadarkan diri kepada Ilyu.


Pada saat itu, Lylia sedang melihat Ilyu yang sedang bermeditasi, kemudian aura berwarna hitam pekat keluar dari tubuh Ilyu. Aura itu membuat Lylia merasa sangat tidak nyaman. Bahkan orang yang sekuat Lylia pun tidak bisa menahan aura yang dikeluarkan Ilyu pada saat itu, tanpa disengaja Lylia pun jatuh pingsan.


"Jika aura hitam pekat itu milikmu, maka itu akan menjadi hal yang baik bagimu." ucap Lylia kepada Ilyu.


"Didunia ini banyak jenis jenis aura, aura dewa adalah aura yang hanya dimiliki dewa dan itu sangat kuat, aura pembunuh itu akan muncul jika hasrat membunuhmu telah melewati batasnya, dan aura kematian itu akan muncul jika kau banyak membunuh orang. Dan aura hitam pekat yang keluar dari tubuhmu ini, termasuk aura apa?" ucap Lylia menjelaskan secara detail tentang kekuatan aura.


"Aku...aku tidak tahu." ucap Ilyu gagap.


"Baiklah karena kau sudah berhasil menguasai teknik Gatetouniv yang bahkan aku dan semua keluargaku pun tidak bisa menguasainya maka aku akan mengajarimu teknik pamungkasku." ucap Lylia kepada Ilyu.


"Keluargamu? Apa itu aku?" tanya Ilyu kepada Lylia.


"Selain dirimu aku juga mempunyai keluarga, dan keluarga itu membuatku muak." ucap Lylia dengan nada kesal.


"Kenapa kakak muak dengan keluargamu sendiri?" tanya Ilyu.


"Sudahlah jangan dibahas lagi." jawab Lylia dengan sinngkat.


"Oh iya, ada satu lagi keajaiban yang telah kamu perbuat" ucap Lylia mengalihkan topik pembicaraan.


"Apa itu?" ucap Ilyu penasaran.


"Kau memiliki energi spiritual berwarna hitam. Itu adalah energi spiritual yang tidak termasuk dari keenam jenis warna dari energi spiritual yang telah diketahui saat ini." jelas Lylia.


"Kau menguasai teknik Gatetouniv, memiliki aura hitam pekat misterius yang sangat kuat dan memiliki warna energi spiritual yang misterius. Ini sungguh sebuah misteri." ucap lylia.


"Misteri? Apa iti berarti aku sangat kuat?" tanya Ilyu kepada Lylia penuh kebingungan.


"Mungkin Iya." jawab Lylia dengan singkat.


"Sudahlah kakak ingin istirahat, kamu pergi sana jangan mengganggu." ucap Lylia sambil berbaring dan menarik selimutnya dan menghadap ke kanan.


"Baiklah"


Ilyu pun pergi meninggalkan Lylia dan membiarkannya untuk beristirahat.


"Perburuan kemarin tidak menghasilkan apapun.Darimana aku mendapat uang untuk membeli pedang yang dibuat paman Asta ya.." batin Ilyu.