Final Impact

Final Impact
Chapter 2 : Berburu



Setelah itu, Lylia mengajarkan Ilyu tentang kehidupan. Lylia juga mengajarkan Ilyu teknik teknik bela diri. Lylia cukup lihai dalam bela diri, dia mengajarkan Ilyu beberapa teknik yang dia miliki.


2 tahun kemudian kemudian, setelah sekian lamanya Lylia mengajar Ilyu, Lylia terkejut. Ia melihat Ilyu yang cepat menangkap apa yang diajarkannya, tetapi masih ada kekurangan yang terdapat pada diri Ilyu, Ilyu tidak bisa berkomunikasi dengan baik sama orang. Tanpa dia ketahui, saat dia bicara dia menyinggung perasaan orang yang mengobrol dengannya.


"Aku sudah mengajarnya dengan baik. Dia bisa menguasai teknik teknik yang ku ajarkan padanya, tapi soal berinteraksi sesamai manusia...dia susah diajari, dia melakukan hal yang dianggapnya benar tanpa memikirkan pikiran orang lain." Lylia duduk diteras rumahnya sambil melamun.


"Kak Lylia!" Ilyu berlari sambil berteriak menuju ke arah Lylia yang sedang duduk di teras rumahnya.


"Ada apa Yu?, apa kamu sudah selesai berlatih?" tanya Lylia.


"Itu...aku terpikirkan satu hal." Ilyu berkata kepada Lylia.


"Apa?" jawab Lylia.


"Kenapa namaku Ilyu?" tanya Ilyu penuh kebingungan.


"Itu...Ily artinya di dalam, di dalam yang berarti aku menemukanmu di dalam goa pada saat itu, dan u adalah huruf akhir dari nama orang yang terkuat di dunia, itu bertujuan supaya kamu bisa menjadi orang yang terkuat di dunia ini, Ilyu." jawab Lylia atas pertanyaan yang diberikan Ilyu.


"Jadi begitu." jawab Ilyu dengan singkat.


"Oh iya, Paman Bao mengajakku berburu di hutan bersama dengan yang lainnya, apa boleh kak?" tanya Ilyu kepada Lylia.


"Oh, iya tidak apa apa, kemampuanmu lumayan untuk melindungi dirimu sendiri, dan ada juga Paman Bao yang kemampuannya lumayan kuat." Lylia mengijinkan Ilyu untuk berburu di hutan, Lylia percaya dengan kemampuan Ilyu.


"Baiklah terima kasih kak, Paman Bao bilang di dalam hutan ada beruang dan beruang bisa menghasilkan banyak uang, apa itu benar?" tanya Ilyu kepada Lylia.


"Iya benar" jawab Lylia.


"Kapan kalian akan pergi?" tanya Lylia.


"Sore ini, aku akan menangkap beruang dan membeli pedang yang dijual oleh paman tukang pandai besi.


"Paman tukang besi?, maksudnya Paman Asta?" batin Lylia.


Sore harinya, Ilyu pun berkemas dan bersiap siap untuk pergi berburu bersama Bao dan penduduk desa yang lain. Lylia meminjamkan peralatan berburunya kepada Ilyu, peralatan berburu itu seperti busur, pedang, dan perisai.


"Pedang ini tidak sebagus pedang yang dibuat Paman Asta." batin Ilyu.


Pagi hari, sebelum Ilyu bersiap siap pergi berburu, Ilyu mendatangi toko pandai besi, dan Ilyu melihat sebuah pedang, pedang itu kecil dan berwarna hijau.


Asta melihat Ilyu tertarik kepada pedang yang dinamakannya Pedang Greeneye itu, Asta terkejut karena anak yang berumur 12 tahun seperti Ilyu itu tertarik kepada pedang di buatnya, para penduduk desa tidak tertarik pada pedang yang seperti itu, penduduk desa hanya membeli pedang biasa untuk dipakainya berburu.


Ilyu pun mencoba untuk membeli pedang itu tetapi uangnya tidak cukup. Asta sebenarnya tidak rela menjual pedang yang memiliki banyak kenangan bagi dirinya, biarpun pedangnya sudah usang tetapi Asta si tukang pandai besi itu sangat menyayangi pedang tersebut.


Melihat Ilyu tertarik pada pedang itu dari sekian banyaknya penduduk, itu membuat Asta berpikir bahwa Ilyu memiliki kemampuan melihat kualitas barang. Asta pun sengaja menaikkan harganya agar Ilyu berusaha mengumpulkan uang supaya bisa membeli pedang yang dijualnya, itu bertujuan untuk melihat seberapa besar tekadnya untuk memiliki pedang tersebut.


"Kak, pedang ini berat, apa tidak ada pedang yang kecil?" tanya Ilyu memegang pedang yang ukurannya sama seperti badannya.


"Kalau begitu pakai busur saja, pedang itu ditinggalkan saja" jawab Lylia sambil mengambil pedang ditangan Ilyu.


"Itu..di dalam kan ada pedang yang berwarna merah, itu kelihatannya ringan" Ilyu berkata dan bermaksud memohon kepada Lylia untuk meminjamkan pedang berwarna merah yang ada didalam rumahnya itu.


"Yu!, ayo pergi!" teriak Bao yang berjalan di depan rumah Ilyu bersama rombongan yang akan ikut serta dalam perburuan.


"Iya!" teriak Ilyu.


"Bao!, jaga Ilyu ya!" Lylia berkata kepada Bao.


"Tentu saja!" jawab Bao.


Ilyu pun berangkat bersama Bao menuju ke hutan untuk berburu. 2 tahun kebersamaan antara Ilyu dan Lylia, mereka berdua terlihat seperti saudara kandung bagi warga desa.


Lylia mengajar Ilyu sepenuh hati sampai sekarang, Lylia melihat Ilyu seperti adiknya sendiri.


Setelah sekian lamanya mereka berjalan, akhirnya mereka sampai di hutan, mereka pun melanjutkan perjalanannya untuk menuju ke hutan bagian dalam untuk melakukan perburuan.


"Paman, kelihatanya hujan akan turun, apa kita tidak mencari tempat untuk berteduh?" Ilyu berkata sambil melihat langit yang mendung.


"Oh iya ya, sepertinya hujan tidak akan terlalu lebat, kita lanjut saja perjalanannya ya" jawab Bao.


"Tapi biar hujan tidak terlalu lebat itu akan membasahi makanan kita dan jika makanan kita basah karena hujan itu adalah kesalahan paman karena menyuruh kita untuk terus berjalan saat hujan." Ilyu berkata.


"Anak ini.." batin Bao merasa sedikit kesal.


Rombongan pun tertawa mendengar perkataan Ilyu, suasana pun menjadi tenang.


Tak lama kemudian, hujan pun turun, awalnya hujan tidak terlalu deras, tapi lama kelamaan hujan pun turun semakin deras, dan itu membuat rombongan pemburu panik.


"Bagaimana ini, Bao?" tanya pemburu lain kepada Bao.


"Kita lari dan cari tempat untuk berteduh!" jawab Bao sambil berteriak karena takut suaranya tidak terdengar karena derasnya hujan.


Mereka semua pun berlari mencari tempat untuk berteduh. Akhirnya mereka pun menemukan pohon besar dan berteduh disana, walaupun hujan sedikit turun melewati sela sela daun pohon, itu tidak akan membuat mereka terlalu basah ataupun kedinginan.


"Hah..akhirnya kita menemukan tempat berteduh" perasaan lega terlihat di wajah Bao.


"Ternyata memang benar akan turun hujan yang lebat, sesuau dengan firasatku." batin Ilyu sambil membuka tas perbekalannya.


Setelah Ilyu membuka tasnya, makanan bekalnya basah semua, Ilyu pun membuang makanannya karena tidak layak lagi dimakan.


Tidak hanya makanan Ilyu, makanan pemburu lain juga basah karena terkena air hujan. Keluhan pemburu lain terdengar di telinga Ilyu, Ilyu merasa sedikit kesal dan Ilyu pun duduk berdiam diri.


Setelah sekian lama, hujan tak kunjung berhenti, mereka pun terpaksa berteduh hingga hujan selesai. Saat hujan turun berburu akan sulit, karena tanahnya licin dan objek sulit dilihat.


Berjam jam kemudian, hujan pun berhenti, hari pun mulai malam. Mereka pun lagi lagi terpaksa menetap di bawah pohon itu, mereka tidak berani pulang, mereka takut tersesat. Biasanya makhluk makhluk aneh akan bermunculan pada malam hari, itu menjadi resiko saat berburu.


Di dunia ini makhluk makhkuk aneh itu disebut Beast. Beast sangat ganas, butuh kemampuan yang tinggi untuk mengalahkan mereka. Para pemburu akan membuat tempat bersembunyi saat malam tiba, itu akan mencegah para Beast untuk mendekati mereka.


Bao pun memerintahkan pemburu lainnya untuk membuat tenda masing masing. Setelah membuat tenda, mereka pun beristirahat dengan keadaan perut yang kelaparan. Ilyu membuat tendanya sendiri dan tidur disana sendirian.