
Beast itu mengamuk dan menghancurkan semua yang dilihatnya. Pasukan keamanan kota atau pun pasukan penjaga kota ini berusaha mengalahkan Beast itu, tetapi kemampuan mereka masih belum cukup untuk mengalahkannya. Sambil menunggu bala bantuan datang, para pasukan pasukan kota berusaha mengulur waktu kini tertekan hingga ke batas mereka.
Bola api besar keluar dari mulut Beast itu dan menghantam para prajurit atau pasukan kota yang tersisa. Ledakan dari bola api itu juga berdampak pada perumahan warga kota yang ada di sekitar kejadian itu, api yang menyala dari rumah warga yang terbakar, membuat suasana semakin panas.
Ilyu pun ingin menolong pasukan kota untuk mengalahkan Beast itu. Pasukan atau pun prajurit kota yang ada pada saat kejadian ini hanya berjumlah puluhan orang, yang masih berdiri sekarang kurang lebih hanya belasan orang. Melihat Ilyu yang berlari ke arah Beast itu membuat Fraquin berpikir bahwa Ilyu memiliki kemampuan untuk mengalahkan Beast seperti itu dengan bantuan para prajurit kota.
Fraquin cuma diam dan mengamati keadaan, mungkin dengan kemampuannya, Beast itu akan lebih mudah dikalahkan tetapi Fraquin tidak membantu para prajurit dan malah berdiam diri mengamati keadaan dari kejauhan.
Dengan berani nya Ilyu berlari maju ka arah Beast itu sambil menarik pedangnya yang ada di pinggangnya atau sabuknya itu. Ilyu pun melompat dengan tinggi ke arah Beast itu dan mengalirkan energi spiritual berwarna hitam pekatnya ke Pedang Greeneye nya sehingga Pedang Greeneye nya berubah menjadi warna hitam pekat, melihat Ilyu yang melompat ke arahnya, Beast itu bereaksi dan mengalihkan pandangannya kepada Ilyu yang pada saat itu pun Ilyu menyerang titik buta dari Beast itu yaitu bagian belakangnya.
Disisi lain Fraquin terkejut dan keheranan dengan kekuatan yang dimiliki oleh Ilyu khususnya warna dari energi spiritualnya. Fraquin tidak melihat elemen dari kekuatan yang dimiliki Ilyu, padahal elemen yang dimiliki Ilyu adalah elemen kegelapan yang juga berwarna hitam.
Energi spiritual milik Ilyu berwarna hitam dan elemen yang dipahami Ikyu adalah elemen kegelapan yang juga berwarna hitam. Orang yang melihat Ilyu mengeluarkan kekuatannya akan bingung, sulit bagi mereka membedakan mana energi spiritual dan mana elemem karakteristiknya.
Kembali lagi ke pertarungan antara Ilyu melawan Beast yang mengamuk di kota pada saat ini. Setelah menyadari kehadiran Ilyu dibelakangnya, Beast itu pun melancarkan tinjunya yang mengarah tepat kepada tubuh Ilyu.
Tetapi, tinjuan dari Beast itu di tepis dan diserang balik oleh Ilyu dengan menggunakan Pedang Greeneye miliknya. Tangan yang digunakan Beast itu untuk meninju Ilyu pun terluka karena tergores oleh pedang milik Ilyu.
Ilyu pun turun dari lompatannya yang tinggi itu dan mendarat ke tanah dan tepat di samping kaki Beast itu.
"Darkness Flow!" teriak Ilyu menyentuhkan ujung jari telunjuknya ke kaki Beast itu dan mengalirkan energi spiritual ke ujung jari telunjuknya lalu menembakkannya.
"Bbyyuusshhhtt!!"
Suara dari jurus yang dikeluarkan Ilyu mengeluarkan bunyi yang kuat. Kaki Beast yang terkena serangan dari jurus Ilyu yang tadi, kini menjadi berlubang dan darah keluar dari kakinya yang berlubang itu.
Beast itu pun terduduk dan menggerutu karena kesakitan kakinya. Tidak ingin menyia nyiakan kesempatan ini, prajurit kota pun berhenti terpana akan kekuatan Ilyu lalu mengerahkan seluruh kemampuannya untuk membunuh Beast itu supaya tidak membahayakan penduduk kota lagi.
Akhirnya, Beast itu pun berhasil di taklukkan. Tak lama setelah Beast itu dikalahkan, Pasukan bala bantuan pun datang. Mereka datang lalu membawa mayat Beast yang telah mati itu pergi. Sebelum pergi, pemimpin dari pasukan bala bantuan itu yang bernama Vincent yang terlihat seperti baru berumur 20an tahun bertanya kepada salah satu dari prajurit kota yang tadi bertarung melawan Beast itu.
"Apakah kalian yang membunuh Beast ini?" tanya Vincent kepada salah satu prajurit kota yang masih bisa berdiri.
Vincent tidak percaya dengan kemampuan para prajurit atau pasukan kota yang ada diwilayah daerah sini. Bahkan untuk dirinya sendiri, Vincent tidak bisa menaklukkan Beast itu seorang diri. Mau puluhan prajurit yang berkemampuan rendah seperti mereka yang tadinya bertarung pun tidak akan mampu mengalahkan satu dari Beast itu.
"Kami memang membunuhnya tapi kalau tidak ada bantuan dari orang itu, kami tidak akan bisa membunuh Beast itu" ucap salah satu dsri prajurit itu kepada Vincent sambil menunjuk ke arah Ilyu yang sedang berjalan ke arah Fraquin yang pada saat itu Fraquin masih berdiri diam membeku karena melihat kemamluan Ilyu di depan restoran tempat mereka berbincang tadi.
Vincent pun memperhatikan Ilyu dengan teliti, Vincent tidak bisa membaca kekuatan yang dimiliki Ilyu. Dengan kemampuan Vincent saat ini, mustahil baginya untuk membaca kekuatan Ilyu karena Ilyu menggunakan teknik penyembunyi aura atau hawa yang diberikan oleh gurunya yaitu Asta.
Para penduduk yang tadinya lari menjauh dari tempat kejadian pun kini mendekat kembali karena merasa tempat itu sudah aman. Tidak sedikit penduduk kota yang memperhatikan pertarungan Ilyu dengan Beast tadi dari kejauhan.
Vincent yang tadinya cuma melihat Ilyu dari kejauhan pun kini mencoba untuk menghampiri Ilyu dan mengucapkan terima kasih atas jasanya.
"Permisi, apakah anda orang yang bernama Ilyu?" ucap Vincent dengan formal kepada Ilyu setelah sampai menghampiri Ilyu.
"Iya, nama saya Ilyu" balas Ilyu sambil tersenyum kepada Vincent.
"Anak ini masih muda tapi dia sudah bisa mengalahkan Beast seorang diri...sungguh keajaiban." batin Vincent setelah mengamati Ilyu.
"Pertama, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada anda karena telah berkonstribusi dalam mengalahkan Beadt yang mengamuk tadi" ucap Vincent dengan nada formal kepada Ilyu.
"Dan yang kedua, pemimpin kota pasti akan senang mendengar hal ini, jadi saya mewakilkan pemimpin kota mengundang anda untuk datang ke kediamannya untuk menjamu anda." ucap Vincent pada Ilyu.
Tentu saja Ilyu menolak ajakan itu karena ia telah membuang banyak waktu di kota ini. Dengan sangat sopan, Ilyu menolak ajakan Vincent untuk pergi kerumah pemimpin kota. Vincent tidak bisa memaksakan kehendak Ilyu karena itu adalah haknya untuk memilih tidak.
Disisi lain Fraquin masih memikirkan tentang kekuatan milik Ilyu dan menunggu kesempatan untuk berbicara dengannya.
Para penduduk desa yang melihat tadi tidak mengerti apa itu energi spiritual berwarna hitam. Karena rata rata dari mereka tidak bisa membangkitkan potensi yang ada pada diri mereka. Di Kota Arizona ini, tepatnya di daerah utara, nama Ilyu sudah lumayan terkenal karena jasanya yang membuat Beast menjadi lemah dengan kekuatannnya sendiri.
Vincent pun pamit undur diri dan bersama rombongan pasukan bala bantuan yang dibawanya, mereka pergi meninggalkan daerah utara ini dengan membawa mayat dari Beast yang telah dibunuh itu. Para warga pun berkumpul mengerumuni Ilyu dan memuji muji Ilyu, ada juga orang yang berkata bahwa Ilyi itu adalah pemuda yang tampan terutama para wanita. Memang setelah 4 tahun terakhir ini wajah Ilyu berubah menjadi lebih tampan dari sebelumnnya.
Ilyu yang merasa kurang nyaman karena dikerumuni oleh banyak orang itu pun hanya bisa menahan diri takutnya jika ia memberontak itu akan menyakitkan hati para penduduk.
Para prajurit yang masih ada pun membubarkan kerumunan yang mengerumuni Ilyu pada saat itu karena mereka takut bahwa Ilyu akan merasa tidak nyaman, Ilyu pun adalah salah satu orang yang banyak berkonstribusi dalam melawan Beast ganas yang tadi.
Dengan rasa kecewa, warga pun bubar karena telah dibubarkan. Ilyu pun cepat cepat pergi meninggalkan tempat itu, Fraquin terus mengikuti Ilyu dan Fraquin akhirnya mengajak Ilyu untuk berbicara.
"Hebat sekali! Warna energi spiritualmu adalah warna hitam?" teriak Fraquin kepada Ilyu karena masih merasa terkejut dengan kekuatan yang dimiliki oleh Ilyu sambil berjalan menuju ke arah selatan.
"Iya benar. Kenapa setiap orang yang melihat ini selalu terkejut ya?" ucap Ilyu sambil berjalan.
Fraquin masih terpana dengan kemampuan yang dimiliki Ilyu. Energi spiritual berwarna hitam milik Ilyu tidak diketahui potensi nya, apakah itu kuat atau malah sebaliknya.
"Dunia harus tahu akan hal ini!" batin Fraquin merasa kesenangan dengan kekuatan yang dimiliki Ilyu.
Setelah menanyakan itu, Fraquin pun berbalik arah menuju ke arah utara lagi, dia mungkin akan kembali ke Penginapan Blue Ocean. Ilyu pun merasa gembira karena Fraquin telah pergi, Fraquin banyak bicara sehingga membuat Ilyu lelah mendengarnya. Ilyu dan Fraquin pun berpisah disini, mereka mungkin sudah menganggap hubungan mereka itu sebagai pertemanan yang singkat karena mereka memiliki tujuan yang berbeda.
Jika mereka bertemu lagi, pertemanan mereka akan berlanjut kembali.