
...1 Minggu kemudian...
Eqlima pun dengan membawa berkas dan badannya pun bersiap untuk mengunjungi rumah Rita Azhari, demi mendapatkan kontrak di Formula E, Eqlima sebetulnya tidak terlalu percaya di awal, namun dirinya hanya bisa pasrah kepada Tuhan YME (Allah SWT jika buat Eqlima) bilamana Rita menipu atau tidak.
Sesampainya di lokasi rumah yang diberikan, dia pun mengetuk pintu rumah tersebut dan memberi Salam, dia kesana dengan mobil yang kemarin diberikan oleh Alara.
"Oh kamu yang kemaren, masuk sini!" Ucap Rita dengan gestur melambai saat membuka pintu nya dan menjawab Salam itu.
Tak lama kemudian, dia pun diajak duduk di sofa disamping Rita, sementara Suaminya, Fadil Eri, duduk di kursi empuk yang satu lagi dengan banyak perban bekas luka seminggu yang lalu.
"Jadi kamu serius untuk berada di Formula E? Bila Iya, tandatangani surat ini tanpa basa-basi lagi" Ujar Fadil sambil memberikan surat tandatangan kontrak nya di BWT Nissan.
Namun bukannya tanda tangan, Eqlima justru mengatakan sesuatu sambil tertawa kecil "Wah, langsung tanda tangan? Kurasa aku seharusnya tidak perlu bawa CV aku deh"
Mendengar hal itu, Fadil langsung merespon dengan jumawa "Oh, gitu ya? Baik kalo begitu maafkan saya, ngomong-ngomong, mana CV dan portofolio kamu itu? Mungkin aku akan merekrut orang yang salah jika pengalaman kamu tidak banyak"
Setelah diberikan, Fadil pun terkejut jika pernyataan nya salah besar, karena Eqlima telah mengenyam Formula 4 South Asia 2020, Formula 3 2021 sampai 2022, dan Formula 2 2023, juga FML Series di tahun 2024.
"FML Series perlombaan terakhir kamu? Tidak buruk, tapi kompetisinya yang justru agak buruk" Ujar Fadil setelah melihat portofolio dan CV nya itu.
Setelah dicek semuanya, Fadil pun langsung memberikan kembali Surat persetujuan kontrak tersebut setelah sebelumnya ditahan oleh nya.
Tak banyak mengulur waktu, dia pun dengan percaya diri menandatangani kontrak tersebut dan langsung berjabat tangan dengan Fadil sambil berkata "Saya siap menerima resiko apapun demi mengembalikan karir saya yang sirna!"
Fadil pun merespon dengan berkata "Wah, saya bahkan tidak menemukan wanita dengan haus akan perjuangan nya setelah sabbatical."
Penandatanganan pun diakhiri dengan berfoto bersama untuk dokumentasi dan setelahnya dia pamit dengan mereka berdua untuk pulang.
Di Apartemen, dia pun kegirangan bukan main setelah mendapat kerjaan kembali, dan mempersiapkan untuk berangkat ke Monaco sebagai reserve driver dan test drive minggu depan.
...****************...
...Beberapa hari kemudian...
Setelah Eqlima, Rita, Fadil beserta 2 anaknya sampai di Bandara Soekarno-Hatta, mereka pun mengecek bagasi terlebih dahulu sebelum keberangkatan, mereka pun baru bisa berangkat naik pesawat menuju Perancis di jam setengah 2 Siang waktu setempat karena Fadil akan melaksanakan Shalat Jum'at terlebih dahulu.
Setelah berada di pesawat dalam waktu yang agak lama, akhirnya mereka transit terlebih dahulu di Bandara Indira Gandhi, India.
(Ilustrasi Bandara Indira Gandhi di India)
"Hei, apakah kita akan turun?" Ujar Eqlima sambil mengambil ancang-ancang untuk turun dari pesawat yang sudah lepas landas di bandara itu.
Namun saat ingin turun, Eqlima justru ditahan untuk duduk lagi oleh Rita sambil berkata "Duduk dulu! Kita belom disuruh!"
Setelah menunggu pesawat delay transit agak lama, akhirnya mereka pun kembali ke pesawat, dan pesawat pun terbang lagi menuju Paris.
(Ilustrasi Bandara di Paris)
Sesampainya di sana, mereka pun langsung check-in dan mengambil barang bawaan mereka yang agak berat itu, ditambah mereka agak ngantuk karena mereka baru sampai jam 4 pagi.
Karena hal itu, Rita akhirnya memesan hotel disamping bandara untuk beristirahat hingga jam 10 pagi, Syukur nya Eqlima hanya menjadi reserve driver, jadi dia bisa beristirahat dahulu.
"Udah Jet lag, ngantuk, dan puyeng, semua jadi satu" Ucap Eqlima sesampainya di hotel tempatnya menginap sambil menguap.
"Besok kita terbang lagi...." Ucap Eqlima dengan diri sendiri sambil menjatuhkan diri ke kasur nya dan tidur.
Hanya menghabiskan se jam saja, Mereka pun sudah sampai ke Bandara yang terletak di Nice.
Setelahnya, mereka memesan Taksi di Bandara tersebut, namun untuk saat ini Fadil dan Rita berpisah untuk sementara, Rita dan kedua anaknya turun di Hotel yang telah dia pesan, sementara Fadil dan Eqlima ke Sirkuit Monaco.
(Ilustrasi sirkuit Monaco dan salah satu hasil jepretan di sirkuit tersebut)
Sesampainya disana, Eqlima langsung check-in dan masuk ke Paddock BWT Nissan bersama Fadil.
"Nah ini dia tempat kamu kerja sekarang, semoga kamu bisa berbaur dengan mereka." Ucap Fadil sembari menemui orang lain untuk mengobrol dengan yang lainnya.
Sementara itu, Eqlima malah keliling melihat-lihat sekitar paddock Tim nya itu, hingga disuatu momen, ia bertemu kru dari tim itu.
"Hey nak, kau penonton? Kenapa kau tembus sampai sini?" Ujar kru itu dengan bahasa Inggris nya.
"Aku? Oh aku bukan penonton, aku reserve driver mereka, BWT Nissan" Ujar Eqlima dengan sedikit tersenyum dan gestur gelagapan
"Oh, maafkan kami, tapi kenapa kau tidak memakai Overall kamu? Apakah kamu masih baru disini?"
"Iya betul, baru kemarin".
Lalu tiba-tiba Fadil pun datang setelah Eqlima merespon pertanyaan kru tersebut
" Iya maaf, kami belum memberi nya Overall untuk balapan, soalnya kami baru merekrut nya kemarin" Ujar Fadil.
"Oh, kalau begitu, mari ikut aku nak." Ujar Kru BWT Nissan tersebut untuk mengajaknya ke ruangan khusus di paddock mereka.
(Ilustrasi baju untuk balapan milik Eqlima Handayani di posisi kiri, dan milik Emina Besima di posisi kanan)
"Wah, ini bajunya? Keren!" Kata Eqlima setelah mendapatkan dan memakai baju tersebut.
"Ya kalau begitu, kamu siap untuk bekerja disini?" Ucap Fadil sambil mengajaknya Tos.
"Pasti!" Ucap Eqlima dengan lantang sambil merespon Tos nya.
"Bagus kalau begitu, saya harap kamu bisa menggantikan Daphne jika dia masih melakukan kesalahan hal yang sama." Ucap kru BWT itu sambil menepuk dan mengelus bahu Eqlima
"Lho, ada apa dengan Daphne?" Respon Fadil dengan bahasa Inggris nya.
"Dia agak buruk beberapa seri terakhir, dia sepertinya kurang cocok berada di tim kami" Jawab kru itu dengan jelas.
Tak lama kemudian Fadil pun pamit dengan Eqlima karena agak khawatir dengan Istrinya, dan Eqlima pun lanjut dengan duduk disamping Team Principal menjelang Mulai nya race seri Monaco E-Prix.
Eqlima pun tampaknya menikmati balapan itu, meskipun tidurnya agak kurang, namun dirinya agak antusias di setiap momen yang terjadi disamping Team principal tim.
Setelah finish, saat semua mengerubungi pitlane untuk merayakan podium, Eqlima tidak mau ketinggalan, ia langsung merekam momen rekan satu tim nya masuk podium satu.
Namun hal yang tidak mengenakkan terjadi di Paddock, ketika dia ingin berjabat tangan dengan calon rekannya, Emina Besima, dirinya justru malah memalingkan diri dan berkata "Maaf, aku tidak ada waktu untuk berjabat tangan dengan rookie!"
Lantas, Eqlima pun bergumam dalam hati sambil pura-pura garuk kepala "Ini orang ada apa ya? Bahkan sama Rookie malah kek gaada respect nya"
Daphne pun menghampiri Eqlima dengan berkata "Sudahlah kawan, dia itu masih terlalu agresif dengan orang yang tidak sesuai dengan kriteria nya, aku juga sebenarnya tipe yang dia maksud"
Mendengar hal itu, Eqlima pun langsung mengadukan hal ini ke Team Principal nya.