Eqlima

Eqlima
Akhir dari Permulaan




(Ilustrasi Eqlima Handayani)


...****************...


"BANGUUUUUUUN!" Teriak seorang wanita yang merupakan strategist nya, Stephanie Calico, setelah mengguyur Eqlima dengan seember air, "Ini emang Free Practice, tapi tidur lu seakan-akan lu juara ye! Inget Lu Eqlima, bukan F.Alonso!" teriak Calico dengan kesal nya sambil melempar ember ke Eqlima yang baru terbangun akibat ketiduran di kursinya dan mengucek matanya yang ngantuk tersebut.


...****************...



(Gambar Layout Sirkuit Catalunya)


Setelah dia keluar dari Paddock, Eqlima pun keluar dengan mobilnya menjalani sesi latihan bebas pertama FML Series di Sirkuit Catalunya, Di sesi Latihan Bebas ini, Eqlima mampu mencetak waktu yang lebih baik, namun Eqlima belum merasa puas dengan hasilnya, "Wah, FP1 cepat tapi di race malah ngelawak buat apa gitu kan, pengennya ntar pas race baru bagus" Ujar Eqlima lewat team radionya, namun Calico yang mendengar itu justru tertawa terbahak-bahak karena kebodohan Eqlima dan membalas "Ya terserah lu aja deh, yang penting jangan ketiduran lagi lu di paddock!" Eqlima pun terdiam setelah itu dan masih fokus ke jalan.


...****************...


Esok Harinya, tibalah saat dia menjalani kualifikasi untuk menentukan posisi nya di Balapan FML Series di sirkuit Catalunya, Eqlima pun keluar dari paddock dengan percaya diri dan langsung tancap gas dengan mobilnya tanpa merasa tegang. "Guys, do'ain aku ya biar dapat posisi depan, ini buat kalian juga lho" Ucap Eqlima di Team radionya, Eqlima memutari sirkuit Catalunya selama 7 putaran dengan ban kerasnya yang pada akhirnya memberikan dia posisi 1 di putaran ke-7 nya, dan waktu tersisa 1 menit lagi setelah Eqlima melewati garis finish, "Posisi berapa kita?" Tanya Eqlima di team radionya


"Posisi 1" Jawab Team Principal nya


"Hah? Serius?! Waaaahahahaha!" Jawabnya sambil menutup muka yang menutupi rasa gembiranya walaupun dia belum tentu posisi 1. Satu menit berlalu, dan Eqlima resmi jadi pemimpin Starting grid FML Series Catalunya. Eqlima pun memasuki Pitstop lalu keluar dari mobilnya dan memasuki Paddock. "Bagaimana hari ini?" Tanya Eqlima sembari mengajak tosan dengan kru tim lainnya, "Ya ya ya sangat baik sangat baik!" Ujar hampir semua Kru tim yang berada di paddock tersebut.


...****************...


Hari Minggu pun tiba buat Eqlima, dia berada di posisi 1 FML Series Catalunya, saat itu juga Eqlima mengendarai mobilnya keluar dari pitstop untuk melalui sesi Warm-up terlebih dahulu, dan setelahnya Eqlima pun bersiap-siap di posisinya, yaitu posisi satu sebelum memulai balapan, bulatan di lampu merah Sirkuit mulai menambah jadi empat, Eqlima pun mulai fokus dengan jalanan sirkuit, dan setelah itu lampu hijau pun menyala dan semua tidak terkecuali Eqlima menancap gas nya dan memulai balapan dengan serius dan hati-hati, balapan berlangsung hingga 19 putaran dan rasanya tidak ada beban untuk Eqlima selama hampir 12 putaran, "Waktunya Box, box, box?" Tanya Eqlima yang dari beberapa lap belum masuk Pitstop juga belum sama sekali memberi laporan lewat Team Radionya.


Akhirnya Eqlima masuk Pitstop dan mengganti ban empuknya dengan ban keras, namun kesialan terjadi setelah dia keluar dari Pitstop di tikungan Repsol dan di putaran ke-13, Mobil dibelakang Eqlima membentur Eqlima dengan laju kencang saat Eqlima sedang belok sehingga mobilnya terlempar ke Gravel, beberapa ban nya copot dan bagian belakang mobil rusak berat karena benturan dari pembalap lawan, yaitu Jenna Smarty.


"AAAARGH! FIAAAA!" Teriak Eqlima di team radionya sembari mencoba keluar dari mobil dengan rasa kesal dan setelah itu dijemput oleh marshall ke pitstop dan paddock. Setelah masuk ke paddock, Calico yang ingin menyapa nya malah dibalas dengan gestur Eqlima yang menempelkan jari telunjuk di depan bibir Strategist asal Kolombia itu sambil berkata "Sssh! Jangan salahin gue, salahin noh yang nabrak gue dari belakang!". Semua kru tim yang melihat replay pun terkejut saat melihat Eqlima ditabrak oleh Smarty lewat kepala mata mereka yang tertuju di televisi paddock tersebut disaat Eqlima sedang duduk di kursinya dan meratap di tembok.


Setelah balapan usai, Smarty dan Eqlima dipanggil oleh FIA ke ruangan khusus FIA, belum beberapa jam, Pihak FIA memberi celetukan soal Eqlima "Kau mungkin harusnya bisa menang ya kan? Andai kata Smarty gak nubruk kamu?". Eqlima hanya tertunduk lesu dan mengangguk, Smarty yang merasa bersalah hanya bisa buang muka, hampir beberapa jam didalamnya, akhirnya diputuskan kalau Smarty kena penalty 7 posisi karena didakwa sengaja menubruk Eqlima yang kebetulan saat itu berada di posisi 7 setelah melewati Pitstop, keduanya keluar dengan perasaan berbeda, Smarty yang akhirnya minta maaf soal tabrakan itu, Eqlima yang mau memaafkan, namun saat berjabat tangan, mukanya tidak menunjukkan perasaan senang, melainkan datar juga memberi balasan "Cukup hari ini lu nabrak, besok kalo masih gue tabrak lu di jalan!" dengan nada rendah sembari melakukan gestur menunjuk nya.


...****************...



(Gambar Layout Sirkuit Monza)


Ironisnya, ini bukan yang pertama dan terakhir nya Eqlima ketimpa kesialan ini, di race selanjutnya di Monza ia mendapatkan hal yang sama, Meski Eqlima tidak dapat Pole Position di Monza, namun Eqlima sudah memimpin jalannya balapan bahkan hingga tersisa 3 putaran lagi dari 20 putaran disana, dan memasuki lap ke-17, di tikungan Parabolica mobil dibelakang Eqlima lagi-lagi lupa ngerem yang mengakibatkan mobilnya tertabrak karena pembalap dibelakang Eqlima justru menabrak bagian samping mobil Eqlima yang mencoba belok dan terseret ke gravel untuk kedua kalinya, pelakunya pun bukan Smarty melainkan pembalap lain. "Eqlima, apa kamu baik-baik saja?" Tanya team principal nya, Archer Calico, Eqlima yang saat itu sedang kesal pun menonjok setir sambil berkata "Dimana keberuntungan dalam diriku berada?!" dengan nada lirih sambil menangis.


...****************...



(Ilustrasi sirkuit Paul Ricard)


Siang yang terik di Paul Ricard, tempat race selanjutnya, menyinari paddock bersamaan dengan hati dan pikiran Eqlima yang pelik dikarenakan dirinya bisa saja kehilangan pekerjaan nya hari ini, karena dirinya kehilangan banyak di kualifikasi walaupun meraih posisi ke-3, ini tidak seperti kemarin yang terlihat baik-baik saja, seakan diujung jurang, nasib Eqlima sangat dipertaruhkan disini.


Start di posisi ke-3 tak membuatnya menyerah meraih podium, dia mampu start dengan baik plus dirinya mampu menyusul pembalap lain di putaran ke-8 setelah dia melebar di Bendor dan ketinggalan 7 posisi di putaran ke-4, namun seakan nasib sial tak kunjung pergi, dirinya malah kena sial lagi setelah menyelesaikan 90% balapan disana, tepatnya saat berada di Mistral Straight, saat mobil Eqlima akan melewati lintasan tersebut, Archer sedang menanyakan Eqlima untuk menjawab yang terjadi dengan mobilnya di lintasan lewat team radionya.


"Eqlima, bagaimana kondisi mobil kamu saat ini? Ada kendala?"


"Aku merasa baik-baik saja, tapi kenapa..."


Saat Eqlima belum selesai membalas, tiba-tiba bannya pecah dikarenakan saat pitstop ia malah mengganti bannya menjadi empuk demi mengejar posisi pertama, dia pun tergelincir ke Gravel trap sebelah kanan dan akhirnya tersusul oleh pembalap wanita lainnya, Eqlima pun langsung keluar dari mobilnya sembari mencopot setir mobil itu karena kesal dan melemparnya ke mobil itu.


Setibanya di Paddock, Eqlima malah mengurung diri di satu ruangan sambil menangis, Stephanie yang mengetuk ruangan sambil memanggil pun tidak digubris oleh Eqlima karena masih kesal akibat kesalahan strateginya. "Eh gimana nih, si Eqlima nangis tuh?" Ujar Stephanie ke Archer yang baru datang ke tempat itu "Apa kita bilangin aja kalo dia sebenarnya sudah dapat posisi 3 supaya dia gak merasa sedih?" Lanjut Stephanie dengan sumringah dan mengangkat alisnya, "Percuma untuk orang seperti dia, dia hanya berfikir jika dia harus balapan sampai finish." Ujar Archer yang diawali dengan menelan ludah dan menghela nafas nya sebelum berbicara.


...****************...



(Ilustrasi sirkuit Silverstone)


"Hei Stephanie,aku mau sedikit berbicara soal Eqlima." Ujar Archer yang sedang memperhatikan televisi di paddock yang menggantung di atas


"Kenapa? Kamu merasa berawai sama Eqlima?" Tanya Stephanie yang berada disampingnya


"Saya rasa kita membebani Eqlima, dia mungkin belum cukup baik untuk balapan disini."


"Jadi?"


"Ini mungkin akan jadi balapan terakhirnya dia disini, dan saya berharap yang terbaik setelah dia pergi, karena masih banyak balapan yang sesuai dengannya" jawab Archer yang menutup percakapan itu bersamaan dengan Stephanie melangkah pergi ke tempat lain.


Sementara yang lain bersiap-siap di mobil mereka dengan pikiran kosong, Eqlima seakan penuh pikiran nya karena dirinya kian seri kian tak menghasilkan satupun podium, walaupun di Paul Ricard kemarin dia meraih posisi 3 setelah mampu menyelesaikan 90% balapannya.


Balapan dimulai dan Eqlima memulai dari posisi 4,semakin turun jika dibandingkan sebelumnya, namun meski demikian Eqlima masih belum menyerah sampai di putaran ke-13 dari 21, dia mampu menyusul pembalap lain seperti biasanya, namun kali ini dia mampu berada di posisi satu.


Seakan berada diatas angin, Eqlima masuk pitstop lagi dan masih tetap memakai ban medium, meski sebelum nya dia sempat mengalami ban meletus dengan ban empuk di 2 lap terakhirnya, "Ini putaran ke berapa?" Tanya Eqlima di Team radionya, "Putaran ke-17, kamu harus bisa nyusul yang lainnya sebelum putaran ke-21!" balas Archer, ambisi Eqlima seperti tidak melihat kondisi, saat dia berhasil menyusul hingga posisi ke-3, kesialan terjadi di Hangar straight, sekilas seperti kejadian Guanyu Zhou di F1, tersenggol oleh pembalap wanita lain dan mobilnya terbalik hingga pembatas sirkuit, dan Ironisnya, mobil itu terbakar sehingga membuat satu tim panik dengan hal itu, namun syukurnya, posisi mobil Eqlima sudah berada di posisi normal saat terbakar, jadi Eqlima bisa selamat walaupun harus dibawa ke medical center untuk pengobatan dan pemulihan kondisinya.