Eqlima

Eqlima
Bertemu dikala ingin menghindar



Eqlima pun terbangun dari tidurnya di kamar disaat Emina malah tidur di sofa, Eqlima pun berjalan ke Jendela dan melihat sinar mentari pagi menyengat wajahnya tepat saat dia ingin membuka Jendela yang ditutup gorden di kamar itu.


"Pagiii...." ucap Eqlima dengan lantang sembari dirinya keluar dari kamar, lalu dia pun berjalan tuk membuka pintu mobil disaat motorhome nya telah berhenti di rest area tepat saat dia terlelap, dia sempat bersemangat sebelum keluar dari kamar, namun saat melihat Emina dan suaminya sedang tidur, dirinya mencoba untuk melakukan sesuatu tanpa menghasilkan suara berisik, karena dia tau jika dirinya berisik, maka yang terjadi adalah dia dibentak abis-abisan.


Eqlima pun keluar dari mobil dan dirinya berjalan-jalan disekitar rest area yang berada di Harmelen, sampai akhirnya dirinya menemukan minimarket di rest area itu setelah dirinya hanya melihat tempat pengisian bensin yang berderet.


Sementara itu, Emina pun yang ditinggal sendirian -meskipun Suaminya masih di mobil dan emang berada di tempat supir-, mencari dimana Eqlima sambil memanggilnya.


Namun saat dirinya ingin keluar karena khawatir dia tiba-tiba keluar dan tersesat, dirinya malah terkejut melihat Eqlima saat dirinya membuka pintu dengan tangan Eqlima membawa kantung belanja dari minimarket itu.


"Astaghfirullah, Eqlima, kamu bawa apaan? Banyak banget." Ujar Emina sambil melihat Eqlima dengan herannya


Eqlima pun menceritakan yang terjadi sebelumnya di minimarket


...(1 Jam Sebelumnya)...


Saat pertama masuk, dirinya ingin membeli sesuatu yang menurutnya ingin dia simpan untuk cemilan juga ingin mencoba makanan khas daerah itu.


Namun setelah merogoh kantung nya, dia tidak menemukan dompetnya sama sekali, dan dia ingat jika dia tidak bawa dompet, saat ingin keluar, tiba-tiba dia berpapasan dengan seorang remaja tidak dikenal


"Hey, maaf nyonya, aku seperti pernah melihat kakak di televisi" Ujar remaja itu sambil menghentikan langkah Eqlima.


Eqlima pun bertanya dengan remaja itu "Kenal aku di televisi? Maaf, aku bahkan belum tau di televisi apa yang kamu maksud"


Dan tak perlu waktu lama, remaja itu mengatakan "Kakak ada Eqlima Handayani kan? Atau hanya mirip saja?"


Mata Eqlima membesar karena mereka tau jika itu adalah dirinya, Eqlima tersenyum kecil dan berkata "Iya, kau bertemu dengan orang yang aslinya", yang sebenarnya dalam hati dia bilang " Mati lah aku, abis ini dikerubuti fans"


Sontak, remaja itu berteriak "Hey, aku bertemu juara Berlin E-prix kemarin!" Ke orang disekitar nya, Eqlima pun mencoba kabur, namun remaja itu menghalangi nya dan menawarkan sesuatu "Hei kak, jangan kabur, aku mungkin bisa membelikan kakak apapun yang kakak mau, jika saja kakak mau beberapa menit dengan kita"


Eqlima hanya menelan ludah karena dirinya bisa saja mendapatkan kesempatan emas itu, akhirnya dirinya mengiyakan ajakan itu, dia mungkin resah karena dirinya diajak foto oleh para fans yang mungkin masih belum ia kenal sama sekali.


Meski pada akhirnya dia mendapatkan banyak barang hasil traktiran fansnya yang membuat hal itu terbayar lunas.


"Terimakasih kalian semua, mobilku sudah bisa berjalan, aku harus pergi dulu" Ujar Eqlima sambil bergegas ke motorhome nya lagi, fans pun merespons nya dengan meriah dan antusias, tidak ada satupun yang kecewa dan kesal dengan nya meskipun tidak semua yang kebagian foto dengan Eqlima.


"Apa? Jadi mereka mentraktir kamu karena ini?" Ujar Emina dengan terkejut saat mereka berdua duduk di sofa.


Dengan raut wajah melas nya, Eqlima hanya bisa berucap "Iya, aku minta maaf ya karena selain gak ngajak kamu, aku memanfaatkan momen gila ini hanya untuk kesenangan ku semata"


Emina pun seakan tidak tega melihat Eqlima yang sangat rendah hati akan hal ini, "Kalo mau marah, marah aja, aku siap dengerin kok." Ujar Eqlima dengan nada lirih nya, meski demikian, Emina tidak mau marah dengannya karena dia berani untuk bersikap baik dengan apa yang terjadi.


"Iya gausah dipikirkan, aku hanya khawatir soal kamu kemana doang, soal belanja? Kan kita banyak persediaan makanannya."


Eqlima pun mulai bisa tersenyum kembali meskipun tidak sangat ceria, "Oiya, kamu mau beberapa dari cemilan aku? Mungkin aku bisa berikan jika kau mau" Ujarnya sambil mengambil cemilan yang baru saja dibeli nya di minimarket itu.


Emina dengan nada serius hanya mengatakan "Buat kamu aja, aku gampang kok", meski demikian Eqlima hanya mengambil Stroopwafell dari kantung belanja tersebut dan memakannya, tak lupa dia menawarkan Emina makanan itu.


" Kamu makan ada logo halal nya gak tuh?" canda Emina ke Eqlima yang membuat nya keselek, dan akhirnya Eqlima pun menunjukkan logo halal nya itu "Lah terus ini apa?".


Meski demikian tidak ada ketersinggungan diantara mereka, Eqlima dan Emina tetap ketawa-ketiwi bercanda dengan hal itu.


Tidak lama kemudian, Suaminya Emina yang tertidur di bangku supir mendadak bangun karena banyak fans yang mengerubungi motorhome nya itu, Suaminya pun sontak bertanya dengan Istrinya "Hei Emina, apakah gerombolan itu fans kamu atau zombie?"


Namun setelah motorhome dijalankan lagi, Eqlima dan Emina kembali ke Sofa dan duduk lagi dengan kesibukan masing-masing.


...****************...


Sesampainya di Amsterdam -Tentunya dengan keadaan mereka yang sudah mandi-, mereka pun langsung keluar dari motorhome dan bersiap-siap menyambut mereka di panggung utama.


"Apa kau siap Eqlima? Kuharap kau tidak gugup" Ujar Emina dengan sedikit tertawa kecil dari perempuan berusia 25 tahun itu.


Eqlima hanya tersenyum dan mengiyakan katanya tersebut, dengan penampilan nya memakai baju non-balap dari BWT dan rambutnya yang seperti Susie Wolff namun dengan balutan warna hitam itu tak membuat nya gugup akan menemui fans nya, begitupun Emina dengan rambut gaya Cammy Street Fighter tanpa topi dan sama seperti Eqlima, rambutnya dibalut warna hitam.


Dan saat yang dinanti pun tiba, mereka pun menemui fans dari panggung utama yang jumlahnya sangat banyak, saking banyaknya, mereka sangat menikmati acara tersebut, mulai dari interview, sesi tanya jawab dengan fans, dan rangakaian acara lainnya.


Meski demikian, bukan berarti diantara mereka punya pengalaman buruk di panggung itu, meski bukan didepan panggung, melainkan dibelakang panggung, itu terjadi saat Eqlima ingin ke toilet untuk buang air kecil, namun toilet nya berada di belakang panggung.


Seakan tidak ada halangan yang berarti saat dirinya ke toilet, namun setelah melakukan hal tersebut, dia bertemu dengan perempuan berjaket hitam dengan rambut pendek sependek rambut lelaki membawa botol dan korek yang diyakini itu adalah bahan untuk membuat bom molotov


"Hey kamu!" Teriak Eqlima yang tak lama mengejar nya dengan cepat dan setelah ia meraba dan melihat wajahnya, ternyata itu adalah Daphne Volta.


"Daphne? Kamu ngapain?" Ujar Eqlima sambil memegang wajah Volta


"Diam, kau mengganggu ku!" Teriak Volta sambil menepis tangan Eqlima yang memegang wajahnya itu


Seakan tidak mau mengelak, Eqlima masih memegang tubuhnya, namun dibagian bahu sambil bertanya "Kamu kemana aja selama ini? Aku sangat mencari kamu lho!".


Namun beberapa saat kemudian, dua opsir polisi datang sambil berteriak "Berhenti disana!"


Eqlima yang panik karena dia bertingkah berlebihan hanya mengangkat tangan dan langsung duduk di lantai dengan berteriak "Ampun Pak! Saya tau ini berlebihan, tapi saya hanya ingin bertemu teman ku!"


Namun Opsir agak aneh dengan Eqlima, karena yang sebenarnya, opsir itu mengincar Volta karena kelakuan kriminal nya.


Salah satu opsir itu menenangkan Eqlima "Hey nak, kurasa itu bukan kamu yang kami maksud, tapi anak ini! Dia membakar suatu tempat usaha karena maksud tertentu nya."


Eqlima pun bingung bagaimana itu terjadi, terutama bagaimana cerita nya Volta bisa jadi tersangka dari pembakaran suatu tempat usaha.


Dan Opsir itu mencurigai jika Volta akan membakar panggung tersebut dengan b molotov nya yang dirakit Volta tersebut


...****************...


Tepat di belakang panggung, disaat satu opsir mengantar Volta ke Kantor Polisi, satu opsir menjelaskan dengan Eqlima yang dibelakang ditemani Emina dan Suaminya.


"Jadi itu sebenarnya terjadi karena disaat dia mulai merugi, dia mulai menjadi Arsonist dan mulai membakar beberapa usaha yang berkaitan dengan bapaknya" Ujar opsir itu sambil duduk di tangga dekat panggung itu.


Eqlima dan Emina saling lihat-lihatan setelah mendengar hal itu, menyadari jika Volta menjadi jahat setelah keluar dari Formula E dan digantikan oleh Eqlima.


"Jadi, dia yang kita kenal kalem itu, adalah Arsonist?" Ucap Eqlima ke Emina dengan berkaca-kaca.


Dan Eqlima pun tak kuasa menangis disamping Emina mengingat dirinya seperti bersalah karena dia, Volta menjadi jahat seperti itu.


Meski demikian, acara meet and greet dengan fans itu berjalan lancar dan mereka melanjutkan nya dengan baik setelah sempat tertunda beberapa menit akibat Eqlima bertemu Volta.