Eqlima

Eqlima
Kesialan yang menguntungkan



Karena harus mengikuti balapan dengan koleganya Alara, mau tidak mau Eqlima harus menyetir mobil itu hingga finish, dan Alara berada disamping Eqlima sebagai Navigator.



(Ilustrasi Acura NSX 2022 yang dipakai Eqlima. Mustang GT 2017 yang dipakai Ince, kolega pria nya Alara. McLaren GT yang dipakai kolega wanita nya Alara, Alice McStee, dan Mercedes AMG GTS yang dipakai Bai Muchen, salah satu kolega pria nya Alara juga)


Semua sudah siap di posisinya masing-masing meskipun posisinya sejajar, dan pemberi aba-aba pun mulai memberi aba-aba untuk bersiap-siap.


"Hey Alara, aku tidak bisa menjanjikan kau untuk menang ya, walaupun kau tau aku bekas pembalap" ujar Eqlima sambil memegang kemudi, karena gigi nya di setir, jadi kedua tangan Eqlima berada di setir, kaki kanan nya menginjak-injak pedal sembari memanaskan mesin dan gigi mobil masih di posisi N.



(Jalur yang harus dituju oleh pembalap ditandai oleh garis hitam, maaf kalo rada jelek penanda nya🙏🙏)


Tak lama balapan pun dimulai dan seluruh mobil termasuk mobil Eqlima melaju kencang melewati jalanan disekitar BSD di jam 12 malam, ditengah kencangnya mobil melaju, Alice sedikit menyindir Bai dengan mengatakan "Hei Bai, kau mungkin bisa sedikit lebih cepat untuk menyusul, butuh Tutut Turbo?" Dengan nada tertawa nya yang agak kencang, Bai Muchen pun tak mau kalah, dia langsung berada di samping Alice saat dia tertawa keras.


"Wah kau lupa akan zat Nitrogen? Aku bisa katakan ini dengan kau!" Balas Bai Muchen sambil terbahak-bahak.


Namun saat belokan menuju jalan masuk gerai League -Yang sebenarnya ditutup namun dibuka paksa oleh temannya Alara-, Alice dan Bai lupa ngerem yang mengakibatkan mereka sempat kelewat beberapa meter dari belokan, sementara Eqlima yang dibelakang mereka berdua, mampu menyusul mereka berdua dengan drift nya yang baik disusul oleh Ince dibelakang nya.


Alice tak tinggal diam, dia pun membalikkan mobilnya secepat mungkin ke jalur yang dituju dan langsung menyusul Eqlima sambil berkata "Eergh! Anak ini! Gaakan gue biarin dia menang!".


Bersamaan dengan Bai di posisi belakang nya, Alice pun coba menyusul Eqlima dengan cepat setelah belokan yang berada di dekat restoran yang tutup itu.


Dan benar saja, ketika mau di akhir, Eqlima yang sempat memimpin justru malah tersalip duluan oleh Alice, sebelum akhirnya tersalip oleh Bai Muchen.


Dan di garis finish yang berada di jalan dekat Landmark BSD, Bai, Eqlima dan Alice datang bersamaan, dan hasilnya? Ternyata Bai Muchen yang justru didepan Eqlima, dan Eqlima finish di posisi kedua sementara Alice ketiga.


" Yeeehaw!" Ungkapan Bai Muchen saat dia bisa menangkan balapan itu. "Hey Alice, kurasa kau harus belajar dari namaku, ygy?" Lanjut Bai Muchen menghampiri Alice dengan mobilnya dalam kondisi jendelanya terbuka.


"Diam!" Ujar Alice sambil menunjukkan jari tengah nya.


Sembari Bai tertawa terbahak-bahak, segerombolan mobil polisi pun datang dan mencari keberadaan pembalap-pembalap tersebut, termasuk Eqlima yang sempat terlibat.


"Semua unit, bergegas ambil mereka!" Komando dari Polisi Jalan Raya yang berada didalam mobil itu.


Sementara Eqlima yang sempat melihat itu dia langsung menghampiri Alice, Bai dan Ince yang sedang istirahat di mobilnya masing-masing, meskipun Bai masih terbawa kesenangan nya memenangkan balapan tadi.


"Hey guys, kurasa ini bukan waktunya kita bisa tenang!" Ujar Eqlima dengan membuka jendela mobilnya


"Kenapa gitu?!" Bentak Alice karena dia pikir Eqlima agak sok asyik, namun Eqlima pun langsung menunjukkan kalau segerombolan mobil polisi hampir mendekati mereka.


"Oh sial, kupikir anak ini mencari perhatian!" Ujar Alice sembari kabur dengan mobilnya, yang dimana Bai Muchen dan Ince juga ikutan kabur dengan mobilnya juga, juga Eqlima.


"Hei Eqlima, kau punya nomor telepon Polisi atau gimana? Bagaimana mereka tau kita disini?" Ujar Alice ke Eqlima yang mobilnya berada disamping mobil Alice.


"Apa? Bahkan aku belum pulang sama sekali dari beberapa tahun lalu dari luar negeri!" Balas Eqlima dengan suara keras karena suara mesin mereka dan mobil polisi serta sirene nya bersatu padu.


"Jadi kau tidak punya nomor telepon nya? Bagus kalau begitu, jadi kau bukan cepu nya!" Balas Alice saat mobilnya masih disamping Eqlima.


Saat itu juga setelah menemukan jalur yang beda antara Lengkong Raya dan Serpong Raya, mereka pun berpencar, Eqlima melewati Lengkong Raya sementara Alice melewati Serpong Raya, tanpa kata perpisahan, mereka berdua melewati jalur yang beda secara langsung.


Polisi sempat menangkap beberapa orang yang berada di Landmark itu termasuk DJ dan pemberi aba-aba yang sempat berada disana, namun mereka tidak berhasil menangkap pembalap itu, Bai kabur dan memutar balik hingga masuk ke jalur Melati Mas Residence dan melaju hingga ke rumahnya, sementara Ince masuk ke taman Indah Golf di BSD yang di komplek nya terdapat rumah singgah Ince.


"Emmm, Alara, ada yang salah sama kamu? Kok diem aja?" Lanjut Eqlima yang masih memegang kemudi mobil melihat mukanya agak datar tidak seperti sebelumnya.


Tak lama berselang, Alara pun memberi rute di aplikasi Maps nya untuk mengantar nya pulang sambil berkata dengan suara lantangnya "Nih, bawa aku pulang sekarang! Aku gak mau lagi balapan! Aku kehilangan mereka!", sembari sedikit mengeluarkan air mata.


"Sudah jangan terlalu emosi, mungkin teman kamu bakal selamat kok" Ujar Eqlima sambil tangan kirinya mengelus kepalanya sedangkan tangan kanannya masih memegang setir.


Namun Alara justru memegang dan mengalihkan tangan Eqlima dari kepalanya sambil berkata "Fokus ke jalan! Bawa aku ke rumah tinggal ku, bukan rumah sakit!".


Sesampainya di rute yang dituju -Lebih tepatnya rumah Alara-, Alara masih tertidur di samping Eqlima dan Eqlima mencoba membangun kan Alara, Alara pun bangun dan saat itu juga asisten Alara keluar membuka pintu garasi untuk mobil masuk.


Setelah memasukkan mobil, Eqlima dan Alara keluar dari mobil dan Eqlima langsung pamit ke Alara.


"Hey Alara, kurasa cukup sampai sini kita ya? Aku tau aku agak ngeselin kamu." Ucap Eqlima sebagai salam pamit nya ke Alara sembari menjabat tangan dan memeluknya, namun saat Eqlima ingin keluar dari garasi, Alara memanggilnya sambil berkata "Hey Eqlima, tunggu! Kau bahkan mau jalan kaki ke rumah kamu?".


Eqlima berbalik arah dan membalasnya " Ya gak mungkin lah, kan ada tranportasi Online kan?". Tidak lama setelah nya, Alara mengambil kunci mobil Acura yang tadi dipakai Eqlima dan Alara balapan sambil berkata "Nih, ambil!".


Eqlima bingung dan ia bertanya "Ada apa?".


Alara pun membalas "Bawa mobil itu! Gak bakal gue biarin lu pulang tanpa membawa sesuatu!"


"Ta...ta..tapi, bagaimana dengan...?" Tanya Eqlima dengan gugup


"Gausah dipikirin! Balik sekarang! Jangan pikirin soal aku!" Bentak Alara dengan sedikit nada lembutnya.


"Oke makasih" Balas Eqlima sambil membuka mobil itu dan mengeluarkan nya dari garasi yang dibuka oleh asistennya, tak lupa ia melakukan jabat tangan dan berpelukan seperti sebelumnya, tepatnya sebelum ia masuk dan mengendarai mobil itu.


...****************...


Di perjalanannya ia balik, tiba-tiba di jalanan ia menemukan beberapa mobil polisi sedang berjaga-jaga mencari mobil yang mereka incar, dan benar saja ketika mobil Eqlima melintas, sirene pun berbunyi.


Eqlima sempat keluar dari jalan Tol dan kabur ke Cipondoh demi mencoba untuk mencari tempat supaya dia bisa mengumpat dari dari kejaran gerombolan polisi tersebut, hingga disuatu tempat dia pun bersembunyi hingga mobil polisi pun tidak berhasil menemukan Eqlima, setelah mampu kabur dari kejaran polisi, Eqlima melanjutkan perjalanan pulangnya, namun dia menemukan sesuatu yang janggal, yaitu ada mobil yang berhenti dengan pintu terbuka.


Setelahnya Eqlima menghentikan mobilnya dan keluar dari mobil itu, lalu ia menghampiri mobil didepan nya yang didalamnya ada perempuan yang berteriak minta tolong karena badan bagian perut suaminya berdarah-darah yang kemunculan karena tertembak oleh oknum.


"Heh, ngapain kamu disitu? Kupikir kamu sudah mati dua-dua nya!" Ujar oknum yang sempat kabur sebelumnya namun dia balik lagi karena mengecek jika satu keluarga itu belum mati, tak lama ia pun menembak senjata apinya ke arah mesin mobil itu hingga meledak, sementara lelaki yang tertembak itu beserta Istrinya berhasil diselamatkan oleh Eqlima.


Lalu mereka bertiga pun masuk ke mobil Eqlima lalu langsung kabur dari kejaran oknum itu, namun oknum itu yang memakai Toyota GT86 langsung mengejar mereka bertiga yang berada di mobil Acura milik Eqlima.


Kejar-kejaran pun terjadi hingga oknum itu langsung mengeluarkan senjata api mesin yang sengaja ditembak ke arah mobil Eqlima guna mengecoh mereka, namun karena Eqlima cekatan dalam menyetir, ia pun mengecoh balik dengan mengarahkan oknum itu ke arah yang salah di dekat jalan menuju rumah sakit terdekat.


Mobil oknum itu sempat terhenti dan tersenggol dengan mobil lain sehingga oknum itu kesulitan untuk mencari Eqlima dan orang yang jadi target mereka.


Sesampainya di rumah sakit terdekat, yaitu RS Sari Asih, mereka langsung menuju ke arah UGD di rumah sakit itu, syukurnya meski bersimbah darah, Pria itu masih bisa hidup sehingga masih bisa terselamatkan.


"Saya sangat berterimakasih lho sama kamu! Maaf ya kalo mobil kamu penuh darah suami saya." Ujar Istri dari Pria itu didalam UGD rumah sakit itu.


"Ngomong-ngomong, kamu siapa? Kok mereka sampe ngincer kamu?" Tanya Eqlima yang penasaran dengan mereka.


Namun Perempuan itu masih belum bisa berkata-kata apapun lagi setelah perkataan yang tadi.