
(Ilustrasi Gedung Calico Sido Muncul Racing di Leicester, Inggris)
5 Hari setelah Insiden tidak menyenangkan yang membuat karirnya agak hancur, Eqlima pun dipanggil pihak Calico Sido muncul Racing, tim yang menaunginya di FML Series, untuk datang ke base mereka untuk suatu keperluan. Tanpa banyak hal yang mengganjal nya, Eqlima pun langsung berangkat dari flat yang ia huni saat ini yang berada di Belgrave, dia berangkat menuju tempat itu dengan transportasi umum yang ada, yaitu Bus kota elektrik yang sempat berhenti di stasiun bus dekat flat nya Eqlima.
...****************...
Calico Sido muncul Racing Base, Leicester, Inggris
Sesampainya disana, Eqlima pun duduk sebentar di bangku yang berada didepan ruangan Team Principal nya sekaligus pemilik tim tersebut, yaitu Archer Calico, sembari dia duduk dan menunggu, asisten dari Archer pun datang dan mempersilahkan masuk Eqlima ke ruangan itu.
(Ilustrasi dari Stephanie dan Archie Calico, yang gambarnya berada di bingkai foto yang Eqlima lihat di ruangan Archer)
Eqlima pun dipersilahkan duduk di kursi itu dan ia melihat sekitarnya, dan juga sempat melihat bingkai foto kecil Archer dan Stephanie yang ditaruh rapih diatas meja utama itu, dia melihat dan bertanya dalam hati soal foto tersebut "Wait, ini bukannya Stephanie Calico? Dan ini Archer? Bagaana mereka bisa foto bareng dan mesra seakan mereka keluarga?", " Kalau kau masih bingung soal gambar tersebut, itu karena saya dan Stephanie adalah Pasutri!" Ujar Archer sembari berjalan keluar dari tandas dan duduk di kursi depan Eqlima. Muka Eqlima pun berekspresi seakan bingung dengan alis nya yang sedikit mengangkat dan matanya terbelalak mendengar hal itu, "Oiya Eqlima, maaf kalo agak mengganggu kamu untuk datang kesini, sejujurnya hanya sedikit yang akan saya bicarakan, salah satunya soal saya tidak ingin lagi memperpanjang kontrak kamu" Ujar Pria asal Aussie itu yang memulai percakapan.
"Saya tahu kamu itu berbakat dan hebat, namun sayangnya nasib tak bisa berpihak dengan kamu"
Lanjut perkataan Archer.
"Maksudnya?" Tanya Eqlima yang mukanya agak serius saat ini
"Begini, saya sempat berunding dengan pihak lain tentang kamu akan kemana setelah ini, nampaknya kamu tidak akan lagi balapan disini, bukan karena kamu tidak hebat, melainkan FML series sudah tidak lagi punya dana dalam penyelenggaraan nya."
"Dan....Apa hubungannya sama tim ini?"
"Kita tidak lagi bisa bantu kamu di balapan yang akan datang, walaupun di seri lain. Karena kami juga belum bisa menembus Formula 1 soal keuangan dan sponsor nya, bahkan di seri lain."
"Jadi, kalian ingin bubar karena FML sudah tidak lagi berlanjut? Padahal masih ada 3 seri tersisa bukan?"
"Menindaklanjuti soal itu, FML juga kesulitan mencari penyokong dana setelah rating nya rendah dan peminatnya hanya sedikit, dan kita belum tentu bisa mendukungmu di Tingkat balapan lainnya."
Setelah percakapan itu, Archer mengambil Sekoper uang untuk pesangon terakhir Eqlima yang sudah tidak bisa lagi balapan dengan tim tersebut dan menaruhnya di atas meja sambil berkata "Ini, pesangon kamu yang terakhir sebelum kita berpisah disini". Eqlima pun mengambilnya dengan menghela nafas dan pamit ke Archer sambil berjabat tangan, "Kuharap kamu sukses setelah ini, sampai jumpa." Ujar Archer sembari melambaikan tangannya saat Eqlima akan keluar dari ruangan.
...****************...
(Ilustrasi gambar bandara Heathrow dan Changi)
Dengan kedua tangannya yang diperban dan kepala nya yang sedikit diplester di bagian kening seakan tak membuat Eqlima malu untuk berjalan didepan Heathrow Airport, karena memang tidak semua mengenal nya dan tidak pulak semua tau soal dia walaupun dia pembalap sekalipun. Dia langsung menuju pesawat karena dirinya sudah membelinya lewat aplikasi Online, pesawat itu akan mendarat dulu di Singapura, baru setelahnya dia bisa memesan pesawat lagi disana tujuan Indonesia, tidak ada banyak percakapan saat berangkat menuju penerbangan kecuali saat pengecekan tiket, Koper dan didalam pesawat.
Berangkat dengan pikiran yang masih flashback dengan kejadian yang ia sudah alami beberapa hari kebelakang membuat Eqlima tidak bisa berhenti memandang jendela di samping nya, hingga beberapa saat kemudian ia pun tertidur pulas di pesawat sampai pesawat tiba ke Singapura. Di Singapura pun, dia hanya menikmati kesendirian di hotel hingga saat penerbangan ke Indonesia tiba, mulai dari merelaksasi diri di Spa hotel, bersantai di swimming pool, hingga makan di restoran itu dengan hasil jerih payahnya sendiri selama 2 hari, disana dia tak sedikitpun mengobrol dengan orang lain kecuali soal pesan sesuatu, setelah hari keberangkatan tiba, dia pun langsung berangkat ke Bandara Changi lagi untuk pulang ke Indonesia.
...****************...
Di pesawat menuju Indonesia itu, barulah interaksi terjadi, seorang Wanita yang mirip dengan Ra Mi-ran duduk disamping Eqlima dan menyapa Eqlima "Hai Kakak, kakak pembalap Formula 1,kan?" Namun Eqlima yang bingung dia pun langsung membalas "Bukan, aku FML Series, seri lain dari Formula 1 yang isinya perempuan semua.", dan mereka pun mengobrol tentang hal serius disaat pesawat masih terbang menuju Soekarno-Hatta
" Kita boleh kenalan gak?" Kata perempuan itu
"Oke, namaku Eqlima, kamu siapa sampe kamu pede bisa kenal aku lebih jauh?" Tanya Eqlima sembari menjabat tangan dengan perempuan itu.
"Namaku Misnah, agen scouting yang sedang mencari pembalap nganggur disekitar sini untuk diajak ke luar negeri".
"Scouting Agent? Sejauh apa kamu bakal ngirim aku?"
"Nih beberapa balapan yang aku mau kasih kamu buat dijajal" Ujar Misnah sambil menaruh beberapa pamflet berisi IndyCar, F4 Asia, Le Mans Prototype dan balapan lainnya.
Eqlima pun membaca satu persatu pamflet itu, namun tidak ada satupun yang menarik buat Eqlima, yang paling membuat Eqlima kepikiran ketika dirinya melihat IndyCar yang mengingatkan nya pada kejadian masa lalu dimana Ibunya disetubuhi, diremas bagian payudara dan *********** tepat didepan dia saat masih kecil, saat itu ia memilih mengikuti ibu nya yang kebetulan sudah cerai dengan bapak nya yang mata keranjang dan suka bermain wanita.
Sembari dirinya flashback dengan kejadian itu, ada anak kecil yang datang ke Eqlima dan meminta Eqlima mengambil miniatur Topeng yang mirip mukanya dengan Eqlima itu sendiri sebagai hadiah dari penggemar, setelah menandatangani itu, Misnah mulai berbicara soal Eqlima yang sempat melakukan gestur kepikiran itu "Hei Eqlima, ada masalah dengan pamflet aku? Kurasa kamu sedang kepikiran sesuatu atau sedang pusing menentukan pilihan nya." Namun Eqlima pun membalas pernyataan Misnah itu sembari mengambil Topeng yang diberikan anak itu dan memberi tanda tangan di jaketnya sebagai imbalannya, "Aku bingung sih kalo boleh jujur, aku sekarang tingkatnya Formula 2,bukan F4 lagi, terus kalo aku balapan di IndyCar, aku teringat sesuatu dengan Ibu ku, dan kalo di WEC, itu bukan keahlian aku." Misnah pun terdiam setelah mendengar perkataan Eqlima itu.
...****************...
Sesampainya di Indonesia, Misnah yang turun berbarengan dengan Eqlima langsung mepet dengan Eqlima, disaat mereka berdua akan keluar dari garbarata ke ruang tunggu, banyak orang menunggu dan Eqlima berfikir kalau beberapa ada yang berasal dari media massa, oleh karenanya Eqlima pun masih di Garbarata dan seperti menunggu sesuatu, "Eh mbak Eqlima, kenapa disini?" Ujar Misnah yang dari tadi celingukan lihat Eqlima, "Mbak, mbak, bukannya kamu lebih tua dari aku? Soalnya liat muka kamu, kamu umurnya sekitar 29-an." Balas Eqlima yang melakukan gestur resah dengan Misnah, "Oh maaf ya, abis aku mikir kalo kamu lebih pro dari aku" Ujar Misnah dengan ketawa kecil, Eqlima pun menampakan wajah kesal nya itu karena dianggap lebih tua, namun disaat itu juga Eqlima punya ide buat menghindari Media Massa yang menunggu di jalan keluar bandara itu, "Hey mbak Misnah, sini deh" Ujar Eqlima sambil membisikkan sesuatu ke Misnah, lalu Misnah pun memberi respons "Oh, oke deh, gampang itu mah, sini serahin ke Misnah!". Dan setelah itu Misnah langsung mengambil Topeng yang sempat diberikan anak kecil penggemar Eqlima itu dari tangan Eqlima yang dikeluarkan dari kantung jaketnya itu, lalu Misnah berjalan ke lorong itu dan mengucap " Halo semua! Kalian cari aku kan?", beberapa wartawan Media Massa yang terkecoh itu langsung mengejar Misnah sembari Eqlima langsung pergi ke ruang check-in dan langsung mengambil koper nya disana meninggalkan Misnah yang sedang dikejar-kejar awak media tersebut.