
Setelah selesai balapan di hari itu, beberapa driver pun berkumpul di ruangan driver room, bersamaan dengan Eqlima, Emina, Haz dan Burhan, hanya 6 pembalap tercepat yang bisa berada di ruangan tersebut.
Namun di selasar dekat pintu, Eqlima digodain sama pembalap lain yang keduanya merupakan lelaki.
Tak lama setelah masuk, saat Eqlima masih digodain, Haz yang sedang duduk bersama Burhan pun bereaksi.
"Kalian bisa gak jangan menjadi lelaki yang terkesan brengsek?!" Teriaknya sambil memukul meja yang ikut memecah suasana trersebut
"Kalian itu driver mobil balap, bukannya driver mobil ***, idiot!" lanjut Haz dengan kesal nya
Itu terjadi karena saat Eqlima datang ke ruangan, Emina masih belum selesai diwawancarai oleh media, oleh karena itu Eqlima datang sendiri ke ruangan tersebut.
Seketika suasana menjadi hening, namun menjadi tanda tanya dari kedua driver itu ke Haz
"Hei ada apa dengan kau bung? Apa kamu iri karena dia bisa melakukan sesuatu lebih dari kamu? Atau emang kamu suka dia?" Ujar salah satu diantara kedua driver tersebut, sontak kedua driver itu tertawa akan hal tersebut.
"Kelewatan kalian berdua!" Sahut Emina yang baru datang ke dua driver itu.
"Saya melihat kalian melakukan hal itu, jangan dipikir saat aku wawancara kalian merasa aman!" Lanjut Emina yang bernada seperti mengancam.
Namun setelah hal itu, kedua driver itu langsung diam dan duduk karena mereka tau yang mengatakan hal tersebut merupakan teman dan senior dari Eqlima.
"Tenang Eqlima, kalau dia macam-macam, aku habisi mereka, gak peduli mau dia orang berada ataupun tidak." Ujar Emina ke Eqlima yang masih cemas karena diganggu oleh driver itu sebelumnya.
Tak lama kemudian, mereka pun menonton tayangan saat balapan tadi, terlihat jelas bagaimana Eqlima mampu memanfaatkan Attack Mode (yang tidak sempat diceritakan tadi) dengan baik untuk Divebomb nya tersebut, melihat hal ini, lantas Haz menyindir Eqlima dengan gayanya sendiri
"Ya, cukup wajar jika Eqlima mampu menguasai balapan, mempunyai teammate yang memikirkan tim, memanfaatkan attack mode dengan baik, bahkan jika team principal nya berpengalaman, tidak heran yang tadinya anak baru menjadi menakutkan" Sindir Haz kepada Eqlima yang sedang fokus melihat tayangan itu.
Emina pun sinis melihat kelakuan Haz tersebut, dia pun membisikkan ke Eqlima "Kamu kalo mau mental kamu sehat, jangan dengerin dia, dia cuma bikin urat saraf kamu pecah."
Mendengar hal itu, Eqlima hanya merespons nya dengan ketawa kecil, pertanda dirinya tidak membawa itu dengan serius
Setelah selesai ngalor-ngidul di driver room, Eqlima pun mencoba mendekati Haz yang berjalan di selasar ruangan untuk meminta maaf soal insiden di sesi latihan bebas sebelumnya.
"Hey Haz." Sapa Eqlima dengan kencang
Haz pun berbalik badan dan menunggu reaksi Eqlima saat Eqlima sedang mengejarnya.
"Hey Haz, saye tau ini agak aneh, tapi saye nak minta maaf pasal sesi kemarin itu." Ucap Eqlima sesaat setelah mendekati Haz.
Haz pun mengangguk dan menerima hal itu, namun dia berkata sesuatu "Iya, karena aku menabrak kau kah? Mungkin aku yang harusnya minta maaf, saye terima, tapi satu hal yang aku nak cakap dengan kau."
"Apa itu?" Tanya Eqlima dengan polos
"Aku tak nak jadi sahabat kau, soalnye sahabat dengan kau macam membunuh aku dengan perlahan" Ucap Haz dengan agak angkuh
"Kau boleh kemarin hampir bunuh aku di trek, konon lagi bila aku satu rekan dengan kau, aku dah boleh di tanah berkat kau!" Lanjut Haz dengan nada intimidasi nya.
Eqlima pun hanya bisa tertunduk setelah mendengar hal itu, dan dia hanya bisa merenungi sakitnya hal itu saat ini.
...****************...
Saat sore datang, Eqlima pun memutuskan untuk pergi ke bank agar dirinya bisa menarik saldo untuk keseharian nya, karena dia tidak lagi ditanggung oleh Rita dan Fadil yang sempat menjadi agen untuk karirnya,
Sekeluar nya dari bank untuk menarik saldonya di kartu ATM, Eqlima pun memesan kendaraan lewat aplikasi kendaraan online nya, sempat memesan yang kendaraan biasa, namun pemesanannya full sehingga ia tidak mendapatkan driver.
Akhirnya ia pun memesan kendaraan Elektrik yang masih ada drivernya agar bisa pulang ke hotel tempatnya menginap.
Sesampainya kendaraan yang dipesan di tujuan yang sama dengan permintaan Eqlima, driver pun menyapa nya dan Eqlima pun masuk ke dalam mobil tersebut.
Perjalanan sempat tiada kendala di beberapa kilometer, namun disaat istri dari driver tersebut menelpon video call, Eqlima mulai gusar dengan driver tersebut.
"Maaf Pak, apa bapak sedang menelpon? Jika ia, biarkan saya memegang handphone tersebut." Ujar Eqlima sambil memberi aba-aba untuk memberikan handphonenya nya.
"Oh maaf adik, kurasa aku hanya sebentar, nanti aku tutup jika aku mau." Balas driver itu dengan santainya
Beberapa lama kemudian, suasana mengemudi nya mulai tidak nyaman, dan driver masih tetap memegang handphonenya nya ketika dirinya masih memegang kemudi.
"Pak, jika masih begini, saya akan keluar!" Ancam Eqlima yang mulai tidak nyaman
Karena hal itu, driver pun akhirnya menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
"Oke oke oke oke, aku akan berhenti dulu, berikan aku waktu, jujur saja, aku juga kesulitan mencari uang makanya kenapa aku menginginkan order dari kamu, kumohon jangan pergi dulu." Ucap Driver yang udah mulai panik karena dia bakal kena bintang satu karena hal ini.
Seketika itu, Eqlima pun langsung keluar, namun bukan ingin meninggalkan driver itu, melainkan ada hal lain yang ingin dia lakukan.
"Oke, jika anda berfikir demikian, pindah ke sebelah." Pinta Eqlima supaya supir itu bertukar tempat duduk menjadi di kursi sebelahnya.
Driver itu menuruti perintah itu agar tidak kehilangan pelanggan nya.
Kemudian Eqlima pun memegang kendali mobil itu, dengan memakai sabuk pengaman nya, dia langsung memasukkan gigi satu dan mengendarai sesuai tujuannya
"Wooohooo, kau lihat ini sayang, aku sedang bersama pelanggan ku, bukan siapa-siapa!" Ucap driver itu ke Istrinya lewat video call
"Lalu siapa itu, kenapa dia menyuruhmu pindah?" Ucap wanita itu
Driver pun mengarahkan handphonenya itu ke arah Eqlima yang sedang menyetir mobil itu, Eqlima pun hanya mengatakan Halo ke perempuan itu.
"Astaga, Eqlimaaaa! Kupikir kau siapa, kau adalah pembalap yang kemarin di podium Formula E!" Ucap wanita itu histeris, namun dengan rasa bahagia karena dia melihat pembalap Formula E membantu suaminya agar tetap bisa terhubung dengannya.
"Apa, ini Eqlima? Waaaw!" Ucap driver itu dengan perasaan yang girang
Eqlima pun menyetir dengan halus namun kecepatan nya tidak terlalu kencang ataupun pelan.
Meski ada polisi didepannya, dia bisa mengecoh polisi yang sedang mengecek kecepatan dengan drift agar kecepatan nya tak terhitung melanggar
Polisi pun tidak ada reaksi karena melihat sekitarnya kosong dan tidak ada siapapun disana.
Sesampainya di hotelnya pun, ia langsung membayar biaya tersebut, namun driver itu menolaknya karena dirinya sudah meringankan beban driver itu dan berkata "Oh tidak perlu, Terima kasih, aku tidak ingin mengecewakan pembalap Formula E"
Namun Eqlima tetap memberikannya dengan dalih supaya driver itu tetap bekerja dengan giat.
...****************...
"Hey nak, siap untuk kualifikasi?" Ujar Kotoha yang memberi semangat ke Eqlima yang akan menjalani kualifikasi pertamanya setelah sebelumnya dia didiskualifikasi.
Eqlima pun memulai kualifikasi nya dengan percaya diri, dengan menjadi yang tercepat di grup A, grup kualifikasi nya.
Karena dia segrup dengan Emina, sesampainya di pitstop karena telah menuntaskan kualifikasi pertama, Eqlima pun menghampiri Emina untuk mengatakan sesuatu.
"Hei Emina, kamu ada cara supaya kita tetap bisa bertahan hingga final?" Ucap Eqlima yang menghampiri Emina.
"Ayolah Eqlima, ada masalah apa kamu sampai segitunya? Soal posisi kan mau kamu di pertama atau aku yang pertama tidak berpengaruh." Jawab Emina dengan nada resah
"Itu semua tergantung di posisi terakhir di putaran terakhir, Eqlima, jangan pikirin aku." Lanjut Emina untuk meyakinkan Eqlima agar dirinya tak memikirkan soal dirinya
"Sudah! Biarkan aku yang dibelakang kamu atau aku yang didepan kamu!" Ucap Emina dengan nada lantang untuk menyudahi obrolan itu.
Semua berjalan baik untuk Eqlima dan Emina, karena mereka bisa tembus hingga Semi-final, namun disaat semi-final, Eqlima yang di awal hampir memimpin justru malah oversteer, sehingga menyebabkan Eqlima harus menikmati posisi 3 karena Haz justru masuk final disaat mobil Burhan justru mengalami kecelakaan sebelum tikungan kedua.
Tibalah saat Final untuk perebutan posisi pertama, Emina yang duduk berdua di meja masih menatap wajah Eqlima yang tertunduk karena dirinya malah keluar jalur sebelum finish.
"Aku tau kamu driver kedua aku, tapi ini bukan cara supaya kamu membantu aku" ucap Emina memecah keheningan itu
"Aku berterimakasih berkat kamu aku masuk final, tapi aku tidak pernah menyuruh kamu buat melakukan hal ini."
Sementara Eqlima diperlakukan demikian, lain hal nya dengan Burhan yang beradu argumen soal kualifikasi ini
"Kau mungkin harusnya memakai mobil aku agar kau tau sesulit apa kendali nya!"
"Ape yang ade di otak kau? Kau itu hanye penyalur dana, bukan siape-siape pun."
"Ah terserah kamu aja lah, sulit membangun chemistry sama kamu!"
Burhan dan Haz pun jadi menjauh karena hal itu, Haz langsung ke mobilnya sementara Burhan hanya menggebuk tembok dan melempar sarung tangan yang ia lepas dengan kasar ke tempat penyimpanan.
Penentuan pun dimulai, Emina dan Haz keluar dari pitstop, Emina dengan semangat penuh didukung oleh Eqlima dan Kotoha di tempat team principal.
"Kami selalu mendukung mu apapun yang terjadi, Emina, jangan putus asa!" Ucap Kotoha lewat radio team nya.
Sementara Haz hanya didukung oleh Irsan, Bapak Burhan yang menjadi Team Principal nya dan Burhan masih didalam paddock, tidak di samping Irsan.
"Saya harap kamu bisa memberikan yang terbaik walaupun akhirnya gagal" Ucap Irsan lewat radio team nya
Saat finish, hasil pun baru keluar, Haz telah menyelesaikan balapannya lebih awal dan mencetak waktu 1:21:00, semua kru dan staff dari Sampoerna University McLaren pun mulai bersorak-sorai.
Namun saat Eqlima tiba dengan waktu 1:19:00, semua keadaan mendadak jadi kebingungan sementara di pihak BWT, semua langsung bersorak-sorai, termasuk Eqlima yang berada di samping Kotoha.
"Itu sangat menakjubkan, Emina! Aku menyukainya!" Ujar Eqlima setelah Emina keluar dari mobilnya di paddock
"Terimakasih Eqlima, tapi kamu mungkin bisa merasakan posisi satu pas race nanti, aku yakin." Balas Eqlima saat dirinya pun membuka helm dan pelindung kepala nya.
...****************...
Jam 4 sore pun tiba, semua bersiap di posisinya masing-masing, tak terkecuali Eqlima yang berada di posisi 3, sementara Emina di posisi satu, Haz yang kalah duel harus turun di posisi 2 sementara Burhan berada di posisi Empat.
Lampu hijau pun menyala dan balapan 40 lap di tempat yang sama pun dimulai lagi, namun bedanya Eqlima dan Haz tidak lagi dihukum seperti kemarin, Eqlima memakai settingan rendah namun ia memblok pergerakan pembalap dibelakangnya, sementara Emina mencoba untuk memberi ruang untuk Eqlima, namun memblok Haz yang berada dibelakang nya.
Eqlima coba menyusul Haz dengan Attack mode nya di putaran ke-5, namun apa daya, dia justru tersalip oleh 6 pembalap sekaligus, bahkan Burhan yang sebelumnya dibelakangnya pun ikut menyusulnya.
Namun keajaiban datang ketika dia justru mampu menyalip beberapa pembalap lain, meskipun tidak termasuk Burhan.
Emina pun agak kewalahan dengan adanya Haz dan Burhan dibelakang, dia pun mencari Eqlima lewat radio team nya
"Oke semua, bagaimana dengan Eqlima, apakah dia disini?" Ujar nya lewat radio team itu
"Eqlima sedang menyusul, dia berada di posisi 5, semoga saja dia bisa cepat kembali ke posisinya." Balas Kotoha lewat radio team nya.
Tak lama kemudian di putaran ke 15, Haz mampu mengambil posisi pertama dan Haz pun mulai memblokade Emina di belakangnya
"Kurasa kita harus membuat Bendera merah berkibar supaya kita bisa di posisi ini" Ujar Haz lewat radio team nya
"Baik, namun bagaimana dengan Burhan? Apakah dia harus membantu kamu?" Tanya Irsan lewat radio team nya
"Tidak perlu, aku hanya butuh kemenangan, bukan dia!"
Haz pun seolah tidak peduli dengan Burhan, bahkan di putaran ke-20 saja, Burhan masih tidak diberi kesempatan untuk memblokade Emina, malahan Emina yang diblok nya.
Lain hal nya dengan Eqlima, dia terpaksa harus memakai settingan menengah meskipun baterai nya tersisa 57% dan harus melewati hadangan Burhan dan satu driver lainnya di posisi 4.
Sampai di putaran ke-30, posisi 1, 2 dan 3 masih belum ada yang berubah, semua sama dan mereka belum sama sekali memakai attack mode karena masih sibuk saling menyalip.
hingga akhirnya saat Emina memakai attack mode, Haz justru malah ikutan bersamaan dengan Burhan.
"Oh ayolah, apa yang anak bodoh ini pikirkan? Kenapa dia tidak memblokade Perempuan Pasar itu?" Ujar Haz lewat radio teamnya ketika mengetahui Eqlima menjadi posisi dua, sementara mereka tertinggal bersamaan dengan Emina.
Eqlima pun mencoba menyalip posisi depannya, hingga akhirnya justru Haz dan Burhan yang datang tepat didepannya.
"Hei Pak, aku memblokade Eqlima! Aku tak membiarkannya lewat!" Ujar Burhan dengan girangnya dan mulai manuver supaya Eqlima tidak bisa menyalip.
Di putaran 35, datanglah Emina yang sebelumnya berada di posisi 6 menjadi posisi 4, dia pun mencoba dekati Eqlima supaya dirinya bisa menyerang Haz dan Burhan yang berada di posisi 1 dan 2.
"Eh ada Emina, kuharap Emina mampu menyusul di posisi satu." Ujar Eqlima di radio team nya.
"Baik kalau begitu, tukar posisi kamu sekarang!" Pinta Kotoha di radio team nya.
Disaat balapan sudah mencapai putaran ke-38, sesuatu yang tidak terduga terjadi, Haz dan Burhan yang tadinya berada di posisi satu dan dua malah bersamaan tertabrak di tikungan ke-8, yang menyebabkan keduanya harus keluar jalur dan mengakhiri balapan mereka dengan cepat.
"Oke, siapa yang menabrak saya?!" Ujar Haz dengan emosi
"Aku benci mengatakan nya, tapi Burhan pelaku dari semua itu"
"Aaargh! Dia bahkan sama bodohnya dengan perempuan pasar itu!" Teriak Haz karena kesal dengan Burhan yang membuatnya keluar trek.
Dan saat bendera kuning berkibar, Eqlima dan Emina langsung menghemat baterai nya yang tinggal 3%, Eqlima yang belum memakai attack mode akhirnya langsung memakainya di dua lap terakhir setelah bendera hijau dikibarkan dan tambahan satu lap.
"Katakan ke Eqlima, ini kesempatan dia buat bersinar! Manfaatkan sebaik mungkin!" Ujar Emina lewat radionya.
Lalu setelahnya Eqlima benar-benar berada di posisi satu dan memakai mode menengah, mengingat baterainya mulai 1,9%
Satu Lap kemudian, bendera finish pun dikibarkan, dan Eqlima berhasil memenangkan Race kedua nya dan finish dengan baterai 0,4%, disusul oleh Emina yang berada di posisi 2.
"Alhamdulillah! Aku cinta kemenangan ini sebagaimana Tuhan yang menciptakan ku!" Ujar Eqlima di radio team nya.
"Itu sempurna Eqlima, Itu sempurna untuk pembalap sepertimu! Selamat nak!" Ujar Kotoha yang senang melihatnya bisa juara 1 di race kedua di Berlin E-prix alias ronde 10 jika dihitung dari keseluruhan E-prix.
Sesampainya di Pitstop, sebelum menghampiri kru dan staffnya, Eqlima pun bersujud syukur atas kemenangannya, dan setelah itu langsung menghampiri Emina, Kotoha dan seluruh kru dan staffnya
Sementara di sisi lain, Haz dan Burhan hanya berlalu melihat mereka secara kejauhan.
Lagu Indonesia raya pun diputar di podium itu yang membuat Eqlima terharu atas pencapaiannya.
Karena dia dan Eqlima tidak meminum Alkohol, mereka seperti biasa diberikan confetti untuk merayakan kemenangan mereka, sementara driver lokal di posisi ketiga justru diberikan Sampanye karena dia berbeda keyakinan dengan Eqlima dan Emina.
Tak lama setelah mereka turun podium, Eqlima dapat panggilan Video dari agen nya, Rita dan Fadli yang mengucapkan selamat kepada Eqlima, begitupun setelahnya, dia mendapatkan nya lagi dari panggilan video dari Alara Nusret dan kawan-kawan nya.
Betapa bahagianya hari itu untuk seorang Eqlima, dia pun dinobatkan sebagai pembalap pertama berpaspor Indonesia yang menang di ajang ini, karena Emina memakai paspor Bosnia-Herzegovina.