Eqlima

Eqlima
Mimpi ditengah Realita



Abu Dhabi, Yas Marina Circuit



(Ilustrasi Sirkuit Yas Marina)



(Ilustrasi Grand Prix Abu Dhabi)


Eqlima sedang di Cockpit mobil Formula 1 tim Red Bull dan berada di posisi 1 starting grid, posisi yang sempurna untuk pembalap namun tidak menentukan bagaimana akhirnya.


"Kamu siap untuk hari ini, Eqlima?" Radio di f1 berbicara kepada Eqlima, "Aku cuma berharap yang terbaik aja sih untuk saat ini" Balasan Eqlima kepada tim yang sudah berbicara di radionya itu.


Tidak menunggu waktu lama, Lampu merah di Sirkuit pun sudah menunjuk ke bulatan yang ke-4 yang menandakan pembalap harus siap-siap sebelum start di bulatan hijau, sementara jam yang terpampang di papan sirkuit menunjukkan jam 6 sore, menuju bulatan ke-5 lampu merah, Eqlima menarik nafas sembari menenangkan diri sebelum memulai mobilnya di lampu hijau karena di posisi belakangnya terdapat Felipe Drugovich di posisi 2 sementara Charles dan Arthur Leclerc di posisi 3 dan 4.


Lampu menunjukkan Lampu hijau dan seluruh mobil menancapkan gas nya, tidak terkecuali Eqlima yang berada di posisi terdepan, penonton bersorak sorai di tribun menyambut pembalap yang melewati lintasan didepan mereka. Sedangkan Eqlima sedang battle dengan Arthur di lurusan setelah tikungan ke-15, Arthur tidak mau kalah dengan Eqlima dan mencoba menyusul Eqlima, namun Eqlima menghalang lajur nya, meski dibelakang masih ada Felipe yang berada di sebelah kanan nya, Eqlima dengan percaya diri menghalangi kedua driver tersebut dengan mudahnya hingga tikungan ke-10.


Dan benar saja, di lap 15 Eqlima memilih untuk masuk pit lantaran ban nya akan habis, Safety car pun dikerahkan akibat insiden salah satu mobil yang mogok di lintasan ke-10 sembari Eqlima menyelesaikan Pit stop nya.


Memakai ban medium dengan bensin full, Eqlima dan mobilnya keluar dari pit stop dengan percaya diri karena meski Safety Car masih dikerahkan, pit stop baru ditutup setelah Eqlima sudah keluar.


Aksi pun dimulai lagi setelah safety car baru selesai di putaran 20, menyisakan 38 putaran tersisa, Arthur, Charles, Felipe dan Eqlima berada di posisi 4 besar yang dimana Eqlima masih memimpin, sementara dibelakangnya Arthur membuntuti nya dengan Charles dan Felipe yang sedang memburu posisi ke-3.


Balapan berlangsung biasa hingga putaran ke-40, susul menyusul hanya terjadi di klasemen bawah saja, sementara di posisi 4 besar kian tiada perubahan. "Ini bocah terlalu gila buat disalip! Gue aja kek gaada ruang buat nyalip!" Ucap Charles dengan bahasa Inggrisnya lewat radio, tidak hanya Charles, Arthur dan Felipe juga memberi kesan tentang Eqlima lewat radio team nya, Arthur mengatakan "Wah, putaran ke 40 tapi wanita ini sangat kuat bertahan di jok kecil ini!", Sementara Felipe mengatakan " Datang dari negeri yang tidak berlatar belakang balap tidak menghentikannya, ajaib." di radio team mereka.


Memasuki lap 50, Pertarungan pun baru terjadi, Eqlima yang baru keluar dari Pitstop dengan ban keras nya dikejutkan dengan Charles yang berada didepan, "Ini gimana caranya kita menyusul mereka? Ini 10 putaran tersisa dan kita mustahil untuk menyusul mereka!" Keluh Eqlima di team radio nya karena tertinggal di posisi 10, "Sabar Eqlima! Kamu pasti bisa menyusul mereka!" Balas Team principal mereka. Dan benar saja, di putaran ke 54, dia mampu berada di posisi ke-4 dan hanya tersisa 5 putaran lagi untuk menyusul posisi 1, kendati demikian, Eqlima diuntungkan di lap 55 saat Felipe melebar dan bisa disusul Eqlima, dan hanya tersisa 4 putaran lagi untuk Eqlima bisa ke posisi 1, Dan barulah terjadi keajaiban untuk Eqlima dimana di lap 57 Charles dan Arthur melebar di tikungan 15 sirkuit itu, yang membuat Eqlima bisa menyusul mereka berdua, Eqlima mampu menghalang lajur mereka hingga lap 58 dan Eqlima memenangkan balapan tersebut,


"Alhamdulillaaaaah! Makasih Ya Allah meski aku belum jadi hijabers seutuhnya karena sehari-hari masih pakai baju terbuka" Celetuk Eqlima setelah balap sambil tertawa kecil.


Seluruh tim Eqlima bersukacita dengan hal tersebut hingga Eqlima masuk pit dan naik podium, namun saat di Pitstop, sesuatu yang aneh terjadi setelah pemutaran lagu kebangsaan Indonesia Raya, seorang wanita bukannya membawakan Sebotol Sampanye, justru malah membawa Ember berisi Air, dan sesuatu yang tidak mengenakkan pun terjadi.....