
(Ilustrasi Garbarata dan pintu keluar Bandara Soekarno-Hatta)
...****************...
Setelah mampu lolos dari kejaran media massa yang ingin mewawancarai nya, Eqlima langsung memesan transportasi online di handphone nya, meski begitu dia tidak harus menunggu lama mengingat dia bisa mempercepat pemesanan dengan fitur yang tersedia di aplikasi tersebut.
Meski memakai mobil yang dipesan nya lewat transportasi online itu, Eqlima tetap tidak membuka masker dan kacamata hitam nya karena dia masih tidak mau membuka identitas kalau itu dirinya. "Siang Ibu, atas nama Eki Lee Mak ?" Ujar driver di mobil yang baru menghampiri Eqlima itu, "Ya, saya orangnya, terdengar aneh ya?" Ujar Eqlima sembari membuka pintu mobil tersebut dan memasuki mobil.Setelah masuk, mobil pun berjalan sesuai tujuan yang Eqlima tuju, "Mbak namanya mengingatkan saya pada seseorang, yang pernah nikah sama Habil dulu" Ujar driver yang mencoba membuka obrolan dengan Eqlima, "Oh, itu mah Iqlima kali, ini kan Eki, masa iya nama Arab ada Lee nya?" Balas Eqlima sambil ketawa kecil di kursi dibelakang supir, "Oiya mbak, mbak kenapa pake masker & Kacamata? Mbak masih ketakutan soal virus yang dulu sempat merebak sedunia?" Ujar supir itu yang masih bingung mengapa Eqlima betah memakai masker dan kacamata itu, "Oiya, soalnya masih belom terlalu aman juga, kan? Lagian saya juga abis dari luar negeri lho, kan belom tentu juga aman, ya kan?" Balas Eqlima dengan sedikit gestur melambai nya itu, dan suasana pun seketika hening dan sayup-sayup ketika driver online itu kehabisan bahan obrolan dan memulai memutar lagu Theme song Formula E, namun ketika lagu itu diputar, seketika driver itu kembali mengajak ngobrol Eqlima tentang lagu itu "Mbak pernah dengar lagu ini? Banyak yang suka bertanya sama saya kok suka lagu ini? Padahal kata mereka selera orang beda-beda kan?", Eqlima pun langsung tersadar saat dia dari tadi melihat jendela di samping nya tersebut, " Oh iya, semua orang selera nya memang beda-beda bukan? Ada yang suka EDM, Dangdut, dan lain sebagainya, itu wajar kok menurut aku" Balas Eqlima yang langsung membalas perkataan itu.
Setelah mobil itu berputar-putar mengelilingi kota hingga sampai ke tujuan yang dipasang oleh Eqlima, mobil pun sampai ke tujuannya, yaitu di salah satu apartemen yang terletak tidak jauh dari Bandara, yaitu Bandara City, Eqlima pun langsung membayar ongkosnya dan tanpa basa-basi, Eqlima pun langsung menyentuh bahu drivernya dengan jari telunjuk untuk memberitahu kalo dia akan membuka masker dan kacamata nya sambil berkata "Makasih ya udah menjemput aku kesini!" Dan ditutup dengan kedipan satu mata sebelah kirinya, tanpa ragu, driver itu langsung mengambil kamera karena dia tahu kalo dia menjemput mantan pembalap Formula 2 itu dan langsung diajak foto bareng walaupun hanya sekali jepret.
...****************...
(Ilustrasi Bandara City, Apartemen yang disinggahi Eqlima)
Sesampainya disana, Eqlima pun melalui security check untuk memastikan tidak ada barang mencurigakan saat ia akan masuk ke Apartemen itu, lalu dia pun langsung menghampiri tempat check-in hotel untuk mengambil kunci melalui kasirnya, dan setelah itu Eqlima memasuki Apartemen nya yang ia telah tinggalkan semenjak 3 bulan lalu, dan keadaan nya masih bersih dan rapih.
Tanpa basa-basi, Eqlima pun langsung menerima tawaran itu dan langsung bermain dengan player tersebut, Eqlima agak kesulitan bersaing dengan player ter;sebut karena dari awal Eqlima mengalami start yang agak buruk dan mengalami sedikit burnout yang membuat Eqlima tertinggal beberapa meter, namun itu tidak membuat Eqlima terpukul mundur, ia justru tetap mengemudikan mobil di game itu, dia masih terfokus dengan penantang nya itu meskipun putaran menunjukkan putaran ke-24 dari 25 alias menuju satu putaran terakhir di video game tersebut.
Seakan dewi fortuna berpihak ke Eqlima, di putaran terakhir mobil penantang tersebut tergelincir dan menghantam barrier di belokan terakhir yang membuat Eqlima bisa menyalip pembalap tersebut di video game tersebut, dan membuat Eqlima mampu menyelesaikan balapan itu dengan finish di posisi pertama.
"Waw itu agak sakit buat gue, tapi good job lah karena bisa ngalahin gue" Ujar streamer penantang tersebut sambil bertepuk tangan. "Makasih ya." Ujar Eqlima sambil mengacungi jempol dan sedikit tertawa kecil.
"By the way, kek nya gw kenal sama lu, kamu kan mantan pembalap F1 ya kan?" Tanya Streamer penantang itu.
"Bukan sih, emang mirip Formula 1, cuma itu khusus untuk wanita aja, itu namanya FML series" Balas Eqlima ke streamer tersebut.
Namun setelah balapan selesai, streamer pun langsung meninggalkan server tersebut dan mencari penantang lain untuk diajak balapan dengannya.
Eqlima pun melepas headset yang ia pasang di kepalanya dan melepas perban yang dari kemarin belum ia lepas di lengannya, pelipis bagian kanan dan bagian kaki kanannya, ia melepasnya di kasur sambil duduk sembari melihat-lihat gambar dan trofinya saat dulu di Formula 4 sampai Formula 2 dan sedikit mengenang masa lalunya yang kian tak tertandingi dan menjadi momok menakutkan karena dia menjadi satu-satunya driver Indonesia yang mampu promosi ke kelas atas dengan waktu singkat.
Kemudian, Eqlima membuka tirai jendela dan melihat pemandangan di jendela tersebut sambil berfikir dan bergumam.