
Malam pun tiba dan Eqlima masih terbaring diatas kasur memikirkan masa depan nya akan bagaimana setelah keluar dari FML series, dengan menaruh tangan dikepala nya sambil menatap langit-langit, ia masih membayangkan jika suatu hari nanti ada tim motorsport yang mau merekrutnya, "Apa aku harus tidur lagi lalu bermimpi aku berada di Formula Satu? Atau mungkin aku harus keluar supaya aku bisa mencari sesuatu yang aku butuhkan?" Ujar nya sembari memikirkan hal tersebut, tidak lama kemudian, perutnya yang lama tak terisi setelah terakhir ia mengisinya di waktu makan siang pun berbunyi tanda keroncongan, Eqlima pun terkejut dan akhirnya langsung membuka kulkas untuk melihat apa yang mungkin ia bisa masak ataupun makan, sayangnya di kulkas hanya ada air yang ia simpan dari Bandara kemarin, yang memaksa Eqlima harus keluar dan mencari yang bisa ia makan.
...****************
...
(Ilustrasi mall dekat apartemen)
Eqlima pun memutuskan untuk naik transportasi online supaya bisa mencari makan diluar apartemen, dengan memakai masker dan kacamata hitam supaya tidak diketahui orang, ia pun memakai transportasi online yang memang tidak mengharuskan menggunakan pemindai wajah, tidak perlu menunggu lama, mobil pesanannya pun datang untuk mengantarkannya ke Mall.
Didalam Mall, Eqlima masih memakai masker dan kacamatanya hingga ia sampai ke suatu restoran dan memesan makanan disana, saat ia sudah memesan makanan dan menunggu, seorang wanita dengan rambut poni datang ke meja disebelah meja Eqlima dengan memakai kacamata hitam dan memakai syal, wajahnya terlihat seperti wanita Jerman namun sedikit pribumi, dia pun langsung memesan makanan tanpa basa-basi, dan seketika Eqlima pun curi-curi pandang melihat wanita tersebut karena gayanya seperti wanita kota pada umumnya, dan saat curi-curi pandang tersebut, wanita itu langsung mengarahkan mukanya ke Eqlima dikala Eqlima mengarahkan kembali mukanya kedepan.
"Hi Eqlima!" Samber Wanita tersebut saat melihat Eqlima, dan Eqlima pun agak terkejut karena dia mengetahui namanya, tak lama wanita yang duduk di meja sebelah nya menggeser kan diri tepat di sofa panjang nya Eqlima.
"Ini sudah hampir seperti bertahun-tahun bukan? Aku sangat kangen kamu pas terakhir kamu keluar tahun 2018 dari Go-kart ke F4 Asia di Usia muda" Ujar wanita sebelah Eqlima itu dengan ekspresi yang senang.
"Eh, tunggu, aku pernah kenal kamu? Kamu senior aku kan di Go-kart 2018?" Tanya Eqlima dengan gestur menunjuk wanita tersebut. "Alara Nusret!" Balas Alara sambil gestur mengajak berjabat tangan dengan Eqlima, dan Eqlima pun menerima jabatan tangan tersebut.
Saat pesanan tiba, Eqlima dan Alara menikmati pesanan itu sambil berbincang-bincang tentang kehidupa mereka saat ini, Eqlima membuka percakapan itu dengan bertanya "Eeeh, Alara, kamu gak ngambil motorsport apa gitu, soalnya kita kan sama-sama dari Go-kart ya kan?", Alara yang sedang makan pun mengarahkan muka nya ke Eqlima dan menjawab "Gaada niatan, soalnya motorsport jaman sekarang gak kayak dulu, ngandelin sponsor mulu, skill mah gatau gimana" Lalu Alara melanjutkan perkataan tersebut dengan menaruh alat makan untuk menunda makan nya "Dulu jaman aku masih SD, itu balapan murni banget gak pake sponsor masuk nya, terus orang yang dipilih pun gak sembarangan". Eqlima pun mengangguk saat mendengar perkataan Alara tersebut, "Dan kamu tau kan kalo gak semua anak konglomerat bisa masuk ke motorsport tanpa skill? Nah disitulah letak keindahan motorsport jaman dulu" Lanjut Alara yang sangat ekspresif meskipun tidak berapi-api, setelahnya mereka berdua melanjutkan makan mereka masing-masing.
...****************...
Setelah mereka selesai makan dan membayar tagihan di Restoran tersebut, mereka berdua pergi meninggalkan Restoran itu, namun saat Eqlima ingin ke arah pintu keluar Mall, Alara memanggil Eqlima untuk ikut dengan nya ke Basement, "Ada apa? Kamu ada yang mau diomongin?" Tanya Eqlima sambil berjalan bersama Alara. "Kamu mau pulang kan? Gaada kerjaan lagi kan?" Jawab Alara sambil bertanya balik ke Eqlima, Eqlima pun menjawab "Gaada kerjaan kok, kan aku dah nganggur setelah aku keluar dari FML series".
Tak lama kemudian, Alara memencet tombol di kunci pintunya untuk membuka pintu mobil itu, dan lampu mobil Acura NSX pun menyala dan Alara membuka pintu mobil itu dan mengajak Eqlima masuk juga.
...****************...
Mereka berdua pun memasuki mobil dan Alara sebagai supirnya langsung menancap gas ke pintu keluar, dan setelah keluar dari Mall tersebut, Eqlima yang duduk di kursi samping supir dan Alara yang berlaku sebagai supir pun berbincang-bincang lagi supaya Alara tidak mengantuk di jalan, Eqlima memulai percakapan dengan bertanya "Kamu kalo emang gak mau ngambil motorsport, terus kamu kesibukannya apa?", Sambil menyetir, Alara pun tidak terpecah fokusnya untuk menjawab " Kerja sebagai kolektor mobil dari duit yang gue hasilin sebagai Test Driver" Eqlima pun agak bingung mendengar kalau Alara malah menjadi Test Driver padahal dirinya bisa menjadi pembalap regional, "Jadi kamu gak ngambil perlombaan regional gitu?" Tanya Eqlima sambil melihat ke arah Alara, Alara pun menggeleng kepalanya sambil menjawab "Di kelas Regional kamu gaakan pernah bisa berkembang dengan keadaan wakil rakyat yang lebih mentingin entertainment ketimbang Olahraga".
"Begini, di regional, ada yang mau nonton kita kalo bukan secara langsung di tempat? Gak kan? Males aku tuh kalo udah kek gitu, karena hampir setiap hari bocah disini dicekokin drama buatan" Jawab Alara dengan nada serius.
"Dan kamu mungkin gak pernah tau kalo aku nontonin kamu aja harus pake Link streaming karena sulit mencari aplikasi yang mau tayangin kamu balapan!" Jawab Alara dengan gestur yang agak ekspresif, namun tidak memecah fokusnya saat menyetir.
Eqlima yang masih kebingungan pun sedikit bertanya ke Alara "Tapi bukanya kita didanai ya sama Ikatan Motor Indonesia? apa ada masalah lain yang membuat kamu seperti itu?".
"Apa yang dibayarkan oleh IMI ke pembalap regional itu gak sepadan sama cewek penghibur yang dibayar sama orang kaya yang stress dengan hidup!" Jawab Alara sambil melihat Eqlima di akhir jawabannya, "Sedikit dan itu...aargh! lebih sedikit daripada penjual baru akik sekalipun!" Lanjut Alara yang ekspresif dan tetap fokus menyetir mobil Acura NSX itu, setelah jawaban dari Eqlima itu, Eqlima terdiam dan mengerti akan jawaban Alara tersebut, lalu dia pun menurunkan bagian belakang kursi menikmati perjalanan tersebut tanpa sepatah kata apapun lagi.
...****************
...
(Ilustrasi tempat perkumpulan kolega Alara Nusret dari sudut pandang atas)
Waktu menunjukkan pukul 11 malam dan itu artinya mereka sempat keluar dari Mall 1 jam lalu sebelum akhirnya sampai ke tempat tujuan yang dituju oleh Alara & Eqlima, yaitu BSD city Landmark, meski sebenarnya mereka sempat terjebak macet sebelum sampai disana.
Didepan tugu BSD yang bermandikan cahaya warna-warni tersebut ada beberapa orang yang merupakan kolega nya Alara, beberapa diantaranya memakai mobil sport yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa, juga tidak lupa ada lelaki yang berlaku sebagai DJ disana yang memutar musik jedag-jedug.
Tidak lama berselang, Alara dan Eqlima keluar dari mobil dan langsung berjalan mendekati kolega tersebut, Eqlima sempat nyeletuk soal lagunya "Waw, kita tidak terkesan western hal ini gak sih?". Alara pun sempat menengok nya dan sedikit tersenyum kecut.
Tidak lama kemudian, salah satu kolega wanita nya datang menghampiri mereka berdua sambil berkata "Hey Alara! Kemana aja lo? Kita udah sampe beberapa menit lalu." Dengan gestur seakan anak muda pada umumnya meski dia sudah kepala tiga, lalu mengajak tos dan pelukan. "Hey dia siapa? Kurasa aku belum pernah melihatnya disini." Lanjut Kolega itu dengan menanyakan Eqlima yang disamping Alara, "Oh dia? Dia teman saya dulu di Go-kart regional" Jawab Alara sambil menunjuk Eqlima dengan jempolnya. Eqlima pun menyapa kolega nya itu dengan senyum dan menjabat tangannya, wanita itupun merespon nya "Cukup bagus untuk anak muda seperti dia bukan?".
Selang beberapa lama mengobrol, Kolega wanita tadi dengan gestur mengangkat bahu dan langsung berbicara " Hey, kurasa perkumpulan ini tak seperti perkumpulan yang seharusnya ya kan?" Semua orang disana pun mengangguk menanggapi nya. "Kurasa kita akan balapan disini!" lanjut wanita tersebut dengan enerjiknya.
Meski semua semangat ingin balapan di kawasan itu, Eqlima justru bersikap lain, "Eeeeeh, kurasa aku pengen balik aja sih, udah agak kemaleman gak sih?" Ucap Eqlima agak sayup-sayup dan langsung berusaha kabur, namun sayangnya usaha nya digagalkan Alara yang langsung berada didepannya. "Ayolah, cukup satu putaran aja apa salahnya? Lagipun kamu gaada kegiatan lagi kan? Ayo buktikan kalo kamu gak sia-sia berada di motorsport!" Ujar Alara sambil menunjukkan kunci mobil didepan Eqlima.
Eqlima pun langsung menelan ludah dan akhirnya pasrah untuk ikut Alara balapan melawan Kolega nya Alara tersebut.