
(Ilustrasi Rumah Sakit yang sempat merawat Pria yang ditembak Oknum)
Setelah beberapa menit menunggu di ruangan dekat UGD dan menemani seorang perempuan yang menangis karena Suaminya sempat kena tembak oleh oknum tersebut, perempuan itu mau menjawab apa yang ditanyakan oleh Eqlima sebelumnya.
"Aku sebenarnya cuma Istri dari pencari bakat untuk orang yang ingin serius balapan di Formula E, tapi karena sponsor ini tajir melintir, dan saya terlalu cantik dimata mereka, banyak orang yang mencari kita untuk diincar hartanya" Ucap Wanita itu memecah kebisuan nya sambil menghela nafas.
"Jadi, ini bukan soal hutang atau permasalahan soal kamu?" Tanya Eqlima ke Wanita itu.
"Lain cerita, dan aku gak mungkin mau mencintai pria lain selain dia dan selama dia masih hidup"
Eqlima pun tidak banyak bicara setelah wanita itu menjawab pertanyaan nya
Beberapa saat kemudian, Dokter pun keluar dari ruangan dan memberi kabar soal pria itu.
"Jadi, saya sebagai dokter yang merawat disini, saya mungkin ingin mengatakan sesuatu"
Namun Eqlima justru menukas Dokter itu "Biar kutebak, apakah Dokter akan mengatakan sudah berusaha semaksimal mungkin dan setelahnya meninggal kah?".
Dokter pun sedikit jengkel dan berkata " Kamu kalo belum tau kedepannya jangan berlagak jadi peramal!" Disaat Istri dari suami korban itu malah tepok jidat.
"Oh, sorry...." Respon Eqlima sambil ekspresi tidak enak terhadap dokter itu.
"Jadi, sebenarnya, dia selamat, namun dia belum bisa dibawa pulang, jadi untuk operasi memang lumayan lama, namun setelah, Suami Ibu selamat" Ungkap Dokter perihal Lelaki itu.
"Ya Alhamdulillah Dokter, tapi bagaimana soal donor darahnya? Saya takut dia kehabisan darah" Jawab Istri dari pria itu dengan khawatir
"Besok saja, karena Ibu menginap disini, kan? Saya pastikan itu secepatnya, dan jangan lupa, pastikan Ibu bergolongan darah yang sama atau bergolongan darah O." Balas Dokter itu dengan nada yang rendah namun sedikit tegas.
Tidak lama kemudian, Eqlima pamit dan harus pulang ke Apartemen nya lagi, namun saat di koridor, ia bertemu lagi dengan oknum tersebut dan kebingungan sendiri.
"Hahaha! Mau kemana kau cewek kerdus? Terburu-buru nih ceritanya?" Ujar oknum berparas bule itu sambil menodong pisau ke arah Eqlima lalu menyergap nya.
Eqlima pun teriak-teriak meskipun Ia tahu ini rumah sakit, dia disergap oleh dua orang oknum tersebut, namun itu tidak lama karena Polisi pun datang tak diundang.
"Hei hei hei! haiya, Lu orang ada apa ini?" Ujar Komandan Gunawan Cheng itu keluar dari mobilnya yang dititipkan nya di Valet.
"Bukan Urusan kamu! Saya menahan dia karena urusan saya!" Balas oknum itu sambil menyandera Eqlima.
"Ya Tuhan, Lu orang sok banget ya, ngomong-ngomong itu kayak yang saya lagi incar di foto ini, itu orangnya bukan?" Ujar Komanda itu lagi sambil menunjukkan foto hasil jepretan nya di IPhone
"Iya, kenapa? Saya gak mau anak ini hidup! Soalnya saya bisa bunuh bapaknya, apalagi dia!" Ujar oknum itu keceplosan.
Gara-gara hal itu, Komandan yang sebelumnya ingin mengincar Eqlima yang dicurigai sebagai salah satu orang yang terlibat di balap liar sebelumnya malah jadi ingin mengincar dua Oknum tersebut,, tidak segan-segan, Komandan langsung melempar pisau kecil yang Ia bawa ke kaki Oknum yang menyandera Eqlima itu, karena disana tidak boleh membuat kebisingan walaupun sekecil apapun.
Tak lama, Eqlima mencoba kabur dari sekapan Oknum itu, yang pada akhirnya membuatnya berhasil kabur ke Koridor, sementara dua Oknum itu harus berhadapan dengan Komandan, hingga akhirnya Komandan berhasil menaklukkan mereka berdua.
Eqlima akhirnya bisa pulang dengan selamat meski hatinya masih agak tidak tenang mengingat hal yang terjadi di Rumah Sakit tadi
...****************...
Keesokan Harinya jam 8 pagi, Eqlima pun terbangun, dan saat terbangun dari kasurnya, HP yang berada disamping Eqlima sempat menerima panggilan video dari Alara.
"Assalamu'alaikum Eqlima, bagaimana malam kamu?" Ucap Alara dengan muka ceria ala Morning Glory nya itu.
"Waalaikumsalam, Buruk banget" Ucap Eqlima sambil menguap dan mengucek mata nya itu
"Kenapa? Karena mimpi buruk? Bangun telat? Atau Tidur mu kurang? Tell me bae..." Balas Alara sambil mengangkat alis dan sedikit nyengir
"Kamu mungkin bakal ngatain aku bohong, tapi semalem abis nganterin kamu itu, aku harus nganterin orang yang sempat jadi korban tembak!"
"Ya Lo gak ceritain sih sebenernya gue dah tau kok"
"Lho, kok bisa, kamu ditempat kejadian?"
"Kagak, gue liat lu di RTV tadi pagi di breaking news nya"
Lalu sembari Eqlima menelpon, Eqlima langsung mengecek televisi dan menonton siaran itu, namun dia tidak menemukan nya.
"Di Breaking news nya, manis...." Ujar Alara dengan muka datar nya itu.
Tidak lama Eqlima mencoba membaca berita tersebut di laman kesukaan nya.
...****************...
...Republika Online...
...DIANGGAP TERSANGKA, MANTAN PEMBALAP ASLI INDONESIA JUSTRU JADI KORBAN SANDERA...
Sempat diduga sebagai pelaku kebut-kebutan di Malam Hari, Mantan pembalap Formula 2, Eqlima Handayani, ternyata ditodong oleh oknum tidak dikenal di Rumah sakit Sari Asih Cipondoh, Tangerang, Banten, pada hari Kamis jam 2 malam.
Tidak diketahui motifnya, namun dua Oknum berinisial NZ dan DS menduga jika dia terkait dengan keluarga korban penembakan yang ditembak Oknum tersebut.
Berikut adalah pernyataan dari Komandan Polisi Jalan Raya Cipondoh, Gunawan Chong yang kami dapatkan saat kami wawancarai beliau, "Saya yakin apa yang dilakukan Eqlima saat itu berkaitan dengan dua Oknum itu, makanya kami membebaskan dia, sementara tidak dengan Oknum Ini."
Sementara Korban yang tertembak berinisial FE merupakan seorang Scouting dari salah satu tim di Formula E, yaitu BWT Nissan, yang beristrikan Rita Azhari, mantan Finalis Puteri Indonesia 2016 perwakilan Tangerang, Banten.
Kejadian bermula pada Minggu Dinihari pukul 2 kurang 10 menit (1:50 WIB), korban saat itu baru pulang dari rumah rekan nya di perumaha BSD, Tangerang, namun sesampainya di jalan yang berada di Cipondoh, dia sempat ditembak oleh oknum yang memakai mobil Toyota GT86, ketika FE dan Istrinya memakai mobil Nissan Fairlady Z, meski mobilnya meledak, namun Korban bisa diselamatkan oleh Eqlima beserta Istri nya itu.
Redaksi: Hamdan Munawwar.
Reporter: Jufri Widjarnako
...****************...
"Apa? Jadi aku beneran masuk TV? Kuharap aku bisa kabur dari Apartemen ini untuk menghindar!"
Ucap Eqlima dengan nada agak keras saat dirinya telah membaca berita itu.
"Baiklah kalau begitu, kuharap Oknum itu tidak doyan lagi sama kamu, hahahahaha, udah dulu ya." Ucap Alara menandakan jika dia ingin pamit dan menyudahi telefon itu.
"Baiklah, daaahhh, Assalamu'alaikum" "Waalaikumsalam".
Panggilan Video pun berakhir, dia pun beranjak dari kasur dan mencoba melakukan aktivitas lain di dalam Apartemen itu.
Namun saat Eqlima sedang bermain dengan Racing Simulator nya itu, tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, namun di ketukan pintu pertama yang datang justru bagian bersih-bersih Apartemen, Eqlima masih bisa tenang.
Namun setelah mereka beranjak beberapa menit kemudian, justru lebih mencekam, karena bukan soal Eqlima bisa melihat tamunya atau tidak, ini karena Tamu nya pakai Kacamata hitam dan berpakaian jaket hitam dengan resleting agak terbuka, sehingga baju dalamnya terlihat, meskipun tidak sepenuhnya telanjang.
Rasa takut Eqlima agak menjadi-jadi karena dia berfikir jika itu adalah Istri dari Oknum yang kemarin, namun Eqlima akhirnya mencoba membuka pintunya sembari berteriak "AAARGH!"
"Eits eits eits eits! Tenang, ini saya, Perempuan yang kamu temui kemarin di Rumah Sakit!" Jawab Rita Azhari, perempuan yang ternyata datang ke Apartemen Eqlima.
Rita coba menenangkan Eqlima hingga akhirnya dia bisa tenang, walaupun tetangga disekitar nya sempat bertanya "Woi, kenapa ini? Siapa yang berani macem-macem?"
Namun Eqlima coba menjelaskan kalo yang datang adalah saksi mata kejadian dinihari tadi, yang akhirnya berujung kondusif dan semuanya balik ke rutinitas mereka masing-masing.
Tak lama kemudian, Eqlima pun mempersilahkan Rita masuk dan bercerita perihal alasan dia datang kesini sambil duduk di sofa ditemani Cemilan dan minuman.
"Jadi begini nak, aku dengar kamu itu sebenarnya mantan pembalap Formula 2 ya?" Tanya Rita membuka percakapan
"Iya benar, tapi bagaimana Ibu tahu?" tanya Eqlima penasaran
"Ini, dia saat sudah siuman, dia sempat memberikan ini kepada ku, dia mencari kamu karena dia sempat menonton hampir semua kelas balap nya Formula" Balas Rita sambil memberi gambar Eqlima di FML Series.
"Oh, hahahaha, iya ini aku, maaf aku jarang ngasih kabar, karena aku tidak punya medsos selain Whatsapp" Ucap Eqlima yang tertawa kecil sembari melihat fotonya
"Tapi saya serius ya sama kamu untuk saat ini, kamu mau untuk ikut saya dan Suami saya ke Monaco E-Prix Jum'at depan?"
"Hmmm, mungkin aku fikirkan dulu, ini bisa jadi comeback untuk aku di Motorsport." Ujar Eqlima sambil menyeruput teh setelah dia berbicara.
"Baik kalau begitu, bagi kontak kamu dong" Balas Rita sambil memegang HP nya.
"Bisa di-scan kok Whatsapp aku" Ucap Eqlima sambil memberi scan disamping nama kontak nya.
Setelah selesai Scan, Rita langsung pamit dengan Eqlima "Baik kalau begitu, aku balik dulu ya, kalau kamu mau ketemuan, aku akan hubungi kamu, Assalamu'alaikum".
Eqlima hanya bisa melambaikan tangan sambil mengucapkan " Waalaikumsalam" Saat Rita beranjak keluar dari ruangan itu.