Demon's Bride

Demon's Bride
Chapter 8



Seluruh vampir menatapku dengan kebencian segera setelah pria itu berkata begitu. Apalagi para vampir-vampir perempuan. Di mata mereka terlihat kilatan-kilatan kemarahan. Apa mungkin mereka sedang merasa cemburu? Kemungkinan besar begitu. Bahkan aku yang tidak tertarik dengan pria manapun selama ini merasa takjub dengan ketampanannya.


Selama berberapa menit,mereka masih menatapku. Kupikir mereka akan berhenti tapi nyatanya tidak. Sepertinya mereka sedang berusaha membuatku merasa terintimidasi oleh tindakan itu. Sebenarnya saat pertama kali ditatap begitu aku sedikit takut. Bagaimana bisa tidak? Mata-mata yang semerah darah menatapku dari berbagai arah. Tapi tidak tahu mengapa,setelah berberapa saat rasa takut itu hilang seketika.


Sampai saat ini mereka masih juga belum berhenti. Saat kulihat pria yang didepanku,ia juga sedang menatapku tapi tidak dengan kebencian melainkan....rasa penasaran? Mungkin dia ingin tahu apa yang akan kulakukan untuk menyikapi hal ini. Sebenarnya aku tidak tahu mau melakukan apa. Tapi tiba-tiba aku merasa tertarik untuk melakukan hal yang sama.


Mataku yang sebelumnya terlihat biasa saja langsung berubah. Kini,sebuah tatapan dingin terlukis. Tanganku seperti mengeluarkan sebuah aura dingin yang akan membuat siapapun takut. Sekarang,vampir-vampir yang tadinya menatapku mulai berjalan mundur. Melihat itu,rasa puas menjalari tubuhku.


Bahkan pria yang didepanku sepertinya terkejut dengan tindakanku barusan. Walaupun begitu,dia tidak menunjukan rasa takut. Dia malah tersenyum saat melihatku.


"Hm...benar-benar menarik. Seorang manusia bisa mengeluarkan aura yang begitu pekat. Bahkan darahnya juga darah lotus hitam yang terakhir muncul selama sekitar tujuh ratus sembilan puluh dua juta (792.000.000) tahun yang lalu." Katanya.


Seorang wanita bergerak maju mendekati kami.


Wanita itu bertanya "Tuan,apakah anda ingin menghisap darahnya dulu atau langsung mengambil cakranya?"


Menghisap darahku?! Walaupun aku seorang manusia dan mereka adalah vampir aku juga tidak boleh ditindas seperti itu!


"Menghisap darahku? Mengambil cakraku? Memangnya kalian sudah meminta injinku? Lagian siapa kalian dan hak apa yang kalian punya untuk mengambil yang menjadi milikku!" Kataku sambil mengepalkan tanganku.


"Diam! Kamu hanyalah seorang mortal biasa. Walaupun di duniamu kamu mungkin adalah seseorang yang berkuasa,disini kamu bagai sebuah semut yang bisa diinjak kapanpun."


Saat kumenoleh,ternyata yang barusan bilang begitu adalah pria yang tadi menjadi vampir pertama yang tersenyum padaku. Ternyata semua vampir memang sama saja. Mereka semua mengangapku sebagai hal yang rendah. Tadinya kupikir pria itu pengecualian.


Nyatanya tidak.


"Humph ternyata kamu sama seperti vampir yang lain. Percuma wajah tampanmu itu kalau sifatmu seperti itu. Lebih baik mukamu diberikan kepada orang yang memiliki hati yang baik. Sayang sekali,wajah tampan ini benar-benar sia-sia karena diberikan kepada makhluk busuk." Aku menyuarakan isi hatiku.


Sayangnya,dia tetaplah seorang vampir dan ini adalah tempat kekuasaanya.


"Seseorang! Bawa dia kekamarku. Aku ingin dia tahu siapa yang berkuasa disini!" Teriak pria itu


Dalam sekejap,5 vampir langsung membopongku ke kamarnya. Aku mencoba memberontak tapi kekuatanku lebih lemah dari kelima vampir itu.


*Click*


Pengangan pintu bergerak dan pria itu memasuki kamar. Dia mengunci pintunya dan tanpa kusadari ia sudah berada di sebelahku.


Sekarang aku merasa takut. Apa yang harus kulakukan. Dia jelas lebih kuat dan cepat dariku. Tidak ada peluang sedikitpun untuk melarikan diri.


"Tolong maafkan sikapku tadi..."


Apa? Dia sedang meminta maaf?!?!!


HiiiiiπŸ‘‹πŸ»πŸ‘‹πŸ»


Bagaimana kabar kalian semua? Semoga u guys are having a great week.


I hope u like the story dan buat yang tidak,silahkan kasih saran ya and sorry.πŸ™πŸ»πŸ™πŸ»


Untuk yang berkenan,Tolong bantu like,vote and share ya. It will mean alot to me.


Well...see you on the nect chapterπŸ˜‰


Stay safe


Stay healthy


Stay happy


Have a greattt dayy


ByeeeeπŸš£β€β™€οΈπŸš£β€β™€οΈπŸš£β€β™€οΈπŸš£β€β™€οΈ