Demon's Bride

Demon's Bride
Chapter 2



[Warning...ada kemungkinan 10% ingin makan setelah ini]


Aku penasaran,dengan siapakah aku akan pergi kencan buta?Mengapa ayah dan ibuku yang tidak pernah menyuruhku menikah ataupun menerima lamaran tiba-tiba menyuruhku kencan buta dengan orang ini.


"Sebenarnya Violet ini akan kencan buta sama siapa sih?"Tanyaku kepada mama


"Kamu akan pergi kencan buta dengan Count Paris,berperilakulah dengan baik dan sopan selama kencan butanya,mengerti?"


"Hm...baiklah,tapi jangan lupa dengan janjinya ya. Setelah kencan buta besoknya kita pergi berkemah!"Kuingatkan janji mereka kemarin


"Iya,mama ingat kok. Sekarang kamu pergi pilih gaun yang kamu ingin pakai."


"Mamiiiii!!Kenapa kok harus pakai gaun?!Kan Violet setujunya cuman buat kencan buta saja!"


"Hush,kamu ini. Kan ini cuman sekali aja. Kamu itu perempuan,pakainya malah hoodie terus. Warnanya cuman mau warna hitam sama merah lagi.Kok bisa-bisanya nggak bosen."Bingung mama


Papaku yang mendengar mamaku bilang begitu langsung menimpali


"Betul yang dibilang mamamu barusan,pakaian selalu ada hoodie.Nggak mau pakai yang lain."


Akhirnya,setelah berdebat selama 1 jam lebih aku mengalah. Yah,hitung-hitung membuat orangtuaku senang. Mereka toh sudah melakukan banyak hal untukku walaupun baru kali ini dibolehkan pergi berkemah hanya dengan keluargaku


Setelah memperisiapkan diri,aku diantar sopirku pergi ke Zhang palace,tempat kencan butaku dengan Count Paris.


"Selamat sore nona Violet,(Mereka tahu namaku karena aku adalah pemilik tempat ini)Count Paris ada di ruang VIP. Biarkan saya menunjukan tempatnya." Kata seorang pelayan


"Terima kasih."Ucapku dengan sopan


Akupun mengikuti pelayan itu ke ruang VIP Disana,Count Paris sedang menggoda seorang pelayan. Jelas sekali pelayan itu sangat merasa tidak nyaman tapi tidak berani mengadu karena Count Paris memiliki kedudukan yang tinggi. Setelah melihatku,ia langsung berdiri dan mengusir pelayan itu.


"Ternyata dia orang yang seperti itu...jangan salahkan aku karena membalaskan dendam pelayan itu!"Hatiku berusaha menahan kemarahan yang sudah memuncak.


"Ah,Nona Violet,senang bertemu denganmu aku sudah memesan ruang VIP ini untuk kita. Tenang saja,ruang ini adalah ruangan termahal di tempat ini.Jika kau menyukai tempat ini,aku akan langsung membelinya untukmu!Nona Violet hanya perlu bilang saja."Sombong Count Paris.


Apakah orang ini bodoh??Semua orang berusaha menutupi tawanya.Tempat inikan memang milikku. Tapi...aku akan mempermainkannya dulu.


"Wah,Count Paris,anda baik sekali.Anda tidak perlu membelikanku tempat ini,aku hanya ingin 1 botol wine lafite tahun 1397 itu,bolehkah?"Kataku sambil menunjuk sebuah botol yang disimpan di kotak kaca.


Aku diam-diam tersenyum puas,karena orang ini sangat menuruti semua yang kumau.....


"Count Paris,tidakah kalung itu terlihat indah...?"Ucapku sambil memasang mata merajuk.


"Tidak perlu bilang lagi!Pelayan!Bawakan aku kalung itu.Dan bilanglah ke koki kalian aku ingin semua makanan termahal ditempat ini!"Teriaknya


Banyak pelayan yang senyum-senyum terhadapku.Mereka berdiri dibelakang Count Paris dan mengacungkan jempol mereka.


Dalam 15 menit,6 makanan paling mahal di


restoranku berada di atas meja kami.Ada



Wagyu beef and steak sauce



Lobster tail with cream and melon gel



Scallops with manni olive oil



Caviar



Chocolate mouse and strawberry liquid filling



Cassis plum