Demon's Bride

Demon's Bride
Chapter 4



Papaku saat ini sedang tertawa terbahak-bahak. Padahal,berberapa waktu yang lalu mukanya dioenuhi dengan aura mematikan. Kita semua bingung dengan perubahan sikapnya yang begitu drastis


"Violet,papa bangga denganmu. Liburan kita papa perpanjang jadi 1 minggu."


"Bernahkah? Kalau begitu ayo kita segara berkemas. Apa lagi yang kita tunggu?" Aku benar-benar merasa senang.


Aku menarik kedua tangan orangtuaku dan bergegas menuju mobil. Didalam mobil,supir kita sudah menunggu. Aku menyuruhnya untuk mengantar kami pulang.


Sesampainya dirumah aku cepat-cepat naik dan masuk ke kamarku untuk berkemas. Sambil memasukan baju dan keperluan lainnya aku bersenandung ria.


"Haha,pa sepertinya putri kita sangat senang. Mungkin kita harus melakukan ini lebih sering lain kali." Kata mama sambil melihat anaknya dengan penuh kasih sayang.


"Yah...aku rasa kau benar. Dia juga sudah besar. Sudah waktunya kita memberinya sedikit kebebasan." Setuju papa.


Keesokan harinya......


"Mamaaaa! Papaaaa! Ayo berangkatttt!.


"Iya iya,sabar. Kita sarapan dulu sambil menunggu mamamu."


"Baiklah." Jawabku


Setelah berberapa menit,mamaku akhirnya selesai bersiap-siap lalu makan sarapan bersamaku dan papa.


Aku memakan makanan yang ada didepanku dengan sangat cepat. Telur,bacon, dan milkshakeku habis dalam 5 menit.


"Pa,ma ayo cepattt. Violet saja sudah selesai makan."


"Ok ok. Kamu minta pak Toni untuk memasukan semua barang kita dulu."


Aku berlari menuju pak Toni yang sedang berdiri diluar mobil dan menyuruhnya untuk memasukan tas-tas dan perlengkapan kita kedalam mobil.


Sambil menunggu papa dan mamaku,aku membaca komik di HP. Aku memang seorang yang gemar membaca.


Berbarapa menit kemudian,papa dan mamaku sudah selesai makan. Kita masuk mobil dan pergi ke tempat perkemahan. Tempat itu lumayan jauh. Berjarak sekitar 4 jam dari rumahku. Meski begitu,kita tidak begitu bosan karena dimobil kita berkareoke dan menonton film. Mobil papaku yang satu ini memang dikhususkan untuk berpergian dan telah dilengkapi dengan berbagai fitur. Bahkan ada toilet di bagian belakang mobil.


Tidak terasa,kita sudah sampai di tempat perkemahan. Papaku sudah menyewa seluruh tempatnya jadi tidak ada tenda lain. Tempat perkemahan ini terletak disebuah hutan yang indah. Pohon-pohon berusia ratusan tahun menjulang tinggi di atas langit. Burung-burung berkicau dengan riang. Memang pantas disebut Hutan kedamaian. Udara disini sangat sejuk.


Walaupun pemandangan hutan pada pagi hari sangat menakjubkan,pemandangan hutan ini saat malam hari benar-benar diluar ekspektasi. Bintang-bintang yang tak terhitung banyaknya menghiasi langit. Langit itu sendiri,terlihat sangat ajaib.



Tempat ini terasa begitu ajaib....dan sedikit familier. Dalam benakku ada suatu perasaan telah berada disini sebelumnya. Tetapi perasaan itu tidak begitu baik. Tiba-tiba aku merasa mual. Suara teriakan-teriakan menggema dalam kepalaku. Sekilas,kulihat darah dan orang-orang yang kesakitan. Kepalaku begitu pusing,seperti sedang ditusuk oleh ribuan jarum-jarum


"Ahhh!kepalaku!" Aku berteriak.


Orang tuaku yang mendengar teriakanku langsung menghampiriku. Mereka terlihat sangat khawatir.


"Violet,coba kamu ceritakan ke mama apa yang kamu lihat apakah....apakah kamu melihat....pertarungan...?"


Ini aneh...bagaimana ibuku bisa tahu kalau aku sedang melihat sebuah pertarungan? Aku belum memberitahunya apa-apa. Tapi pada akhirnya rasa penasaranku dikalahkan oleh rasa kesakitan yang luar biasa


Hiiiiiii


How are y'all? Semoga semua sehat2


Yuriko lagi mau Ulangan jadi jadwal updatenya nggak tentu yah.


Buat yang suka tolong bantu like and share buat yang suka


Untuk yang nggak suka,im really sorry yah sudah menghabiskan waktu kalian.


Have a great day guyssss


Stay safe


Stay healthy


Stay happy


Wish you all the besttt๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„