Demon's Bride

Demon's Bride
Chapter 17



Sebelum chapter ini dimulai,author mau tunjukin a picture. Bisakah kalian rate gambarnya temannya author?



Bagaimana menurut kalian? Apakah gambarnya bagus? Tolong di rate di comment section ya. Temannya Yuriko lagi belajar menggambar di hp dan bukan di kertas. Bisakah kalian check IGnya? Disana ada banyak sekali gambar yang bagus2. Like seriously! Btw ini memang murni niatnya Yuriko. Temannya Yuriko tidak menyuruh Yuriko untuk menunjukan gambar ini ataupun mempromosikan IGnya dan semacamnya. Kalau ada waktu bisa mengecek IGnya ya


(moka.pii)


***


Kini Aku sedang berada didalam kamarku bersama Leah. Upacara pengangkatan ku sudah selesai dan besok akan ada perayaan untuk itu. Kini aku sedang melatih kekuatan baruku supaya bisa lebih kuat lagi.


"Wah,hebat sekali kekuatan barumu itu ce." Kagum Leah.


"Tapi masih belum bisa dikendalikan dengan baik." Jawabku.


"Huh masih walaupun begitu tetap saja hebat!" Leah bersikeras.


"Iya,iya."


*Tok tok tok*


"Masuk saja,pintunya tidak dikunci kok." Seruku.


Noah masuk dan berjalan kepada kita.


"Mengapa kalian masih belum tidur? Sudah jam 1 malam." Kata Noah


"Kalian? Bukankah vampir tidak perlu tidur?" Tanyaku.


Aku baru sadar kalau Noah selama ini selalu tidur walaupun dia seorang vampir.


"Hanya vampir yang sudah memasuki umur 18 yang tidak perlu tidur. Walaupun begitu,mereka yang sudah mencapai umur 18 masih suka tidur karena bagaimanapun sudah terbiasa dari kecil." Jelasnya


Aku mengangguk paham.


"Baiklah,kita akan tidur."


"Selamat malam."


"Malam."


*Pagi hari*


"Hoammmm."


Mataku masih terasa berat. Aku benar-banar tidak ingin turun dari ranjang ini. Leah sedang tidur dengan nyenyak di sebelahku. Memang dia sekarang tidak ingin tidur sendiri dan meminta untuk tidur denganku dan aku setuju saja.


Dengan berat hati aku akhirnya turun dan menggosok gigi. Setelah itu aku pergi menuju ruang makan.


"Pagi nona,anda ingin makan apa hari ini?" Tanya seorang pelayan.


"Pagi juga,untuk hari ini....biarkan aku memasak sendiri."


"Ah jangan nona! Kami bisa memasakan makanan untukmu. Tidak perlu merepotkan anda."


"T-tapi-."


"Ini adalah perintah." Kataku dengan tegas.


Sebenarnya aku ingin ketawa melihat wajah pelayan itu. Dia terlihat sangat panik dan juga malu.


"Sudahlah,ayo kita ke dapur." Ajak ku.


Akhirnya pelayan itu tidak berani menolak. Dia mengantarkan ku ke dalam dapur yang sangat besar. Dapur itu dilengkapi dengan peralatan memasak tercanggih dan terbaru.


Disini ada banyak koki-koki yang sedang mempersiapkan hidangan-hidangan. Mereka semua terlihat fokus terhadap pekerjaannya masing-masing.


"Pagi semuanya." Sapaku


Mereka segera berhenti memasak dan menatapku dengan terkejut. Salah satu dari mereka menghampiri ku


"Pagi nona. Anda ingin makan apa hari ini?" Tanya koki itu.


"Panggil aku Violet. Hari ini aku ingin memasak sendiri. Bisa kalian semua keluar?"


"Ah? memasak sendiri? Tidak perlu nona Violet. Kami bisa membuat makanan untuk anda."


"Sudah dengarkan saja. Aku ingin memasak makananku sendiri. Kalian tolong keluar sampai kupanggil lagi ok." Melihat waah mereka kutambahkan, "Ini adalah perintah."


Karena ini sebuah perintah mereka tidak berani mengatakan tidak. Mereka mencuci tangan dan keluar dari tempat itu dan aku mulai memasak.


*Diluar*


"Mengapa kalian semua sedang diluar?" Tanya Noah.


"Kami disuruh oleh nona Violet dan ia menambahkan kata 'perintah'. Tentu kami tidak berani melawan....."


"Huft,baiklah kalau begitu. Kalian tunggu saja disini,sekalian istirahat."


Hey guys!


Sorry ya lama tidak up. Yuriko baru saja pulang dari berlibur iniπŸ˜…πŸ˜…


Yuriko ganti nama setiap chapter menjadi chapter 1,2,3 dan seterusnya supaya kalian tidak ada spoiler😏


Thank you sudah membaca,tolong like,rate,vote and comment ya!


Jangan lupa setelah selesai membaca comment dibawah dan rate gambarnya temannya Yuriko ya.


Kritik and saran silahkan tulis di kolom komentar. Yuriko akan berusaha memenuhinya.


Stay Safe


Stay Healthy


Stay Happy


πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜™πŸ˜πŸ˜Ά