
Saat ini,ribuan pertannyaan sedang menyelimuti kepalaku. Belum lagi seluruh bajuku basah kuyup karena hujan. Aku benar-benar merasa tidak berdaya sekarang. Kalau saja aku tidak bertindak impulsif tadi. Mungkin sekarang walupun tidak bisa kembali kerumah setidaknya aku tidak sendirian.
Mengutuki kebodohanku sendiri,aku mencoba mencari tempat berteduh. Setelah aku hampir ingin menyerah,aku menemukan sebuah gua. Dengan cepat aku memasukinya. Setelah masuk,aku menyadari kalau di ujung gua itu ada cahaya merah yang berputar-putar membuat lingkaran. Karena penasaran,kumasukan jari telunjuku kedalam.
Jari telunjukku benar benar masuk! Tidak ada tembok atau dinding gua yang menghalanginya! Akhirnya,setelah berpikir matang-matang,aku memutuskan untuk memasuki lingkaran cahaya merah itu.
Didalamnya,benar-benar seperti berada ditengah angin topan. Tidak beraturan sekali. Disaat itu,sakit yang luar biasa menyerang kepalaku lagi. Kalai ini aku benar benar tidak bisa menahannya dan akhirnya aku pingsan
...........
Kepalaku terasa berat sekali. Sepertinya ada banyak orang disekelilingku. Pengelihatanku masih sedikit kabur. Kudengar orang-orang berbicara disekitarku.
"Mengapa ini bisa terjadi?"
"Bagaimana bisa seorang mortal melewati gerbang pembelah dunia?"
"Apakah ini sebuah kebetulan? Dara-"
"Hush diam,dia mulai sadar!"
Mereka langsung menghentikan percakapan mereka dan menatapku. Pengelihatanku kembali lagi dan sekarang aku bisa melihat dengan jelas. Aku sedang ditengah ruangan penuh dengan orang asing.
Didepanku,seorang pria tampan sedang duduk dan memperhatikanku dengan seksama. Belum pernah kulihat orang serupawan ini. Ini adalah pertama kaliku merasa terpesona dengan lawan jenis. Tapi memang,siapa yang tidak akan merasa kagum terhadap orang ini....tunggu?! Apakah dia manusia?? Mengapa bola matanya benar-benar merah seperti darah! Saat kuperhatikan,setiap orang disini juga memiliki warna bola mata yang sama dengannya. Walaupun tidak semerah bola matanya,tetap saja warnanya tidak seperti manusia pada umumnya
"A-apakah kalian menyukai warna merah sehingga kalian semua memakai lensa kontak dengan warna itu? Atau...."
"Hahaha! memakai lensa kontak karena menyukainya? Untuk apa? Ini memang warna asli bola mata kita." Teriak seseorang
Mataku langsung membulat. Bukankah hanya vampir yang memiliki bola mata merah? Tapi bukankah mereka hanya cerita dongeng yang diceritakan untuk menakuti anak-anak?! Apakah mereka benar benar ada didunia ini?!
Aku kembali melihat pria yang didepanku. Dia sedang duduk santai diatas kursi bewarna hitam yang sangat elegan. Sebuah seringai kecil terbentuk di wajahnya.
.
"Aku tidak menyangka seorang manusia akan bisa melewati gerbang itu. Darahnya juga merupakan darah lotus hitam yang hanya muncul sekali dalam ratusan juta tahun." Pria itu berkata.
Seketika bisikan-bisikan terdengar. Semua orang sepertinya sedang berdiskusi tentang menyelamatkan klan dan...darahku? Tunggu-tunggu...apakah mereka akan mengigit leherku,menghisap darahku dan hal-hal mengerikan yang lain!?
"Manusia rendaha- Belum selesai ia berkata aku langsung menyelanya.
"Jangan panggil aku begitu! Semua orang,atau makhluk yang lain adalah sama dan setara. Belajarlah menghargai orang lain dahulu sebelum bicara denganku!" Kataku dengan tegas.
Mendengar apa yang baru saja kekatakan,wajahnya langsung dipenuhi dengan amarah. Mukanya dan telinganya benar-benar merah sekali. Kedua tangannya mengepal.
Dengan cepat ia meluncur kearahku,tangannya siap untuk mencakar wajahku. Dengan cepat aku mencoba menghindar,sayangnya,kecepatan seorang vampir pastilah lebih cepat dari padaku
Saat tangan itu hampir mengenai wajahku,kututup mataku membayangkan apa yang akan terjadi dengan mukaku.
1 detik...2 detik...dan 3 detik berlalu tapi mengapa aku tidak merasakan sakit apapun. Pelan-pelan kubuka mata kiriku. Didepan,pria yang duduk tadi memegang pergelangan tangan vampir yang ingin mencakarku. Kurasa pegangannya begitu kuat karena tangannya sampai membiru.
"K-ketua..kumohon...lepaskan tangan..."
Dia meraung-raung kesakitan sambil memegang tangannya yang sepertinya hampir putus. Akhirnya,dia melepaskan pergelangan tangan pria itu...Tapi sepertinya masalah ini belum selesai.
"Aku tertarik dengan gadis ini,siapa yang membiarkanmu menyentuhnya?"
Hiiiii
What's up?
Semoga kalian suka dengan ceritanya ya. Kalau kalian nggak suka,bisa kasih saran and sorry yah.
Tolong bantu like,vote and share ^^
Thank you so much karena sudah membaca novelnya Yurikoπ€π€
Kalian bisa ke novelnya
AR
Xuanzhi
Onichan
Cerita mereka juga bagus-bagus banget
Anyways see you next timeee
Stay safe
Stay healthy
Stay Happy
Have a great dayyyππ»ππ»ππ»ππ»