
Tiba-tiba langit bergemuruh. Seluruh bintang-bintang yang tadinya bertebaran hilang seketika dan digantikan oleh petir yang terus menyambar.
Sesosok makhluk seperti singa berapi muncul. Makhluk itu turun dari langit dan saat dia menginjak tanah,kita bisa melihat kalau seseorang sedang duduk diatasnya.
Banyak yang mundur ketakutan melihatnya. Hanya aku,Noah dan Leah yang tetap di tempat kita. Dua orang vampir turun dari singa itu. Mereka berdua sudah lanjut usia tetapi masih terlihat sehat dan bugar.
"Leluhur" Pekik Noah.
"Hahaha,kau masih mengingat ku ternyata."
"Jadi,siapa yang kau pilih untuk menjadi wakil ketua klan kita?" Tanya leluhur perempuan.
"Dia,leluhur." Kata Noah sambil menunjuk kearahku.
"Violet mengucapkan salam kepada kedua luluhur." Seruku.
Ketika kedua leluhur lalu melihat kearahku, mata mereka langsung membelak.
"K-kau!"
"Iya,saya memang manusia."
Leluhur laki-laki menatap leluhur satunya, " Apa dia adalah-."
"Hush diam! Dia tidak boleh mengetahuinya!"
"Baiklah. Saya sebagai leluhur mengangkat Violet sebagai wakil ketua klan. Ada yang tidak setuju?"
"S-saya!" Teriak sebuah suara ragu dari kerumunan
"Oh? Siapa yang barusan bilang begitu? Majulah kesini dan katakan mengapa." Kata leluhur laki-laki.
Seorang wanita paruh baya maju dengan takut. Ia mendapat pelototan mematikan dari Noah dan Leah. Aku hanya diam saja.
"S-sa-s-say-"
Dia terlihat sangat terintimidasi oleh tatapan Noah dan Leah. Mata mereka memang jauh lebih merah yang jika marah,bisa terlihat sangat menakutkan.
"Mengapa bicaramu terbata-bata. Bicaralah dengan benar!" Ucap Noah.
"Sudahlah,tenang. Gadis itu pasti ketakutan jika kau tetap mempelototinya seperti itu." Kataku.
"Huft,baiklah." Balas Noah.
Setelah tatapan Noah dan Leah melongar barulah wanita itu berani bicara.
"Kedua leluhur,saya merasa ia tidak pantas. Dia hanyalah seorang manusia,mana bisa memimpin klan kita yang agung ini." Katanya.
"Kalau begitu,untuk meyakinkan semua orang disini,bagaimana kalau kita mengunakan bola hikmat?"
"Jika seperti itu saya setuju!" Jawabnya dengan yakin.
"Seseorang,bawakan bolanya!"
Bola itu mengeluarkan cahaya putih. Desekitarnya,kabut warna biru mengelilinginya. Tidak tahu apa fungsi lilin disebelahnya.
"Nona Violet, taruh kedua tanganmu diatas bolanya." Perintah salah satu leluhur.
"Leluhur! Dia memang tidak pantas!" Serunya.
Kedua leluhur sepertinya merasa sangat kecewa. Baru saja bola itu ingin diambil tapi tiba-tiba.......Bola itu berubah warna menjadi biru dan terbelah menjadi dua mengungkapkan sebuah mawar biru yang sangat indah.
"Ohhhhhh....."
"Mawar biru!"
"Sungguh cantik..."
"Woah....."
"I-Itu!"
"Hahaha sekarang,apakah masih ada yang merasa nona Violet tidak pantas?"
"T-tidak....."
"Bagus kalau begitu. Dengan ini,aku sebagai salah satu leluhur klan vampir meresmikan nona Violet sebagai wakil ketua klan kita!" Serunya.
Langit bergemuruh sekali lagi. Sebuah petir menyambar ku!
"Violet!" Teriak Noah
Pembuluh darahku dipenuhi oleh sesuatu. Suatu aliran yang sangat kuat. Mataku mengeluarkan cahaya putih.
"Jangan ganggu dia!" Luluhur berusaha mencegah Noah dari mendekatiku.
Lama-lama,perasaan itu mulai hilang. Digantikan dengan kekuatan yang luar biasa. Sebuah awan putih dengan petir yang sama warnanya muncul dari telapak tanganku.
"Apa yang baru saja terjadi dan mengapa aku bisa membuat petir?" Tanyaku.
"Mungkin itu adalah pemberian dari Tuhan untukmu supaya bisa menjaga diri?" Tebak Leluhur.
Semua vampir kecuali Noah,Leah,kedua leluhur dan para penjaga istana memandangku dengan iri. Mereka sangat tidak terima karena aku mendapatkan kekuatan baru ini.
Hei,chapter ini sudah selesai.
GAMBAR BERASAL DARI GOOGLE DAN BUKAN PUNYA AUTHOR YA. Di chapter ini banyak gambar ya hehe.
Thanks for reading. Tolong like,comment dan stay untuk chapter berikutnya ya.
Kalau ada koin yang berlebih bisa bantu tip ya😶😶 Nggak maksa kok. Kalian sudah like aja Yuriko thank you sekali. Dan juga untuk yang sudah vote,thank you juga ya😄😄
Kalau ada kritik atau saran silahkan bilang jangan ditahan okay
Stay Safe
Stay Healthy
Stay happy
Have fun!