
Saat sudah selesai,aku dan Leah pergi ke ruang makan. Noah sudah menunggu kita disana. Untuk sarapanku ada telur,bacon,roti bakar yang dibelah jadi dua,pancake dan segelas jus jeruk.
Untuk Noah dan Leah....kalian tidak perlu bertanya lagikan😐🙄
"Selamat pagi" Sapaku
"Pagi juga Violet,Leah" Balasnya
Aku menghabiskan sarapan sambil bercakap-cakap ria dengan Leah. Noah hanya menyimak sambil sekali-kali mengelengkan kepalanya.
Sehabis sarapan,kita bertiga tidak tahu ingin melakukan apa. Akhirnya aku memutuskan untuk membantu para pelayan-pelayan untuk menyiapkan pestanya.
Aku menyapu,mengelap dan banyak lagi. Sebenarnya sudah dilarang tapi dari pada bosan yakan? Dan juga,sambil membersihkan aku jadi semakin akrab dengan penghuni istana ini. Mereka semua ramah kepadaku. Sepertinya orang yang bisa menjadi pelayan disini hanya orang-orang yang sikapnya baik saja karena aku tidak menemukan satupun pelayan yang memperlakukanku dengan sinis.
Persiapan perayaan itu menghabiskan waktu sepanjang hari. Bagaimana tidak,upacara akan dilakukan selama 3 hari. 3 hari! Bayangkan. Karena upacara ini berlangsung selama lebih dari 1 hari maka tamu-tamu akan menginap. Karena itu,bagian sayap kiri[1] istana dibersihkan semua.
Tepat jam 5 aku semua persiapan upacara selesai. Aku mempersiapkan diri. Leah terlihat sangat antusias dengan pengangkatan ku. Saat kutanya mengapa ia menjelaskan.
"Sebetulnya, pemimpin klan kami seharusnya adalah seorang raja. Tapi saat orang-tuaku....diambil musuh....mereka menganggap kalau kakak ku terlalu muda untuk memimpin kita. Sebenarnya mereka hanya berkata begitu karena ingin menjadi orang yang menguasai klan. Oleh sebab itu pangkat raja diganti dengan pangkat ketua klan. Dan ce Violet adalah manusia pertama yang memiliki kedudukan tinggi disini. Pertama" Dia menekankan yang terakhir.
"Oh....."
Aku tidak begitu terkejut. Noah juga pernah bilang kalau dia menjadi ketua klan ini juga karena dipilih leluhur mereka. Karena itu hal ini menjadi tidak begitu mengejutkan.
*5 Menit kemudian*
"Leah,aku sudah siap." Kataku.
"Kalau begitu ikuti Leah." Balasnya.
Aku mengikuti Leah keluar istana. Diluar ada mobil limo warna silver menunggu kita. Saat kita masuk,pintu ditutup oleh pelayan diluar dan kita menuju tempat peresmianku.
Ternyata tempat itu tidak begitu jauh. Hanya butuh 5 menit menggunakan mobil. Kita berada ditengah sebuah tempat terbuka. Berjarak berberapa meter dariku,sebuah pemandangan indah tampak.
Sungguh sesuatu yang magis.
Sebuah tangan yang diletakan di pundak kiriku membuyarkan lamunanku. Kumenoleh dan mendapati Noah yang sedang memperhatikanku. Dia tersenyum.
"Pemandangan yang indah bukan?"
"Ya,indah sekali." Jawabku sambil terus melihat apa yang ada di depanku.
"Tapi...ini masih kalah denganmu." Ucapnya tak berani melihat mataku
Apa dia sedang menggodaku? Hahaha mukanya yang sedang malu sangat imut. Akupun menghampiri nya.
"Benarkah?" Tanyaku
"I-iya benar"
Aku menggodanya terus-menerus. Pipinya juga semakin merah setiap detik. Ketua klan yang dingin dan tak tersentuh ternyata memiliki sisi seperti ini. Ditengah-tengah,kulihat seorang vampir perempuan yang memakai pakaian minim menghampiriku.
"Hey jal*ng jangan menggoda ketua kita! Tuan Noah,masih ada waktu untuk memberhentikan semua ini dan memilih ayahku sebagai wakil. Dia lebih baik daripada......." Sebuah tatapan merendahkan diberikan olehnya kepada ku.
"Oh....aku jal*ng? Kau yakin? Seorang ***** berani menyebut wanita lain jal*ng?" Tantangku.
"Berani-beraninya semut sepertimu memangilku ******!"
"Tentunya aku berani. Mengapa tidak?"
"Kau!"
Dia mendekatiku hendak menampar wajahku. Kaki kiriku kumajukan. Dia tersandung dan tercebur ke dalam kolam didepan kita.
"Oops."
"Ahhhhhh!" Teriaknya.