Demon's Bride

Demon's Bride
Chapter 19



Kita senang makan dan berbincang dengan akrab ketika-


"AHHHHHHHHHH."


Semua orang terkejut dan berhenti makan. Orang yang berteriak hebat sekali bisa terdengar sampai kesini.


"Astaga kenapa itu!"


"Siapa yang berteriak?"


"Cepat pergi lihat!"


"Suaranya berasal dari sayap timur kastil!"


"Semua ikuti aku!" Perintah kakek leluhur.


Semua dengan cepat bergegas ke arah suara teriakan tadi. Dari kamar 034 bisa terdengar umpatan frustasi seorang perempuan.


"Tuan vonco,ada apa?" Tanya seorang pelayan sembari mengetuk pintu.


"Tidak! Jangan masuk!" Teriak tuan Vonco


"Noah,kamar siapa ini sebenarnya?" Tanyaku


"Ini kamarnya Makayla. Gadis yang kemarin. Kau ingat?"


"Ahhhh...Aku rasa aku tahu apa yang terjadi padanya....."


Violet tahu apa yang sudah terjadi? Apa ini berhubungan dengan kejadian kemarin? Aku ingat dia memperingatkan mereka untuk tidak mengeluarkan Makayla dari kolam. Batin Noah


"Baiklah,ayo kita semua pergi saja. Mereka toh tidak membolehkan kita untuk masuk dan melihat apa yang terjadi. Untuk apa menghabiskan waktu disini." Ajak ku


"Tunggu! Apa yang barusan berbicara adalah j*lang penggoda kemarin?! Aku perintahkan kamu untuk menyembuhkanku!!"


"Siapa yang kau sebut j*lang!"


Kakek leluhur memang orang yang hebat. Suaranya saja dapat memberikan tekanan yang sangat menakutkan.


Tuan Vonco yang mengenali suara barusan langsung buru-buru keluar. Dia takut setengah mati saat mendengarnya.


"L-leluhur,maafkan anak ku yang tidak berguna ini." Pintanya.


"Suruh dia keluar untuk meminta maaf!" Perintah kakek leluhur.


"I-Itu....."


"Cepat!"


"A-ayah aku tidak bisa keluar! Mukaku!" Pekik Makayla dari dalam kamar


"Leluhur yang memerintah,mau tidak mau harus kita turuti!" Desis Tuan Vonco.


Tuan Vonco menyeret anak tersayangnya keluar dengan wajah sedih. Dia sangat memanjakan anak satu-satunya itu. Sayangnya,kali ini yang memberi perintah adalah leluhur. Bukan orang sembarangan.


"Nona Makayla mengapa kamu menutup mukamu?" Tanyaku dengan puas.


"Kamu pasti tahu mengapa! Cepat katakan cara untuk menyembuhkan ku!"


"Tidak."


"Katakan!"


"Tidak."


"Kubilang! K-a-t-a-k-a-n!"


"Kubilang,t-i-d-a-k."


"Sudah, sudah" Kata Noah sambil menggelengkan kepalanya.


"Nona Makayla, tolong lepaskan tanganmu dari wajahmu supaya kita bisa melihat apa yang terjadi." Kata leluhur.


"Nenek, Makayla tidak ingin memperlihatkan mukanya juga pasti ada alasannya,lebih baik jangan dipaksa." Kata ku.


"Kalau begitu silahkan kalian menyelesaikan masalahnya sendiri. Ayo kita pergi." Kata nenek luluhur.


"T-tunggu! Nona Violet,aku mohon,sembuhkan wajah anak ku." Pinta Tuan Vonco.


"Bukankah kemarin anda sendiri yang menolak mendengarkan ku? Lagipula....anak mu itu sepertinya tidak merasa bersalah sama sekali. Dia bahkan memerintah ku tadi. Harusnya dia tahu posisinya."


"Hahaha,memang benar sekali! Jika ingin meminta bantuan bilanglah dengan sopan. Jangan gunakan nada seperti itu!" Kata kakek leluhur


"Aku bersedia memberikan 10 batang emas jika Nona Violet bisa menyembuhkan anak ku!"


10 batang emas? Telingaku naik mendengarnya. Emas sebanyak itu bisa kupakai untuk membangun bisnis baru. Memang aku diberikan uang setiap bulan karena menjadi wakil ketua. Tapi itu tidak cukup. Membuat bisnis akan memberiku pegangan kelak jika posisi ini diambil.


Hiiii


I'm sorry ya sudah nggak up lebih dari 10 hari. I've got alot of work from school. Banyak sekali. So my brain is abit too filled to write a chapter.


Thank you ya sudah membaca😊😊


Saran dan kritik bisa ditulis dibawah ya.


Tolong comment,like vote and tip ya


Stay safe


Stay healthy


Stay happy


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž!