Decision You Make

Decision You Make
Chapter 4- Dunia Baru



Zzztt-


Calon inang memasuki dunia!


"Hah!" Chloe tersentak kaget. Perjalanan menembus berbagai dunia begitu mencengangkan.


Chloe ingat, pemandangan dimana beberapa dunia terlihat seperti planet berwarna-warni.


Blaze bilang, jika bukan karena perlindungan sistem terhadap calon inang mungkin kepala Chloe sudah pecah akibat pemandangan itu.


Chloe melihat pemandangan sekitarnya. Sudah siang, dia berada di sebuah taman sekolah yang cukup ramai oleh banyak anak perempuan berusia 17 atau 18 tahun. Memang ada beberapa anak laki-laki, tapi tetap saja, taman ini didominasi oleh anak perempuan.


Chloe menduga ini adalah sekolah menengah atas. Mungkin sedang waktu istirahat.


Setelah beberapa saat Chloe baru menyadari bahwa tangannya memegang keresek berisi makanan. Hanya ada sebuah roti cokelat dan susu pisang.


Karena masih bingung, Chloe tidak dapat berbicara untuk beberapa saat.


Gadis itu melihat ke samping taman. Banyak meja kayu yang lengkap tersambung dengan kursi untuk duduk. Banyak gadis yang duduk makan bersama sambil bercakap-cakap.


'Lebih baik aku pergi ke sana saja,' pikir Chloe dan berjalan menuju salah satu kursi kosong.


Setelah duduk, Chloe bersiap membuka keresek berisi makan siangnya. Sampai...


Zzzt-


Sistem kode D-5419 memasuki dunia!


"Saya datang! Maaf Nona Chloe, beberapa kendala terkadang memang terjadi saat calon inang baru melakukan tugasnya," bola api biru, Blaze, langsung meminta maaf saat muncul di depan Chloe.


"Tidak apa-apa, Blaze? Aku boleh memanggilmu begitu sekarang?" Jawab Chloe sekaligus bertanya kepada Blaze.


"Tentu saja, Nona Chloe. Tetapi jika saya bisa menyarankan, lebih baik Nona tidak berbicara secara lisan kepada saya. Karena saya tidak bisa dilihat dan didengar, mungkin Nona akan dianggap aneh," saran Blaze kepada Chloe.


Benar saja. Saat Chloe berbicara dengan Blaze beberapa siswi melihat kearahnya dengan tatapan aneh.


Merasa sedikit malu, selanjutnya Chloe berbisik pelan kepada Blaze, "uhm, jadi kita akan mulai berbisik dari sekarang?" Tanya Chloe.


Blaze hanya tersenyum geli.


"Haha, tentu saja tidak perlu, Nona. Nona bisa berbicara kepada saya hanya melalui pikiran. Asalkan Nona menginginkannya, suara Nona akan langsung tersampaikan kepada saya," jelas Blaze kepada Chloe dengan sabar.


Chloe mengangguk-anggukkan kepalanya, dan langsung mencobanya.


"Test.. test. Blaze, siapa namaku di sini?"


"Nama anda adalah Chloe."


Mendengar jawaban Blaze, Chloe memasang ekspresi takjub.


"Woahh. Astaga, keren sekali!" Chloe berseru takjub di pikirannya. Roti coklatnya sudah dibuka sedari tadi dan telah habis hampir setengahnya.


Setelah mengagumi cara komunikasi yang unik, Chloe akhirnya bertanya kepada Blaze.


"Blaze, apa tugasku di sini?"


Blaze tampak menyadari sesuatu. Tersenyum malu karena melupakan hal penting yang harusnya diberitahukan dari tadi.


"Hampir saja saya melupakannya. Baiklah, tugas Nona adalah membantu protagonis wanita menemukan cinta sejatinya sebelum kelulusan sekolah! Protagonis bernama Reina. Tapi hati-hati, terdapat beberapa tokoh antagonis tentunya. Nona bisa melakukan apapun kepada tokoh antagonis, termasuk membunuh. Untuk mencari cinta sejati bagi protagonis wanita, Nona bisa menjadi mak comblang, hehe," jelas Blaze menerangkan tugas Chloe.


Tapi Chloe tentu saja memiliki pertanyaan.


"Blaze, bagaimana alur cerita asli dalam novel?" Tanya Chloe.


"Alur asli? Tentu. Reina hanyalah gadis pemalu yang tidak pandai bergaul. Tetapi, kedatangan Damian, mengubah hidupnya. Reina selalu dibantu oleh Damian saat ia dalam kesulitan. Tetapi, Reina juga dekat dengan laki-laki biasa yang ternyata adalah anak pengusaha kaya bernama Vincent. Dalam novel asli, sebelum kelulusan kedua orang menyatakan cintanya, dan Reina tidak memilih siapapun!"


"Eh, apa? Tidak memilih siapapun?" Tanya Chloe merasa bingung.


"Ya, novel ini memiliki ending terbuka. Sayangnya Reina membutuhkan cinta sejati. Tidak masalah jika ternyata cinta sejatinya bukan kedua orang itu. Tapi Nona juga harus berjaga-jaga terhadap Erine, salah satu antagonis utama dalam cerita. Sebenarnya Erine cukup bersih, namun iri hati membuatnya berubah menjadi antagonis. Mungkin Nona bisa mengubahnya menjadi pihak netral lagi?"


Chloe mendengarkan dengan serius setiap informasi yang diberikan Blaze.


"Oh, iya! Nona memiliki beberapa hadiah dari sistem utama. Kedua hadiah adalah identifikasi dan perspektif! Silahkan Nona memikirkan kedua kemampuan dalam pikiran dan Nona bisa menggunakannya," ucap Blaze memberitahu Chloe dan menjelaskan cara menggunakan kemampuan barunya.


Mata Chloe berbinar, segera mengucapkan kata 'identifikasi' pada pikirannya.


Saat itulah, pandangan Chloe yang dari tadi tertuju pada Blaze berubah.


Di bawah Blaze terdapat sebuah layar transparan berwarna biru dengan beberapa informasi.


...[Nama: Blaze...


...Status: Sistem...


...Tingkat kesukaan: 202% (rekan)]...


Chloe tercengang dengan pemandangan di depannya. Informasi yang mustahil diketahui dapat dengan mudah ia akses.


Beberapa saat Chloe melihat sekitarnya menggunakan identifikasi. Sampai Chloe melihat seorang gadis dengan rambut pendek pirang dengan netra hijau.


...[Nama: Reina Brist...


...Umur: 17 tahun...


...Status: Protagonis wanita...


...Tingkat kesukaan: 10% (ramah)]...


Mata Chloe membulat terkejut. Segera, ia bertanya kepada Blaze, "Blaze! Aku boleh mendekati protagonis wanita, kan?"


"Tentu, Nona. Anda bisa melakukannya."


"Baiklah. Omong-omong, jangan terlalu formal kepadaku, aku merasa tidak sopan saat berbicara padamu, kau tahu," ucap Chloe sebelum beranjak dari tempat duduknya dan mendekati Reina.


Blaze tersenyum mendengar perkataan Chloe dan mengikuti Chloe.


Sambil berjalan Chloe membuang bungkus bekas roti coklat dan hanya membawa susu pisang yang masih tersegel.


Setelah sampai di meja Reina, yang sekarang sedang sibuk membaca novel fantasi, Chloe tanpa ba bi bu langsung duduk di depan Reina dan menyapanya.


"Hai! Namamu Reina, kan? Perkenalkan aku Chloe. Ayo berteman!" Ucap Chloe dengan ramah menjulurkan tangannya ke depan Reina


'Anak yang pendiam ini tentu tidak akan mengambil inisiatif sendiri, karena itu aku harus menjadi orang pertama yang berinisiatif!' Pikir Chloe sembari menunggu Reina menjabat tangannya.


Reina terlihat tersentak, dengan malu-malu berkata, "h-halo, teman sekelas," suaranya sekecil nyamuk. Untungnya Chloe masih bisa mendengarnya.


Tetapi, meski Reina menjawab, dia tidak kunjung menjabat tangan Chloe dan membiarkan tangan Chloe menggantung begitu saja di udara.


Chloe tidak marah, dia hanya terus bersikap ramah.


Sebenarnya Chloe agak terkejut karena ternyata dia sekelas dengan Reina. Chloe benar-benar tidak tahu apapun.


Karena itu Chloe bertanya lagi kepada Blaze, "Blaze, apakah ada transfer ingatan dari Chloe yang asli?"


Blaze dengan tanggap menjawab, "tentu, apakah Nona ingin mentransfernya sekarang?" Tanya balik Blaze.


"Nanti saja."


"Baiklah."


Chloe melanjutkan perbincangannya dengan Reina. Tak lama, tingkat kesukaan Reina telah naik.


...[Nama: Reina Brist...


...Umur: 17 tahun...


...Status: Protagonis wanita...


...Tingkat kesukaan: 40% (teman)]...


Gadis polos yang menganggap orang ramah adalah teman, pikir Chloe begitu melihat kembali status Reina menggunakan kemampuan identifikasi.


Omong-omong tentang kemampuan, Chloe belum melihat kemampuan persepektif miliknya.


Chloe menelan ludah, dari namanya saja sudah terbayang kemampuan apakah ini, kan?


'Mungkin tidak apa untuk mencobanya pada Reina. Toh, kita sama-sama perempuan,' pikir Chloe sambil mengucapkan perspektif dalam pikirannya.


Kemampuan perspektif langsung menyala, dan apa yang dilihat Chloe benar-benar mencengangkan.


Bahkan sampai...


Bruuk!


"Ah, Chloe!"


...----------------...


...To be continued...