
"Padahal seharusnya gaji pertamamu digunakan untuk membeli kue ulangtahun mu. Maafkan ayah, maaf karena kau harus menggunakannya untuk biaya rumah sakit ayah."
"T-tidak apa-apa.. hiks.. ayah, aku, aku akan kaya. Kita akan kaya. Saat aku kaya aku akan membeli kue ulangtahun setiap kali aku menginginkannya. Hiks... Kita akan merayakan ulang tahunku setiap hari..."
"Chloe..."
"Ayah!"
"Chloe.."
"Tidak, ayah!"
"Chloe!!"
"Eh? Ah?"
Chloe tersentak kembali ke realita oleh tepukan di bahunya.
Dilihatnya pemilik tangan yang menempel di bahunya.
"Oh, Vivi, ada apa?"
Dengan nada ketus yang dibuat-buat, Vivi, teman sekantor Chloe menjawab, "huh, mentang-mentang sudah dapat gaji, sekarang sudah menghayal untuk beli barang mewah."
Chloe hanya tersenyum tipis tidak menanggapi ocehan temannya, "kau belum menjawab pertanyaan ku," ucap Chloe menagih jawaban pertanyaannya.
"Hehe, nanti teman-teman yang lain akan makan malam bersama. Kau mau ikut? Tentu saja aku juga ikut, kau ikut, ya? Ya?" Ucap Vivi memohon dengan kilauan di matanya yang bulat.
Chole menghela napas panjang dan menyingkirkan tangan Vivi yang masih menempel di bahunya.
"Untuk apa diadakan makan malam bersama?" Tanya Chloe penasaran.
”Untuk merayakan kenaikan pangkat Hana, anak baru itu. Dari yang kutahu dia itu anak orang kaya. Tapi tetap bekerja karena lelaki idamannya menyukai perempuan yang pekerja keras." Vivi berhenti berbicara sebentar.
Melihat sekeliling sebelum mendekati telinga Chloe dan berbisik,
"psst, kau tahu, katanya-"
"Maaf, aku harus menyiapkan ulang tahun seseorang," sela Chloe karena mengetahui bahwa temannya akan memulai gosip yang mungkin tidak akan berhenti selama satu jam ke depan.
Wajah Vivi berubah cemberut.
"Issh, padahal aku juga ikut, kenapa kau tidak ikut?" Keluh Vivi, yang merasa temannya itu kurang peduli padanya, juga karena temannya menghentikan gosip yang baru saja akan dimulai.
Tetapi setelah beberapa saat berpikir, raut wajah cemberutnya langsung digantikan dengan senyum aneh.
"Ohoho, siapa yang membuat 'Bu Chloe yang dingin' ini secara khusus menyiapkan ulang tahun seseorang? Siapa dia? Laki-laki? Ahh~ apakah Bu Chloe sedang jatuh cinta?" Goda Vivi sembari menempelkan jari telunjuknya di pipi Chloe.
"Bukan begitu," Chloe menepis jari telunjuk Vivi.
"Tapi kau tidak sepenuhnya salah," Chloe tersenyum misterius.
"Eh, jadi Chloe benar-benar sedang jatuh cinta?" Vivi tercengang. Kata-kata yang diucapkan untuk menggoda Chloe, ternyata sebuah kebenaran?
"Yah, aku akan merayakan ulang tahun 'cinta pertamaku'."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Waaah! Bagaimana ini? Siapa yang cocok diantara orang-orang ini? Ukh, ini sulit!"
Di antara orang-orang yang berlalu-lalang dalam sebuah restoran, sebuah makhluk berbentuk bola api biru terbang tidak karuan dengan panik.
"Ah, tunggu, aku harus tenang. Masih ada waktu. Tapi bagaimana jika inang yang kucari terlalu lamban seperti yang sebelumnya? Haaa!!" Teriak bola api itu dengan emosi.
Jika saja orang lain dapat melihat dan mendengar bola api biru itu, mungkin mereka akan lari ketakutan.
"Batas waktu kali ini adalah empat tahun. Sial, lebih sedikit dari yang sebelumnya. Aku harus mencari inang baru, jika tidak aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi! Oh, aku tidak mau hilang dari dunia ini!" Ratapan putus asa bola api tentu saja tidak dapat didengar oleh orang lain.
Dengan lesu bola api itu memutuskan untuk pergi dari tempat itu.
"Huft.. lebih baik aku pergi dari sini sa-"
"Wahh! Aku kagum dengan kerja kerasmu, Hana!"
Teriakan kagum seorang perempuan menarik perhatian bola api biru.
'Orang yang pekerja keras!' Pikir bola api bersemangat mendekati kelompok orang yang sedang makan banyak makanan mewah.
"Jangan berlebihan. Aku bisa seperti ini juga karena mendapat motivasi. Jika aku bisa, kau juga pasti bisa!" Seorang perempuan dengan rambut pendek dan kacamata bulatnya menanggapi pujian dari perempuan lain.
Bola api itu mendekati perempuan yang disebut Hana oleh orang lain. Berputar-putar beberapa saat dan mengangguk puas.
Bola api itu juga diam beberapa saat di tempatnya mendengarkan pembicaraan sekelompok manusia ini.
"Hm, orang yang dikagumi banyak orang karena sifatnya. Kandidat yang cocok. Mungkin nanti aku akan menemuinya." Bola api lalu memutuskan untuk memilih perempuan itu, Hana.
Bola api tetap diam di tempat itu, selain untuk menambah informasi, dia juga akan mengikuti Hana pulang sebelum menawarinya sesuatu.
Sekelompok orang itu bercakap-cakap sambil memakan makanannya. Bola api dengan sabar mendengarkan setiap ucapan dari orang-orang. Tidak lupa dia juga mengamati sikap Hana.
Tiba-tiba seseorang bertanya.
"Anu, Hana, apakah benar kau bekerja keras untuk.. yah.. laki-laki yang kau kagumi?" Seorang laki-laki bertanya dengan hati-hati, takut menyinggung perasaan Hana.
Hening...
Orang-orang berhenti berbicara. Bukan karena mereka kehilangan suaranya, tetapi karena mereka juga penasaran akan jawaban Hana.
Hana mendengar pertanyaan laki-laki itu juga ikut terdiam. Tersenyum kaku dan menjawab, "sejujurnya... Iya. Haha.." jawab Hana yang diakhiri dengan tawa canggung.
"Mungkin beberapa dari kalian menganggap ini memalukan, tapi aku benar-benar bekerja keras untuknya. Aku benar-benar tidak ingin meninggalkannya." Lanjut Hana menjelaskan.
Orang-orang masih dalam keheningan. Sebelum beberapa saat bersorak kagum.
"Wahh! Cinta yang tulus! Astaga, mungkin aku tidak akan melakukan itu, kau hebat Hana!"
"Huh, laki-laki itu, awas saja jika dia masih tidak menerimamu. Panggil saja kami, kami akan memberi beberapa pelajaran kehidupan untuknya!"
Dan pujian-pujian lain terus terdengar.
Bola api agak tercengang, tidak, bukan karena cinta yang romantis.
Tetapi bola api itu mengganggap bahwa cinta Hana justru akan menjadi belenggu.
"Apa-apaan... Dia pasti tidak menerima tawaranku kalau begini. Cinta yang tulus? Huh!" Bola api mendengus kesal. Tetapi dia tetap diam untuk mencari informasi lain.
"Omong-omong, Vivi, mengapa Bu Chloe tidak ikut?" Tanya seseorang kepada Vivi.
"Ah, aku tidak tahu. Mungkin dia masih bekerja lagi. Kau tahu, kan, orang seperti apa dia. Aku masih ingat saat dia menyelesaikan pekerjaannya dalam tiga jam tanpa henti sebelum bekerja lagi," jawab Vivi tidak ingin mengumbar kehidupan pribadi temannya.
Orang yang bertanya juga hanya ber 'oh' ria.
Berbeda dengan orang lain yang mengganggap enteng, bola api merasa tertarik dengan Chloe ini. Gila kerja, pasti tidak punya hubungan cinta dengan orang lain!
"Chloe, menarik! Ayo kandidat baru, mari kita bertemu!" Ucap bola api dengan semangat.
"Eh, tunggu, dimana aku bisa bertemu dengannya, ya?"
...----------------...
...To be continued...