
"Jadi kau sistem yang menjaga dunia ini?" Tanya Chloe setelah sepuluh menit pingsan akibat informasi yang dikirim oleh sistem.
"Ya, tentu saja. Ada pertanyaan?" Blaze, si sistem memberi kesempatan bagi Chloe untuk bertanya.
"Yah, jadi," Chloe agak ragu mengatakan pertanyaannya.
Rasanya tubuhnya tegang begitu menerima informasi yang mencengangkan. Chloe bahkan tidak kuat untuk berdiri dan hanya duduk di lantai yang bertambah dingin karena hari sudah menjelang malam.
Blaze hanya melihat Chloe dalam diam. Memberi waktu bagi Chloe.
Chloe menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan napasnya, siap mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengisi hatinya.
"Jadi dunia ini adalah novel? Aku? Karakter dalam novel? Aku sungguh tidak bisa dengan mudah mempercayainya," ucap Chloe.
Dia merasa kehidupannya terlalu biasa saja untuk menjadi novel. Lagipula, apa yang bisa diceritakan dari seorang gadis yang awalnya miskin? Memangnya Chloe sekarang adalah wanita super kaya yang disukai oleh banyak pria, sehingga terjebak dalam dilema cinta yang memabukkan?
Chloe lebih tahu kenyataan yang sebenarnya.
"Hm, ya. Dunia ini adalah novel. Dan tanpa aku, dunia ini akan hancur. Saat aku hilang, mungkin akan terjadi kebocoran informasi. Makhluk di dunia ini akan menjadi gila dan dunia jatuh dalam kekacauan. Sekarang kau mengerti mengapa penting untuk menjadi inangku, kan?" Jawab Blaze sekaligus mencoba membujuk Chloe untuk menjadi inangnya.
Chloe mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti. Siap mengajukan pertanyaan selanjutnya.
"Apa yang harus kulakukan untuk menjadi inangmu?" Tanya Chloe.
Blaze tersenyum gembira. Secara tidak langsung, Chloe siap menjadi inangnya, kan?
"Mudah, ikut denganku menjelajah dunia lain. Dan selesaikan dua dunia untuk menjadi inang yang sesungguhnya. Tentu saja aku akan membantumu," jelas Blaze mencoba menarik perhatian Chloe.
Ada kilauan yang tak bisa dijelaskan pada netra coklat wanita itu. Senang kah? Tertantang kah?
Chloe merasa sesuatu telah mendobrak hatinya. Sesuatu yang dinantikan olehnya selama 12 tahun terakhir.
Kehidupan yang menyedihkan dan membosankan ini hanyalah novel, betapa kejamnya penulis novel ini, begitulah pikiran Chloe.
'Rasanya puas jika aku bisa meninggalkan kisah ini. Menjelajah kisah baru dan kehidupan yang baru.'
Pikiran Chloe buyar begitu Blaze bertanya kepadanya.
"Jadi bagaimana, apakah kau mau?" Tanya Blaze.
"Aku ma- tunggu. Bagaimana cara menyelesaikan sebuah dunia? Apa yang harus kulakukan?" Hampir saja Chloe setuju, tetapi sebuah pemikiran muncul.
Karena merasa takut kehabisan waktu, Blaze langsung menjelaskan segala hal yang mungkin saja akan ditanyakan oleh Chloe.
"Baiklah, akan aku akan menjelaskan beberapa hal yang mungkin saja akan kau tanyakan. Jadi, dunia ini adalah novel. Kau juga karakter novel, tetapi aku memberitahukan informasi ini kepadamu karena aku ingin kau menjadi inangku.
Jika aku tidak mendapatkan inang, maka dunia yang sedang kutempati akan hancur. Inang akan mengikuti sistem menjaga keseimbangan dunia. Tenang saja, saat menjadi inang, kau tidak akan bisa mati. Tentu saja jika kau sudah menjadi inang yang sah.
Namun, inang akan menghilang setelah 10 ribu tahun. Kembali ke pertanyaanmu sebelumnya. Cara menyelesaikan dunia adalah dengan membantu protagonis dunia mencapai tujuannya. Dengan begitu, dunia akan berakhir dan tidak perlu bagi sistem untuk menjaga dunia itu lagi. Saat itulah sistem beserta inangnya akan menuju dunia baru yang masih perlu penjagaan. Bagaimana, kau sudah mengerti?"
Blaze menjelaskan panjang lebar tanpa berhenti untuk mengambil napas. Bahkan Chloe sendiri tidak yakin jika Blaze perlu bernapas.
Selama beberapa saat, Chloe mencerna informasi yang diberikan oleh Blaze. Tak lama mata Chloe memancarkan sinar cerah.
Chloe merasa kegirangan dan mengatakan pertanyaannya terakhirnya, "apa aku boleh melakukan apapun di dunia baru? Maksudku apapun yang aku mau?"
Blaze akhirnya mengerti. Chloe ingin melakukan suatu hal, yang tidak bisa dilakukan di dunia ini. Ia ingin melepaskan kehidupannya. Menggantinya dengan kehidupan baru.
Blaze menyeringai lebar.
"Ya tentu, tentu kau bisa melakukan apapun asalkan kau tidak mengganggu protagonis, melakukan hal yang merugikan protagonis, dan melalaikan tugasmu. Jika tidak kau akan otomatis gagal," ucap Blaze mencoba menarik Chloe lebih dalam.
"Karena itu, Chloe," Blaze menghentikan perkataannya. Memunculkan sebuah kertas coklat yang melayang bebas di udara. Bersamaan dengan sebuah pena yang ikut melayang di sampingnya.
"Jadilah inangku dan kita akan menyebrang ke dunia lain, melakukan apa yang kau mau!"
"Apa artinya aku bisa bertemu banyak pria tampan dan mengalami kehidupan seperti dalam game kisah cinta remaja?"
Blaze: "..."
"Aku anggap itu iya. Baiklah, ayo berangkat sekarang juga!" Chloe langsung mengambil pena dan menandatangani kertas coklat yang sudah pasti sebuah kontrak. Blaze tersenyum senang. Tujuannya telah berhasil!
"Baiklah, Nona Chloe, kita akan pergi menjelajahi dunia yang sepertinya telah anda impikan sejak lama. Keberangkatan dimulai dari sekarang!" Gaya bicara Blaze berubah menjadi lebih formal.
Srraa...
Kedua makhluk itu bersama-sama menghilang dalam kekosongan.
...----------------...
...To be continued...