
Ketika Kevin duduk sambil memperhatikan pandangan puppetnya, tiba-tiba Chizuru yang masih tertidur memegang tangannya dan berbalik menghadap ke arahnya. Kevin seketika memerah dan merasa kebingungan. Puppetnya jatuh berantakan karena kehadiran Chizuru yang tiba-tiba itu telah mengganggu pikirannya. Kevin melihat ke arah Chizuru yang sedang tidur dengan tenang dan berpikir dalam hati, "Apakah mungkin dia mencintai aku? Ah, tidak mungkin."
Kevin membenarkan posisi tangannya yang tergenggam oleh Chizuru dan merapikan rambutnya yang sedikit berantakan. Saat itu, Ryota melihat adegan tersebut dan dengan cepat menodongkan kunai di leher Kevin, dengan tegas mengancam, "Berani kamu mencoba apa-apa dengan kakakku, nyawamu akan melayang!"
Kevin terkejut dan berusaha menjelaskan, "Ryota, kenapa kamu langsung menyerangku? Apa kamu tidak bisa menurunkan kunaimu terlebih dahulu? Lagipula, bagaimana aku bisa melakukan sesuatu pada Chizuru? Dia saja jauh lebih kuat daripada aku!"
Beberapa jam berlalu, mereka masih tetap berjaga-jaga sementara Chizuru terus tidur dengan tenang. Saat Viktor akhirnya bangun, dia terkejut dan segera memegang senjatanya dengan kewaspadaan. Kevin dan Ryota bingung dengan reaksi Viktor, dan Kevin bertanya dengan khawatir, "Ada apa, Viktor? Apakah ada musuh?"
Viktor tidak menjawab, namun ia mengarahkan pistolnya ke beberapa arah yang mencurigakan dan mulai menembak dengan cepat dan tepat. Suara tembakan memecah keheningan malam dan memenuhi ruangan museum. Kevin dan Ryota memperhatikan dengan cemas, berusaha mencari tahu sumber ancaman yang tidak terlihat.
Mereka bertiga terus bergerak dengan hati-hati, siap menghadapi apa pun yang mengancam mereka. Keheningan dan ketegangan menyelimuti mereka, menyadarkan mereka bahwa di tempat seperti ini, bahaya bisa datang dari mana saja. Dalam ketidakpastian dan keterbatasan pengetahuan mereka tentang situasi, mereka hanya bisa mengandalkan naluri dan keahlian mereka untuk bertahan hidup.
Ketika tembakan terakhir pecah dan keheningan kembali menyelimuti ruangan, mereka tetap berjaga-jaga, waspada terhadap potensi ancaman selanjutnya. Dalam ketegangan dan perjuangan mereka untuk bertahan, mereka menyadari bahwa di dunia ini, mereka harus siap menghadapi segala kemungkinan yang bisa mengancam keselamatan mereka.
Kevin bertanya dengan cemas, "Hei Viktor, kenapa tadi kamu menembak? Apa ada musuh?" Sambil bicara, Kevin mulai menyiapkan puppetnya dengan hati-hati, sementara Ryota juga siap dengan pedangnya yang tegap di genggamannya. Tatapan mereka penuh kewaspadaan, siap menghadapi bahaya yang mungkin mengintai.
Namun, Viktor menanggapi dengan santai, "Ah, tidak ada musuh kok. Tadi hanya banyak nyamuk, jadi aku menembaknya." Kevin dan Ryota merasa lega dan menghela nafas lega. Mereka menurunkan kewaspadaan mereka yang sempat tertinggi, merasa sedikit geli dengan situasi yang tadi membuat mereka tegang.
"Ah, kukira ada musuh sungguhan," kata Kevin sambil menggelengkan kepala. Ryota setuju dengan sepenuh hati, "Betul, hampir saja aku bersiap menghadapi ancaman yang tidak ada."
Viktor tersenyum, "Tidak apa-apa, lebih baik mewaspadai segala kemungkinan. Tapi sekarang, kalian berdua harus istirahat. Biarkan aku yang berjaga malam ini." Kevin dan Ryota setuju dan merasa terbantu dengan kehadiran Viktor yang selalu waspada dan siap menghadapi bahaya.
Mereka berdua merasa lega karena Viktor yang terlatih akan tetap menjaga keamanan mereka. Dalam ketenangan malam yang penuh misteri, Kevin dan Ryota berbaring untuk beristirahat, menyerahkan kewaspadaan mereka kepada Viktor yang tetap berjaga. Dalam suasana yang tenang, perlahan-lahan kelelahan merangkul mereka dan mereka pun tenggelam dalam tidur yang mendalam, diiringi dengan kewaspadaan yang terjaga oleh Viktor yang setia berjaga di malam itu.
Keesokan paginya, Esmeralda dan Chizuru bangun lebih awal dari Kevin, Ryota, dan Viktor. Mereka melihat ketiganya masih tertidur, terlelap dalam tidur yang pulas. Dengan penuh kehangatan, Chizuru dan Esmeralda mulai membangunkan mereka satu per satu, memulai harinya dengan semangat dan kewaspadaan.
Mendengar hal itu, mereka langsung bersiap-siap. Chizuru menggenggam pedangnya dengan erat, siap untuk melawan. Viktor memegang pistolnya dengan mantap, mata penuh ketajaman. Esmeralda memegang tongkat ajaibnya, menyiapkan sihir yang siap dilepaskan. Sementara itu, Ryota menjaga kedua sisinya dengan pedangnya yang tajam. Kevin mengaktifkan puppetnya, membiarkannya bergerak dalam kesiagaan.
Saat mereka sudah siap, mereka sepakat untuk mengecek tempat yang dilempari shuriken oleh Ryota. Langkah mereka hati-hati, menghindari setiap kemungkinan bahaya yang mengintai. Namun, ketika mereka hampir mencapai tempat yang dituju, tiba-tiba petir menyambar mereka dengan hebat. Namun, mereka beruntung karena Esmeralda dengan sigap membuat sebuah barrier yang melindungi mereka dari serangan petir yang mematikan.
Barrier ajaib Esmeralda membentuk dinding energi yang melindungi mereka dari serangan petir yang mematikan. Petir berkelebatan di sekeliling barrier, mencoba menembus perlindungan yang kuat itu, tetapi sia-sia. Esmeralda dengan tenang mempertahankan barrier, mengorbankan kekuatannya untuk melindungi teman-temannya.
Kevin melihat situasi tersebut dan memanfaatkan kesempatan itu untuk mengatur puppetnya. Dalam gerakan yang lancar dan cekatan, puppet-puppet Kevin bergerak dengan presisi, menempati posisi strategis di sekitar mereka. Puppet-puppet itu menjadi tameng tambahan yang siap melindungi mereka jika ada serangan mendadak.
Dalam keadaan siap dan waspada, mereka melihat petir akhirnya mereda dan hilang. Barrier Esmeralda terlihat memudar perlahan, tetapi masih memberikan perlindungan yang cukup untuk sementara. Namun, mereka sadar bahwa musuh yang mengintai mereka masih belum terungkap sepenuhnya. Dalam keadaan tetap waspada, mereka melanjutkan langkah mereka menuju tempat yang mereka tuju, siap menghadapi apa pun yang akan datang.
Dari arah utara, seorang pria melayang dengan kedua tangannya yang tersambar petir. Tetapi, alih-alih terluka, ia seolah menyerap energi petir tersebut dan melontarkannya ke arah Kevin dan teman-temannya. Esmeralda dengan cepat menciptakan barrier ajaibnya untuk menahan serangan itu, melindungi mereka semua dari bahaya yang mengancam.
Namun, di depan mereka, muncul sosok yang mirip dengan Chizuru. Orang itu berkata dengan nada yang menantang, "Hmm, baru kali ini aku meniru tubuh seorang wanita." Tidak ada keraguan lagi, itu adalah Daega. Ia sengaja memprovokasi Chizuru dengan mengotak-atik tubuh yang mirip dengan dirinya sendiri. Chizuru yang marah tidak bisa menahan diri lagi dan segera menyerang Daega, membalas serangan dengan penuh kemarahan.
Sementara itu, Esmeralda dan Viktor berhadapan dengan pria yang memiliki kemampuan mengendalikan petir. Mereka berdua saling melawan dengan penuh keahlian dan kekuatan. Serangan petir diluncurkan ke segala arah, menyala dengan cahaya yang menyilaukan.
Namun, saat Ryota dan Kevin hendak bergabung untuk membantu, tiba-tiba terdengar suara menggema yang menggema di seluruh tempat. "Lawan kalian adalah aku," ucap seorang pria berjubah hitam dengan wajah yang tersembunyi di balik tudung jubahnya yang gelap.
Ryota, dengan pedangnya yang terhunus, menerjang ke arah pria tersebut. Namun, pria itu dengan gerakan yang sederhana dan efisien menghindari serangan Ryota dengan mudah. Kemudian, di tangan pria itu, tiba-tiba muncul sebilah sabit. Dengan gesitnya, pria itu menebas ke arah Ryota dengan sabitnya. Meski Ryota berhasil menahannya dengan pedangnya, tetapi kekuatan serangan itu membuatnya terlempar beberapa meter jauh.
Kevin segera merespons dengan serangan dari ketiga puppetnya yang sudah dilengkapi dengan dua belati di masing-masing tangan. Namun, dengan keahliannya yang luar biasa, pria itu dengan mudah menebas secara horizontal, memenggal tiga puppet Kevin beserta belati yang mereka pegang. Serangan yang begitu cepat dan mematikan.
Ketegangan semakin meningkat di medan pertempuran. Teman-teman Kevin harus berhadapan dengan dua musuh yang kuat dan jahat. Tantangan besar menanti mereka saat mereka berjuang untuk melindungi satu sama lain dan menemukan cara untuk mengatasi musuh yang sulit ini.