Death ITS Not My End

Death ITS Not My End
lou



Kevin terbangun di dalam ruangan yang terkubur dalam kegelapan. Tidak ada cahaya yang menembus kegelapan tersebut, hanya keheningan yang menyeramkan yang menyelimuti ruangan tersebut. Saat Kevin memperhatikan sekelilingnya, ia merasa ada sesuatu yang tidak beres. Tubuhnya tidak merasakan sakit dari luka-luka yang dideritanya dalam pertempuran melawan pasukan Sparta. Ia memeriksa dirinya dengan cermat, dan apa yang ditemuinya membuatnya merasa terkejut.


Tidak ada tanda-tanda luka di tubuhnya, bahkan perutnya yang sebelumnya agak buncit kini menjadi six-pack sempurna. Kevin memegang perutnya dengan tidak percaya, mencoba mengingat kembali kondisi fisiknya sebelumnya. Ini tidak masuk akal baginya. Bagaimana mungkin dalam sekejap, tubuhnya telah berubah menjadi begitu sempurna?


Namun, ada sesuatu yang lebih aneh lagi. Kevin merasakan ada kekuatan yang mengalir di dalam dirinya, sesuatu yang berbeda dari sebelumnya. Ia merasakan kekuatan yang menjulang tinggi, energi yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Ada sesuatu yang telah terjadi padanya, sesuatu yang melebihi pemahamannya.


Kevin melihat sekeliling ruangan yang gelap gulita dengan penuh kebingungan. Ia mencoba mengingat kembali apa yang terjadi sebelumnya, bagaimana ia tiba-tiba berada di ruangan ini setelah kekalahan di tangan pasukan Sparta. Tetapi, ingatannya hanya samar-samar, seperti hilang dalam kabut misteri.


Dalam ketidakpastian, Kevin memutuskan untuk mencari jawaban. Ia menggerakkan langkahnya di ruangan yang gelap, memperhatikan setiap detail yang ada. Suasana ruangan terasa tegang, seolah-olah ada kekuatan yang tersembunyi di dalamnya. Namun, Kevin tidak gentar. Ia merasa dorongan yang kuat untuk melanjutkan perjalanan ini, menemukan tujuan yang masih tersembunyi di balik semua kegelapan.


Dengan hati yang penuh keberanian, Kevin melangkah maju, memasuki dunia misterius yang menunggunya. Apa yang akan ia temukan di dalam ruangan ini? Apakah ada jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang menghantui pikirannya? Kepastian dan ketidakpastian bertabrakan di dalam dirinya, tetapi Kevin bersiap untuk menghadapinya dengan segala yang ia miliki.


Kevin melanjutkan langkahnya, mencoba mencari ujung ruangan yang tampak tak berujung. Namun, tak peduli berapa lama ia berjalan, ruangan itu terus memanjang tanpa batas. Kehabisan tenaga, ia akhirnya terduduk lelah di lantai dingin.


Ketika Kevin mencoba menggunakan kemampuan puppeter-nya, ia merasa kecewa saat kemampuan itu tidak muncul. Ia merasa frustasi dan mengumpat dalam hati, tidak mengerti mengapa kemampuannya tiba-tiba tidak berfungsi. Ia berusaha mengendalikan emosinya dan mencari cara untuk mengatasi masalah ini.


Tiba-tiba, layar sistem muncul di depan Kevin, memberikan berbagai pemberitahuan. Salah satunya adalah kabar bahwa Kevin akan segera memasuki Lou, dunia selanjutnya dalam petualangannya. Layar sistem juga memberikan penjelasan tentang peraturan dan tugas-tugas yang harus dijalani dalam Lou.


Kevin mempelajari dengan seksama informasi yang diberikan. Ia menyadari bahwa dalam dunia Lou, para konstelasi tidak dapat bertindak langsung untuk membantu inkarnasi mereka. Namun, mereka diizinkan memberikan kemampuan khusus pada inkarnasi mereka. Kevin merasa lega mengetahui hal ini, karena sebagai seorang puppeter, kemampuan tersebut akan sangat berguna baginya.


Informasi berikutnya yang diberikan adalah tentang "Fate", sebuah quest besar yang harus diselesaikan oleh para inkarnasi untuk maju ke tahap berikutnya. Kevin mengerti bahwa jika tidak menyelesaikan Fate, maka nasib mereka akan berakhir tragis. Ia harus berjuang dan menyelesaikan takdirnya.


Setelah menyelesaikan Fate terakhir, akan ada perhitungan data untuk menentukan inkarnasi dengan peringkat tertinggi, peringkat 1. Kevin merasa tertarik dan semangat untuk menghadapi tantangan ini. Ia ingin membuktikan dirinya dan mencapai peringkat tertinggi.


Kevin juga merasa senang dengan kemampuan khusus yang diberikan oleh sistem sebagai konstelasi-nya. Ia dapat melihat data inkarnasi lainnya dan informasi tentang tempat dan item yang ditemuinya. Ini adalah keuntungan besar bagi Kevin, karena ia bisa menggunakan informasi tersebut untuk merencanakan langkahnya di masa depan.


Dengan hati yang penuh semangat dan pengetahuan baru yang dimilikinya, Kevin bersiap-siap untuk menghadapi dunia Lou yang menantang. Ia tahu bahwa di sana, ia akan bertemu dengan banyak inkarnasi lainnya dan akan menghadapi berbagai rintangan yang sulit. Namun, dengan tekadnya yang kuat, Kevin siap menghadapi segala yang akan datang dan menjalani takdirnya di dunia Lou yang misterius.


Sepuluh... Kevin merasa detak jantungnya berdegup lebih cepat. Kesadarannya akan waktu yang terus berkurang membuatnya merasa tegang. Segera ia menyadari bahwa ia harus bergerak cepat.


Sembilan... Kevin melompat ke kaki dan mencoba mencari jalan keluar dari ruangan gelap tersebut. Ia melangkah dengan hati-hati, berusaha menjauh dari retakan-retakan yang mulai muncul di dinding. Ruangan itu terasa semakin menakutkan.


Delapan... Kevin berlari dengan cepat menuju ke arah yang tampaknya merupakan pintu keluar. Ia menghindari serpihan-serpihan pecahan yang jatuh dengan deras dari langit-langit yang retak.


Tujuh... Kevin terengah-engah, keringat mengalir deras di wajahnya. Ia melihat sinar terang yang samar-samar di ujung lorong. Ia semakin dekat, harapannya semakin tinggi.


Enam... Kevin merasa semakin tertarik ke arah sumber cahaya tersebut. Seperti ada magnet yang menariknya dengan kekuatan tak terkendali. Ia merasakan kekuatan yang tak tergambarkan menarik tubuhnya, membuatnya terasa hampir tak bisa mengendalikan dirinya.


Lima... Kevin memejamkan mata rapat-rapat ketika ia merasa tubuhnya sedang ditarik dengan keras. Sensasi aneh melintasi setiap serat sarafnya, seolah-olah ia terlempar ke dimensi lain.


Empat... Saat Kevin membuka matanya, ia terkejut dengan pemandangan yang menghampirinya. Matahari terik bersinar terang di atasnya, memancarkan kehangatan yang menyenangkan. Ia berbaring di atas rerumputan yang lembut, seperti sedang tidur nyenyak di tengah alam.


Tiga... Kevin memandang sekeliling dengan penuh kagum. Dia berada di padang rumput yang luas, dikelilingi oleh perbukitan hijau dan pepohonan yang menjulang tinggi. Suara burung bernyanyi mengisi udara, menciptakan suasana damai dan harmonis.


Dua... Kevin tersenyum lega. Ia merasa seperti telah melewati ujian berat dan berhasil mencapai tempat yang baru. Rasanya seperti ia diberikan kesempatan baru untuk memulai petualangan yang menarik.


Satu... Seketika, ruangan gelap yang ia tinggalkan sebelumnya hancur berkeping-keping, seolah-olah terbuat dari kaca yang rapuh. Serpihan-serpihan pecahan berterbangan di udara, membentuk tarian yang memukau sebelum akhirnya lenyap begitu saja.


Nol...


Kevin membuka mata dengan perlahan, memandangi langit yang biru cerah di hadapannya. Ia masih merasa sedikit pusing dan bingung dengan apa yang baru saja terjadi. Namun, semangat petualang dalam dirinya mulai bangkit. Ia berdiri perlahan, menggeliatkan tubuhnya yang terasa kaku setelah tidur di bawah terik matahari.


Bab ini berakhir, dan Kevin siap melangkah maju dalam petualangannya di dunia Lou yang penuh dengan misteri dan tantangan. Ia tidak sabar untuk mengetahui apa yang menantinya di fate selanjutnya. Dengan tekad yang kuat dan semangat yang membara, Kevin melanjutkan perjalanannya, memasuki bab selanjutnya dari takdir yang menantinya.