Death ITS Not My End

Death ITS Not My End
totsuta



Kevin melihat ke sekelilingnya dengan perasaan penasaran. Ruangan di sekitarnya tampak megah dan penuh misteri. Tiba-tiba, perhatiannya tertuju pada seorang pria berzirah dengan rambut biru yang berdiri tegak di tengah ruangan. Tangan kirinya memegang erat sebuah pedang yang terlihat kuat dan berbahaya. Pria itu menatap Kevin dengan mata tajam, seolah menembus jauh ke dalam jiwa Kevin.


Tanpa bisa menahan rasa penasaran, Kevin mencoba melihat data karakter pria tersebut. Namun, apa yang dia lihat membuatnya terkejut. Tulisan "Maaf, karakter diluar pengetahuan sistem. Harap tunggu update" muncul di layar, menyiratkan bahwa data karakter pria itu tidak dapat diakses saat ini. Kevin menyahut dengan nada sinis, "Ah, konstelasi besar tapi masih butuh update, ya?"


Namun, sebelum Kevin bisa merespons lebih lanjut, pria berzirah tiba-tiba muncul di depannya dengan pedangnya siap membelahnya menjadi dua. Namun, sebelum pedang itu bisa mengenai Kevin, serangannya ditahan oleh pedang Chizuru. Kedua pedang beradu dengan kekuatan yang luar biasa, menciptakan percikan percikan bunga api yang memenuhi udara.


Pria berzirah menatap tajam ke arah Chizuru dan berkata dengan suara tajam, "Lain kali, perhatikan jongosmu. Jangan asal menatap orang." Lalu, tanpa meninggalkan jejak, pria itu menghilang begitu saja.


Chizuru menarik kembali pedangnya ke sarungnya dan memalingkan wajahnya ke arah Kevin. Dia bertanya dengan khawatir, "Apa kamu baik-baik saja, Kevin?" Namun, sebelum Kevin bisa menjawab, dia melihat luka yang muncul di tubuh Chizuru. Luka itu terlihat cukup serius, kemungkinan akibat serangan tadi. Dengan cepat, Kevin menangkap tubuh Chizuru yang mulai terjatuh.


"Chizuru!" serunya dengan nada khawatir. Dia mencoba menenangkan Chizuru sambil merasa panik di dalam hatinya.


Kevin dengan cepat merebahkan tubuh Chizuru ke lantai, memastikan dia nyaman dalam posisi berbaring. Dengan gemetar, Kevin mengeluarkan seluruh potion yang dimilikinya dari dalam tas. Botol-botol itu berjajar di depannya, siap digunakan untuk menyembuhkan luka-luka Chizuru. Dengan hati yang penuh penyesalan, Kevin berusaha keras untuk memulihkan keadaan Chizuru.


Setelah beberapa saat, Chizuru akhirnya membuka mata. Namun, bukannya bertanya tentang keadaannya, dia malah menanyakan tentang Kevin. Kevin sedikit terkejut dengan pertanyaan itu, tetapi dia dengan cepat menjawab, "Aku baik-baik saja, Chizuru. Yang penting sekarang adalah bagaimana keadaanmu."


Chizuru tersenyum lembut, meskipun terlihat lemah akibat luka-lukanya. Dia berkata, "Aku tidak apa-apa, Kevin. Jangan khawatirkan aku."


Ketika pandangannya mengarah pada botol-botol potion yang berjejer di sekitarnya, Chizuru merasa terharu dengan perbuatan Kevin. Namun, Kevin dengan tegas menegaskan, "Ini hanya bentuk permintaan maafku, Chizuru. Aku yang harus meminta maaf karena membuatmu terluka."


Chizuru tersenyum penuh pengertian. "Kevin, jangan terlalu keras pada dirimu sendiri. Yang penting sekarang adalah kita saling mendukung dan menjaga satu sama lain. Kita adalah tim, bukan?"


Kevin merasa hangat dengan kata-kata Chizuru. Dia merasakan kekuatan dari ikatan mereka sebagai rekan. "Ya, benar sekali," jawabnya dengan mantap. "Kita adalah tim, dan kita akan melewati ini bersama-sama."


Mereka berdua duduk di lantai, saling menatap dengan tekad yang sama. Mereka tahu bahwa tantangan dan bahaya yang menanti di depan mereka bukanlah hal yang mudah. Namun, dengan saling dukung dan kekuatan yang mereka miliki, mereka siap menghadapinya.


Kevin, masih terkejut dengan kekuatan pria tadi, bertanya kepada Chizuru tentang identitas sebenarnya pria itu. Dengan tatapan serius, Chizuru menjawab, "Dia adalah Totsuta, pemegang peringkat 1 di Land of Universe."


Kevin benar-benar terkejut. Dia tidak bisa membayangkan betapa kuatnya Totsuta sehingga serangannya yang tampak biasa saja mampu melukai Chizuru sedemikian parah. Dalam kepalanya, Kevin berusaha memahami betapa jauhnya peringkat 1 tersebut di atas kemampuan mereka yang lain.


Kemudian, Kevin dengan candaan bertanya pada Chizuru apakah mereka berdua adalah sepasang kekasih. Namun, melihat Chizuru menunduk dan melihat ke bawah, Kevin menyadari bahwa pertanyaannya mungkin menyinggung perasaan Chizuru. Dengan penuh penyesalan, Kevin meminta maaf karena membuat Chizuru mengingat kenangan yang buruk.


Chizuru mengangkat kepalanya dan dengan suara yang penuh kehampaan, dia menceritakan kisah mereka yang dulunya satu tim. Awalnya, semuanya baik-baik saja. Mereka bekerja sama dengan harmonis dalam setiap fate yang mereka hadapi. Tetapi saat mencapai fate ke-79, semuanya berubah drastis.


Chizuru terdiam sejenak, mengingat kembali kejadian yang mengerikan. "Totsuta tiba-tiba berubah menjadi monster," ucap Chizuru dengan suara gemetar. "Dia membantai timnya sendiri, termasuk tiga temanku yang tak bersalah. Saat dia hampir membunuhku yang sudah terluka parah, waktu dari fate itu berakhir. Totsuta hanya menarik pedangnya, menunjukkan ekspresi dingin, dan pergi begitu saja."


Kevin terkejut dan sedih mendengar kisah yang tragis itu. Dia merasa empati terhadap Chizuru dan ketakutan akan kemungkinan bertemu dengan Totsuta di masa depan. Dia ingin melindungi Chizuru dan tim mereka dari ancaman pria itu.


Chizuru tersenyum lembut, merasakan keberanian dan tekad dalam kata-kata Kevin. Dia merasa didukung dan percaya bahwa mereka dapat melalui segala rintangan bersama. Dalam kegelapan ruangan yang terasa semakin tenang, mereka saling berjanji untuk bertahan dan melawan, membentuk ikatan yang kuat di antara mereka.


Chizuru memegang tangan Kevin dengan lembut, lalu mengajaknya untuk jalan-jalan. Mereka berdua berjalan melewati koridor yang gelap, terasa seperti dunia ini hanya mereka berdua yang ada. Suasana yang tenang dan damai mengelilingi mereka, memberikan kesempatan bagi Kevin dan Chizuru untuk berbicara lebih intim.


Sementara itu, di tempat lain, Viktor tampak marah. Dia berteriak dengan keras, "Apa mereka berdua pikir mereka bisa menghilang begitu saja? Kita seharusnya berkumpul 10 menit sebelum fate dimulai!"


Esmeralda mencoba menenangkan Viktor. Dengan suara lembut, dia berkata, "Tenanglah, Viktor. Mereka mungkin sedang melihat-lihat sebentar sebelum kita memulai fate. Kita harus sabar menunggu mereka."


Ryota, yang fokus mencari keberadaan Kevin dan Chizuru, melangkah dengan cepat melintasi koridor-koridor yang sunyi. Dia memeriksa setiap sudut ruangan, mencoba menemukan jejak teman-temannya yang hilang. Hatinya gelisah, khawatir akan keselamatan mereka.


Kembali kepada Kevin dan Chizuru, mereka berjalan-jalan dengan penuh kedamaian. Kevin melihat ke sekeliling, menikmati keindahan dunia ini. Dia merasakan ketenangan yang luar biasa, seolah-olah waktu telah berhenti di tempat ini. Sementara itu, Chizuru mengajak Kevin menuju taman kecil yang penuh dengan bunga-bunga berwarna-warni. Mereka berdua berhenti sejenak, menikmati keindahan alam tersebut.


"Sungguh indah di sini," ucap Kevin sambil tersenyum. "Aku benar-benar merasakan ketenangan yang belum pernah aku rasakan sebelumnya."


Chizuru tersenyum membalas, "Ya, ini adalah tempat yang spesial bagi kami di Land of Universe. Tempat ini memberikan kesempatan bagi kita untuk bersantai dan menenangkan pikiran sebelum menghadapi takdir yang menantang di hadapan kita."


Keduanya saling bertatapan, merasakan keakraban dan keterhubungan yang kuat di antara mereka. Di tengah-tengah keheningan taman, mereka saling menggenggam erat tangan satu sama lain, berjanji untuk saling mendukung dalam perjalanan mereka.


Sementara itu, di tempat lain, Viktor akhirnya mulai tenang. Esmeralda berhasil membujuknya untuk menikmati waktu santai sebelum fate dimulai. Mereka berdua berjalan beriringan, saling bercerita dan tertawa, melupakan sejenak kekhawatiran dan tegangnya kehidupan mereka.


Ryota, yang tak menemukan Kevin dan Chizuru, akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Viktor dan Esmeralda. Meskipun hatinya masih khawatir, dia berusaha untuk menikmati momen ini bersama teman-temannya.


Di antara ketenangan dan kegembiraan yang mereka


rasakan, Kevin dan Chizuru menghabiskan waktu berharga bersama, menikmati keindahan taman dan kebersamaan mereka. Sementara itu, Viktor, Esmeralda, dan Ryota menemukan kedamaian dalam kebersamaan mereka, menghibur satu sama lain dan membangun ikatan yang lebih kuat.


Waktu berlalu dengan cepat, dan 10 menit sebelum fate dimulai, mereka berkumpul kembali. Mereka saling melihat dengan senyuman di wajah mereka, merasakan kekuatan persahabatan yang telah terjalin di antara mereka.


"Dunia ini penuh dengan tantangan dan takdir yang harus kita hadapi bersama," kata Kevin dengan tegas, tetapi juga penuh keyakinan. "Aku yakin kita bisa melalui ini semua dengan bantuan satu sama lain. Mari kita bersatu dan menghadapi fate kita dengan keberanian dan tekad yang tak tergoyahkan!"


Rasa semangat dan kebersamaan terpancar dari setiap wajah mereka. Mereka siap untuk melangkah ke depan, menghadapi segala rintangan dan menggenggam takdir mereka sendiri. Dalam perjalanan mereka di Land of Universe, mereka telah menemukan keluarga yang baru, sahabat sejati yang siap melindungi dan mendukung satu sama lain.


Dengan hati yang penuh harapan dan keberanian, mereka melangkah maju ke arah fate mereka. Keajaiban, petualangan, dan misteri menanti di depan, tetapi dengan kekuatan persahabatan mereka, mereka siap menghadapinya dengan segala yang mereka miliki.


Bab ini berakhir di tengah semangat yang berkobar dan persahabatan yang semakin kokoh. Mereka siap melanjutkan perjalanan mereka, membuktikan diri di hadapan Land of Universe, dan menemukan takdir yang menanti mereka di fate berikutnya.