Death ITS Not My End

Death ITS Not My End
welcome to my workspace



perjalanan cerita berpindah ke Kevin dan Chizuru di dalam kamar. Kevin awalnya berniat untuk tidur di sofa, namun Chizuru menolak dan merasa tidak enak jika Kevin harus tidur di sofa di kamar sendiri. Kevin, yang mendengar ucapan Chizuru, langsung memiringkan kepala dan memikirkan hal-hal yang janggal dan mengundang pemikiran mesum.


Chizuru, baru saja menyadari arti ucapannya, melempar bantal ke arah Kevin dan dengan cepat berkata, "Jangan salah paham! Itu bukan maksudku!" Keduanya kemudian terlibat dalam perdebatan kecil, tetapi akhirnya mereka mencapai kesepakatan. Kevin akan tiduran di sofa dengan mengenakan selimut.


Kevin menata dirinya di sofa, membenamkan dirinya di dalam selimut yang nyaman. Ia mencoba untuk rileks dan membiarkan pikirannya terbang menjauh dari peristiwa-peristiwa aneh yang baru saja terjadi. Di dalam keheningan malam, Kevin merasakan kelelahan menghampiri dirinya. Ia memejamkan mata dan berusaha untuk terlelap dalam tidurnya yang penuh dengan misteri dan petualangan.


Namun, di balik penampilan tenang Kevin, pikirannya masih dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan dan kejadian-kejadian yang terjadi selama mereka terjebak di dunia ini. Ia merenung sejenak, berharap dapat menemukan jawaban dan solusi untuk mengatasi fate yang mereka hadapi.


Dalam kegelapan kamar, Kevin merasa perasaannya campur aduk antara rasa penasaran, ketakutan, dan rasa bersyukur karena memiliki teman-teman yang mendukungnya dalam situasi yang sulit ini. Ia berharap esok pagi akan membawa jawaban dan petunjuk baru yang akan membantu mereka melalui fate yang dihadapi.


Perlahan-lahan, Kevin tenggelam dalam tidurnya, menyelam ke dalam alam mimpi yang mungkin membawa jawaban yang dicarinya.


Adegan selanjutnya, saat beberapa jam telah berlalu, Kevin tidur lelap di sofa sementara Chizuru masih terjaga. Tanpa sengaja, Chizuru berbalik dan melihat ke arah Kevin yang tengah tertidur. Wajah Chizuru langsung memerah, seolah-olah Kevin memandanginya meskipun ia tahu bahwa Kevin sedang tidur dan tak menyadari keberadaannya.


Sambil tetap berbaring, Chizuru terus menatap Kevin yang tidur dengan damai. Jantungnya semakin berdetak kencang, dan wajahnya semakin memerah saat merasakan kehangatan perasaan yang tak terungkapkan. Meskipun dia tidak ingin mengganggu Kevin yang sedang beristirahat, kehadirannya membuat Chizuru merasakan gelombang emosi yang rumit dan membingungkan.


Chizuru merenungkan perasaannya sendiri, bertanya-tanya apa yang sebenarnya dirasakannya terhadap Kevin. Apakah itu hanya rasa sayang sebagai teman atau lebih dari itu? Pemandangan di depan matanya membuatnya semakin terperangah oleh pesona Kevin yang terpancar bahkan saat ia tidur.


Namun, Chizuru tahu bahwa ini bukan saat yang tepat untuk memikirkan hal-hal seperti itu. Mereka masih terperangkap dalam fate yang berbahaya, dan fokus mereka haruslah bertahan hidup dan mengatasi tantangan yang ada. Chizuru menghela napas dalam-dalam, berusaha mengusir pikiran-pikiran yang melintas di kepalanya.


Dalam keheningan malam yang tenang, Chizuru akhirnya memutuskan untuk mengalihkan pikirannya yang gelisah. Ia membenarkan posisinya dan memusatkan perhatiannya pada keadaan sekitar. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa setelah mereka berhasil melewati fate ini, ia akan menghadapi dan menjelaskan perasaannya dengan jujur kepada Kevin.


Dalam ketenangan malam yang sepi, Chizuru melanjutkan perjalanannya dalam dunia mimpi, berharap bahwa saat fajar tiba, mereka semua akan menemukan jalan menuju kebebasan dan keselamatan.


Adegan selanjutnya, Kevin berada dalam ruang kerja yang tak terbatas di luar angkasa. Ketika ia melihat keluar jendela ruangannya, pemandangan yang mengagumkan menghampirinya. Bintang-bintang berkilauan dengan gemerlap yang memukau, planet-planet yang indah terhampar di kejauhan, dan warna-warni aurora yang memenuhi langit. Semuanya begitu megah dan menakjubkan, membuat Kevin terpesona oleh keindahan kosmos yang tak terbatas.


Namun, keterpesonaannya terputus saat ia mendengar suara datang dari belakangnya. Kevin segera berbalik dan dihadapkan pada sosok hologram biru yang tampak manusiawi. Sosok tersebut adalah sistem, yang memiliki wewenang dan kekuatan untuk memanggil Kevin ke ruang kerjanya.


"Selamat datang di ruang kerjaku, Kevin," sambut sistem dengan suara tenangnya.


Kevin langsung menyelidik, "Ada apa sehingga kamu memanggilku ke sini?"


Sistem menjelaskan tentang kekuatan yang diberikan kepadanya sebagai Eye of Information, yang sebelumnya dalam masa update dan kini telah selesai. Kevin terkejut dan bertanya-tanya apa yang baru dari kekuatan ini. Namun, sebelum dia bisa melanjutkan, sistem menghentikannya dengan tegas.


Penjelasan panjang lebar dari sistem ini membuat Kevin memonyongkan mulutnya dalam kekecewaan. Dengan gerutuan yang tertahan, ia mengumpat, "Update ini bukannya memberikan upgrade, malah seperti downgrade."


Sistem memberikan penjelasan tambahan, memberitahu Kevin bahwa ia juga akan menerima skill baru sebagai bagian dari update ini. Kevin tidak bisa menyembunyikan rasa keingintahuannya dan menantikan apa yang skill baru tersebut akan berikan kepadanya.


Dengan penjelasan itu, Kevin merasa campuran antara kecewa dan penasaran. Dia tidak sabar untuk melihat dan menguji kemampuan barunya, serta melanjutkan petualangan mereka dalam fate yang tak terduga ini.


Adegan selanjutnya, sistem memberikan Kevin tiga skill baru yang akan memperkuat kekuatannya dalam pertempuran.




Corpse Puppets: Dengan skill ini, Kevin memiliki kemampuan untuk mengubah mayat menjadi puppetnya. Ia dapat mengendalikan dan memanfaatkan kekuatan dari mayat tersebut. Setiap mayat yang menjadi puppetnya dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti pertahanan, serangan, atau penyamaran. Meskipun kemampuan puppet ini hanya mencapai 50% dari kemampuan asli mayat saat hidup, Kevin masih dapat memanfaatkannya dengan efektif dalam pertempuran.




Puppet Creator: Skill ini memungkinkan Kevin untuk menciptakan puppet dalam waktu yang singkat. Dengan mengandalkan ingatan dan imajinasinya, Kevin dapat dengan mudah menciptakan puppet yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Puppet-puppet yang diciptakannya ini tidak memiliki kemampuan khusus seperti puppet dari Corpse Puppets, namun tetap menjadi sumber daya yang berharga dalam strategi pertempuran.




Mystic Thread: Skill ini memberikan Kevin benang misterius yang terpasang di setiap jarinya. Benang tersebut tak kasat mata dan hanya dapat dirasakan dan dikendalikan oleh Kevin, serta orang-orang yang diizinkannya. Dengan menggunakan Mystic Thread, Kevin dapat mengendalikan gerakan puppetnya dengan presisi yang tinggi. Benang ini menjadi alat penghubung antara Kevin dan puppetnya, memberikan kekuatan dan keahlian dalam pertempuran.




Dengan skill baru ini, Kevin merasa semakin kuat dan siap menghadapi tantangan-tantangan yang lebih berat di masa depan. Ia berterima kasih kepada sistem atas peningkatan kekuatan yang diberikan. Sekarang, Kevin harus menguasai dan menggabungkan skill-skills ini dengan baik untuk mencapai kemenangan dalam fate yang menanti mereka.