
Kevin duduk dalam keheningan, merenungkan pilihan-pilihan class yang telah disampaikan oleh sistem. Pikirannya melayang-layang di antara kemampuan dan gaya bertarung masing-masing class. Setelah mempertimbangkan dengan cermat, Kevin mengambil keputusan yang mantap.
"Dalam petualangan ini," gumam Kevin, "aku akan menjadi seorang Puppeteer."
Kevin merasakan getaran energi dalam dirinya saat ia memilih class tersebut. Ia terinspirasi oleh kemampuan untuk mengendalikan boneka dan objek lainnya. Baginya, kemampuan ini dapat menjadi aset penting dalam pertempuran, memberikan strategi dan kejutan kepada musuh-musuhnya.
Dengan langkah mantap, Kevin menyatakan pilihannya kepada Layar Sistem. "Aku telah memutuskan, aku ingin menjadi seorang Puppeteer."
Layar Sistem merespons dengan suara ramah, "Pilihanmu telah tercatat, Kevin. Sebagai seorang Puppeteer, kamu akan memiliki kemampuan unik untuk mengendalikan boneka dan objek-objek lainnya. Gunakanlah kekuatan ini dengan bijak dan strategis."
Kevin merasa semangat yang membara dalam dirinya. Ia siap menerima tantangan dan mengasah kemampuan barunya sebagai seorang Puppeteer. Dalam hatinya, ia yakin bahwa pilihan ini akan membawanya pada petualangan yang menarik dan penuh tantangan di lantai-lantai berikutnya.
Selanjutnya adalah memilih gelar, antara villain, netral, atau Hero.
Kevin merasa berdebar saat diberi pilihan untuk mengubah gelar villainnya. Dalam benaknya, berbagai pertimbangan berkecamuk, terutama mengenai implikasi dan konsekuensi dari setiap pilihan yang ada. Baginya, ini bukanlah keputusan yang bisa diambil dengan sembrono.
Dalam beberapa saat, Kevin merenung tentang arti menjadi seorang netral atau seorang hero. Ia mempertimbangkan batasan dan tanggung jawab yang akan datang dengan masing-masing gelar tersebut. Sebagai netral, Kevin akan memiliki kebebasan dalam tindakannya, tidak terikat dengan peran tertentu dan dapat bergerak di antara kedua sisi secara fleksibel. Namun, sebagai seorang hero, Kevin akan memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar untuk melindungi orang-orang yang lemah dan melawan kejahatan.
Setelah memikirkan dengan matang, Kevin akhirnya memilih untuk tetap menjadi seorang netral. Meskipun menjadi seorang hero menarik dan mulia, Kevin menyadari bahwa dirinya memiliki keinginan untuk tetap bebas dan tidak terikat pada peran yang kaku. Sebagai seorang netral, ia dapat menjalankan tindakannya dengan lebih fleksibel, tergantung pada situasi dan nilai-nilai yang diyakininya.
Dengan mantap, Kevin memberikan jawabannya kepada Layar Sistem. "Aku memilih untuk tetap menjadi seorang netral."
Layar Sistem merespons dengan suara bijak, "Keputusanmu telah dicatat, Kevin. Sebagai seorang netral, kamu akan dapat menjelajahi dunia ini dengan bebas tanpa terikat oleh peran atau batasan yang kaku. Namun, ingatlah bahwa tindakanmu tetap akan memiliki konsekuensi, baik positif maupun negatif."
Kevin merasa lega dengan keputusan yang telah ia ambil. Meskipun tantangan dan konsekuensi mungkin tetap ada, ia merasa bahwa menjadi seorang netral memberikan kebebasan dan fleksibilitas yang ia inginkan untuk menjalani petualangannya.
Dengan semangat baru, Kevin melanjutkan langkahnya menuju lantai berikutnya, siap menghadapi apa pun yang menantinya dengan gelar villainnya yang tetap netral.
Nama: Kevin
Kelas: Puppeter (Netral) (streamer)
Sifat: Kalkulatif, Observatif, Adil, Tidak Terikat pada Pihak Manapun, Kreatif.
Stats:
- Kekuatan: C
- Kecepatan: B
- Ketepatan: B
- Daya Tahan: C
- Kecerdasan: A
Kemampuan:
Pasif:
Shadow Manipulation: Kevin dapat memanfaatkan bayangan dan kegelapan di sekitarnya untuk menutupi dirinya atau meluncurkan serangan tak terduga kepada musuh.
Aktif:
Puppet Assault: Kevin memanggil boneka-boneka bayangan yang dikuasainya untuk menyerang musuh dalam formasi yang berbeda-beda. Masing-masing boneka memiliki kekuatan dan kemampuan yang unik, sehingga membingungkan dan mengganggu musuh dalam pertempuran.
Shadow Bind: Kevin mengendalikan bayangan untuk melingkarkan diri musuh dan mengikatnya dalam belenggu kegelapan. Hal ini membuat musuh terbatas gerakannya dan memberikan kesempatan bagi Kevin untuk melancarkan serangan mematikan.
Item dan Senjata:
Shadow Cloak: Sebuah jubah hitam yang terbuat dari kain khusus yang memberikan perlindungan dan mengaburkan kehadiran Kevin di tengah pertempuran.
Puppeteer's Daggers: Sepasang belati kecil dengan bilah tajam dan pegangan yang terbuat dari kayu. Senjata ini memungkinkan Kevin untuk mengendalikan boneka-boneka kecil yang terpasang di ujung belati, memberikan kejutan dan serangan yang cepat kepada musuh.
Kevin merasa puas dengan peningkatan dan perubahan karakteristiknya setelah memilih class Puppeter. Ia siap memanfaatkan kemampuan kontrol boneka dan manipulasi bayangan untuk menghadapi tantangan berikutnya di Lou.
Layar sistem: baiklah Kevin kurasa ini sudah cukup waktunya mengirim mu ke Lou, karena waktu nya akan segera dimulai.
Layar Sistem: "Tidaklah Mati di Sini, Ini Hanyalah Permulaan Kegelapan"
Death ITS not my end
Kevin merasa kebingungan dan terkejut ketika melihat tulisan mengerikan itu muncul di layar sistem. Perasaan horor menusuk ke dalam hatinya, seolah-olah dunia sekelilingnya berubah menjadi kerlipan kegelapan yang mengancam. Tanpa pilihan lain, Kevin tiba-tiba terlempar ke padang pasir yang tak dikenal, diapit oleh ribuan patung berwujud tentara Sparta yang tegap dan menakutkan.
Dalam keadaan yang mengejutkan ini, Kevin segera mengaktifkan kekuatan Puppeter-nya. Dengan gerakan tangan yang terampil, ia mencoba mengendalikan boneka-boneka bayangan untuk melawan pasukan Sparta yang berdiri di hadapannya. Namun, karena kekuatan baru tersebut baru saja diperolehnya, Kevin masih kekurangan pengalaman dalam menguasai kemampuan tersebut.
Ribuan tentara Sparta mulai menyerang Kevin dengan kecepatan dan kekuatan yang luar biasa. Meskipun Kevin berusaha menghindar dan melawan dengan gigih, namun dia terdesak oleh jumlah yang tak terhitung. Serangan dan parangan terus berlangsung, menciptakan sebuah pertarungan epik yang dipenuhi dengan gemuruh dan suara derap langkah.
Tubuh Kevin tergores dan terluka, darah mengalir deras dari luka-lukanya. Namun, ia tidak menyerah. Ia mengeluarkan kekuatan puppeter dengan penuh tekad, mencoba mengendalikan lebih banyak boneka-boneka bayangan untuk menyerang musuh. Namun, kekurangan pengalaman membuatnya tidak mampu mengimbangi pasukan Sparta yang tak kenal lelah.
Akhirnya, setelah perjuangan yang panjang dan penuh keberanian, Kevin merasa kekuatannya mulai memudar. Luka-lukanya semakin parah, dan tubuhnya melemah. Dalam momen terakhir pertempuran, serangan terakhir dari pasukan Sparta menyerangnya dengan ganas, dan Kevin jatuh tak berdaya di padang pasir tersebut.
Dalam keheningan yang menyeramkan, Kevin meregang nyawa dengan kekalahan di hadapan pasukan Sparta yang tak terhitung jumlahnya. Cahaya dalam matanya perlahan memudar, dan kegelapan menyelimuti jiwanya yang menghadapi akhirnya.
Bab selanjutnya akan mengungkapkan nasib Kevin dan perjalanan kegelapannya yang semakin dalam di dunia Lou.
Akankah Kevin berhasil ke land of universe ataukah justru dia mati sungguhan dan novel ini tamat? Entahlah saya juga masih mikir hehe