
Kevin merasa sedikit pusing saat membuka matanya, namun samar-samar ia melihat sosok seorang wanita berdiri di dekatnya. Wanita itu mengenakan zirah hitam yang mencolok dengan corak naga yang indah. Di punggungnya terdapat sebuah katana tergantung di pinggang nya. Sebuah senyuman hangat terukir di wajah wanita tersebut saat Kevin bangun dari tidurnya.
Dengan perlahan, wanita itu mengulurkan tangannya ke arah Kevin. Kevin menerima uluran tangan itu dan berdiri, memperhatikan sekelilingnya. Ia terkejut melihat ada tiga orang lain yang berdiri di sekitarnya. Masing-masing dari mereka memiliki penampilan yang unik.
Yang pertama adalah seorang pria dengan pakaian serba hitam dan topeng misterius di wajahnya. Ia terlihat seperti seorang ninja yang siap untuk bertarung dengan keahliannya yang mematikan.
Yang kedua adalah seorang wanita dengan rambut merah panjang dan berpakaian seperti penyihir. Ia menggenggam sebatang tongkat berkilauan, siap untuk melontarkan sihir-sihirnya yang kuat.
Sedangkan yang ketiga adalah seorang pria berpostur tinggi dengan dada yang bidang dan otot-otot yang terlihat kuat. Ia mengenakan baju perang yang mencerminkan kegagahan dan keberanian.
Kevin merasa kagum melihat kehadiran mereka yang begitu mencolok di tengah kerumunan yang padat. Ia menatap wanita di depannya, ingin tahu siapa sosok tersebut. Dengan wajah yang penuh kebingungan, Kevin bertanya, "Apakah kita sudah berada di Land of Universe?"
Wanita itu tersenyum sambil mengangguk. "Ya, kita berada di Land of Universe," jawabnya dengan suara lembut. "Dan kau telah tidur selama satu jam lebih sejak tiba di sini."
Kevin terkejut mendengar berita tersebut. Ia merasa seolah-olah telah melewatkan begitu banyak hal dalam waktu yang singkat. "Apa yang sudah aku lewatkan?" tanya Kevin dengan rasa penasaran.
Wanita itu tertawa kecil sebelum menjawab, "Kau hanya melewatkan pembagian anggota tim, Kevin." Suaranya terdengar begitu jelas di tengah keramaian orang-orang di sekitarnya.
Kepala Kevin terasa berputar mendengar kata-kata itu. Ia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh wanita itu. "Maksudmu pembagian anggota tim?" tanyanya, masih bingung.
Wanita itu tersenyum sambil mengambil sebuah perangkat dari saku bajunya. Layar notifikasi muncul di depan mereka, menampilkan informasi tentang pembagian anggota tim. Kevin melihat dengan takjub, tercengang karena semuanya benar adanya.
Wanita itu akhirnya memperkenalkan dirinya, "Namaku Chizuru Nakami, tapi panggil saja Chizu. Aku berasal dari Jepang." Ia menunjuk ke t
iga orang lain di sekitar mereka dan memperkenalkan mereka satu per satu.
Yang pertama adalah Ryota, seorang ninja dari Jepang dengan keahlian bertarung yang lincah. Kemudian ada Esmeralda, seorang penyihir berambut merah yang memiliki kekuatan sihir yang luar biasa. Dan yang terakhir adalah Viktor, seorang pejuang gagah berani dengan kekuatan fisik yang mengagumkan.
Kevin masih terkejut dengan semua ini. Ia tidak bisa menyembunyikan keheranannya saat melihat pembagian anggota tim di layar. Dalam hatinya, ia mulai merasakan semangat baru dan rasa percaya diri yang menggelora. Ternyata, mereka adalah rekannya dalam petualangan ini.
Namun, dalam pikirannya yang tenang, Kevin bertanya-tanya mengapa Chizu memberitahunya hal-hal yang seharusnya menjadi kejutan. Tanpa menunjukkan kebingungannya, Kevin dengan sikap yang tenang bertanya pada Chizu, "Mengapa kau memberi tahu semua ini dengan begitu terang-terangan? Apa yang kau dapatkan dengan itu?"
Chizu melihat Kevin dengan wajah datar. "Karena kita adalah rekan, Kevin," jawabnya dengan suara tegas. "Kami berbagi tujuan dan tantangan yang sama. Kita perlu saling mendukung dan bekerja sama. Tidak ada ruang untuk rahasia di antara kita."
Kevin merasa sedikit terkejut dengan jawaban itu. Ia sempat meragukan kata-kata Chizu, menganggapnya sebagai upaya untuk menipunya. Namun, melihat layar notifikasi dan pembagian anggota tim yang jelas, Kevin semakin yakin bahwa semua ini nyata.
Chizu menggeleng sambil tersenyum. "Belum, Kevin. Masih ada dua jam sebelum misi diberikan kepada kita," jawabnya. "Kita memiliki waktu untuk saling mengenal lebih lanjut dan melakukan hal-hal yang ingin kita lakukan sekarang. Namun, 10 menit sebelum pengumuman fate, kita harus sudah berkumpul kembali."
Kevin merasa lega mendengar bahwa mereka memiliki waktu luang untuk mempersiapkan diri sebelum memulai misi. Namun, dia merasa tertarik dengan apa yang Chizu katakan tentang dirinya dan Ryota sebagai inkarnasi terdahulu.
"Dengan menjadi inkarnasi terdahulu, kalian pasti memiliki keuntungan besar dalam menyelesaikan fate ini, bukan?" tanya Kevin dengan penuh harapan. Ia berpikir bahwa dengan pengalaman mereka, mereka akan bisa melewati setiap fate dengan mudah.
Chizu menggelengkan kepalanya dengan bijak. "Sayangnya, Kevin, setelah kalkulasi rank, fate-fate sebelumnya akan direset dan dibuat ulang agar tidak sama persis," jelas Chizu. "Jadi, kita harus menghadapinya dengan segala kesulitan dan tantangan yang ada."
Kevin mengangguk paham, meskipun sedikit kecewa. Namun, ia juga merasa tertantang dengan keadaan baru ini. Ia bertekad untuk memberikan yang terbaik dalam setiap fate yang akan mereka hadapi.
Chizu melanjutkan penjelasannya. "Selama dua jam ini, gunakanlah waktu untuk saling mengenal satu sama lain dan mencoba kemampuan masing-masing. Kalian bebas melakukan apa yang ingin kalian lakukan, namun ingatlah untuk berkumpul 10 menit sebelum pengumuman fate," ujarnya.
Kevin melihat kesempatan ini sebagai waktu yang berharga. Ia ingin mencoba kemampuan sistem yang telah diberikan kepadanya. Dengan berfokus, ia mengaktifkan kemampuan sistem yang memungkinkannya melihat data karakter orang lain.
Kevin melihat ke sekelilingnya, menyelidiki data karakter rekan-rekannya. Ia bisa melihat kekuatan, kemampuan, dan sejarah mereka dengan jelas. Hal ini membuatnya semakin tertarik untuk menjalin kerjasama yang baik dengan timnya.
Bab ini berakhir dengan Kevin yang semakin bersemangat menyambut petualangan yang akan datang. Ia berharap dapat memanfaatkan waktu dua jam ini untuk memperkuat ikatan dengan timnya dan mempersiapkan diri untuk menghadapi fate yang menanti. Dalam hatinya, ia bersiap untuk mengungkapkan potensinya yang sebenarnya dan membuktikan bahwa ia adalah inkarnasi yang luar biasa.
Bab selanjutnya akan membawa kita memasuki perjalanan Kevin dan rekan-rekannya saat mereka memulai fate pertama mereka. Tantangan baru, rahasia yang terungkap, dan ikatan yang semakin kuat akan menjadi bagian dari kisah mereka di Land of Universe.
bersambung
Meanwhile sistem di kantornya
Sistem: hmm kayaknya inkarnasi ku bakal punya anak nih.
Layar sistem: ragu aku bos, aku aja harus sabar banget menghadapi bocah ini, apalagi cewek itu.
sistem: elah bilang aja lu iri Bambang.
layar sistem: aku ah bos mah gak jelas kayak author (menghilang).
sistem: dasar cewek.